Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tugas Kuliah

Belajar Membuat Passion Canvas Diri dan Bersama Rekan Satu Co-House Merumuskan Project Passion

Bismillahhirrohmanirrohim… Berikhtiar kembali untuk mengumpulkan jurnal sebelum pekan ini berakhir. Supaya tidak terburu-buru lagi dan menjalankan jadwal kegiatan awal pekan dengan lebih mindfulness dan efektif. Setelah pemilihan umum berlangsung, maka pekan berikutnya kami libur menuliskan jurnal. Agenda utama adalah berkenalan dengan tetangga satu Co-House . Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih untuk kebijakan ini. Karena berkenalan secara virtual artinya menggunakan jam daring yang alokasinya sama halnya dengan menulis jurnal. Dengan meliburkan penulisan jurnal di pekan tersebut artinya, terlebih bagi saya pribadi, adalah tetap menggunakan jam daring secara proporsional sesuai jadwal dan porsi yang dimiliki, tidak perlu menambah alokasi waktu.   Dalam pekan ini kami mendapat tantangan untuk membuat Passion Canvas individu dan merumuskan ide serta mendiskusikan bersama tetangga Co-House mengenai sebuah Project Passion yang nantinya akan dikerjakan bersama sepanj...

Mengunci Ilmu dengan Amal, Final Nice Homework Program Matrikulasi Ibu Profesional

Alhamdulillah Allah berikan kelancaran untuk menapaki program matrikulasi Ibu Profesional hingga garis akhir ini.  Apa artinya saya sudah menjadi ibu profesional?  Sama sekali belum, malah masih jauh dari kriteria. Apa artinya saya sudah menjalankan tantangan yang diberikan di setiap minggunya? Mengerjakan setoran Nice Homework  memang sudah, namun proses menjalankannya masih saya lalui dengan tertatih.  Apa yang membuat ini begitu susah? Sebenarnya, jika sekadar menuliskan jawaban mungkin tidak terlalu sulit. Toh, sejak duduk di bangku sekolah hingga kuliahpun, saya sudah terbiasa mengerjakannya. Guru memberikan soal, saya menjawab. Guru memberikan tugas, saya mengerjakannya. Namun jika saya diberi ilmu kemudian syarat kelulusannya adalah dipraktikkan dalam keseharian hingga menjadi karakter, bagi saya itu merupakan sebuah pembelajaran seumur hidup.  Saya tidak mau menyerah, karena saya ingin bersungguh-sungguh menjalankan peran yang telah diberi...

Kelompok Bermain Griya Riset, Nice Homework 8 Program Matrikulasi Ibu Profesional

NHW#8 BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Rumus yang kita pakai : PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sehingga Bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa empati, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri. Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.  Bagaimana caranya?...

Cerita tentang Pengenalan Warna Primer

CREATIVE TEAM #1 KEGIATAN UNTUK ANAK USIA DINI (RENTANG USIA 3-5 TAHUN) TEMA MINGGU I : WARNA Mesa : Membuat Cerita tentang Warna Primer Hari ini Megi diajak oleh ibunya berbelanja ke pasar. Ibu akan membeli kebutuhan dapur untuk seminggu ke depan. Untuk Megi, sebelum berangkat ibu memberinya uang lima belas ribu rupiah.  Uang ini akan Megi gunakan untuk membeli pewarna makanan. Minggu kemarin pewarna makanan yang dia biasa gunakan di rumah, sudah habis, padahal dia ingin membuat donat aneka warna dari playdough . Sesampainya di pasar, mereka membeli kebutuhan yang sudah ada di catatan ibu. Megi mengikuti langkah kaki ibu yang bergerak cepat. Sesekali pandangannya melirik ke aneka rupa jajanan pasar, juga mainan impiannya yang berjajar rapi dijajakan penjual. “Aaaah…mengapa tempat ini dipenuhi barang-barang yang aku inginkan?” batin Megi. Megi ingin membelinya, tapi dia harus menahan keinginannya. Karena jika dia membeli makanan atau mainan, maka jatah uang untuk membe...

Tugas 3 bagian 2 : Membuat Kurikulum Terpersonalisasi Anak

Berikut Kurikulum Terpersonalisasi milik anak yang saya coba buat : bagian 1 bagian 2

Tugas 3 Program Matrikulasi Ibu Profesional : My Personalized Curriculum

Tulisan ini dibuat sebagai tugas ketiga Program Matrikulasi Ibu Profesional dengan bahasan : MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH BERBASIS HATI NURANI NHW #3 Membuat Kurikulum Belajar yang “Gue Banget” Bunda, masih semangat belajar? Kali ini kita akan masuk tahap #3 dari proses belajar kita. Setelah semalam Bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah berbasis hati nurani, maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.  a. Belajar konsisten untuk mengisi checklist harian, yang sudah Anda buat di Nice Homework #1. Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.  b. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #2, kemudian tetapkan pada diri Bunda, Misi Hidup apa yang kita emban di muka bumi ini, bidang apa yang ingin Anda kuasai. Contoh : Misi Hidup : memberikan inspirasi kepada banyak orang...

Rencana Semester Pendek Program ODOPfor99days

Dini hari tadi, saya mencoba menghitung berapa banyak setoran yang musti saya kejar untuk lulus program ODOPfor99days. Tidak tanggung-tanggung, dalam jangka waktu 99 hari kerja, saya hanya sempat menulis 18 tulisan! Mengapa sampai bolong begitu banyak? Alasan utamanya karena komitmen diri saya kurang. Semoat terlalu muluk ingin membuat tulisan yang berkualitas dengan kemampuan berpikir dan menulis yang masih terbatas, kesempatan yang sempit dan musti kejar setoran 1 tulisan per hari. Sebenarnya sejak awal sudah diwanti-wanti oleh koordinator kelas, bahwa program ini adalah untuk melatih otot-otot tangan saja. Sekadar membiasakan diri untuk menulis setiap hari. Adapun isi tulisan, berbobot tidaknya, bukanlah hal yang saat ini menjadi prioritas untuk dinilai. Ah, lagi-lagi perfeksionis melanda. Dan akhirnya banyak diam di tempat. Koq bolongnya banyak banget! Apa memang sudah tidak niat dari awal? Huhuhu...jlebb banget rasanya mendapat pertanyaan ini (padahal ini juga pertanyaan y...

Tugas 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Checklist Indikator Perempuan Profesional

Melanjutkan materi 1 Program Matrikulasi Institut Ibu Profesional dengan topik Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga yang sudah berlangsung Senin lalu,  masing-masing peserta diminta untuk mengerjakan nice homework untuk mematangkan pemahaman sekaligus memudahkan pengimplementasian materi dalam kehidupan sehari-hari. Resume materi bisa dibaca disini .  Apa n ice homework  pekan 1 ini? Membuat checklist Indikator Profesionalisme Perempuan sebagai individu, istri dan ibu. Indikator ini adalah untuk diri kita sendiri, sehingga bu Septi menekankan bahwa indikator tersebut harus : 1.    Spesifik (unik/detil) 2. Terukur 3. Bisa diraih 4. Berhubungan dengan kondisi permasalah sehari-hari 5. Memiliki batas waktu Pengerjaan nice homework ini saya mulai dengan menanyakan indikator kepada dua juri saya, yaitu suami dan anak-anak, berikut jawabannya : Indikator Profesionalisme versi Abiya Indikator Profesionalisme Perempuan versi sua...