Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Jurnal Belajar Anak

Crochet Bucket Hat, Luaran Hobi Si Sulung yang Bermanfaat untuk Adik Bayi

Beberapa waktu yang lalu, si sulung  pengen bikin sesuatu  (lagi)  dari hobi merajutnya. Sependek ini, produk yang sudah ia hasilkan adalah tas selempang, bandana dan coaster (alas atau tatakan panas untuk gelas atau piring). Ummi mengusulkan agar ia membuat  topi yang bisa dikenakan  adik bayi. Lumayan kan nanti luarannya jadi b isa di pakai adik kenakan saat berkegiatan outdoor.  Si sulung (kami biasa memanggilnya „mba“)  setuju dan mulai berproses. Ia belajar merajut secara otodidak. Belum pernah ikut kelas, belajarnya dari video tutorial dan buku. Belakangan  ia menyampaikan bahwa  lebih suka menyimak video, karena penjelasannya berbarengan dengan visualisasinya. Jadi mba bisa sekaliyan praktik, terus kalau kurang pas, bisa langsung terdeteksi dan diperbaiki. Pertama bikin, hasilnya terlalu lebar di kepala adik. Dibongkar, diperkecil. Ternyata melengkung sebelum waktunya, jadi terlalu kecil. Dibongkar, coba lagi. Hingga kemudian didapat A...

Project Ramadan Griya Riset : RAMEN (Ramadan in den Ferien)

Bismillahhirrohmanirrohim... Di pertengahan Ramadan sekaligus pertengahan Osterferien ini, aku ingin merefleksikan catatan belajar bersama anak-anak di beberapa hari belakangan. Jadi ceritanya kami bertiga (aku dan anak-anak) sedang libur sepekan dalam rangka Osterferien atau libur Paskah. Mayoritas penduduk Austria menganut agama Katolik, sehingga libur sekolah pun kerap didasari oleh hari besar-hari besar agama tersebut. Alhamdulillah Ausbildung  yang sedang kujalani ikut libur seperti halnya libur sekolah anak-anak. Jadi kami bertiga bisa sama-sama senggang dan memanfaatkan waktu bersama-sama. Kalau anak-anak ditanya, "Pengen ngapain aja selama liburan?" Jawaban dasarnya satu, "Main sama ummi." Mau aktivitas di dalam rumah, mau berkegiatan di luar rumah, apa pun itu, pokoknya sama ummi. Jawaban mereka  senada dengan refleksi saya belakangan ini, dimana sejak mengikuti Ausbildung, waktu kebersamaan saya dengan anak-anak memang berkurang drastis. Padahal untuk kele...

Pertemuan dengan Seorang Anak yang Jiwa Sosialnya Tinggi

Alhamdulillah, akhirnya bisa kembali menuangkan cerita di blog. Semoga cerita demi cerita yang akan kembali tertulis disini, Allah jaga dalam bingkai kebajikan sehingga bisa menjadi sebuah kebermanfaatan bagi yang menuliskan maupun yang membaca.  Bismillahhirrohmanirrohim… Kemarin sore, ada sebuah kejadian menarik saat saya menemani anak-anak bermain pasir di taman. Seperti biasa, saya duduk di pinggir bak pasir di dekat tempat anak-anak asyik bermain. Mentari Pagi dan Langit asyik bermain dengan peralatan yang mereka bawa. Ada jerigen air mini dan cetakan kastil dilengkapi empat sekop untuk mengeruk pasir. Di bak pasir itu ada beberapa anak yang juga bermain. Mayoritas dari mereka membawa peralatan bermainnya masing-masing. Hmm…ada seorang anak yang menarik perhatian saya. Dilihat dari postur tubuhnya, usia gadis kecil itu sekitar 6 hingga 7 tahun. Jika diamati dari gaya berpakaian ibunya, mereka berasal dari India. Dia menyapa akrab saya dan Mentari Pagi. Sapaan “H...

Belajar dari Alam Sekitar

Sudah lama rasanya tak mengajak anak-anak jalan-jalan pagi. Menyusuri jalan beraspal lalu terkesima menyaksikan kebesaranNya. Pagi ini cerah, A belum menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Sepertinya seru kalau pagi ini kita isi dengan berjalan-jalan. Dengan misi utama mengantarkan baju ke penjahit di gang belakang, berangkatlah kami bertiga menapaki jalan perumahan. Bisa saja kami menggunakan kendaraan untuk menuju ke ibu penjahit, namun pengalamannya tentu beda. Dan dengan berjalan kaki ini, R dan A akan menemukan banyak temuan. Temuan-temuan menarik yang menumbuhkan fitrah belajar dan bernalar mereka.  Seratus meter dari rumah, perjalanan terhenti karena A tertarik pada roda sebuah mobil yang terparkir di halaman tetangga. Diamatinya lingkaran besar itu dan dari mulutnya terdengar menderu menirukan suara mobil. A mendapatkan temuan menarik pagi itu. Bagaimana dengan R? Dia banyak mengamati aneka tumbuhan yang kami lewati. Hingga di langkah kami yang kesekian puluh, dia ...