Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Inisiatif

Mengembalikan ke Tempatnya, Kan?

Mengembalikan sesuatu sesuai dengan kondisi semula. Poin ini merupakan salah satu bentuk kemandirian yang sedang kami biasakan bersama. Bukan, bukan hanya untuk si kecil berusia 2.5 tahun itu, tapi juga untuk Umminya. Yang seringkali tanpa sadar, masih meletakkan barang di sembarang tempat, tak mengembalikan ke tempat semula. Pagi tadi, ceritanya kami berdua baru saja membaca buku bersama di kamar yangti. Selesai membaca, kami pun keluar dari kamar. Saya dulu, baru MeGi. Namun, kaki mungil MeGi melangkah cepat mendahului saya menuju ruang makan sembari bertanya, "Kursi bulat MeGi mana ya, Mi?" Belum sempat saya menjawab, dia sudah datang kembali mengangkat kursi bulat itu dan meletakkannya di depan pintu kamar. Saya bingung. Apa yang mau dilakukannya? Ternyata dia ingin menutup pintu kamar. Tapi karena belum bisa menggapai gagang pintu, maka kursi bulat itu dijadikan sebagai alat bantu untuk melakukan aksinya. "Udah ditutup Mi, pintu kamarnya yangti." ...

Nak, Ibu Dikritik Cucu

Sudah sekitar 2 minggu ini saya dan MeGi tinggal di rumah orangtua. Sejak itu, MeGi mempunyai kebiasaan baru. Mengikuti kemana saja neneknya melangkah. Yangti lagi ngapain? Yangti mau kemana? Yangti disini aja, temenin MeGi main Dan celotehan lainnya yang menyiratkan keinginan untuk terus membersamai neneknya. Ini perubahan pesat dalam catatan saya. Menarik mundur memori satu tahun ke belakang, saat MeGi masih berusia sekitar 1 tahun, dia masih menganggap orang lain selain Abi Ummi-nya adalah orang asing. Kepada kakek neneknya sekalipun. Jangankan mengikuti langkah, digendong saja dia enggan. Biasanya baru mau setelah beberapa hari tinggal bersama. Perlu waktu untuk mendekat padanya, karena sepertinya dia tipikal anak yang slow to warm child. Dan kedekatan ini tidak hanya dengan ibu saya, tapi juga dengan bapak, adik serta ibu ayah mertua dan adik ipar. Bagi saya, ini merupakan sebuah kemudahan dari Allah menjelang persalinan anak kedua nanti. Kembali pada kedek...

Target Menulis Saya dalam Tantangan ODOP#99days Semester Kedua

Bismillahirrohmanirrohim… Menulis sebenarnya bukanlah hal yang saya lakukan dengan keterpaksaan. Bagi diri pribadi, menulis merupakan sebuah kebutuhan dan cara me time saya untuk sejenak melepaskan diri dari kepenatan menjalani aktivitas. Terlebih, saat ini saya sedang berkomitmen untuk membuat dokumentasi pembelajaran anak setiap harinya. Jadi, bukankah antara target tersebut dan ODOP#99days bisa saling bersinergi? Seharusnya demikian. Tapi, hal tersebut belum terjadi saat mengikuti tantangan ODOP#99days semester pertama. ODOP#99days semester pertama saya lalui dengan terengah-engah dalam mencapai garis . Seharusnya saya bisa mengejar ketertinggalan di semester pendek, namun waktu yang panjang justru melenakan saya untuk menunda-nunda untuk menulis, bersantai dan justru mengambil kesempatan kuliah online dan kesibukan lainnya yang saya jadikan pembenaran ketika tulisan tidak jadi-jadi. Alhasil, waktu terus berlalu dan tulisan yang siap disetor belum bertambah. Menjelang batas...

Mengenal Shei Latiefah, Inisiator Save Street Child dari Media

Dini hari ini menemukan sesosok sociopreneur yang berasal dari Jombang, mbak Shei Latifah. Baru sekarang tahu, kalau beliau ternyata inisiator gerakan Save Street Child (SSC). Nama SSC bukal hal asing di telinga, tapi baru tahu kalau inisiatornya seorang perempuan muda dan enerjik yang berasal dari tempat asalnya yang sama. Oke, disemangati rasa penasaran, mulai browsing lah mengenai mbak ini dan gerakannya. Sempat nonton liputan di acara Sarah Sechan, berikut link- nya https://www.youtube.com/watch?v=I4GOPThL4y0 dan sedikit resume singkat. Save Street Child (SSC) merupakan gerakan sosial yang membantu anak jalanan untuk memiliki kehidupan yang layak dan terpenuhi hak dasarnya. Saat mereka ditanya apa yang dipelajari di SSC, serentak mereka menjawab ada banyak hal. Mulai dari pelajaran seperti Matematika, IPA hingga kesenian dan tari. Khusus hari Jumat, mereka bebas berkreasi, entah art and craft , tari maupun kesenian lainnya. Saat itu anak jalanan yang terbina ada sekitar 30 o...

Riset MeGi : Tolong Bacakan Buku Ini

[Riset MeGi] 7 Juni 2016 Meminta Dibacakan Buku Salah satu tanda MeGi mulai merasa nyaman dengan orang baru adalah, dia meminta orang tersebut untuk membacakan buku. Sehingga, salah satu cara untuk mendekatkan diri dan diterima oleh MeGi adalah dengan mengajaknya membacakan buku. Dan ini sering dilakukan oleh teman-teman Micha untuk mengawali bermain bersama MeGi. Bagaimana kalu dengan orang yang sudah dikenal? Jika MeGi ingat akan buku, maka saat itu juga dia akan meminta untuk dibacakan buku. Seperti halnya malam itu. Usai melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, MeGi masih bermain dengan teh Ilmi dan mas Hadip di ruang tamu. Tiba-tiba, MeGi teringat buku kesukaannya. Dia ambil di rak buku, dan meminta teh Ilmi membacakan untuknya. Dia duduk manis di pangkuan teh Ilmi, mendengarkannya bercerita mengenai isi buku. Karena itu buku favoritnya, maka dia hafal beberapa dialog dan alur cerita di buku itu. Sehingga saat teh Ilmi bacakan buku, beberapa kali MeGi menyahut menebak k...

Mini Project : Yuk, Menggambar Buah-Buahan

[Mini Project] 8 Juni 2016 Menggambar Buah Di jam belajar MeGi waktu itu, saya berencana membuatkan sesuatu untuk MeGi yang contohnya ada di folder foto di handphone saya. Saat membuka folder, MeGi ikut serta dan ternyata justru lebih tertarik dan ingin membuat rangkaian buah seperti yang ada di gambar. Baiklah, kita ikuti saja ketertarikan sang anak. Kami pun mengambil kertas lipat, gunting, lem dan spidol untuk membuat gambar buah, kemudian disusun dan ditempel di pita, sehingga dapat dibentangkan di dinding. Berikut penampakannya, Dari gambar buah-buahan ini, MeGi belajar kembali mengenai warna, ragam buah dan kepik yang menyelinap di salah satu bagian. entah mengapa ada kepik yang mengiringi disitu. Dan MeGi meminta dibuatkan persis seperti di gambar, jadilah kepik itu tetap ada tak dihilangkan. #griyariset #miniproject #ODOPfor99days #day85

Riset MeGi : Diberi Kumis

[Riset Megi] Diberi Kumis Lingkaran kecil lingkaran kecil lingkaran besar Diberi pisang diberi pisang tak mau makan Enam, enam, tiga puluh enam Enam, enam, diberi sudut Tidak asing mendengar lagu diatas kan? Biasanya kita akan menyanyikannya sembari menggambar sebuah bentuk di atas kertas. Yap, gambar beruang. Kala itu MeGi minta digambarkan beruang sembari menyanyikan lagu itu. Berulangkali. Entah di ulangan keberapa dan saat beruangpun sudah tergambar beberapa, di akhir nyayian, dia tambahkan, “Diberi kumis”, sembari membubuhkan garis di bawah hidung para beruang itu. Mungkin dia membayangkan, dia beri kumis supaya lebih mudah mengenali yang mana yang merupakan si bapak beruang. #griyariset #risetanak #ODOPfor99days #day82

Riset MeGi : Menyusui Beki

[Riset Anak] Menyusui Beki Bertutupkan Selimut Sejak beberapa bulan ini, MeGi seringkali memulai aktivitas pagi dengan merawat bonekanya. Boneka yang menjadi favoritnya untuk digendong adalah Beki, Mon dan Kiti. Pagi itu seperti biasa, dia anteng bermain bersama bonekanya. Saya menikmati kesempatan untuk menyiapkan sarapan. Setelah siap dan akan mengajaknya sarapan, dia saya temui sedang dalam posisi sebagai berikut : Duduk di karpet ruang tamu, menggendong Beki sembari menutupkan selimut dari kepala hingga ujung kaki. Ada pancaran sinar mentari pagi yang menerobos masuk jendela dan mengenai tempat MeGi duduk. Saya pun bertanya padanya, Micha    : Lagi apa Nak?tu                                                  ...