Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Menulis Cerita Anak

Belajar Menulis Cerita Anak : Aku dan Keluargaku

Halo teman-teman, namaku Chika. Aku ingin mengajak kalian berkenalan dengan keluargaku.  Yuk, aku perkenalkan satu persatu ya. Hai, sebelum kuajak berkenalan dengan keluargaku, kita harus saling kenal dulu ya. Namaku Chika, umurku 3 tahun. Aku suka dibacakan cerita dan bermain air. Aku anak pertama, dan belum punya saudara. Eh, tapi kata ibuku, sebentar lagi aku akan punya teman bermain yang bisa kupanggil adik. Sekarang dia masih tumbuh di perut ibu. Aku rutin mengingatkan dan menyiapkan multivitamin untuk ibu loh ! Geli rasanya melihat perut ibu bergoyang-goyang karena gerakan adik. Hmm…sepertinya di dalam perut ibu terasa hangat, tapi apa tidak sempit ya? Kata Ibu, aku kan dulu juga disana sebelum lahir ke dunia. Tapi, aku sudah lupa bagaimana rasanya, hihi… Nah, sekarang giliranmu berkenalan ya. Siapa namamu? Karena aku tadi seringkali menyebut kata ibu, aku kenalkan dulu pada ibu ya. Nama ibuku Desi. Ibu sering bercerita kalau beliau yang melahirkan aku, makanya aku mem...

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-...

Membuat Cerita Anak tentang Warna Sekunder : Woti Kini Lebih Percaya Diri

Mesa Dewi Project : Membuat Cerita Anak Topik : Membuat Cerita Mengenai Warna Sekunder Woti Kini Lebih Percaya Diri (Cerita tentang Woti, Wortel Oranye yang Sempat Minder karena Warna Sekunder yang Dimilikinya) Woti Si Wortel Oranye kecil hidup di ladang sejuk yang terhampar luas di daerah Lembang, Bandung, Jawa Barat. Bersama keluarga dan teman-temannya, dia menghuni Ladang Bahagia, membantu pak Tani memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat di berbagai penjuru daerah. Stiap sore, biasanya anak-anak sayuran akan berkumpul untuk melakukan aktivitas bersama. Mereka sering membuat prakarya, mengaji, mendengarkan dongeng, sampai membaca buku bersama. Di sore yang cerah ini, Kak Caca si Cabai Merah, mengajak mereka untuk bermain sains. Terdengar seru yah! Kak Caca datang membawa beberapa gelas bening dengan ukuran yang sama, tisu gulung dan pewarna makanan. Kak Caca mau bikin apa ya? Ada yang tahu? Ternyata, sore ini mereka akan bermain rambatan warna! Ada yang sudah pernah men...

Cerita tentang Pengenalan Warna Primer

CREATIVE TEAM #1 KEGIATAN UNTUK ANAK USIA DINI (RENTANG USIA 3-5 TAHUN) TEMA MINGGU I : WARNA Mesa : Membuat Cerita tentang Warna Primer Hari ini Megi diajak oleh ibunya berbelanja ke pasar. Ibu akan membeli kebutuhan dapur untuk seminggu ke depan. Untuk Megi, sebelum berangkat ibu memberinya uang lima belas ribu rupiah.  Uang ini akan Megi gunakan untuk membeli pewarna makanan. Minggu kemarin pewarna makanan yang dia biasa gunakan di rumah, sudah habis, padahal dia ingin membuat donat aneka warna dari playdough . Sesampainya di pasar, mereka membeli kebutuhan yang sudah ada di catatan ibu. Megi mengikuti langkah kaki ibu yang bergerak cepat. Sesekali pandangannya melirik ke aneka rupa jajanan pasar, juga mainan impiannya yang berjajar rapi dijajakan penjual. “Aaaah…mengapa tempat ini dipenuhi barang-barang yang aku inginkan?” batin Megi. Megi ingin membelinya, tapi dia harus menahan keinginannya. Karena jika dia membeli makanan atau mainan, maka jatah uang untuk membe...