Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Family Project

Antusiasme Menyambut Ramadan, Menu Takjil dan Project Keluarga

  Marhaban ya Ramadan... Alhamdulillah Allah pertemukan kita kembali dengan bulan penuh rahmat dan ampunan dalam kondisi sehat wal‘afiat. Di Uni Emirat Arab, tempat kami berdomisili saat ini, tanggal 1 Ramadan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Satu hari lebih awal jika dibandingkan dengan keluarga besar kami di Indonesia dan kerabat di Wina, Austria. Anak-anak menyambut Ramadan dengan suka cita, alhamdulillah. Kami bersama-sama membuat dekorasi Ramadan. Jika dulu ide dan eksekusi sepenuhnya dari saya, sekarang anak-anak sudah memiliki preferensi dan permintaan. Tentu saja hal tersebut kami sambut dengan baik. Ide-ide mas dan mba kami eksekusi bersama. Lucunya saat memulai diskusi persiapan Ramadan, mas dan mba excited membayangkan menu-menu spesial yang hadir di meja makan selama bulan Ramadan, terutama takjil. Meski sebenarnya ngga spesial-spesial banget juga, hahaha. Nampaknya karena es dan camilan yang kami sajikan sebagai takjil tersebut hanya kami buat saat momentum Rama...

Iduladha 1446 H dan Perjalanan Home Education

Sebagai muslim perantau, hari raya adalah momen spesial dalam perjalanan home education. Dengan kondisi anak pertama dan kedua sudah duduk di bangku sekolah, untuk mudik ke Indonesia tentu perlu menyesuaikan jadwal libur sekolah. Durasi libur hari raya yang relatif pendek kurang memungkinkan untuk menjadi momen mudik bagi kami sekeluarga. Sehingga hari raya kerap menjadi momen untuk belajar dengan cara merayakan hari besar bersama sesama umat muslim yang berasal dari berbagai belahan dunia. Di Iduladha tahun ini , anak-anak libur sekolah sejak H-1  hingga akhir pekan, sehingga terhitung empat hari mereka libur. Karena kondisi tersebut, k ami punya cukup waktu untuk mengobrol santai tentang persiapan Iduladha. Dimulai dengan rencana hadir buka puasa bersama di KBRI saat hari Arafah, mempersiapkan pakaian dan perlengkapan salat Id untuk keesokan harinya dan meminta anak-anak untuk segera tidur sepulang dari acara buka puasa. Di Abu Dhabi, tempat kami bermukim saat ini,  salat Id...

Jurnal A Hometeam Pekan Ketiga : Kunci dalam Membangun Sebuah A Hometeam

  Bismillahhirrohmanirrohim... Pekan ini pembelajaran di  A Hometeam Basic Training #3  memasuki pertemuan ketiga.   Fasilitator yang mengampu sesi pekan ketiga ini adalah kak Rahmatiyah Bakri atau yang akrab disapa dengan panggilan kak Tiyah yang berdomisili di Mesir. Kami sudah saling mengenal cukup dekat, selain karena kami berada di satu regional yaitu Ibu Profesional Efrimenia, kami juga sempat bekerjasama intensif saat menyelenggarakan online workshop   A Hometeam circle  Efrimenia awal tahun lalu. Saat itu kak Tiyah berperan sebagai fasilitator sedangkan saya sebagai operator dan penanggung jawab teknis.   Check In Kami memulai pertemuan kali ini dengan melakukan  check in.  Fasilitator menyiapkan beberapa kartu dalam kondisi tertutup. Kemudian satu peserta ditunjuk untuk memilih salah satu kartu, dan menjawab pertanyaan yang terdapat di dalamnya dalam kurun waktu satu menit. Jika sudah, maka beliau berhak untuk menunjuk peserta ...

Perjalanan Belajar Ibu Menjelang Ujian Ausbildung di Masa Liburan Sekolah Anak

Pekan ini adalah Semesterferien atau libur semester bagi anak-anak. Pekan ini pula, adalah pekan terakhir persiapan Prüfung untukku. Kejutannya, bahwa ternyata Prüfung Fachgespräch yang tertanggal 17 Juni 2023 di undangan yang kudapatkan bulan lalu, salah ketik dan dikoreksi menjadi 17 Februari 2023, berselang satu hari setelah praktische Prüfung. Maka jadinya pekan depan ujianku jadi dua hari, bukan satu hari saja.   Kejutan ini baru kudapatkan di hari Senin lalu, berupa balasan e-mail dari WKW atas pertanyaanku di hari Jum‘at pekan lalu. Karena tadinya aku percaya saja bahwa ujian Fachgespräch-ku memang berlangsung di bulan Juni, sesuai yang tertulis. Tapi sejak Jum‘at lalu aku menanyakan jadwal ujian seorang teman dan ia menyampaikan bahwa jadwal ujian ia ada di tanggal 16 dan 17 Februari, perasaanku mulai ngga enak dan merasa perlu mengkonfirmasi tanggal ujianku ke WKW. Benar saja, salah ketik. Kaget? Pasti. Apalagi bisa dibilang perlu banyak persiapan untuk menghadapi Fachgesp...

Berkunjung ke Kandang Kuda Saat Mengikuti Program Bei den Trabrennpferden

Lagi-lagi ini merupakan program Wien Xtra yang kami ikuti di Sommerferien lalu. Berkunjung ke kandang kuda, memfasilitasi rasa penasaran anak-anak terhadap kuda. Nama programnya Bei den Trabrennpferden . Informasi kegiatannya kami dapatkan dari brosur bulanan Wien Xtra. Daftar dulu via tel epon  karena setiap termin memiliki kuota terbatas. Kemudian di hari H, datang di sebuah titik, kemudian pergi menuju lokasi bersama-sama. Mereka menerima pendaftaran berkelompok juga, bisa jadi salah satu alternatif lokasi tujuan program Ausflug  untuk anak-anak nih. Gambar 1. Trabrennpferde Kalau dari judul dan deskripsi yang kami baca di brosur, di program tersebut kami akan bisa berkunjung ke kandang kuda, memberi makan dan berkenalan dengan kuda-kuda. Tentu saja ini membuat mata si sulung berbinar. Sejak mencoba menunggang kuda di Prater beberapa waktu lalu, ia tertarik untuk berinteraksi dengan kuda. Dari sini lah perjalanan mencari program-program anak yang berkaitan dengan kuda pun b...

Project Ramadan Griya Riset : RAMEN (Ramadan in den Ferien)

Bismillahhirrohmanirrohim... Di pertengahan Ramadan sekaligus pertengahan Osterferien ini, aku ingin merefleksikan catatan belajar bersama anak-anak di beberapa hari belakangan. Jadi ceritanya kami bertiga (aku dan anak-anak) sedang libur sepekan dalam rangka Osterferien atau libur Paskah. Mayoritas penduduk Austria menganut agama Katolik, sehingga libur sekolah pun kerap didasari oleh hari besar-hari besar agama tersebut. Alhamdulillah Ausbildung  yang sedang kujalani ikut libur seperti halnya libur sekolah anak-anak. Jadi kami bertiga bisa sama-sama senggang dan memanfaatkan waktu bersama-sama. Kalau anak-anak ditanya, "Pengen ngapain aja selama liburan?" Jawaban dasarnya satu, "Main sama ummi." Mau aktivitas di dalam rumah, mau berkegiatan di luar rumah, apa pun itu, pokoknya sama ummi. Jawaban mereka  senada dengan refleksi saya belakangan ini, dimana sejak mengikuti Ausbildung, waktu kebersamaan saya dengan anak-anak memang berkurang drastis. Padahal untuk kele...

Pulang ke Tanah Air dalam Situasi Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Bismillahhirrohmanirrohim… Atas izin Allah, menjelang akhir tahun 2021 ini saya berkesempatan pulang ke Indonesia. Namun kesempatan ini pun beriringan dengan info terbaru seputar masa karantina bagi pendatang dari luar negeri yang saat ini menjadi sepuluh hari. Masa libur yang saya miliki hanya tiga pekan, jika dipotong sepuluh hari, maka tersisa waktu sepuluh hari. Bismillah, semoga bisa memanfaatkan waktu sepuluh hari tersebut dengan optimal. Karena ini kondisi yang tidak biasa dan saya kurang mengikuti update informasi terkini seputar hal ini, maka langkah pertama yang saya perlu diambil adalah mencari referensi. Untuk mendapatkan informasi terkini, dan akurat, saya menghubungi dua orang teman yang baru saja pulang ke Indonesia. Dari beliau berdua, saya dipaparkan apa saja yang perlu dipersiapkan dan bagaimana urutannya. Cukup banyak memang, namun bisa dikerjakan satu persatu. Dimulai dengan mencari tiket penerbangan dan hotel tempat karantina. Banyak berita yang beredar bahw...

Merayakan Kemajuan dengan Menuliskan Apresiasi untuk Pasangan dan Melukiskan Perasaan Diri

Bismillahhirrohmanirrohim… Salah satu ciri khas pembelajaran di Ibu Profesional yang saya sukai adalah, adanya kebiasaan untuk saling mengapresiasi dan berkolaborasi satu sama lain. Ini penting, karena sering saya rasakan, perbedaan pendapat antar ibu satu dengan yang lainnya berujung pada kompetisi dan perpecahan. Saling mengapresiasi itu tidak mudah, karena untuk bisa mengapresiasi orang lain, kita perlu untuk mampu mengapresiasi diri sendiri. Berkolaborasi pun bukan perkara sepele, jauh lebih mudah dan cepat jika bergerak sendiri. Lalu mengapa saling mengapresiasi dan berkolaborasi antar sesama ibu dan perempuan itu penting? Karena sebuah apresiasi identik dengan penerimaan dan penerimaan itu penting bagi seorang perempuan, keberadaan teman yang percaya terhadapnya pun akan menguatkan pijakan diri.   Dan dengan berkolaborasi, sebuah pergerakan akan bisa memiliki dampak yang meluas. Setelah enam pekan saya menjalankan program Mentorship dengan menjadi mentor dan mentee d...

Family Strategic Planning ala Griya Riset Hometeam

Family Strategic Planning yang kami jalankan dimulai dari diri saya secara pribadi. Bakat discipline dan futuristic dalam diri, membuat saya rutin membuat rencana tahunan, bulanan, pekanan hingga harian. Namun jangan dikira praktiknya berjalan mulus. Target digeser ke hari berikutnya karena belum tercapai di hari tersebut, sering terjadi. Target yang tidak berjalan sama sekali pun ada, karena ternyata target tersebut tidak menjadi prioritas selama setahun lalu. Namun bagi saya yang mudah terdistraksi, membuat rencana aktivitas dan target capaian sangat membantu diri untuk fokus pada target yang sudah direncanakan. Sejujurnya, FSP ini sudah saya gaungkan ke suami dan anak-anak sejak pergantian tahun baru Hijriyah. Namun ternyata kami belum memiliki cukup energi dan alokasi waktu untuk benar-benar membahasnya secara mendalam. Perlu ada waktu jeda dari aktivitas rutin yang tak cukup beberapa jam saja. Dan kesempatan itu baru ada di pekan libur pergantian tahun ini. Si sulung libu...

Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas

Membuat Skala Prioritas Beberapa pekan lalu, kami sebagai tim Training and Consulting Ibu Profesional Non ASIA mengundang mba Rima Melani (Divisi Research and Development – Resource Center Ibu Profesional, Leader Ibu Profesional Banyumas Raya sekaligus Praktisi Talents Mapping ) di WhatsApp Group Magang Internal. Bahasan yang disampaikan adalah mengenai Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas.  Bahasan ini kami jadwalkan sebagai materi kedua dari rangkaian materi pembekalan untuk pengurus IP Non ASIA karena bermula dari kebutuhan pribadi sebagai pengurus komunitas. Masih berkaitan dengan materi sebelumnya, yang bisa disimak di tulisan sebelumnya . Di materi pertama lalu kami diajak uni Nesri untuk menelusuri peran diri sebagai individu, yang kemudian dipetakan dan dikaitkan dengan peran dalam keluarga sebagai lingkaran pertama, dilanjutkan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan sosial sekitar. Sehingga antara peran diri, peran dalam keluarga serta peran komunal dapa...