Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tantangan Puasa

Strategi Lanjutan dalam Menggunakan Gawai untuk Menjaga Keseimbangan Peran

Setelah di pekan ketiga lalu saya menjalankan tantangan puasa belajar sadar dalam menggunakan gawai, saya jadi tahu dan bisa membuat kategori pemakaian gawai saya selama ini. Ini penting bagi saya yang peka perasaan. Biar ngga sering kejebak dengan persepsi, „Rasanya baru sebentar deh buka Facebook- nya“, “koq kayaknya dari tadi aku scrolling doang belum jadi-jadi posting  atau cari informasi“ Nah, di pekan keempat ini, saya merasakan beberapa tantangan setelah menerapkan strategi berkomunikasi yang efektif dan efisien. Dari sana saya merumuskan beberapa strategi lanjutan, antara lain : Memasukkan kegiatan online di target capaian harian.  Kegiatan online seringkali dirasa bisa dikerjakan sambil lalu. Terutama jika kegiatannya berupa koordinasi. Tanggungjawab atas peran terkadang memang menuntut untuk membersamai. Dan hal tersebut memang membutuhkan alokasi waktu tersendiri. Maka masukkan jadwal koordinasi dan fasilitasi ke gelondongan waktu harian. Menyisipkan...

Karena Mengelola Emosi Membutuhkan Komitmen dan Konsistensi

Kecerdasan emosi merupakan kebutuhan mendasar yang perlu saya kuasai untuk menunjang produktivitas dan menjaga keseimbangan peran. Urgensinya pun semakin mendesak karena juga didukung oleh suami. Karena perolehan badge sepuluhari pertama kemarin masih berwarna-warni, saya memutuskan untuk melanjutkannya di putaran kedua tantangan puasa tahap kepompong ini. Di pekan kedua ini, giliran suami saya yang mengalami ujian sakit. Beliau radang tenggorokan juga signifikan. Karena tren penularan virus Covid-19 yang masih terus menanjak naik, beliau menolak untuk dibuatkan termin ke Hausarzt. Beliau memilih untuk mengkonsumsi obat yang saya dapatkan sebelumnya dari dokter dan beristirahat total. Tidak ideal memang, karena penyakit yang kami derita belum tentu sama sehingga obat yang diperlukan pun bisa jadi berbeda. Namun suami khawatir dengan kondisi beliau yang kurang fit, beliau menjadi rentan tertular virus Covid-19. Pertimbangan yang cukup mendasar. Setelah kami berdiskusi, saya meny...

Berlatih Mengelola Emosi dengan Menyadari dan Menganalisanya

Di tahap kepompong ini, selain melatih konsistensi untuk cekatan dalam bidang yang ditekuni dengan menjalankan tantangan 30 hari, peserta juga ditantang untuk berpuasa. Ya, berpuasa dari faktor-faktor pengganggu yang kerap muncul dalam keseharian  diri sehingga menghambat proses belajar kita menuju cekatan. Di pekan pertama ini, puasa yang ingin saya latihkan pada diri adalah mengelola emosi. Saya menyadari bahwa dahulu saya adalah seorang yang amat sensitif, juga senantiasa mengedepankan asumsi dan prasangka. Jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, hal tersebut sudah sangat jauh berkurang. Namun tantangan terkait emosi yang seringkali saya alami adalah mudah terbawa suasana lingkungan (Dan ini juga sudah terkonfirmasi di hasil asesmen Talents Mapping). Selama sepekan ini saya ingin melatih diri untuk banyak bersikap asertif. Selama menjalankan puasa, ada tantangan berupa kondisi badan yang kurang fit. Sekalipun demikian, ada beberapa agenda yang tetap harus dijalankan seper...