Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Riset Keluarga

Family Strategic Planning ala Griya Riset Hometeam

Family Strategic Planning yang kami jalankan dimulai dari diri saya secara pribadi. Bakat discipline dan futuristic dalam diri, membuat saya rutin membuat rencana tahunan, bulanan, pekanan hingga harian. Namun jangan dikira praktiknya berjalan mulus. Target digeser ke hari berikutnya karena belum tercapai di hari tersebut, sering terjadi. Target yang tidak berjalan sama sekali pun ada, karena ternyata target tersebut tidak menjadi prioritas selama setahun lalu. Namun bagi saya yang mudah terdistraksi, membuat rencana aktivitas dan target capaian sangat membantu diri untuk fokus pada target yang sudah direncanakan. Sejujurnya, FSP ini sudah saya gaungkan ke suami dan anak-anak sejak pergantian tahun baru Hijriyah. Namun ternyata kami belum memiliki cukup energi dan alokasi waktu untuk benar-benar membahasnya secara mendalam. Perlu ada waktu jeda dari aktivitas rutin yang tak cukup beberapa jam saja. Dan kesempatan itu baru ada di pekan libur pergantian tahun ini. Si sulung libu...

Sepenggal Hikmah Harian : Tentang Waktu

Kemarin terasa lain dari hari biasanya. Mungkin anak-anak akan menyebutnya sebagai Hari Ayah. Kemarin Abiya mengambil libur dan beliau memanfaatkannya untuk membersamai anak-anak seharian. Di pagi hari, kami membuat penawaran ke anak-anak, yang hasilnya pun sudah bisa ditebak. Raysa ingin diantarjemput sekolah oleh Abiya sedangkan Ahsan ingin bermain di Spielplatz (taman bermain) yang ada mobil-mobilannya dengan Abiya. Maka kemarin Ahsan tak menemaniku berangkat Deutschkurs (les bahasa Jerman), aku pun tak perlu menjemput Raysa di Kindergarten (TK) sepulang Deustchkurs seperti biasanya. Deutschkurs berdurasi total 3.5 jam, termasuk sesi pause ( istirahat) 10 menit sebanyak dua kali. Sesi pause ini biasanya kugunakan untuk membersamai Ahsan di Kinderbetreuung ( Kids Corner ) untuk makan camilan atau bermain bersama. Waktu yang singkat, namun ternyata selama ini cukup untukku dan Ahsan. Karena kemarin aku berangkat sendirian, maka sesi pause menjadi bonus waktu yang bisa kugun...

Seorang Nenek yang Menggendong Cucunya

Pagi ini di sebuah stasiun besar di Jakarta, sembari membuat daftar barang bawaan yang harus saya persiapkan, saya bertemu dengan seorang nenek yang sedang menggendong bayi. Bayi laki-laki itu mengingatkan saya pada  Langit dan Mentari Pagi, yang sedang ditemani oleh yangti dan yangkung di Jombang selama saya mengambil visa di kedutaan Austria hari ini. Nenek itu tersenyum ramah pada saya, dan tanpa menunggu lama, obrolan diantara kami pun bergulir hangat. Rupanya nenek dan cucunya tersebut akan naik kereta menuju Bandung untuk kembali ke rumah. Libur akhir pekan berlanjut dengan hari libur Nasional di awal pekan digunakan nenek dan cucunya ini untuk mendatangi rumah anaknya, orangtua dari cucunya tersebut. Ya, sejak lahir, bayi laki-laki itu dirawat oleh sang nenek dan kakek di Bandung. Sedangkan kedua orangtuanya bekerja di Jakarta. Orangtuanya pulang dari Jakarta ke Bandung setiap Jum'at, sembari membawa botol-botol ASI perah yang sudah dikumpulkan selama lima hari kerja. Ibu...

Kelompok Bermain Griya Riset, Nice Homework 8 Program Matrikulasi Ibu Profesional

NHW#8 BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Rumus yang kita pakai : PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sehingga Bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa empati, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri. Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.  Bagaimana caranya?...

Saat Kami Sekeluarga Belajar Family Branding di Acara Mini PERAK

Di bulan Mei lalu, Rumah Belajar Fun House Institut Ibu Profesional Bandung yang diinisiasi oleh keluarga Firdaus Ark melakukan launching perdana. Acara launching ini diisi dengan Mini PERAK yang dihadiri oleh belasan keluarga. Siapapun bisa menjadi peserta dengan satu syarat, hadir dengan formasi lengkap ayah, ibu dan anak-anak. Untuk itu acara sengaja diadakan di hari Minggu, supaya para bapak dan ibu yang bekerja di ranah publik bisa mengikuti tanpa harus mengambil cuti. Sebelum bertemu di hari H, panitia membuat sebuah grup WhatsApp sebagai media koordinasi peserta dan persiapan acara. Ya, acara Mini PERAK bukanlah sebuah seminar parenting satu arah dimana peserta cukup duduk manis mendengarkan. Kami para peserta, diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri dan keluarga unjuk kebolehan di Pentas Ceria, menampilkan project keluarga dalam Family Expo , perkenalan kelurga dan sharing Ramadan Project . Untuk mengikuti acara inipun, kami tidak dikenakan biaya. Yup, 100% gratis! ...

Sampaikan Alasan Kuat dan Logis Padanya, Maka Perlahan Dia Akan Mengerti

Di usia dua tahun ini, kosakata dan logika MeGi berkembang amat pesat. Seringkali kata “nggak mau”, “nggak bisa” atau kata-kata penolakan lainnya dengan enteng terucap olehnya. Micha dan Biya mendiskusikan sikap MeGi ini, bagaimana langkah tepat yang sebaiknya kami ambil secara kompak untuk menghadapinya. Setelah berdiskusi, kami pun sepakat untuk mendiamkannya sejenak begitu dia melakukan aksi penolakan. Beberapa menit setelahnya, kami akan memberikan penjelasan sederhana dan alasan yang logis hingga dapat dia pahami dan membuatnya mengubah sikap. #griyariset #ODOPfor99days #day29