Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Komunitas Ibu Profesional

Jurnal 5 Kampus Ibu Pembaharu, Penerapan Teknik Starbursting untuk Menggali Ide dan Mendalami Masalah

  Bismillahirrohmanirrohim... Tiba saatnya kembali menuliskan jurnal. Kalau boleh jujur, saat mengikuti highlight materi di hari Senin tanggal 7 Agustus 2023 yang sempat mendadak maju satu jam lebih awal menjadi jam 13.00 WIB, aku merasa cukup roaming. Pasalnya aku belum juga membuat kampanye untuk menemukan anggota tim. Aku benar-benar serius memikirkan konsep gerakan ini, tapi minim diskusi. Suami yang biasa menjadi partner  diskusi juga terpaksa menunda kepulangannya ke Wina karena ada urusan administrasi yang belum selesai. Urusan itu pun cukup mengalihkan fokus pikiran. Kami tetap berdiskusi, tapi karena hanya secara daring dan zona waktu yang terpaut jauh, maka keberjalanannya pun kurang intensif. Di hari Selasa, tanggal 8 Agustus 2023, dimana hari itu adalah waktunya Zoom Forum Ibu Pembaharu, aku terpaksa tak mengikuti secara langsung karena bersamaan dengan jadwal anak-anak berkegiatan di Bauernhof  atau peternakan. Aku mendaftarkan mereka di kegiatan membua t But...

Mengambil Peran di Tengah Tantangan Diaspora, Ambil Posisi Apa?

  Setelah pekan sebelumnya Bu Septi hadir menuntun kami seputar tema mengambil peran di tengah tantangan diaspora, saya kembali menilik peta belajar diri. Untuk catatan belajar di acara tersebut sudah saya tulis di sini . Saya, yang saat ini berada di tahun ketujuh belajar di Ibu Profesional, sedang bergerak dan berkontribusi melalui peran apa saat ini. Memori perjalanan saya putar ulang. Pertemuan pertama di Januari 2014 dengan bu Septi Peni Wulandani, menghadirkan azzam dalam diri saya bahwasanya saya ingin belajar menjadi seorang Ibu Profesional. Seorang ibu yang senantiasa meningkatkan kualitas diri baik sebagai hamba Allah, perempuan, istri, dan ibu. Azzam itu memantapkan hati saya untuk bergabung di komunitas Ibu Profesional dan belajar bertumbuh di dalamnya dengan mengambi beragam peran hingga saat ini. Sedikit flaschback, Tahun 2014-2015 saya mengenal Ibu Profesional dalam sebuah Kuliah Umum. Mendaftarkan diri di Ibu Profesional Bandung dan mengambil peran sebagai tim...

Every Mother is a Changemaker, Insight dari Konferensi Ibu Profesional 2019

Sapaan bu Septi pada perwakilan peserta teleconference Konferensi Ibu Profesional Konferensi Ibu Profesional menjadi sebuah event yang memberikan suntikan semangat bagi diri saya secara pribadi, untuk tetap keep on track dalan menjalankan peran sebagai istri, ibu dan agen perubahan dengan bahagia. Bukankah bahagia itu harus diciptakan? Dan ini adalah satu cara saya untuk recharge energy. Tidak semua sesi bisa saya ikuti dengan optimal. Selisih waktu antara CEST dan WIB yang mana di sini lebih lambat lima jam.Tapi tak mengapa, rekaman video full session  akan didapatkan oleh peserta teleconference  secara lengkap. Tugas saat ini adalah mengikuti sebaik-baiknya sesi yang bisa saya ikuti dengan mengantongi izin dari suami dan anak-anak. Sesi yang sempat saya ikuti antara lain : Every Mother is a Changemaker    Pergerakan Perempuan Indonesia Cahaya Saujana : Pamella Swalayan Cahaya Saujana : Konseling Berperspektif Gender Tangan Terampil : Eco En...

Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas

Membuat Skala Prioritas Beberapa pekan lalu, kami sebagai tim Training and Consulting Ibu Profesional Non ASIA mengundang mba Rima Melani (Divisi Research and Development – Resource Center Ibu Profesional, Leader Ibu Profesional Banyumas Raya sekaligus Praktisi Talents Mapping ) di WhatsApp Group Magang Internal. Bahasan yang disampaikan adalah mengenai Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas.  Bahasan ini kami jadwalkan sebagai materi kedua dari rangkaian materi pembekalan untuk pengurus IP Non ASIA karena bermula dari kebutuhan pribadi sebagai pengurus komunitas. Masih berkaitan dengan materi sebelumnya, yang bisa disimak di tulisan sebelumnya . Di materi pertama lalu kami diajak uni Nesri untuk menelusuri peran diri sebagai individu, yang kemudian dipetakan dan dikaitkan dengan peran dalam keluarga sebagai lingkaran pertama, dilanjutkan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan sosial sekitar. Sehingga antara peran diri, peran dalam keluarga serta peran komunal dapa...

Sebuah Kontemplasi, Mengasah Peran Diri dalam Komunitas

Alhamdulillah, atas izin Allah, kuliah WhatsApp perdana di grup Magang Internal Ibu Profesional Non ASIA telah terlaksana dengan baik. Program ini bermula dari kebutuhan diri untuk semakin profesional dalam mengemban peran dan amanah baik sebagai diri, dalam keluarga maupun komunitas. Yang kemudian dirasa perlu untuk membuat sebuah sesi pembekalan bagi para pengurus Ibu Profesional Non ASIA sehingga memiliki pijakan yang kuat, pemahaman yang terintegrasi sebelum melangkah menjalankan amanah kepengurusan. Gambar 1. Flyer Program Magang Internal  Kuliah WhatsApp sesi pertama mengambil tema “Mengasah Peran Diri dalam Komunitas” dengan menghadirkan narasumber Direktur Resource Center Ibu Profesional, mba Nesri Baidani. Materi yang disajikan bisa jadi terkesan tidak banyak, namun justru itu ciri khas mba Nesri. Beliau menyampaikan sesuatu dengan singkat dan padat, kemudian melanjutkannya dengan lontaran pertanyaan yang membuat diri merenung dan mengasah logika berpikir....