Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sepenggal Hikmah

Bagaimana Alur Proses Tes Massal COVID-19 di Kota Wina, Austria?

Kondisi hari ini, hari di saat tulisan ini dibuat, kami sedang menjalankan lockdown entah yang keberapa, mungkin ketiga. Di masa ini, saya sebagai warga berkesempatan untuk mengikuti tes massal COVID-19 di tempat yang sedang kami tinggali untuk sementara waktu ini, Wina – Austria. Tes massal di bulan Januari ini adalah kali kedua pemerintah membuka kesempatan untuk tes COVID-19 secara gratis dan mengajak warga berbondong-bondong menggunakan fasilitas tersebut. Langkah ini merupakan salah satu upaya untuk mendeteksi  warga yang terpapar COVID-19 untuk kemudian dapat dilakukan tindak lanjuti lebih secara dini. Periode pertama berlangsung di bulan Desember 2020. Kala itu saya mendaftarkan diri sendiri saja. Suami ada deadline pekerjaan mendesak yang membuat beliau belum bisa mengikuti tes tersebut. Sedangkan saya, hal yang mendorong saya untuk mendaftarkan diri di tes massal COVID-19 adalah rencana saya untuk mengikuti ujian bahasa Jerman di pertengahan bulan Desember. Saya akan ber...

Sepenggal Hikmah Harian : Tentang Waktu

Kemarin terasa lain dari hari biasanya. Mungkin anak-anak akan menyebutnya sebagai Hari Ayah. Kemarin Abiya mengambil libur dan beliau memanfaatkannya untuk membersamai anak-anak seharian. Di pagi hari, kami membuat penawaran ke anak-anak, yang hasilnya pun sudah bisa ditebak. Raysa ingin diantarjemput sekolah oleh Abiya sedangkan Ahsan ingin bermain di Spielplatz (taman bermain) yang ada mobil-mobilannya dengan Abiya. Maka kemarin Ahsan tak menemaniku berangkat Deutschkurs (les bahasa Jerman), aku pun tak perlu menjemput Raysa di Kindergarten (TK) sepulang Deustchkurs seperti biasanya. Deutschkurs berdurasi total 3.5 jam, termasuk sesi pause ( istirahat) 10 menit sebanyak dua kali. Sesi pause ini biasanya kugunakan untuk membersamai Ahsan di Kinderbetreuung ( Kids Corner ) untuk makan camilan atau bermain bersama. Waktu yang singkat, namun ternyata selama ini cukup untukku dan Ahsan. Karena kemarin aku berangkat sendirian, maka sesi pause menjadi bonus waktu yang bisa kugun...

Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas

Membuat Skala Prioritas Beberapa pekan lalu, kami sebagai tim Training and Consulting Ibu Profesional Non ASIA mengundang mba Rima Melani (Divisi Research and Development – Resource Center Ibu Profesional, Leader Ibu Profesional Banyumas Raya sekaligus Praktisi Talents Mapping ) di WhatsApp Group Magang Internal. Bahasan yang disampaikan adalah mengenai Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas.  Bahasan ini kami jadwalkan sebagai materi kedua dari rangkaian materi pembekalan untuk pengurus IP Non ASIA karena bermula dari kebutuhan pribadi sebagai pengurus komunitas. Masih berkaitan dengan materi sebelumnya, yang bisa disimak di tulisan sebelumnya . Di materi pertama lalu kami diajak uni Nesri untuk menelusuri peran diri sebagai individu, yang kemudian dipetakan dan dikaitkan dengan peran dalam keluarga sebagai lingkaran pertama, dilanjutkan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan sosial sekitar. Sehingga antara peran diri, peran dalam keluarga serta peran komunal dapa...

Sebuah Kontemplasi, Mengasah Peran Diri dalam Komunitas

Alhamdulillah, atas izin Allah, kuliah WhatsApp perdana di grup Magang Internal Ibu Profesional Non ASIA telah terlaksana dengan baik. Program ini bermula dari kebutuhan diri untuk semakin profesional dalam mengemban peran dan amanah baik sebagai diri, dalam keluarga maupun komunitas. Yang kemudian dirasa perlu untuk membuat sebuah sesi pembekalan bagi para pengurus Ibu Profesional Non ASIA sehingga memiliki pijakan yang kuat, pemahaman yang terintegrasi sebelum melangkah menjalankan amanah kepengurusan. Gambar 1. Flyer Program Magang Internal  Kuliah WhatsApp sesi pertama mengambil tema “Mengasah Peran Diri dalam Komunitas” dengan menghadirkan narasumber Direktur Resource Center Ibu Profesional, mba Nesri Baidani. Materi yang disajikan bisa jadi terkesan tidak banyak, namun justru itu ciri khas mba Nesri. Beliau menyampaikan sesuatu dengan singkat dan padat, kemudian melanjutkannya dengan lontaran pertanyaan yang membuat diri merenung dan mengasah logika berpikir....

Seorang Nenek yang Menggendong Cucunya

Pagi ini di sebuah stasiun besar di Jakarta, sembari membuat daftar barang bawaan yang harus saya persiapkan, saya bertemu dengan seorang nenek yang sedang menggendong bayi. Bayi laki-laki itu mengingatkan saya pada  Langit dan Mentari Pagi, yang sedang ditemani oleh yangti dan yangkung di Jombang selama saya mengambil visa di kedutaan Austria hari ini. Nenek itu tersenyum ramah pada saya, dan tanpa menunggu lama, obrolan diantara kami pun bergulir hangat. Rupanya nenek dan cucunya tersebut akan naik kereta menuju Bandung untuk kembali ke rumah. Libur akhir pekan berlanjut dengan hari libur Nasional di awal pekan digunakan nenek dan cucunya ini untuk mendatangi rumah anaknya, orangtua dari cucunya tersebut. Ya, sejak lahir, bayi laki-laki itu dirawat oleh sang nenek dan kakek di Bandung. Sedangkan kedua orangtuanya bekerja di Jakarta. Orangtuanya pulang dari Jakarta ke Bandung setiap Jum'at, sembari membawa botol-botol ASI perah yang sudah dikumpulkan selama lima hari kerja. Ibu...

Catatan Pengingat dari buku Khadijah, The True Love Story of Muhammad

Rasulullah bersabda, “Aku diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada Khadijah bahwa akan dibangun untuknya di surga sebuah rumah dari permata; tak ada hiruk pikuk dan rasa lelah disana.” Jika kita mencari sosok muslimah teladan, seorang ibu tangguh nan inspiratif, maka pada nama beliaulah pencarian kita berujung. Wanita yang karena sepak terjangnya dalam perjuangan, membuat Allah berkenan mengirimkan salam melalui Jibril. Terlalu berat rasanya jika saya menuliskan rangkuman atas buku ini, karena banyak pelajaran berharga yang sayang untuk sekadar terangkum. Kalimat-kalimat yang akan lebih mengena jika dibaca secara utuh dan menyeluruh. Maka, pada tulisan ini, izinkan saya untuk menandai kalimat-kalimat penting yang saya resapi dari buku ini, hingga ke depan, catatan ini menjadi pengingat dan penggugah di kala hati sedang sempit dan dilanda resah. Seorang wanita yang dikenal dengan kecerdikan dan ketajaman pikiran . (halaman 13) Saat Nafisah meyakinkan bahwa Khadijahl...

Tips dan Trik Mengajak Balita Menikmati Perjalanan Panjang di Kereta Api

Apa saja yang dapat dilakukan untuk memberikan kenyamanan pada balita selama menempuh perjalanan jauh? Berikut sedikit catatan kami : Mengajaknya Beradaptasi dengan Lingkungan Anak kecil sangat sensitif pada perubahan lingkungan. Pun di kendaraan sekalipun. Bagi kami, jarak tempuh 13-15 jam merupakan waktu yang cukup lama, dapat digunakan anak untuk beraktivitas banyak hal sehingga penting untuk memberikan bekal kenyamanan terlebih dahulu. Untuk itu, setiap kali masuk kereta api, tak berselang lama kami akan mengajaknya memandang sekeliling. Minimal dengan penumpang di belakang. Atau berjalan menyusuri gerbong sembari salim dengan penumpang lain. Kalau sekarang, seringkali dia yang sudah akrab lebih dulu dengan penumpang sekitar. Berbonus membawa camilan di tangan kanan kiri, :D Memfasilitasinya untuk dapat Tidur dengan Nyaman Pertama kali MeGi naik kereta api adalah saat dia berusia 3 bulan. Menempuh perjalanan Jombang-Bandung. Kami mengambil waktu berangkat di pagi har...

Pembelajaran akan Pentingnya Belajar Mengungkapkan Perasaan

Sebuah catatan lama, yang saya tulis di awal Januari 2016. Saat saya meniatkan bahwa di bulan ini saya akan belajar dan praktek mengenai komunikasi produktif dalam keluarga, maka di saat itu pula, Allah menunjukkan kasih sayangNya, memberikan pelajaran berharga untuk menyadarkan betapa pentingnya mengutarakan pendapat. Menjalankan sebuah komunikasi produktif dalam rumah tangga. Kala itu, malam minggu. Selepas adzan mghrib usai berkumandang, deru motor yang mengarah ke rumah menyusul, menandakan suami pulang dari kegiatan luarnya. Mata si kecil berbinar, siap menyambut kedatangan pujaan hatinya. Pintu belakang terbuka, dan dengan setengah berteriak, ia pun memanggil, “Abiiii… Abiiii…. Abiiiiii….” Dan tak lama, ia sudah berada di gendongan sang ayah. Saling menyapa dan melepas rindu.  J Setelah menunaikan sholat Maghrib, kami berkumpul bersama. Di akhir minggu ini saya ingin mengajak untuk melakukan Home Team Discussion (HTD) . Tiba-tiba, suami mengatakan, “ Nanti Biya futs...

Brokoli dan Prasangka Hamba

Kali ini, saya akan berbagi cerita mengenai sebuah refleksi diri yang berawal dari keseharian, membeli brokoli. Jenis sayuran satu ini memang cukup sering hadir dalam menu harian kami. Selain karena merupakan salah satu sayuran favorit putri kami, teksturnya yang khas membuat saya dan suami juga menyukainya. Dalam keseharian, saya biasa membeli brokoli di warung dekat rumah, atau tukang sayur keliling yang lewat setiap pagi. Dulu, awalnya, saya membeli brokoli dari tempat manapun, baik dari tempat A, B maupun C. Terlebih jika membeli di tempat B atau C, mata saya berbinar-binar karena harga yang amat terjangkau, hampir setengah harga dari tempat A!. Tak mau kecewa, sebelum membeli saya sengaja ekstra dalam memilih, memastikan brokoli pilihan saya bermutu baik dengan harga ekonomis. Secara kasat mata, pilihan saya sudah cukup bagus. Sesampainya di rumah, saat brokoli saya bersihkan dan potong-potong, ternyata ada saja bagian yang harus dihilangkan dalam jumlah banyak, entah terny...