Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Riset Dapur

Belajar Memasak Gebratene Dorade mit Zucchini-Risotto und Oberssauce, Susah Ngga Ya?

Bismillahhirrohmanirrohim... Hari ini belajar hal baru, alhamdulillah. Atas izin Allah, aku mendapat kesempatan untuk belajar mengolah ikan dari bentuk segar sampai ke sebuah menu komplit. Ya, di kelas Ausbildung hari ini alih-alih mengupas teori dari buku, kami praktik memasak. Sebenarnya rencana praktik ini sudah disampaikan oleh pembimbing di pekan lalu, yang mana saat itu aku izin tidak masuk. Namun teman sekelas menyampaikan bahwa, ada dua kemungkinan kegiatan hari ini, yaitu memasak menu berbahan utama ikan atau membahas teori mengenai Beilage atau menu pendamping. Hanya saja, kemarin kami mendapatkan informasi bahwasanya pembimbing sedang sakit sehingga ada kemungkinan lain, bahwa kelas hari ini diisi oleh guru pengganti. Dan kenyataannya hari ini, kami praktik memasak ikan. Mengapa ikan? Karena pekan lalu pembimbing tuntas mengajar teori seputar ikan, jadi sekarang giliran praktiknya. Hari ini peserta yang datang ada delapan orang, yang mana peserta kelas secara utuh ada dua be...

Bekal Makanan dari Rumah, Wujud Cinta Seorang Ibu

Beberapa waktu yang lalu kami baru saja bepergian ke Grüner See , danau hijau yang terkenal kecantikannya yang terletak d kawasan  Tragöß, Steiermark.  Beberapa hari sebelum berangkat, saya sudah merencanakan untuk menyiapkan perbekalan makanan karena kami akan cukup lama di sana. Minimal, bekal makan siang. Optimalnya tentu saja makanan berat, minuman, camilan, hingga bahan pelengkap seperti sambal atau permen. Satu hari menjelang keberangkatan, saya belanja bahan-bahan makanan. Hal tersebut saya lakukan sepulang dari praktikum Ausbildung,  sekitar jam 17.30 CEST. Sesampainya di rumah ternyata saya tak sempat mengolah bahan-bahan tersebut karena badan meminta haknya untuk beristirahat. Pagi hari, lepas waktu Shubuh, saya bersegera ke dapur menyiapkan perbekalan. Rencana menu yang menjadi bekal kami antara lain : 1.  Martabak kulit tortila 2.  Nasi dan chicken nugget 3.  Kebab dan  Fladenbrot 4.  Sayur-sayuran seperti mentimun, tomat dan salat ...

Refleksi Keberjalanan Hometeam saat Suami Istri Berkarya di Ranah Publik

Mengawali tulisan di bulan Juni 2022 ini, aku ingin melakukan refleksi diri terkait pelaksanaan peran di rumah seiring dengan bergantinya ritme di dua pekan terakhir Hal apa yang perlu diperbaiki? Manajemen waktu harian Rasanya agak kagok  saat kini kembali menyiapkan bekal makan siang untuk suami, setelah selama dua tahun lamanya vakum menyiapkan karena beliau bekerja dari rumah. Artinya, aku perlu bangun lebih pagi dari biasanya untuk mengerjakan rutinitas pagi termasuk menyiapkan sarapan dan makan siang di dalamnya. Kemudian, sekarang pulang dari sekolah, kurang memungkinkan lagi untuk belanja karena perlu segera menjemput anak-anak dari sekolah masing-masing. Jadi jadwal belanja perlu dimampatkan ke hari Senin dan Selasa, atau Jum‘at. Sebisa mungkin ngga dilakukan di hari Sabtu agar tidak mengurangi jatah family time yang udah minimalis itu, haha. Penyelesaian pekerjaan rumah tangga Nah, ini dia. Seiring dengan bertambahnya amanah pekerjaan suami, karena beliau harus mengerjaka...

Jurnal Ausbildung : Pembelajaran saat Berbelanja Bahan Pangan

Gambar 1. Aneka troli belanja yang disediakan untuk pengunjung (Foto hanya sebagai pemanis) Hari ini di kelas, kami belajar membuat Strudel dengan beragam isian. Aku bersama Yanting dan Aisha membuat Milchrahmstrudel sedangkan teman-teman yang lain ada yang membuat Topfenstrudel, Lach-Spinat-Strudel, Brokkolistrudel, Krautstrudel maupun   Zucchinistrudel.  Yang membedakan satu dengan yang lain adalah isiannya, sedangkan untuk Strudel- nya kami semua mengacu resep yang sama. Hari sebelumnya masing-masing dari kami sudah membuat daftar barang kebutuhan memasak yang kemudian disetorkan padaku untuk dibuat daftar belanja secara keseluruhan. Usai kelas kemarin, sore harinya masih ada yang meghubungiku untuk menambahkan bahan yang terlewat. Dan pagi ini juga ada yang merevisi jumlah barang kebutuhannya karena sempat salah hitung. Bagiku, ini pertanda bahwa mereka mempersiapkan sesi praktik hari ini dengan sungguh-sungguh. Aku salut dengan totalitas belajar mereka. Tapi ada juga yang...

Resep Martabak Telur Praktis ala Ibu Rantau

Bismillahhirrohmanirrohim… Sejak mengikuti Ausbildung, per bulan September 2021 lalu, waktu dan energi saya banyak teralokasikan ke sana. Dengan total 28.5 jam di setiap pekannya, saya dan keluarga perlu menyesuaikan diri dan kondisi rumah dengan ritme yang baru ini. Salah satu aktivitas yang terpangkas alokasi waktunya adalah memasak camilan. Yang biasanya saya bisa berlama-lama di dapur untuk membuat camilan atau mencoba menu baru, beberapa bulan ini terpaksa harus ditinggalkan terlebih dahulu. Alhamdulillah pekan lalu sedang ada Semesterferien, dimana anak-anak libur, saya pun mendapat jatah libur satu pekan. Yeay, alhamdulillah! Kesempatan satu pekan ini, selain kami gunakan untuk silaturahmi dan bermain bersama teman-teman, juga saya gunakan untuk membuat camilan. Camilan favorit di pekan ini adalah sosis solo dan martabak telur. Nah, kali ini saya ingin membagikan resep martabak telur praktis. Mengapa praktis? Karena resepnya disesuaikan dengan bahan-bahan yang tersedia di si...

Muffin Coklat Sederhana : Camilan Praktis Kesukaan Anak-Anak

  Muffin adalah salah satu camilan favorit di rumah. Selain bikinnya simpel, bisa melibatkan anak-anak dari awal hingga akhir proses, rasanya pun enak. Biasanya bikin muffin vanilla. Dulu pernah sekali bikin muffin coklat, tapi kurang oke rasanya. Muffin juga jadi salah satu pilihan camilan yang dibeli di toko, anak-anak suka produk muffin Billa. Tapi tetap lebih enak, sehat dan hemat kalau bikin sendiri ya. Nah, kali ini kami mencoba membuat lagi muffin coklat untuk bekal bermain di luar rumah. Mengadaptasi resep muffin coklat dari akun Cookpad @Sumayyah_Mudzakkir. Bahan kering : 200 gr tepung terigu/weizenmehl glatt 1 sdt baking powder/backpulver 3 sdm coklat bubuk (saya pakai Nesquik Kakao) Bahan basah : 150 ml susu cair 100 gr gula pasir 5 sdm minyak goreng 1 butir telur Cara membuat : Panaskan oven suhu 200 derajat celcius Masukkan bahan kering ke dalam satu wadah, aduk merata dan buat lubang di bagian tengah. Masukkan bahan basah yang sudah diaduk merata...

Resep Sup Kacang Lentil Merah, Hidangan Pas di Kala Flu Melanda

Postingan kali ini bermula dari kondisi Ahsan yang sedang kurang fit. Karena badan sedang kurang nyaman maka asupan makanan yang masuk pun tak sebanyak biasanya. Saya jadi nostalgia masa kecil, dimana setiap badan sedang kurang fit dan tidak masuk sekolah, ibu selalu membuatkan jeli dan bubur beras. Lalu bagaimana dengan anak-anak? Sepertinya saya perlu membuatkan makanan yang mereka sukai dan mudah untuk ditelan. Tercetuslah ide untuk membuat sup kacang lentil. Terinspirasi dari makanan favorit anak-anak di kedai makan Turki, yaitu sup kacang lentil yang biasa dimakan bersama roti. Kacang lentil ini kami peroleh dari toko Turki. Bahan baku ini mudah diperoleh di sini, tersedia beraneka jenis di setiap toko Turki dan India. Ada beberapa varian kacang yang tersedia, yaitu kacang lentil merah, kuning juga hitam. Sup kacang lentil yang biasa kami temui di kedai makanan Turki biasanya menggunakan kacang lentil merah atau kuning sebagai bahan bakunya. Linsen Suppe / Lentil Soup / Sup ...

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : ...