Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ibu Diaspora

Nomor Sim Card Indonesia Nonaktif Saat Berdomisili di Luar Negeri? Lakukan Langkah Berikut untuk Reaktivasi!

Saat tahun lal u kami berkesempatan mudik ke Indonesia, saya membeli nomor sim card Indonesia dengan provider Telkomsel dan berniat menjaganya agar tetap aktif. Sekalipun tinggal di luar negeri, kami menggunakan beberapa aplikasi dalam negeri yang membutuhkan nomor sim card Indonesia yang aktif untuk verifikasi. Masa aktif kartu yang saya beli memang relatif pendek, sehingga saya merasa perlu mengeceknya secara berkala agar tidak sampai hangus. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, saya larut dengan agenda-agenda keseharian, dan lupa mengeceknya via aplikasi MyTelkomsel. Pagi ini saya baru ingat, kemudian membuka aplikasi MyTelkomsel. Gagal, karena ternyata ter-logout otomatis. Entah sejak kapan, karena memang aplikasi tersebut jarang saya buka selama di Abu Dhabi. Saat saya mencoba login, qodarullah aplikasi meminta untuk melakukan verifikasi via SMS. Dan di sinilah tantangan muncul, SMSnya tidak sampai. Maka verifikasi pun gagal dilakukan. Saya mulai mencari informasi, apakah ada car...

Jurnal A Hometeam Pekan Ketiga : Kunci dalam Membangun Sebuah A Hometeam

  Bismillahhirrohmanirrohim... Pekan ini pembelajaran di  A Hometeam Basic Training #3  memasuki pertemuan ketiga.   Fasilitator yang mengampu sesi pekan ketiga ini adalah kak Rahmatiyah Bakri atau yang akrab disapa dengan panggilan kak Tiyah yang berdomisili di Mesir. Kami sudah saling mengenal cukup dekat, selain karena kami berada di satu regional yaitu Ibu Profesional Efrimenia, kami juga sempat bekerjasama intensif saat menyelenggarakan online workshop   A Hometeam circle  Efrimenia awal tahun lalu. Saat itu kak Tiyah berperan sebagai fasilitator sedangkan saya sebagai operator dan penanggung jawab teknis.   Check In Kami memulai pertemuan kali ini dengan melakukan  check in.  Fasilitator menyiapkan beberapa kartu dalam kondisi tertutup. Kemudian satu peserta ditunjuk untuk memilih salah satu kartu, dan menjawab pertanyaan yang terdapat di dalamnya dalam kurun waktu satu menit. Jika sudah, maka beliau berhak untuk menunjuk peserta ...

Workshop A Home Team Pertemuan Kedua : Mengamati Keluarga Sendiri, Lebih Mirip Sebuah Tim atau Kerumunan?

Alhamdulillah pertemuan kedua workshop A Home Team sudah terselenggara pada hari Rabu, 11 Januari 2023 lalu. Pertemuan dimulai dengan check-in melalui pertanyaan... Jika diibaratkan dengan musim, kondisi keluargamu saat ini seperti musim apa? Saya butuh waktu beberapa saat untuk bisa mencerna dan memahami pertanyaan ini. Musim ini cakupannya seperti apa? Apa keterkaitan analogi musim ini dengan perjalanan keluarga menjadi sebuah A Home Team, ya? Karena kalau perjalanan untuk mencapai tujuan itu kan seperti pendakian ya, saat ini sudah ada di tahap apa. Sedangkan jika musim, tentu silih berganti sesuai masanya. Dan bagi saya, setiap musim itu cantik dan menarik, dan tentu sepaket dengan konsekuensinya. Seperti salju yang kami nantikan saat musim dingin, sepaket dengan suhu dingin dalam kegelapan yang menyelimuti hari-hari. Atau berdamai dengan teriknya sengat matahari saat menikmati jalan-jalan di musim panas. Tapi kalau mencoba mengibaratkan, jika diibaratkan cuaca, kondisi keluarga sa...

Belajar Membuat Komitmen dan Mendalami Peran Diri dalam Workshop Perdana A Home Team Efrimenia

Gambar 1. Lomba Mendongeng se-Kabupaten Jombang, Desember 2016 Setelah di bulan November 2022 lalu selesai belajar di kelas rutin dalam program Ausbildung, saya kembali menengok peta belajar diri. Saya ingin mengasah keterampilan diri dalam menjalankan peran sebagai istri dan ibu. Tak berselang lama, Allah tuntun munculnya sebuah ide,  Mengapa tidak, mengajak belajar bersama dan meminta teman-teman member Efrimenia yang sudah lulus sebagai fasilitator untuk memfasilitasi workshop A Home Team? Ide itu pun digulirkan di tanggal 30 November 2022. Kemudian mulailah koordinasi hingga alhamdulillah dengan kerja bersama, workshop perdana berhasil terselenggara di tanggal 4 Januari 2023. Bersyukur rasanya bisa mengawali tahun baru Masehi dengan mendalami ilmu dan praktik untuk menjadi tim keluarga yang berkualitas A. Sebenarnya di Ibu Profesional Efrimenia ada empat orang member yang sudah mengikuti training fasilitator. Tapi karena satu dan lain hal, maka workshop kali ini difasilitas...

Menjaga Keseimbangan dan Memiliki Rasa Cukup

Judul di atas nampaknya merupakan  insight  yang saya tarik dari ragam aktivitas yang berjalan di pekan ini. Ya, pekan ini saya mengambil keputusan (yang menurut saya) cukup besar. Yaitu saya memilih mengajukan izin untuk tidak hadir ke sekolah  Ausbildung  di hari sekolah (hari Rabu dan Kamis). Mengapa? Karena sepanjang pekan ini (sejak hari Senin hingga Jum‘at) si sulung tidak mendapatkan kuota untuk mengikuti program Summercitycamps. Ditambah informasi dari Kindergarten pemuda kecil yang kami terima di pekan lalu, bahwa ternyata di hari Kamis dan Jum‘at pekan ini Kindergarten juga tutup karena ada konferensi guru di sekolah. Padahal sebenarnya di sekolah Ausbildung  sedang tidak dalam kondisi santai. Justru di hari Kamis dimana saya izin tidak masuk, di kelas kami diadakan Lernzielkontrolle  untuk pelajaran pangan. Saat ada tes malah izin tidak masuk sekolah, siapa hayo yang memiliki pengalaman serupa? Hehe. Toh, kondisi tersebut memungkinkan dan legal u...

Mengambil Peran di Tengah Tantangan Diaspora, Ambil Posisi Apa?

  Setelah pekan sebelumnya Bu Septi hadir menuntun kami seputar tema mengambil peran di tengah tantangan diaspora, saya kembali menilik peta belajar diri. Untuk catatan belajar di acara tersebut sudah saya tulis di sini . Saya, yang saat ini berada di tahun ketujuh belajar di Ibu Profesional, sedang bergerak dan berkontribusi melalui peran apa saat ini. Memori perjalanan saya putar ulang. Pertemuan pertama di Januari 2014 dengan bu Septi Peni Wulandani, menghadirkan azzam dalam diri saya bahwasanya saya ingin belajar menjadi seorang Ibu Profesional. Seorang ibu yang senantiasa meningkatkan kualitas diri baik sebagai hamba Allah, perempuan, istri, dan ibu. Azzam itu memantapkan hati saya untuk bergabung di komunitas Ibu Profesional dan belajar bertumbuh di dalamnya dengan mengambi beragam peran hingga saat ini. Sedikit flaschback, Tahun 2014-2015 saya mengenal Ibu Profesional dalam sebuah Kuliah Umum. Mendaftarkan diri di Ibu Profesional Bandung dan mengambil peran sebagai tim...

Mengambil Peran di Tengah Tantangan Diaspora, Bagaimana Caranya?

  Pada hari Senin, 18 Januari 2021 lalu, Ibu Profesional regional Efrimenia kedatangan tamu istimewa, tak lain adalah founder Ibu Profesional, bu Septi Peni Wulandani. Beliau hadir memenuhi undangan sebagai narasumber dalam acara Bincang Akrab Penghuni Efrimenia (Bakpia) dengan tajuk Mengambil Peran di Tengah Tantangan Diaspora. Acara ini diselenggarakan via Zoom dan dihadiri oleh member IP Efrimenia dari seluruh komponen. Bu Septi tidak memberikan materi khusus, beliau justru mendengarkan curhatan kami dan mengajak kami untuk menggali potensi diri dan menyusun langkah strategis ke depan baik dalam menjalankan peran diri secara umum maupun berkarya di kepengurusan IP Efrimenia. Dimulai dari pertanyaan, Apa tantangan yang kita hadapi? Sebagai ibu diaspora, tantangan yang kami hadapi memang beragam. Namun kami diajak mengklasifikasikannya ke dalam dua sisi. Yaitu sisi internal diri dan sisi eksternal diri. Sisi internal mencakup rasa minder, manajemen energi dan prioritas, ...