Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Mini Project

Berkunjung ke Kandang Kuda Saat Mengikuti Program Bei den Trabrennpferden

Lagi-lagi ini merupakan program Wien Xtra yang kami ikuti di Sommerferien lalu. Berkunjung ke kandang kuda, memfasilitasi rasa penasaran anak-anak terhadap kuda. Nama programnya Bei den Trabrennpferden . Informasi kegiatannya kami dapatkan dari brosur bulanan Wien Xtra. Daftar dulu via tel epon  karena setiap termin memiliki kuota terbatas. Kemudian di hari H, datang di sebuah titik, kemudian pergi menuju lokasi bersama-sama. Mereka menerima pendaftaran berkelompok juga, bisa jadi salah satu alternatif lokasi tujuan program Ausflug  untuk anak-anak nih. Gambar 1. Trabrennpferde Kalau dari judul dan deskripsi yang kami baca di brosur, di program tersebut kami akan bisa berkunjung ke kandang kuda, memberi makan dan berkenalan dengan kuda-kuda. Tentu saja ini membuat mata si sulung berbinar. Sejak mencoba menunggang kuda di Prater beberapa waktu lalu, ia tertarik untuk berinteraksi dengan kuda. Dari sini lah perjalanan mencari program-program anak yang berkaitan dengan kuda pun b...

Catatan Belajar di Genuss Festival 2022 Wien

Alhamdulillah wasyukurillah, setelah melewati masa pandemi selama dua tahun, atas izin Allah keadaan berangsur-angsur membaik. Di kota Wina sendiri, festival-festival yang melibatkan banyak pihak dan bisa dihadiri oleh orang dalam jumlah banyak sudah mulai bisa digelar. Perpaduan kondisi yang mulai melonggar dengan hangatnya musim semi membuat warga amat antusias menyambut aneka festival yang diadakan oleh pemerintah. Salah satunya adalah Genuss Festival  yang berlangsung di tanggal 6 hingga 8 Mei 2022 lalu. Genuss Festival  merupakan acara festival kuliner dimana berbagai produsen bahan pangan dari segenap penjuru Austria hadir. Acara ini sendiri pertama kali kami peroleh infonya dari pengajar di sekolah. Beliau menghimbau kami untuk hadir di acara tersebut untuk mengenal dan mempelajari langsung aneka produk pangan lokal regional sendiri. Bagi teman-teman sekelas yang memang lahir di sini atau sudah puluhan tahun tinggal di sini, mungkin acara tersebut tidak begitu menarik p...

Muffin Coklat Sederhana : Camilan Praktis Kesukaan Anak-Anak

  Muffin adalah salah satu camilan favorit di rumah. Selain bikinnya simpel, bisa melibatkan anak-anak dari awal hingga akhir proses, rasanya pun enak. Biasanya bikin muffin vanilla. Dulu pernah sekali bikin muffin coklat, tapi kurang oke rasanya. Muffin juga jadi salah satu pilihan camilan yang dibeli di toko, anak-anak suka produk muffin Billa. Tapi tetap lebih enak, sehat dan hemat kalau bikin sendiri ya. Nah, kali ini kami mencoba membuat lagi muffin coklat untuk bekal bermain di luar rumah. Mengadaptasi resep muffin coklat dari akun Cookpad @Sumayyah_Mudzakkir. Bahan kering : 200 gr tepung terigu/weizenmehl glatt 1 sdt baking powder/backpulver 3 sdm coklat bubuk (saya pakai Nesquik Kakao) Bahan basah : 150 ml susu cair 100 gr gula pasir 5 sdm minyak goreng 1 butir telur Cara membuat : Panaskan oven suhu 200 derajat celcius Masukkan bahan kering ke dalam satu wadah, aduk merata dan buat lubang di bagian tengah. Masukkan bahan basah yang sudah diaduk merata...

Belajar dari Alam Sekitar

Sudah lama rasanya tak mengajak anak-anak jalan-jalan pagi. Menyusuri jalan beraspal lalu terkesima menyaksikan kebesaranNya. Pagi ini cerah, A belum menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Sepertinya seru kalau pagi ini kita isi dengan berjalan-jalan. Dengan misi utama mengantarkan baju ke penjahit di gang belakang, berangkatlah kami bertiga menapaki jalan perumahan. Bisa saja kami menggunakan kendaraan untuk menuju ke ibu penjahit, namun pengalamannya tentu beda. Dan dengan berjalan kaki ini, R dan A akan menemukan banyak temuan. Temuan-temuan menarik yang menumbuhkan fitrah belajar dan bernalar mereka.  Seratus meter dari rumah, perjalanan terhenti karena A tertarik pada roda sebuah mobil yang terparkir di halaman tetangga. Diamatinya lingkaran besar itu dan dari mulutnya terdengar menderu menirukan suara mobil. A mendapatkan temuan menarik pagi itu. Bagaimana dengan R? Dia banyak mengamati aneka tumbuhan yang kami lewati. Hingga di langkah kami yang kesekian puluh, dia ...

Mini Project : Bikin Salt Dough, Yuk!

[Mini Project] 4 Agustus 2016 Bikin Salt Dough Yuk! Kemarin MeGi minta main donat. Ngeh si maksudnya. Yang dia maksud adalah, kita ingin main playdough . Terakhir dimainkan memang kita bikin kreasi donat dari playdough  itu. Jadi yang dia ingat adalah donatnya. Lihat bahan-bahan di dapur, ada sih. Paling pewarna makanannya aja yang hampir habis. Karena sayang rasanya kalau harus memakai minyak, kita bikin saltdough aja ya Nak. Ini tanpa minyak. Cuma campuran terigu, garam dan air. Bahan : 500 gram terigu 250 gram garam (Perbandingan pemakaian terigu : garam = 2 : 1) Air secukupnya Beberapa pewarna makanan Cara membuat : Campur terigu dan garam, uleni dengan menambahkan air sedikit demi sedikit hingga tercapai tekstur yang diinginkan. Saat menguleni adonan dengan tangan, taburi tangan dengan terigu terlebih dahulu supaya adonan tidak menempel di sela-sela jemari. Bagi menjadi beberapa bagian, tetesi saltdough dengan pewarna makanan. Ulen...

Mini Project : Mencampur Air Panas dan Air Dingin

[Mini Project] 2 Agustus 2016 Mencampur Air Panas dan Dingin Hingga hari ini, untuk aktivitas mandi MeGi masih menggunakan air hangat. Memang komposisi air panas yang ditambahkan makin sedikit, tapi dia belum siap jika harus benar-benar menggunakan air dingin saja. Saya maklumi, karena udara di Bandung cukup dingin, terlebih di daerah ini yang tergolong perbukitan. Beda halnya jika sedang mudik ke tempat kedua Yangti Yangkungnya di Jombang, tanpa keberatan dia akan bersedia mandi dengan air dingin. Belakangan ini, setiap akan mandi dia selalu bertanya, “Mi, air panasnya sudah?” dilanjut dengan celoteh tentang air panas, air dingin menurut imajinasinya. Ada momen dimana saya sempat menyisipkan mengenai air hangat saat dia berceloteh. Bahwa air panas dan air dingin yang bercampur menjadi air hangat yang akhirnya digunakannya untuk mandi. Namun dia menolak, dengan kekeuh dia meyakini kalau dia mandi dengan air panas. Dari sinilah terpikir ide main yang sangat se...

Mini Project : Ikut Forum Belajar Ummi

[Mini Project] 28 Juli 2016 Micha Belajar, MeGi pun Belajar Horeeee…alhamdulillah. Kemarin Micha dan MeGi bisa belajar sambil bersilaturrahim dengan teman komunitas. Agenda hari kemarin buat Micha adalah nonton bareng dan diskusi film The Beginning of Life bersama teman-teman IIP Bandung di RB Dago , bonus silaturrahim ke rumah teh Elma buat belajar Talents Mapping bersama teh Nca. Agendanya MeGi, bermain bersama di Kids Corner Bumi Inspirasi waktu Micha nonton bareng dan diskusi, pretend play  bersama teh Lulu, dilanjut bermain bersama teh Lulu dan teh Iffa di rumah bude Elma. Nah, apa saja yang MeGi lakukan dalam aktivitasnya yang nyaris seharian tersebut? Berikut Micha coba mencatatnya : Cooking Class di Kids Corner Bumi Inspirasi Ini aktivitas yang baru buat MeGi. Di rumah belum ada mixer , jadi dia antusias banget waktu bikin kue bersama-sama. Mengamati teh Tya meratakan adonan dengan mixer , ikut terlibat menata cup kertas, meneteskan warna pada...

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m...

Mini Project : Menggambar di Permukaan Balon

[Mini Project] Menggambar di Permukaan Balon Acara Ramadhan Berbagi Ceria yang MeGi ikuti di hari sebelumnya, membawa oleh-oleh berupa balon besar berwarna kuning untuk dibawa ke rumah. Balonnya terbilang cukup besar, berbahan tebal dan tidak mudah meletus. Micha masih ingat, sepulang dari acara tersebut, kita ikut keluarga  Planner  sampai di persimpangan, dilanjut dengan naik angkot menuju rumah. Di angkot, karena MeGi tertidur dan Micha khawatir balonnya terbang, Micha lepas pegangannya dan masukkan balon itu ke tas kresek besar yang diambil dari tas ransel. Cukup, dan sangat pas. Padahal kresek tersebut ukurannya tergolong amat besar, hihi. Sesampainya di rumah, dipakailah balon itu untuk bermain. Keesokan harinya, pagi hari adalah jadwal MeGi bermain bersama Abiya. Biasanya saat mereka berdua bermain, seringkali ada hal aneh yang dijadikan objek bermain. Benar saja, kali ini sasarannya adalah si balon kuning. Balon memang mainan favorit MeGi. Dan pagi itu pun...

Mini Project : Yuk, Baca Al Qur'an Bersama-sama

[Mini Project] Yuk, Baca Al Qur’an Bersama-sama Raising your children, raising ourselves Quote diatas memang benar adanya. Jika menginginkan anak yang sholih dan sholihah, langkah pertama dan utama yang harus ditempuh adalah membuat diri menjadi pribadi yang sholih terlebih dahulu. Maka, dalam mendidik anak, keteladanan jauh lebih utama dibandingkan nasihat. Dan ini menjadi PR besar bagi kami. Setiap anak pasti memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, terutama atas apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Setiap kali orangtua melakukan sesuatu, tidak berselang lama anak akan menirukannya. Pun saat membaca Al Qur’an. Saat kita membaca Al Qur’an, sudah bisa ditebak dia pasti juga ingin membaca Al Qur’an. Bukan buku bacaan yang lain, yang bahkan mungkin ilustrasinya lebih beragam, gambarnya lebih menarik dan warnanya lebih mencolok. Bukan, bukan itu. Dia lebih mengingingkan apa yang ada dalam genggaman kita, yang sedang kita gunakan. Mungkin dia berpikir, dia juga ingin...

Mini Project : Yuk, Menggambar Buah-Buahan

[Mini Project] 8 Juni 2016 Menggambar Buah Di jam belajar MeGi waktu itu, saya berencana membuatkan sesuatu untuk MeGi yang contohnya ada di folder foto di handphone saya. Saat membuka folder, MeGi ikut serta dan ternyata justru lebih tertarik dan ingin membuat rangkaian buah seperti yang ada di gambar. Baiklah, kita ikuti saja ketertarikan sang anak. Kami pun mengambil kertas lipat, gunting, lem dan spidol untuk membuat gambar buah, kemudian disusun dan ditempel di pita, sehingga dapat dibentangkan di dinding. Berikut penampakannya, Dari gambar buah-buahan ini, MeGi belajar kembali mengenai warna, ragam buah dan kepik yang menyelinap di salah satu bagian. entah mengapa ada kepik yang mengiringi disitu. Dan MeGi meminta dibuatkan persis seperti di gambar, jadilah kepik itu tetap ada tak dihilangkan. #griyariset #miniproject #ODOPfor99days #day85

Mini Project : Dimana Saja Kepik Bersembunyi?

[Mini Project] 20 Juni 2016 Ayo Cari Tempat Kepik Bersembunyi! Ini aktivitas sederhana. Berawal dari MeGi yang mengawali aktivitas belajar pagi dengan menunjuk gambar hewan di sebuah buku yang sedang saya bacakan dan bertanya, “Ini apa Mi?”, dan sayapun menjadi, itu kepik mba. Dulu, waktu dia masih kecil, sekitar usia 6 bulan, dia pernah menjumpai kepik di halaman rumah dan ingin memegangnya. Saya ceritakan kembali hal tersebut, dia pun mengangguk-angguk. Entah mencoba mengingat atau mencoba memahami saja. Hihi. Pembacaan cerita kami pagi itu pun berlanjut. Hari menjelang siang, dan dia sedang asyik beraktivitas menempel stiker ramadhannya. Tiba-tiba ia memekik kegirangan. Mi, ada stiker kepik! Olala , ternyata dia menemukan gambar kepik di salah satu stiker yang akan dia tempel. Oke sip. “Mi, ada kepik lagi! Di baju Beki!” kali ini dia memberitahu dengan menggendong Beki si boneka bebek. Ternyata di rompi si Beki memang ada gambar kepik. Kyaaaa… bahkan selama inip...

Mini Project : Bermain dan Makan Crepes Bersama

[Mini Project] 22 Juni 2016 Bermain dan Makan Crepes Bersama Sore itu, yang menjadi teman bermain MeGi adalah 2 anak laki-laki. Keduanya berusia 4-5 tahun. Alhamdulillah, tetangga sekitar tempat tinggal kami memang memiliki banyak anak kecil sehingga teman bermain MeGi cukup banyak. Kedua anak laki-laki ini sudah bersekolah di Taman Kanak-Kanak. Yang berpostur tinggi besar, namanya mas Hamdan. Dia seringkali mengajukan protes ke MeGi setiap MeGi menjawab sapaannya. Hamdan               : Dek MeGi... MeGi                    : Daleeeeem… Hamdan               : Koq dalem? Di luaaaar. Kan dek MeGi lagi di luar, nggak di dalem rumah. Tingkah anak-anak selalu menggemaskan. Biasanya setelah itu Micha jelaskan bahwa yang dimaksud dalem...

Mini Project : Mengupas Kulit Jeruk

[Mini Project] Mengupas Jeruk dari Kulitnya Seringkali Micha berpikir dan mencari ide untuk merancang suatu aktivitas untuk menstimulasi tumbuh kembang MeGi. Padahal aktivitas sederhana pun, kegiatan harian pun, cukup baik untuk dijadikan stimulan tumbuh kembangnya. Contohnya, mengupas kulit jeruk. Jeruk adalah salah satu buah kesukaan MeGi. Dalam sekali makan, MeGi bisa menghabiskan 2 buah sumber vitamin C ini sendirian. Awalnya dia sudah bisa memakan lalu mengeluarkan bijinya dari mulut. Sehingga biasanya, cukup dikupaskan saja jeruk dari bijinya dan dibuka, maka dia sudah anteng menikmati. Sore itu rupanya dia ingin meningkatkan kemandirian. Dia menolak untuk dikupaskan. “MeGi aja yang ngupas, MeGi bisa Mi” ujarnya penuh semangat. Saya berikan jeruk yang belum terkupas itu padanya. Sebelumnya saya mengingatkan,”Saat mengupas nanti, mungkin ada cipratan dari kulit jeruk ya Nak, kalau kena mata risikonya mata jadi perih, MeGi siap?”, diapun menjawab dengan anggukan mantap. ...

Mini Project : Serunya Membuat Gunung Meletus di Rumah

[Mini Project] 13 Juli 2016 Serunya Membuat Gunung Meletus di Rumah Sediakan bahan dan lihatlah mereka berkreasi :) Percobaan sains ini terinspirasi dari sisa playdough  hasil bermain yang cukup banyak, namun warnanya sudah bercampur. Harapan saya,p laydough  dengan warna yang telah bercampur itu merupakan bukti kepuasan anak-anak bermain dan mengeksplorasi. Mengapa bisa sedemikian bercampurnya? Ceritanya saya tuangkan di catatan sebelumnya . Sayang kalau dibuang begitu saja, muncul ide untuk memanfaatkannya terlebih dahulu menjadi badan gunung meletus. Oya, resep playdough nya juga bisa disimak disini ya. Karena playdough nya cukup banyak, maka kita membuat 3 buah gunung.  Kami melakukannya di teras depan rumah Yangti dan Yangkung, dan menarik perhatian anak-anak sekitar yang sedang bermain di jalan perumahan. Yang awalnya Cuma bertiga, Ummi, MeGi dan om, maka ditambah anak-anak yang penasaran dan mau ikut bermain. Asyiiiiik, makin rameeeee… ...