Kali ini, saya akan berbagi cerita mengenai sebuah refleksi diri yang berawal dari keseharian, membeli brokoli. Jenis sayuran satu ini memang cukup sering hadir dalam menu harian kami. Selain karena merupakan salah satu sayuran favorit putri kami, teksturnya yang khas membuat saya dan suami juga menyukainya. Dalam keseharian, saya biasa membeli brokoli di warung dekat rumah, atau tukang sayur keliling yang lewat setiap pagi. Dulu, awalnya, saya membeli brokoli dari tempat manapun, baik dari tempat A, B maupun C. Terlebih jika membeli di tempat B atau C, mata saya berbinar-binar karena harga yang amat terjangkau, hampir setengah harga dari tempat A!. Tak mau kecewa, sebelum membeli saya sengaja ekstra dalam memilih, memastikan brokoli pilihan saya bermutu baik dengan harga ekonomis. Secara kasat mata, pilihan saya sudah cukup bagus. Sesampainya di rumah, saat brokoli saya bersihkan dan potong-potong, ternyata ada saja bagian yang harus dihilangkan dalam jumlah banyak, entah terny...
Merajut Asa, Merekam Jejak, Menjaring Hikmah Asssalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh, Halo, salam kenal teman-teman pembaca :) Perkenalkan, saya Mesa. Seorang ibu rumah tangga yang saat ini berdomisili sementara di kota Wina, Austria. Griya Riset merupakan nama A Hometeam yang keluarga kami sedang bangun. Di blog ini saya menuliskan insight dari jejak perjalanan belajar saya dan keluarga. Terima kasih sudah mampir, semoga bermanfaat dan menjadi amal kebaikan :)