Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tahap Ulat

Aliran Rasa dan Selebrasi Kelas Bunda Cekatan Tahap Ulat

Dua bulan sudah saya menjalankan proses belajar di tahap Ulat. Sebelum mengalirkan rasa, saya kembali membaca jurnal demi jurnal yang saya tulis di setiap pekannya. Jurnal pertama : http://www.griyariset.com/2020/01/saatnya-mencari-sumber-ilmu-di-hutan.html Jurnal kedua : http://www.griyariset.com/2020/01/berbagi-potluck-pengalaman-dan.html Jurnal ketiga : http://www.griyariset.com/2020/02/bertemu-dan-makan-bersama-keluarga-lalu.html Jurnal keempat : http://www.griyariset.com/2020/02/portofolio-belajar-diri-di-kelas-bunda.html Jurnal kelima : http://www.griyariset.com/2020/02/temuan-dan-pembelajaran-yang-saya.html Jurnal keenam : http://www.griyariset.com/2020/02/sesi-berbagi-hadiah-ada-banyak-kejutan.html Jurnal ketujuh : http://www.griyariset.com/2020/03/refleksi-belajar-di-kelas-bunda-cekatan.html Jurnal kedelapan : http://www.griyariset.com/2020/03/bertemu-buddy-dan-belajar-mengasah.html Poin-poin pembelajaran yang saya serap sela...

Bertemu Buddy dan Belajar Mengasah Empati melalui Buddy System

Petualangan kali ini diawali dengan proses pencarian buddy.  Penasaran dengan makna buddy , saya sempat mengulik singkat definisi buddy dengan berselancar di internet. Seorang buddy kurang lebih adalah seorang teman seperjalanan. Pencarian saya juga sampai pada sebuah website yang memaparkan mengenai Buddy System. Berikut alamat websitenya http://www.esnuniwien.com/buddy-system . Sumber :  http://www.esnuniwien.com/buddy-system Setiap orang membutuhkan buddy ! Menarik bukan? Jika di website tersebut dipaparkan bahwa ada dua peran yang ditawarkan oleh Erasmus, yaitu sebagai seorang buddy dan ada peran sebagai seorang yang membutuhkan buddy, maka di tantangan tahap Ulat pekan kedelapan ini kami mendapatkan kesempatan untuk menjalankan kedua peran tersebut. Bagaimana rasanya menjadi seorang buddy dan menjadi seorang yang membutuhkan buddy dalam satu waktu? Hmm… Proses pencarian buddy Sebagai seorang dengan bakat relator dan emphaty yang dominan , s...

Refleksi Belajar di Kelas Bunda Cekatan, Sesi Terfavorit dalam Proses menuju Merdeka Belajar

Sesi refleksi di pekan ini menjadi sesi terfavorit selama perjalanan belajar di kelas Bunda Cekatan. Ya, berefleksi dan berkontemplasi merupakan sebuah bagian penting dalam sebuah rangkaian pembelajaran untuk sejenak memberikan jeda pada diri, mengambil nafas setelah terengah-engah mendaki dan mendapatkan banyak input. Kebutuhan untuk berefleksi ini juga didorong oleh bakat context dan discipline yang merupakan kekuatan cukup dominan pada diri. Sejak awal saya sudah menyadari bahwa proses yang saya jalani akan berbeda dari para mahasiswa Bunda Cekatan kebanyakan.  Mengapa? Dimulai dari pembuatan peta belajar yang sangat spesifik. Di saat para mahasiswa Bunda Cekatan membuat peta belajar untuk beberapa tahun bahkan peta belajar selama hidup, saya memutuskan untuk membuat peta belajar berdurasi enam bulan saja, sepanjang kelas Bunda Cekatan berjalan. Mengapa? Karena saya menyadari bahwa saya mudah terdistraksi, bakat focus saya cukup lemah sehingga agar tetap on track...

Sesi Berbagi Hadiah, Ada Banyak Kejutan Rasa dalam Prosesnya

Setelah di pekan lalu kami saling berkenalan lintas keluarga, mendapat teman baru dari berbagai penjuru dan beragam keluarga, menambah keakraban dengan teman lama yang sudah kenal namun belum lekat, pekan ini saatnya kami saling berkirim hadiah. Masing-masing dari kami menyiapkan hadiah untuk teman-teman Bunda Cekatan, juga bersiap menerima kejutan berupa hadiah-hadiah yang bahkan tak pernah disangka-sangka sebelumnya. Lalu, berbagi apa saya di pekan ini? Qodarullah di pekan ini anak kedua saya sedang kurang fit sedari hari Sabtu. Kondisi ini saya maknai sebagai rupa hadiah juga dari Allah sebagai salah satu tantangan dalam berproses menuju seorang Bunda Cekatan. Maka, saya banyak-banyak memaknai kondisi dan mengaktifkan seluruh indra, untuk menangkap aneka pembelajaran yang Allah sampaikan melalui kondisi ini. Selama beberapa hari saya memasang mode offline. Sengaja melewatkan jam online dan fokus pada pemulihan Ahsan. Selama beberapa hari, pemuda sholeh ini menolak untuk d...

Temuan dan Pembelajaran yang Saya Dapatkan selama Sesi Berkemah Kelas Bunda Cekatan

Setelah kenyang memakan Apel di Kebun Apel, berbagi dan mendapatkan daun renyah yang disukai di pohon masing-masing, perjalanan si Ulat sampai di Hutan Pinus. Di Hutan Pinus ini si Ulat akan  berkemah, menyalakan api unggun, memasang tenda dan saling berkunjung ke teman-teman peserta Camping. Sembari itu, si Ulat tetap bergerak mencari makanan utamanya, baik menikmati dedaunan yang sudah tersedia di pohonnya ataupun mencari daun yang dibutuhkannya sendiri sebagai makanan spesifik yang memenuhi kebutuhannya. Kurang lebih inilah analogi yang saya tangkap dari dongeng yang disampaikan bu Septi di sesi diskusi. Menyimak cerita dan terlibat aktif dalam sebuah gamifikasi memang selalu menyenangkan. Analogi yang digunakan membuat tahapan belajar tervisualisasikan jelas sehingga semakin mudah dipahami dan menantang untuk segera dikerjakan. Bagaimana saya menjalankan prosesnya? Saat sesi live diskusi, saya tidak bisa menyimaknya. Jam diskusi bersamaan dengan jam pulang sekolah si ...

Portofolio Belajar Diri di Kelas Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional

Kembali menuliskan jurnal Bunda Cekatan. Kali ini saya akan membagikan cerita mengenai perjalanan belajar bahasa Jerman yang menjadi makanan utama saya di peta belajar dan perjalanan menyimak beberapa ilmu yang saya jadikan camilan belajar di pekan ini. Mengapa keduanya saya tuliskan? Mengapa tidak makanan besar saja? Karena di pekan ini saya sedang menyusun portofolio belajar diri, Menelusuri seberapa fokus saya berproses belajar bahasa Jerman sekalipun kursus sedang libur, menjalani target-target yang sudah dicanangkan sejak awal masa libur dan memastikan bahwa camilan yang dimakan menjadi pendukung proses belajar. Dengan demikian, waktu yang dihabiskan untuk belajar pun cukup dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Sehingga bisa tepat sasaran, meraih ridho suami dan anak-anak dan berujung pada ridho Allah. Aamiin… Pekan ini ada banyak sekali ilmu di kelas Bunda Cekatan. Para peserta yang dianalogikan sebagai ulat, setelah berkumpul di keluarga dengan bidang minat yang sama, d...

Bertemu dan Makan bersama Keluarga lalu Berbagi Perbekalan di Hutan Pengetahuan

Di pekan ini, kami bertemu keluarga! Ya, para peserta yang dianalogikan sebagai ulat-ulat, bertemu dengan ulat lain yang memiliki makanan yang sama atau serupa di sebuah wadah yang dianalogikan sebagai pohon Apel.  Setelah didata, ternyata ada empat puluh keluarga! Artinya setelah diklasifikasikan, 1.700++ ulat ini menyebar di empat puluh pohon Apel. Satu peserta cukup memilih satu keluarga saja untuk menjaga fokus dan dapat berproses dengan optimal. Ada kondisi di mana peserta memiliki peta belajar dengan topik yang beragam. Nah, untuk kondisi tersebut maka perlu dibuat skala prioritas, topik mana yang paling mendesak dan penting untuk ditindaklanjuti dalam proses pencarian makanan ini. Menentukan Fokus Sejak awal pembuatan peta belajar, mengingat durasi belajar kelas Bunda Cekatan adalah enam bulan saja, maka saya memilih memfokuskan peta belajar pada project Mama lernt Deutsch. Jadi project inilah yang akan menjadi sampel selama kelas Bunda Cekatan. Apakah kebutuhan bela...