Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Aktivitas Anak

Tiga Fakta Menarik yang Kami Temukan di Kinderuni Wien 2022

Acara anak-anak memang selalu membuat saya berbinar dan antusias. Bahkan salah satu hal yang membuat saya bersemangat belajar bahasa Jerman di awal kedatangan kami di Wina dulu adalah agar saya bisa mengantar anak-anak mengikuti aneka ragam kegiatan anak di sini juga menyimak dan terlibat langsung di dalam kegiatan keluarga yang dibuat oleh pemerintah kota Wina dan pihak-pihak terkait. Dan di liburan musim panas ini, salah satu kegiatan yang si sulung ikuti adalah program Kinderuni Wien. Program apakah itu?   Gambar 1. Masuk ke kampus BOKU (University of Natural Resources and Life Sciences) Di setiap libur musim panas, anak-anak dengan rentang usia tujuh hingga dua belas tahun berkesempatan mengikuti program Kinderuni Wien. Melalui program ini, anak-anak berkesempatan masuk ke kampus, duduk di kelas dan mengenal bangku perkuliahan. Universitas-universitas di Wina, akan membuka beragam program menarik yang dikemas dalam bentuk seminar, lecture maupun workshop. Di tahun ini, anak-ana...

Program Summer City Camps, Alternatif Kegiatan Anak di Masa Liburan Musim Panas

Bismillahhirrohmanirrohim... Di tulisan kali ini, saya ingin membagikan pengalaman kami, terutama si sulung, dalam mengikuti kegiatan Summercitycamps  di liburan musim panas tahun ini. Ini adalah musim panas pertama di mana si sulung mengikuti program Summercitycamps . Sebenarnya program  City Camps ada di setiap musim libur, mulai dari  Summer City Camps  (saat libur musim panas) selama sekitar dua bulan, Wiener Herbst Camps (saat libur musim gugur) selama satu pekan, Winter City Camps  (saat musim dingin) selama satu pekan, dan Wiener Frühlings Camps  (saat musim semi) selama satu pekan. Libur sekolah di sini memang cukup sering ya, minimal setiap pergantian musim selalu ada libur satu pekan.  Tak heran jika nama-nama programnya pun berbeda-beda sesuai dengan musim yang sedang bergulir. Supaya ceritanya mengalir dengan lebih fokus, saya tulis dengan membubuhkan pertanyaan-pertanyaan sebagai awalan ya. Gambar 1. Bendera penanda program yang dipasang d...

Mengembalikan ke Tempatnya, Kan?

Mengembalikan sesuatu sesuai dengan kondisi semula. Poin ini merupakan salah satu bentuk kemandirian yang sedang kami biasakan bersama. Bukan, bukan hanya untuk si kecil berusia 2.5 tahun itu, tapi juga untuk Umminya. Yang seringkali tanpa sadar, masih meletakkan barang di sembarang tempat, tak mengembalikan ke tempat semula. Pagi tadi, ceritanya kami berdua baru saja membaca buku bersama di kamar yangti. Selesai membaca, kami pun keluar dari kamar. Saya dulu, baru MeGi. Namun, kaki mungil MeGi melangkah cepat mendahului saya menuju ruang makan sembari bertanya, "Kursi bulat MeGi mana ya, Mi?" Belum sempat saya menjawab, dia sudah datang kembali mengangkat kursi bulat itu dan meletakkannya di depan pintu kamar. Saya bingung. Apa yang mau dilakukannya? Ternyata dia ingin menutup pintu kamar. Tapi karena belum bisa menggapai gagang pintu, maka kursi bulat itu dijadikan sebagai alat bantu untuk melakukan aksinya. "Udah ditutup Mi, pintu kamarnya yangti." ...

Nak, Ibu Dikritik Cucu

Sudah sekitar 2 minggu ini saya dan MeGi tinggal di rumah orangtua. Sejak itu, MeGi mempunyai kebiasaan baru. Mengikuti kemana saja neneknya melangkah. Yangti lagi ngapain? Yangti mau kemana? Yangti disini aja, temenin MeGi main Dan celotehan lainnya yang menyiratkan keinginan untuk terus membersamai neneknya. Ini perubahan pesat dalam catatan saya. Menarik mundur memori satu tahun ke belakang, saat MeGi masih berusia sekitar 1 tahun, dia masih menganggap orang lain selain Abi Ummi-nya adalah orang asing. Kepada kakek neneknya sekalipun. Jangankan mengikuti langkah, digendong saja dia enggan. Biasanya baru mau setelah beberapa hari tinggal bersama. Perlu waktu untuk mendekat padanya, karena sepertinya dia tipikal anak yang slow to warm child. Dan kedekatan ini tidak hanya dengan ibu saya, tapi juga dengan bapak, adik serta ibu ayah mertua dan adik ipar. Bagi saya, ini merupakan sebuah kemudahan dari Allah menjelang persalinan anak kedua nanti. Kembali pada kedek...

Mini Project : Mencampur Air Panas dan Air Dingin

[Mini Project] 2 Agustus 2016 Mencampur Air Panas dan Dingin Hingga hari ini, untuk aktivitas mandi MeGi masih menggunakan air hangat. Memang komposisi air panas yang ditambahkan makin sedikit, tapi dia belum siap jika harus benar-benar menggunakan air dingin saja. Saya maklumi, karena udara di Bandung cukup dingin, terlebih di daerah ini yang tergolong perbukitan. Beda halnya jika sedang mudik ke tempat kedua Yangti Yangkungnya di Jombang, tanpa keberatan dia akan bersedia mandi dengan air dingin. Belakangan ini, setiap akan mandi dia selalu bertanya, “Mi, air panasnya sudah?” dilanjut dengan celoteh tentang air panas, air dingin menurut imajinasinya. Ada momen dimana saya sempat menyisipkan mengenai air hangat saat dia berceloteh. Bahwa air panas dan air dingin yang bercampur menjadi air hangat yang akhirnya digunakannya untuk mandi. Namun dia menolak, dengan kekeuh dia meyakini kalau dia mandi dengan air panas. Dari sinilah terpikir ide main yang sangat se...

Mini Project : Ikut Forum Belajar Ummi

[Mini Project] 28 Juli 2016 Micha Belajar, MeGi pun Belajar Horeeee…alhamdulillah. Kemarin Micha dan MeGi bisa belajar sambil bersilaturrahim dengan teman komunitas. Agenda hari kemarin buat Micha adalah nonton bareng dan diskusi film The Beginning of Life bersama teman-teman IIP Bandung di RB Dago , bonus silaturrahim ke rumah teh Elma buat belajar Talents Mapping bersama teh Nca. Agendanya MeGi, bermain bersama di Kids Corner Bumi Inspirasi waktu Micha nonton bareng dan diskusi, pretend play  bersama teh Lulu, dilanjut bermain bersama teh Lulu dan teh Iffa di rumah bude Elma. Nah, apa saja yang MeGi lakukan dalam aktivitasnya yang nyaris seharian tersebut? Berikut Micha coba mencatatnya : Cooking Class di Kids Corner Bumi Inspirasi Ini aktivitas yang baru buat MeGi. Di rumah belum ada mixer , jadi dia antusias banget waktu bikin kue bersama-sama. Mengamati teh Tya meratakan adonan dengan mixer , ikut terlibat menata cup kertas, meneteskan warna pada...

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m...

Mini Project : Menggambar di Permukaan Balon

[Mini Project] Menggambar di Permukaan Balon Acara Ramadhan Berbagi Ceria yang MeGi ikuti di hari sebelumnya, membawa oleh-oleh berupa balon besar berwarna kuning untuk dibawa ke rumah. Balonnya terbilang cukup besar, berbahan tebal dan tidak mudah meletus. Micha masih ingat, sepulang dari acara tersebut, kita ikut keluarga  Planner  sampai di persimpangan, dilanjut dengan naik angkot menuju rumah. Di angkot, karena MeGi tertidur dan Micha khawatir balonnya terbang, Micha lepas pegangannya dan masukkan balon itu ke tas kresek besar yang diambil dari tas ransel. Cukup, dan sangat pas. Padahal kresek tersebut ukurannya tergolong amat besar, hihi. Sesampainya di rumah, dipakailah balon itu untuk bermain. Keesokan harinya, pagi hari adalah jadwal MeGi bermain bersama Abiya. Biasanya saat mereka berdua bermain, seringkali ada hal aneh yang dijadikan objek bermain. Benar saja, kali ini sasarannya adalah si balon kuning. Balon memang mainan favorit MeGi. Dan pagi itu pun...

Mini Project : Melipat Mukena Sendiri

[Mini Project] Memandu Kemandirian : Melipat Mukena Sendiri Melipat mukena adalah salah satu tugas kemandirian yang kami latihkan untuk MeGi di usia 2 tahun. Karena dia senang mengenakan mukena, kami berinisiatif memesankan mukena ke tetangga untuk MeGi. Ibu tetangga ini pintar menjahit, sehingga kami bisa memesan dengan ukuran khusus. Berbonus sajadah bermotif senada pula. Alhamdulillah. Sebelumnya, MeGi cukup puas mengenakan kerudung saya jika beraktivitas sholat. Kegembiraannya memakai mukena baru, kami jadikan momen untuk memandu kemandirian dan melatih tanggung jawab. MeGi yang biasa sholat berjamaah dengan saya, secara otomatis mengikuti setiap gerak gerik yang saya lakukan. Maka, usai sholat sayapun bersegera melipat mukena. Di awal, dia akan bersemangat sekali ikut melipat mukena. Namun saat melihat mukena saya sudah terlipat rapi sedangkan miliknya masih tak berbentuk, dia mulai kesal. MeGi     : “Mi, susaaaaaaah…”   Saya  ...

Mini Project : Yuk, Baca Al Qur'an Bersama-sama

[Mini Project] Yuk, Baca Al Qur’an Bersama-sama Raising your children, raising ourselves Quote diatas memang benar adanya. Jika menginginkan anak yang sholih dan sholihah, langkah pertama dan utama yang harus ditempuh adalah membuat diri menjadi pribadi yang sholih terlebih dahulu. Maka, dalam mendidik anak, keteladanan jauh lebih utama dibandingkan nasihat. Dan ini menjadi PR besar bagi kami. Setiap anak pasti memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, terutama atas apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Setiap kali orangtua melakukan sesuatu, tidak berselang lama anak akan menirukannya. Pun saat membaca Al Qur’an. Saat kita membaca Al Qur’an, sudah bisa ditebak dia pasti juga ingin membaca Al Qur’an. Bukan buku bacaan yang lain, yang bahkan mungkin ilustrasinya lebih beragam, gambarnya lebih menarik dan warnanya lebih mencolok. Bukan, bukan itu. Dia lebih mengingingkan apa yang ada dalam genggaman kita, yang sedang kita gunakan. Mungkin dia berpikir, dia juga ingin...

Riset MeGi : Tolong Bacakan Buku Ini

[Riset MeGi] 7 Juni 2016 Meminta Dibacakan Buku Salah satu tanda MeGi mulai merasa nyaman dengan orang baru adalah, dia meminta orang tersebut untuk membacakan buku. Sehingga, salah satu cara untuk mendekatkan diri dan diterima oleh MeGi adalah dengan mengajaknya membacakan buku. Dan ini sering dilakukan oleh teman-teman Micha untuk mengawali bermain bersama MeGi. Bagaimana kalu dengan orang yang sudah dikenal? Jika MeGi ingat akan buku, maka saat itu juga dia akan meminta untuk dibacakan buku. Seperti halnya malam itu. Usai melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, MeGi masih bermain dengan teh Ilmi dan mas Hadip di ruang tamu. Tiba-tiba, MeGi teringat buku kesukaannya. Dia ambil di rak buku, dan meminta teh Ilmi membacakan untuknya. Dia duduk manis di pangkuan teh Ilmi, mendengarkannya bercerita mengenai isi buku. Karena itu buku favoritnya, maka dia hafal beberapa dialog dan alur cerita di buku itu. Sehingga saat teh Ilmi bacakan buku, beberapa kali MeGi menyahut menebak k...

Mini Project : Yuk, Menggambar Buah-Buahan

[Mini Project] 8 Juni 2016 Menggambar Buah Di jam belajar MeGi waktu itu, saya berencana membuatkan sesuatu untuk MeGi yang contohnya ada di folder foto di handphone saya. Saat membuka folder, MeGi ikut serta dan ternyata justru lebih tertarik dan ingin membuat rangkaian buah seperti yang ada di gambar. Baiklah, kita ikuti saja ketertarikan sang anak. Kami pun mengambil kertas lipat, gunting, lem dan spidol untuk membuat gambar buah, kemudian disusun dan ditempel di pita, sehingga dapat dibentangkan di dinding. Berikut penampakannya, Dari gambar buah-buahan ini, MeGi belajar kembali mengenai warna, ragam buah dan kepik yang menyelinap di salah satu bagian. entah mengapa ada kepik yang mengiringi disitu. Dan MeGi meminta dibuatkan persis seperti di gambar, jadilah kepik itu tetap ada tak dihilangkan. #griyariset #miniproject #ODOPfor99days #day85

Riset MeGi : Membantu Beki Memasukkan Stiker ke Toples

[Riset MeGi] 9 Juni 2016 Membantu Beki Memasukkan Stiker ke dalam Toples Siang itu kami sedang memotong stiker bertema Ramadhan yang kami dapatkan dari paket Fun Ramadhan Diary. Stikernya ada 280 potong yang tersusun di 5 lembar A5. Jadi setiap lembarnya kami perlu memotong menjadi 56 potongan kecil. Stiker ini rencananya kami susun di buku Ramadhannya MeGi. Setiap amal kebaikan yang dia lakukan, dia akan mendapat kesempatan menempel stiker kesukaannya. Berapapun jumlahnya. Jadi, siang itu kami mempersiapkan amunisinya. Saat saya sedang memotong, MeGi sedang asyik bermain dengan Beki. Lama kelamaan, rupanya dia tertarik dan ingin ikut terlibat. Saya libatkan dia untuk membantu memasukkan stiker hasil potongan yang ada di karpet, ke dalam toples. Dia pun melakukan dengan sukacita. Ternyata ada hal lain yang muncul dalam pikirannya. Tak berselang lama, terlihat dia memangku Beki dan menggerak-gerakkan tangan Beki. Lalu ada monolog sebagai berikut : “Susah ya Beki? Me...

Riset MeGi : Diberi Kumis

[Riset Megi] Diberi Kumis Lingkaran kecil lingkaran kecil lingkaran besar Diberi pisang diberi pisang tak mau makan Enam, enam, tiga puluh enam Enam, enam, diberi sudut Tidak asing mendengar lagu diatas kan? Biasanya kita akan menyanyikannya sembari menggambar sebuah bentuk di atas kertas. Yap, gambar beruang. Kala itu MeGi minta digambarkan beruang sembari menyanyikan lagu itu. Berulangkali. Entah di ulangan keberapa dan saat beruangpun sudah tergambar beberapa, di akhir nyayian, dia tambahkan, “Diberi kumis”, sembari membubuhkan garis di bawah hidung para beruang itu. Mungkin dia membayangkan, dia beri kumis supaya lebih mudah mengenali yang mana yang merupakan si bapak beruang. #griyariset #risetanak #ODOPfor99days #day82

Riset MeGi : Menyusui Beki

[Riset Anak] Menyusui Beki Bertutupkan Selimut Sejak beberapa bulan ini, MeGi seringkali memulai aktivitas pagi dengan merawat bonekanya. Boneka yang menjadi favoritnya untuk digendong adalah Beki, Mon dan Kiti. Pagi itu seperti biasa, dia anteng bermain bersama bonekanya. Saya menikmati kesempatan untuk menyiapkan sarapan. Setelah siap dan akan mengajaknya sarapan, dia saya temui sedang dalam posisi sebagai berikut : Duduk di karpet ruang tamu, menggendong Beki sembari menutupkan selimut dari kepala hingga ujung kaki. Ada pancaran sinar mentari pagi yang menerobos masuk jendela dan mengenai tempat MeGi duduk. Saya pun bertanya padanya, Micha    : Lagi apa Nak?tu                                                  ...