Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tahap Telur

Mama lernt Deutsch, Proyek Diri di Kelas Bunda Cekatan

Membuat sebuah peta belajar bukanlah sebuah hal mudah, namun bagi saya yang lebih tidak mudah adalah menentukan urutan prioritas tahap belajarnya. Menilik apa yang sudah saya jalankan di tahun-tahun kemarin, mudah bagi saya untuk membuat sebuah gambaran besar, namun saya kesulitan untuk membaginya dalam sebuah porsi-porsi kecil yang spesifik dan detail. Saya seringkali merasa semua hal penting dan semua hal harus dikerjakan segera sehingga berjalan multitasking dan mendapatkan hasil yang biasa saja atau tidak sampai tuntas banget. Kali ini, di kelas Bunda Cekatan saya ingin mengerjakan hal penting dan mendesak untuk saat ini dengan detail dan penuh kesungguhan. Proyek yang saya jalankan adalah : Atau dalam terjemahan bahasa Indonesianya adalah ibu belajar bahasa Jerman. Di tahun 2019 lalu, saya sudah menjalankan kursus selama dua semester, di level A1+ dan A2. Satu tahun berproses belajar bahasa membuat saya bahagia. Saya antusias setiap kali pergi ke Deutschkurs, me...

Temukan Tujuan dan Cara Belajarmu, Belajarlah dengan Merdeka

Perjalanan penulisan jurnal telur oranye ini cukup panjang. Pertama, saya menyimak materi dan diskusi live bersama bu Septi dan mencatat beberapa poin penting. Kedua, saya tergelitik untuk menggali pemahaman mengenai ilmu dan keterampilan. Saya bertanya-tanya, mengapa ilmu-ilmu yang dibutuhkan (telur oranye), digali dari keterampilan – keterampilan (telur merah) yang ingin dikuasai? Bagaimana menentukan sesuatu sebagai keterampilan atau ilmu? Bukankah ilmu-ilmu yang saling berkaitan berkumpul dalam sebuah rumpun ilmu? Semisal saat kuliah S1 saya mengambil jurusan Teknologi Pangan, maka saya mempelajari ilmu Mikrobiologi, Bioteknologi, Kimia dan setiap ilmu tersebut ada spesifikasinya lagi seperti untuk Mikrobiologi ada mata kuliah Mikrobiologi Umum dan Mikrobiologi Pangan. Lalu apa makna ilmu dan keterampilan di sini? Apakah sebuah ilmu itu memang merupakan bagian dari sebuah keterampilan? Pencarian makna ini berkutat di kepala selama beberapa hari. Di sini saya sedang mempelajari ...

Meningkatkan Indeks Kebahagiaan dengan Mengasah Keterampilan Diri

Materi kedua di kelas Bunda Cekatan ini menjadi salah satu jawaban atas gejolak yang sempat saya rasakan. Menjadi seorang ibu merupakan peran yang diambil secara sadar oleh seorang perempuan, yang membuatnya berkesempatan menjadi madrasah pertama dan utama untuk anak-anaknya. Sebuah peran istimewa yang berpotensi membuka ragam jalan kebajikan untuk dirinya. Lalu, apakah karena peran mulia tersebut, adalah wajar jika seorang ibu mengorbankan kebahagiaannya? Namun jika tidak, bagaimana beliau bisa menjalankan beragam peran diri beriringan dengan menjalankan aktivitas yang beliau suka dan bisa? Kata kuncinya adalah, Temukan aktivitas suka dan bahagia, kemudian asah keterampilan sehingga indeks kebahagiaan akan naik. Mengasah keterampilan di sini, bukan hanya keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas di ranah bisa dan suka. Namun juga keterampilan menyelesaikan faktor tambahan yang berpotensi mengganggu keseimbangan peran dan kebahagiaan dalam mengerjakan aktivitas bisa dan suka...