Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Keseharian

Mini Project : Melipat Mukena Sendiri

[Mini Project] Memandu Kemandirian : Melipat Mukena Sendiri Melipat mukena adalah salah satu tugas kemandirian yang kami latihkan untuk MeGi di usia 2 tahun. Karena dia senang mengenakan mukena, kami berinisiatif memesankan mukena ke tetangga untuk MeGi. Ibu tetangga ini pintar menjahit, sehingga kami bisa memesan dengan ukuran khusus. Berbonus sajadah bermotif senada pula. Alhamdulillah. Sebelumnya, MeGi cukup puas mengenakan kerudung saya jika beraktivitas sholat. Kegembiraannya memakai mukena baru, kami jadikan momen untuk memandu kemandirian dan melatih tanggung jawab. MeGi yang biasa sholat berjamaah dengan saya, secara otomatis mengikuti setiap gerak gerik yang saya lakukan. Maka, usai sholat sayapun bersegera melipat mukena. Di awal, dia akan bersemangat sekali ikut melipat mukena. Namun saat melihat mukena saya sudah terlipat rapi sedangkan miliknya masih tak berbentuk, dia mulai kesal. MeGi     : “Mi, susaaaaaaah…”   Saya  ...

Mini Project : Bermain dan Makan Crepes Bersama

[Mini Project] 22 Juni 2016 Bermain dan Makan Crepes Bersama Sore itu, yang menjadi teman bermain MeGi adalah 2 anak laki-laki. Keduanya berusia 4-5 tahun. Alhamdulillah, tetangga sekitar tempat tinggal kami memang memiliki banyak anak kecil sehingga teman bermain MeGi cukup banyak. Kedua anak laki-laki ini sudah bersekolah di Taman Kanak-Kanak. Yang berpostur tinggi besar, namanya mas Hamdan. Dia seringkali mengajukan protes ke MeGi setiap MeGi menjawab sapaannya. Hamdan               : Dek MeGi... MeGi                    : Daleeeeem… Hamdan               : Koq dalem? Di luaaaar. Kan dek MeGi lagi di luar, nggak di dalem rumah. Tingkah anak-anak selalu menggemaskan. Biasanya setelah itu Micha jelaskan bahwa yang dimaksud dalem...

Sampaikan Alasan Kuat dan Logis Padanya, Maka Perlahan Dia Akan Mengerti

Di usia dua tahun ini, kosakata dan logika MeGi berkembang amat pesat. Seringkali kata “nggak mau”, “nggak bisa” atau kata-kata penolakan lainnya dengan enteng terucap olehnya. Micha dan Biya mendiskusikan sikap MeGi ini, bagaimana langkah tepat yang sebaiknya kami ambil secara kompak untuk menghadapinya. Setelah berdiskusi, kami pun sepakat untuk mendiamkannya sejenak begitu dia melakukan aksi penolakan. Beberapa menit setelahnya, kami akan memberikan penjelasan sederhana dan alasan yang logis hingga dapat dia pahami dan membuatnya mengubah sikap. #griyariset #ODOPfor99days #day29

Tips dan Trik Mengajak Balita Menikmati Perjalanan Panjang di Kereta Api

Apa saja yang dapat dilakukan untuk memberikan kenyamanan pada balita selama menempuh perjalanan jauh? Berikut sedikit catatan kami : Mengajaknya Beradaptasi dengan Lingkungan Anak kecil sangat sensitif pada perubahan lingkungan. Pun di kendaraan sekalipun. Bagi kami, jarak tempuh 13-15 jam merupakan waktu yang cukup lama, dapat digunakan anak untuk beraktivitas banyak hal sehingga penting untuk memberikan bekal kenyamanan terlebih dahulu. Untuk itu, setiap kali masuk kereta api, tak berselang lama kami akan mengajaknya memandang sekeliling. Minimal dengan penumpang di belakang. Atau berjalan menyusuri gerbong sembari salim dengan penumpang lain. Kalau sekarang, seringkali dia yang sudah akrab lebih dulu dengan penumpang sekitar. Berbonus membawa camilan di tangan kanan kiri, :D Memfasilitasinya untuk dapat Tidur dengan Nyaman Pertama kali MeGi naik kereta api adalah saat dia berusia 3 bulan. Menempuh perjalanan Jombang-Bandung. Kami mengambil waktu berangkat di pagi har...

Toilet Training Saat Mudik? Tetaplah Berjalan, Allah yang Mudahkan

Jauh hari sebelum mudik lebaran, saya sudah berpikir mengenai proses toilet training MeGi. Ya, saat ini MeGi sedang menjalani toilet training . Progress dia sebelum berangkat mudik adalah sebagai berikut : Kalau ingin BAK, selalu lapor, tapi kadang sat masih kering, kadang saat sudah basah. Semakin kesini dia semakin sering laporan saat celana masih kering. Ini sangat kami syukuri. Beberapa kali bepergian jarak dekat, kami lepas pospak dan kami sering tanyakan apakah dia ingin BAK/tidak. Beberapa momen berhasil, beberapa kali juga sempat kecolongan yang mana dia bilangnya mendadak dan keburu tidak kuat menahan pipis. Sedangkan untuk BAB, dia masih lebih seringlapor saat sudah mulai mengejan. Jadi celana tetap kotor meski BAB belum sepenuhnya keluar. Saat mempersiapkan amunisi mudik, saya meminta izin suami untuk melanjutkan toilet training  selama di rumah orangtua. Sayang kalau progress hingga sata ini sia-sia dan harus memulai lagi dari 0 semata-mata hanya karena saya e...

Mengurus Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Bandung

Yuk, bikin paspor. Siapa tahu jadi bonus travelling :) Beberapa minggu lalu kami berkesempatan mengurus pembuatan paspor jalur online . Tepatnya di awal bulan Juni kemarin. Apa yang kami alami, kami upayakan rangkum dalam catatan singkat ini. Dokumen apa saja yang perlu dibawa? Setelah berkunjung ke web nya, dan mempelajarinya, kami membawa dokumen berikut dan memberikan copy annya sebagai lampiran persyaratan : Kartu Tanda Penduduk (KTP) diri (untuk anak-anak, KTP ayah ibu dan copy keduanya menyatu dalam 1 halaman) Kartu Keluarga (KK)    Akte Kelahiran/Surat Nikah/Ijazah (membawa semuanya)   Paspor/SPLP lama Bukti pembayaran Mau hemat waktu, hemat uang, hemat tenaga? hehe. Yuk bawa peralatan penunjang. Disana memang ada toko stationary dan tempat fotocopy, tapi karena yang membutuhkannya banyak orang, maka antriannya pun cukup panjang. Lumayan kan waktunya bisa untuk mengisi berkas dan mengantri. Lebih baik kalau peralatan penunjang berikut bisa...

Mini Project : Mengenal Resiko dan Tanggung Jawab

1 Juni 2016 [Mini Project] Sesi 2 Mengenal Resiko dan Tanggung Jawab Ambil - Mainkan - Kembalikan Setelah pagi tadi berkunjung ke kantor Imigrasi Bandung, kegiatan sore hari adalah di luar rencana dan sempat membuat Ummi terkaget-kaget. Siang itu Ummi sedang asyik di dapur, sedangkan MeGi berekplorasi di ruang tamu setelah sesi membaca bersama. Ruang tamu dan dapur nyaris tak ada jarak, sehingga saya bisa mengamatinya dengan mudah sembari beraktivitas. MeGi datang menghampiri Ummi di dapur, mengambil kursi kecil yang biasa Ummi gunakan untuk mengambil barang di lemari gantung. “Pinjam ya Mi, buat naik.” Ujarnya meminta izin dan Ummi balas dengan kalimat singkat, “Iya Nak, hati-hati ya” Sesaat kemudian, dia sudah asyik berusaha naik kursi untuk mengambil barang di rak buku bagian atas, di ruang tamu. Ummi tak menaruh curiga sedikitpun. Berapa saat kemudian, Ummipu menghampiri MeGi. Olala, lumayan kaget juga, ternyata dia tadi mengambil push pin yang Ummi sembun...

Mini Project : Berkunjung ke Kantor Imigrasi Bandung

1 Juni 2016 [Mini Project] Hari ini, ada 2 mini project yang dilakukan oleh Mentari Pagi. Sejak malam sebelumnya, kami sudah sounding supaya keesokan harinya dia bangun pagi karena kami akan berangkat awal menuju kantor imigrasi untuk membuat paspor. Pagi itu, pukul 5.30, saya dan suami sudah mulai bersiap. Mentari Pagi belum menunjukkan tanda-tanda bangun tidur. Sembari bersiap, kami panggil-panggil dia, masih juga belum ada jawaban. Jam dinding sudha menunjukkan pukul 06.00, kami berdua memutuskan untuk membangunkannya sekali lagi, jika masih juga terlelap, maka kami langsung menggendongnya dan membawakannya baju ganti untuk ganti saat antri disana nanti. Kami menggoyang badannya perlahan, belum ada tanggapan. Bismillah, kami menggendongnya. Nah, saat itu juga, dia mulai membuka mata. Selesai membacakan doa bangun tidur, kami ingatkan padanya bahwa hari sudah pagi, kita mau berangkat untuk mengurus paspor. Mendengar kalimat tersebut, alhamdulillah dia merespon dengan baik. ...

Mini Project : Berkreasi dengan Cat Warna Bikinan Sendiri

Membuat dan Berkreasi dengan Cat Warna Hari ini main apa ya? Iseng-iseng menawarkan ke si kecil, “Nduk, mau bikin cat warna?” Eeeh, dia antusias banget jawabnya. “Mau Mi, ayo bikin!”. Daripada bingung cari resep yang pas, mending ngintip di buku Playtime! Resepnya udah teruji di dapur Familia Kreativa . Hihi J Yuk, kita siapkan bahan dan alatnya : Bahan : 4 sdm soda kue 2 sdm cuka 2 sdm maizena 1 sdt larutan gula *dibuat dari 1 sdm gula dengan 200ml air Pewarna makanan secukupnya Alat : Baskom kecil Cetakan es     Tusuk gigi (untuk mengaduk) Kuas Kertas untuk alas melukis Si kecil menyambut bahan-bahan dengan mata berbinar. Dimulai dari menuang bahan, mengaduk, hingga menyampurkan warna, dia ambil peran di dalamnya. Ini dia cara membuatnya : Campurkan soda kue dan cuka ke dalam baskom, aduk merata Masukkan larutan gula dan maizena secara bertahap, aduk kembali hingga rata   Bagi adonan ke dalam cetakan es   Beri pe...

Kumpul Sahabat SMA : Ibu Temu Kangen, Ayah Momong, Anak Kenalan

Saat yang ditunggu saat mudik ke Jombang,selain bersilaturrahim dengan keluarga adalah reuni kecil-kecilan dengan teman SMA. Maklum, saya dan suami berasal dari SMA yang sama, satu angkatan pula. Jadilah bisa dibilang, teman SMA saya – teman SMA suami – teman SMA kami. Diawali dengan kami menanyakan jadwal praktek bidan di grup WhatsApp Alumni SMA, berlanjut mengabarkan kalau kami sedang berada di Jombang, dan berujung mengajak meet up temana-teman yang sedang ada di Jombang juga. Alhamdulillah disambut positif, insyaAllah bisa bertemu kembali dengan 2 teman, yang sedang pulang juga ke Jombang. Bikin Mainan, Yuk! Dua teman kami ini sama-sama memiliki bayi, yang usianya pun hampir seumuran, 4 bulan dan 5 bulan. Karena akan kedatangan dua bayi yang sedang belajar tengkurap, kami iseng-iseng berinisiatif membuat mainan DIY ( Do It Yourself ), tadinya yang terpikir adalah membuat sensory box , tapi karena kami juga baru sampai di rumah orangtua beberapa jam sebelum meet up , ak...

Brokoli dan Prasangka Hamba

Kali ini, saya akan berbagi cerita mengenai sebuah refleksi diri yang berawal dari keseharian, membeli brokoli. Jenis sayuran satu ini memang cukup sering hadir dalam menu harian kami. Selain karena merupakan salah satu sayuran favorit putri kami, teksturnya yang khas membuat saya dan suami juga menyukainya. Dalam keseharian, saya biasa membeli brokoli di warung dekat rumah, atau tukang sayur keliling yang lewat setiap pagi. Dulu, awalnya, saya membeli brokoli dari tempat manapun, baik dari tempat A, B maupun C. Terlebih jika membeli di tempat B atau C, mata saya berbinar-binar karena harga yang amat terjangkau, hampir setengah harga dari tempat A!. Tak mau kecewa, sebelum membeli saya sengaja ekstra dalam memilih, memastikan brokoli pilihan saya bermutu baik dengan harga ekonomis. Secara kasat mata, pilihan saya sudah cukup bagus. Sesampainya di rumah, saat brokoli saya bersihkan dan potong-potong, ternyata ada saja bagian yang harus dihilangkan dalam jumlah banyak, entah terny...