Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Mama lernt Deutsch

Perjalanan Belajar Bahasa Jerman melalui Kursus yang Difasilitasi Pemerintah Kota Wina, Austria

Karena pertanyaan beberapa rekan yang muncul belakangan ini terkait perjalanan belajar bahasa Jerman yang saya lalui, saya terpikir untuk menuliskannya kembali, sebagai lanjutan dari tulisan senada yang sempat saya tulis di penghujung tahun 2020 lalu. Tulisan pertama mengenai kursus bahasa Jerman yang saya kontak dan ikuti sejak awal tinggal di Wina, bisa disimak di tautan berikut . Terus bergerak saja, ada banyak kejutan yang menghampiri dalam perjalanan belajar Selepas tahun 2020, bagaimana perjalanan belajar bahasa Jerman saya? Pasca kursus level B2 di Peregrina, melalui program Deutsch zum MitMischen , saya mengiyakan tawaran untuk ikut ujian ÖSD (Österreichisches Sprachdiplom Deutsch) B2. Ini agak berbeda juga sebenarnya dengan ujian level belajar sebelumnya, dimana untuk level A2 dan B1 sertifikat kelulusan yang saya miliki adalah bukan dari ÖSD tapi dari ÖIF (Österreichischer Integrationsfonds). Keduanya tidak memiliki perbedaan signifikan. Keduanya juga sama-sama bisa digunakan...

Catatan Belajar dari Acara Bedenkzeit : Rasa Syukur dan Pengaruhnya dalam Kehidupan

Masih dalam rangka merapikan catatan dari kelas belajar yang sudah diikuti. Setelah kemarin menulis  resume  mengenai menjaga kesehatan mental, kali ini adalah tentang rasa syukur dan pengaruhnya dalam kehidupan. Secara lengkapnya, acara  Bedenkzeit  kali ini mengangkat topik  „Herzenssache Dankbarkeit und ihre Auswirkungen auf mein Leben“.  Menulis  resume  acara ini sekaligus menjadi pengingat diri untuk menambah rasa syukur setiap saat. Sebelumnya, mau curhat dulu, perasaan setelah selama sepekan ini berlatih menulis tema tertentu (yang saya tentukan sendiri). Berlatih konsisten itu memang berat ya. Menghasilkan satu tulisan per hari itu ternyata tidak mudah, sekalipun sebelumnya saya sudah membuat jadwal tematik mengenai topik yang ditulis setiap harinya. Membuat  resume  acara di hari dimana acaranya sudah beberapa pekan berlalu ternyata juga cukup sulit, tidak selancar dan sesemangat jika menulis sesegera mungkin beberapa saat sete...

Catatan Belajar dari Acara Bedenkzeit : Psychisch stark bleiben in Zeiten von Corona

Beberapa waktu belakangan, saya mengikuti sebuah online workshop Bedenkzeit yang bertajuk “ Psychisch stark bleiben in Zeiten von Corona ” yang artinya dalam bahasa Indonesia kurang lebih "Menjaga Kesehatan Mental selama Pandemi Corona". Acara Bedenkzeit ini rutin setiap pekan diselenggarakan via Zoom oleh Junge Musliminnen Österreich (JMÖ). Sebenarnya ikut workshop ini bermodal nekat, karena kemampuan bahasa Jerman juga masih pas-pasan. Tapi saya memutuskan untuk mencoba mengikuti workshop ini dengan pertimbangan, tema yang disampaikan adalah seputar pengembangan diri, bahasan kesehatan mental juga kerap menjadi bahan belajar di kelas belajar berbahasa Indonesia yang saya ikuti. Jadi harapannya, pemahaman dasar yang saya miliki bisa menjadi konektor dalam memahami isi workshop ini. Pun di kelas bahasa Jerman semester lalu, banyak juga dibahas mengenai tema pengembangan diri perempuan. Semoga belum keburu menguap dan terlupa, hihi. Belajar bahasa dengan mengikuti diskusi   ...

Perjalanan Mencari Kursus Bahasa Jerman Gratis yang dilengkapi Fasilitas Penitipan Anak di Kota Wina, Austria

Bismillahirrohmanirrohim… Sudah sejak lama, saya ingin menulis seputar perjalanan dalam mencari kursus bahasa Jerman. Namun masih terus tertunda, perlu mendahulukan prioritas lainnya mengingat alokasi waktu yang terbatas. Alhamdulillah kali ini Allah hadirkan kesempatan tersebut, saat di sini sedang libur Natal sehingga sekolah dan kursus bahasa Jerman juga sedang libur. Mengapa harus kursus bahasa Jerman? Harus? Ngga juga. Bergantung tingkat urgensi yang dirasakan setiap orang saat bermukim di rantau. Ada alasan yang bagi seseorang adalah hal yang penting banget, tapi buat orang lain biasa saja. Ada juga yang merasa alasan tersebut penting, namun memilih jalan lain untuk mencapai tujuan tersebut. Hal itu wajar dan ngga apa-apa. Poin utama menurut saya adalah, sebelum belajar sesuatu, penting bagi diri untuk menemukan strong why terlebih dahulu. Contoh kasus bagi saya, kenapa sih perlu belajar bahasa Jerman? Demi apa memilih melangkah   di upaya tersebut? Apapu...

Belajar Membuat Passion Canvas Diri dan Bersama Rekan Satu Co-House Merumuskan Project Passion

Bismillahhirrohmanirrohim… Berikhtiar kembali untuk mengumpulkan jurnal sebelum pekan ini berakhir. Supaya tidak terburu-buru lagi dan menjalankan jadwal kegiatan awal pekan dengan lebih mindfulness dan efektif. Setelah pemilihan umum berlangsung, maka pekan berikutnya kami libur menuliskan jurnal. Agenda utama adalah berkenalan dengan tetangga satu Co-House . Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih untuk kebijakan ini. Karena berkenalan secara virtual artinya menggunakan jam daring yang alokasinya sama halnya dengan menulis jurnal. Dengan meliburkan penulisan jurnal di pekan tersebut artinya, terlebih bagi saya pribadi, adalah tetap menggunakan jam daring secara proporsional sesuai jadwal dan porsi yang dimiliki, tidak perlu menambah alokasi waktu.   Dalam pekan ini kami mendapat tantangan untuk membuat Passion Canvas individu dan merumuskan ide serta mendiskusikan bersama tetangga Co-House mengenai sebuah Project Passion yang nantinya akan dikerjakan bersama sepanj...

Merayakan Kemajuan dengan Menuliskan Apresiasi untuk Pasangan dan Melukiskan Perasaan Diri

Bismillahhirrohmanirrohim… Salah satu ciri khas pembelajaran di Ibu Profesional yang saya sukai adalah, adanya kebiasaan untuk saling mengapresiasi dan berkolaborasi satu sama lain. Ini penting, karena sering saya rasakan, perbedaan pendapat antar ibu satu dengan yang lainnya berujung pada kompetisi dan perpecahan. Saling mengapresiasi itu tidak mudah, karena untuk bisa mengapresiasi orang lain, kita perlu untuk mampu mengapresiasi diri sendiri. Berkolaborasi pun bukan perkara sepele, jauh lebih mudah dan cepat jika bergerak sendiri. Lalu mengapa saling mengapresiasi dan berkolaborasi antar sesama ibu dan perempuan itu penting? Karena sebuah apresiasi identik dengan penerimaan dan penerimaan itu penting bagi seorang perempuan, keberadaan teman yang percaya terhadapnya pun akan menguatkan pijakan diri.   Dan dengan berkolaborasi, sebuah pergerakan akan bisa memiliki dampak yang meluas. Setelah enam pekan saya menjalankan program Mentorship dengan menjadi mentor dan mentee d...