Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bahasa Jerman

Ulasan Buku Anak Berbahasa Jerman berjudul “Sicher mit U-Bahn, Bim und Bus!”

Bismillahhirrohmanirrohim... Saya sedang belajar merutinkan kembali kebiasaan menulis ulasan sebuah buku usai membaca atau membacakannya untuk anak-anak. Tujuannya adalah untuk mendokumentasikan proses belajar yang dijalankan sekaligus menguatkan pemahaman diri terhadap isi bacaan tersebut. Buku anak ini (lagi-lagi) kami pinjam dari perpustakaan kota. Ya, kami rutin meminjam buku setiap pekan untuk amunisi belajar di rumah. Karena kami merasakan bahwa fasilitas perpustakaan di negara ini sangat mewah sehingga selama di sini kami ingin memanfaatkannya dengan optimal. Terlebih dalam dua tahun belakangan ini, saat saya muai intensif belajar bahasa Jerman juga anak-anak sudah masuk Kindergarten dan Volksschule , kebiasaan membaca buku ini sangat membantu kami melancarkan keterampilan berbahasa Jerman. Buku ini ditulis oleh tiga penulis, yaitu Silja Topfstedt, Martina Brandstätter dan Angelika Jaklin. Sedangkan ilustratornya adalah Cesare Asaro. Begitu membuka halaman pertama dari buk...

Kajian Teks Sederhana dari Buku Anak berjudul “Huda bekommt ein Brüderchen“

Bismillahhirrohmanirrohim… Pasca mengikuti Training of Trainer Read Aloud beberapa bulan lalu, saya jadi belajar untuk membuat sebuah kajian teks sederhana dari sebuah buku yang dibacakan untuk anak. Maka kali ini saya mencoba untuk mempraktikkannya. Judul : Huda bekommt ein Brüderchen Penulis : Suleman Taufiq Ilustrator : Eva Spanjardt Tema : Genre : Tokoh (karakter) : Huda, seorang anak perempuan berusia lima tahun Letak (setting) / latar tempat : rumah, rumah sakit Latar waktu : pagi, siang, sore, malam hari Alur : Awal Huda akan memiliki seorang adik laki-laki. Karenanya kakek dan nenek datang dari Damaskus agar bisa membantu ayah dan bunda beradaptasi dengan kondisi baru di rumah. Keesokan harinya, ayah dan Huda menjemput bunda dan adik bayi dari rumah sakit. Nenek menyiapkan tatanan rumah untuk menyambut kedatangan bunda dan Saad, sang adik bayi, menyemprotkan pengharum ruangan yang beda dari biasanya, menaburkan garam di sekeliling rumah dan memberikan sebuah batu untuk Saad yan...

Belajar Membuat Passion Canvas Diri dan Bersama Rekan Satu Co-House Merumuskan Project Passion

Bismillahhirrohmanirrohim… Berikhtiar kembali untuk mengumpulkan jurnal sebelum pekan ini berakhir. Supaya tidak terburu-buru lagi dan menjalankan jadwal kegiatan awal pekan dengan lebih mindfulness dan efektif. Setelah pemilihan umum berlangsung, maka pekan berikutnya kami libur menuliskan jurnal. Agenda utama adalah berkenalan dengan tetangga satu Co-House . Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih untuk kebijakan ini. Karena berkenalan secara virtual artinya menggunakan jam daring yang alokasinya sama halnya dengan menulis jurnal. Dengan meliburkan penulisan jurnal di pekan tersebut artinya, terlebih bagi saya pribadi, adalah tetap menggunakan jam daring secara proporsional sesuai jadwal dan porsi yang dimiliki, tidak perlu menambah alokasi waktu.   Dalam pekan ini kami mendapat tantangan untuk membuat Passion Canvas individu dan merumuskan ide serta mendiskusikan bersama tetangga Co-House mengenai sebuah Project Passion yang nantinya akan dikerjakan bersama sepanj...

Check In : Yuk, Mengecek Langkah Diri dan Pasangan di Perjalanan Program Mentorship

Bismillaahhirrohmanirrohiim… Di pekan keempat program Mentorship ini, peserta diminta untuk mengecek perkembangan proses yang telah berjalan selama tiga pekan ke belakang. Bagi saya secara pribadi, yang baru memutuskan untuk berganti topik Mentorship, tugas pekan ini adalah suatu kemudahan yang Allah berikan bagi saya yang sedang dalam fase mengejar ketertinggalan. Perjalanan bersama Mentee Saya berpasangan dengan dua mentee. Qodarullah satu mentee belum ada kabar sejak pekan lalu. Saya sudah mencoba beberapa kali menghubungi via Facebook Messenger namun belum ada balasan. Semoga beliau sehat dan dilancarkan setiap urusanNya, aamiin. Khawatirkah saya pada beliau? Tentu, karenanya saya coba terus sapa beliau. Namun saya perlu mengerem diri untuk tidak terus-terusn menanyakan kabar atau bahkan kepo , saya harus ingat bahwa kapasitas saya adalah sebagai pasangan dalam program Mentorship. Saya fokus di situ. Kondisi ini saya refleksikan seperti halnya situasi dalam interaksi l...