Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tantangan 30 Hari

Tantangan 30 Hari Day 30 : Membacakan Buku Anak berjudul "Der kleine Drache Kokosnuss kommt in die Schule"

MasyaAllah, Allah sampaikan di titik akhir tantangan tiga puluh hari ini. Ya, hari ini adalah hari terakhir menjalankan tantangan tersebut. Semoga Allah mampukan pula untuk menjaganya sebagai sebuah kebiasaan baru. Aamiin. Karena hari ini adalah hari terakhir, maka saya memilih buku spesial untuk dibacakan dan terpilihlah buku “Der kleine Drache Kokosnuss kommt in die Schule”. Apa sisi spesial buku ini dibanding buku-buku yang sebelumnya dibacakan? Yaitu karena buku ini lebih tebal dari biasanya. Terdiri dari 69 halaman yang didominasi oleh tulisan. Untuk membacakan buku ini, butuh effort lebih dari dalam diri saya, untuk melawan keengganan dan pikiran semacam, „koq tebal ya? Lama dong selesainya nanti...“. Nah, ini juga sekaligus mengecek sudah ada peningkatan apa saja dalam diri setelah penempaan tiga puluh hari ini. Kan seharusnya jika prosesnya berjalan benar, maka setelah berjibaku membangun kebiasaan di durasi waktu tersebut, ada kompetensi yang meningkat juga kebahagiaan yang m...

Tantangan 30 Hari Day 29 : Membacakan Buku Anak berjudul “Papperlapapp zum Thema Farben”

Wah, kurang dua hari lagiiii! MasyaAllah... semoga semangat dan konsistensi untuk rutin membacakan buku anak-anak bisa terus teraplikasikan. Buku yang kami baca hari ini masih dari Papperlapapp dengan tema spesifik seputar warna. Ada dua cerita di dalamnya. Cerita pertama berjudul „Frau Grau und Herr Kunterbunt“ yang bercerita tentang kehidupan dua orang, yaitu Tuan Kunterbunt (warna-warni) dan Nyonya Abu-Abu. Herr Kunterbunt tinggal di sebuh rumah yang penuh warna. Isi rumahnya pun penuh warna dan pembawaannya ceria. Herr Kunterbunt memiliki tetangga yang bernama Frau Grau. Seperti namanya, Frau Grau memakai pakaian abu-abu. Rumahnya pun abu-abu. Tanpa pernah bertemu langsung, Herr Kunterbunt menganggap bahwa Frau Grau adalah seorang yang aneh, karena semua yang ia miliki berwarna abu-abu. Beragam asumsi berkelebat. Apakah ia tak mengenal warna lain? Bukanlah banyak warna cerah yang bisa dipilih? Apakah dia sedih atau kesepian? Hingga kemudian sebuah surat beramplop abu-abu datang k...

Tantangan 30 Hari Day 28 : Membacakan Buku Anak berjudul “Papperlapapp zum Thema Musik”

Hari ini kami melanjutkan membaca buku Papperlapapp. Kali ini tentang tema Musik. Seperti buku sebelumnya, di buku ini ada dua berita yang disajikan. Cerita yang pertama berjudul„Das Mitternachtskonzert“. Membaca judul ini sebenarnya saya langsung membayangkan jalan cerita berupa bunyi hewan-hewan kecil yang bersahut-sahutan di malam hari. Itu mah kondisi di Indonesia banget ya, ada bunyi jangkrik, disusul bunyi tonggeret atau garengpung. Di sini tentu berbeda. Das Mitternachtskonzert yang diceritakan di sini bermula dari dua kakak beradik yang mencoba untuk tidur malam di pekarangan rumah menggunakan tenda. Saat hari sudah larut, mereka membuka perbekalan dan dari wadah makanan itu dihasilkan bunyi-bunyian. Nah, itulah konser tengah malam mereka. Mona dan Kira membunyikan apa yang ada di tangan mereka secara bergantian. Mereka lupa bahwa hari sudah malam, hingga kemudian ayah mereka keluar dari rumah dan mengingatkan mereka untuk melanjutkan permainan di esok hari. Ayah khawatir oran...

Tantangan 30 Hari Day 27 : Membacakan Buku Anak berjudul “Papperlapapp zum Thema Familie”

Setelah buku-buku yang kami pinjam dari perpustakaan nyaris habis kami baca, kami beranjak ke buku Papperlapapp. Buku Papperlapapp ini ada merupakan sebuah buku seri yang mana memuat satu tema spesifik dalam setiap serinya. Setiap tahun terbit empat seri buku. Untuk mengetahui seri apa saja yang sudah ada, bisa dicek di websitenya. https://www.papperlapapp.co.at/hefte/ Buku berseri ini tersedia di perpustakaan. Saya pernah meminjam dua seri diantaranya dari perpustakaan anak di distrik lima belas. Buku ini juga dibagikan gratis di Kindergarten si sulung (entah di semua Kindergarten baik negeri maupun swasta atau tidak) untuk anak-anak yang sudah berada di tahun terakhir di Kindergarten. Selama tahun ajaran ini, sulung mendapatkan tiga buku dengan seri berbeda. Seri yang kami pilih untuk dibaca bersama hari ini adalah tentang keluarga. Ceritanya lucu euy, melibatkan aspek emosi, ada konfliknya juga. Hihihi. Jadi tokoh utamanya memang anak seusia pembaca, sekitar 5-6 tahun. Apa...

Tantangan 30 Hari Day 26 : Membacakan Buku Anak berjudul “Was ist Fernkaelte?”

Buku ini yang sebenarnya ingin dibaca bersama kemarin, lalu terselip di suatu tempat, dan baru ditemukan kembali hari ini. Ya, masih buku dari Wien Energie. Kali ini membahas mengenai Fernkaelte, sebuah sistem pendingin untuk ruangan massal. Yang menarik, siklus pergerakan air di sini juga melibatkan tempat pengelolaan sampah Spittelau. Sepertinya saya perlu membacanya ulang dengan lebih mendetail untuk lebih memahami sistem ini. Hmm....bahasan baru ini belum saya pahami sepenuhnya, banyak kosa kata yang asing juga. Namun kami coba tuntaskan membacanya. Sebagai alat bantu kami untuk memahami prinsip Fernkaelte, saya mencari videonya di Youtube, dan menyimak bersama. Videonya bisa diakses di sini ya.  Karena buku ini cukup singkat, kami menyelesaikannya dengan cepat, beranjut dengan menyimak video penjelasan bersama-sama. Sesi membacakan buku ini sudah masuk hari ke-26 dan hari ini saya menceritakan suatu temuan menarik yang saya rasakan dari pembiasaan hal baru ...

Belajar Sadar dalam Menggunakan Gawai : Seberapa Banyak Gadget Hours Saya?

Setelah 17 hari menjalankan tantangan puasa berupa pengelolaan emosi, di pekan ketiga saya beranjak ke lain hal, yaitu gadget hours. Setiap orang memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari. Namun ada orang yang bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan banyak hal produktif, namun ada juga yang tidak. Urusan manajemen waktu di era saat ini, erat kaitannya dengan manajemen gawai, spesifik pada penggunaan gadget hours. Dalam sebuah video mengenai manajemen waktu seorang muslimah, mba Dewi Nur Aisyah, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan beliau dalam mengelola waktu dan seimbang dalam menjalankan beragam amanah adalah fokus, tidak terjebak dalam media sosial dan mengerjakan suatu hal lebih cepat dari rata-rata kebanyakan orang. Video lengkapnya bisa disimak di sini. Saya merasa perlu menggunakan jam online saya secara sadar. Kondisi dimana sekeluarga berada di rumah selama 24 jam bersama, tentu berbeda dengan kondisi biasanya. Dan salah satu adaptasi yang harus saya lakuka...

Tantangan 30 Hari Day 25 : Membacakan Buku Anak berjudul “Stadt mit anderen Augen”

Sebenarnya bukan buku ini yang rencananya ingin kami baca bersama. Tapi justru saat akan dibaca, si buku yang sudah disiapkan entah kemana. Sepertinya saya lupa meletakkannya dimana. Dicari-cari belum ditemukan. Jadilah saya mencari buku lain saja. Buku berjudul „Stadt mit anderen Augen“ ini berisi sekitar 25 halaman. Menariknya, kota yang dibahas di buku ini adalah kota Wina, sehingga lekat dengan keseharian anak-anak. Setiap lembar menjelaskan satu situasi, sehingga ada dua belas situasi yang dipaparkan di buku tersebut, yaitu : die Stadt Dari atas menara gereja, pemandangan menyeluruh kota bisa terlihat.Terlihat seluruh bangunan yang mengisi kota. Mulai dari bangunan tua yang biasa terletak di dekat gereja. auf dem Markt Pasar selalu ramai pengunjung. Sekalipun saat ini sudah bisa berbelanja melalui telefon atau online melalui internet, namun keasyikan berbelanja di pasar tetap berbeda rasa. Ada kebutuhan berinteraksi langsung yang terpenuhi rasanya saat berbelanja...

Tantangan 30 Hari Day 24 : Membacakan Buku Anak berjudul “Ida und das leise Auto“

Hari ini sebenarnya alokasi waktu untuk membacakan buku terambil oleh kesibukan pribadi saya. Hiks. Maaf ya anak-anak. Jadi tadi pagi dari jam 4 sampai dengan jam 7 pagi saya mengikuti pelatihan Digital Entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Keminfo bekerjasama dengan Google. Kelasnya seru dan menyenangkan. Dan alhamdulillah bisa saya ikuti dengan seksama karena masih di awal hari dimana anak-anak masih terlelap tidur. Namun setelah mengikuti kelas, saya mengantuk, dan saya pun sempat tidur sejenak seusai kelas untuk menghimpun energi kembali. Dan alhamdulillah Allah kabulkan. Nah, saat mengerjakan tugas domestik, saya teringat tempe yang saya buat beberapa hari lalu. Setelah saya cek, sepertinya sudah ada yang bisa diolah. Karena jamur yang muncul sedikit, jadilah saya berkonsultasi pada dua teman yang sudah terbiasa membuat tempe. Yeay,dapat beberapa pencerahan untuk percobaan ke depan. Saat tengah hari, grup kursus bahasa kembali aktif. Guru kursus memberikan PR baru, pa...

Tantangan 30 Hari Day 23 : Membacakan Buku Anak berjudul “Wasser marsch!”

Hari ini kami melanjutkan membaca buku serial Energi yang kami dapatkan dari Wien Energi. Kali ini seputar air. Bagaimana air bis amenjadi pembangkit energi? Di buku ini kami menemukan jawabannya. Dimulai dari air yang mengalir bertemu dengan turbin, yang kemudian menggerakkan generator. Air juga merupakan salah satu energi terbarukan seperti halnya angin dan matahari. Ketersediaan air juga merupakan suatu hal yang perlu kita jaga keberlangsungannya. Sehingga melakukan penghematan dalam penggunaan air juga merupakan hal yang harus kita jalankan. Hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan di rumah misalnya mandi dengan air mengalir, bukan dengan berendam, menyiram tanaman dengan air tampungan hujan, juga memakai penyaring kran air untuk meredam laju aliran air sehingga air yang mengalir dari kran lebih sedikit namun tetap mencukupi kebutuhan kita. Ada banyak kosakata baru yang masih asing di telinga, mungkin karena pembahasan buku ini spesifik bertema energi. Namun menjadi penyoko...

Tantangan 30 Hari Day 22 : Membacakan Buku Anak berjudul “Valentina und die Regenwuermer”

Buku yang kami baca hari ini adalah sebuah buku kecil yang menceritakan tentang seorang anak dan cacing tanah. Tentang seorang anak perempuan bernama Valentina yang sedang mengerjakan sebuah proyek sekolah selama liburan musim panas berupa bertanam. Dia mengajak Moritz, sepupunya untuk membantunya. Mereka menggemburkan tanah untuk persiapan menanam aneka sayuran. Bibit sayuran yan mereka tanam, mereka rawat dan tumbuh suburkan tidak dengan bahan kimia namun dengan kompos dan pupuk kandang. Setelah beberapa waktu, saat mereka ingin mengambil tanah untuk diletakkan di beberapa pot, mereka sangat bahagia karena menemukan cacing tanah yang bermunculan dari tanah-tanah yang mereka ambil. Tanah yang subur! Di sesi kali ini, badge excellent kembali tersematkan karena memenuhi keempat persyaratan. Perlahan, saya mencoba untuk lebih teliti menelaah setiap kalimat yang dibaca. Dan kali ini saya menemukan beberapa kalimat yang berkaitan dengan pola kalimat yang saat ini sedang saya pelaj...

Tantangan 30 Hari Day 21 : Membacakan Buku Anak berjudul “ Alles ueber Prinzessinnen” dan “Rosa die rasende Reporterin”

Sudah hari keberapa sekarang? Hari ke-21 ya? MasyaAllah, sudah dua puluh hari menjalankan tantangan ini. Bagaimana rasanya, Mesa? otot-otot tangan untuk mengetik laporan dan resume singkat buku sudah melemas? Sudah terbiasa untuk membacakan buku anak satu hari satu buku? Sudah siap menjadikan ini sebagai kebiasaan baik baru? Bismillah, semoga Allah mudahkan. Hari ini saya membacakan dua buku anak. Pertama, sebagai pengganti jam kebersamaan di pagi hari karena tadi pagi saya ada amanah berbagi untuk mengisi kuliah Telegram dan mereka kooperatif bermain mandiri berdua. Kedua, target akhir proyek tantangan ini adalah membacakan tiga puluh buku anak selama tiga puluh hari. Karena sempat ada buku cukup tebal yang dibaca dalam tempo dua hari, maka ada hutang satu buku, dan hari ini saya ingin membayarnya. Buku pertama yang saya bacakan berjudul “Alles ueber Prinzessinnen”. Tentu ini buku pilihan si sulung. Di buku ini kami berkenalan dengan kehidupan putri di zaman dahulu. Bagaiman...

Tantangan 30 Hari Day 20 : Membacakan Buku Anak berjudul “Auf der Baustelle”

Buku yang kami baca bersama hari ini adalah buku yang menceritakan mengenai konstruksi atau proses pembuatan bangunan. Halaman pertama berisi gambaran besar proses pembuatan bangunan. Kendaraan, alat berat dan material apa saja yang dibutuhkan juga aktivitas apa saja yang dilakukan pekerja. Dilanjutkan dengan berapa lama sebuah bangunan itu didirikan, ternyata kurang lebih sekitar satu tahun! Artinya, pembangunan berjalan dengan melewati empat musim yang berbeda. Dijelaskan juga ada tipe bangunan yang bernama „Fertighaus“ dimana beberapa bagian sudah jadi sehingga tinggal memasang antar bagian saja. Pendirian bangunan ini tentu lebih cepat, bahkan bisa hanya dalam waktu satu pekan. Namun tentu berimbas pada kekokohannya. Dilanjutkan dengan cerita apa saja yang dikerjakan oleh pekerja beserta alat-alat yang digunakan. Juga ternyata selain membangun, kita bisa juga melakukan renovasi bangunan. Bangunan lama diperbaiki total sehingga semua yang ada di dalam bangunan dalam kondisi baru...

Tantangan 30 Hari Day 19 : Membaca Buku Anak berjudul “Die Muellabfuhr”

Hari ini saya membaca buku anak tanpa anak-anak. Siang hari ini saya tidur siang di saat suami dan anak-anak beberes rumah, saat saya bangun rumah sudah dalam keadaan rapi dan anak-anak bersiap menonton film sebagai bentuk apresiasi suami pada mereka. Karenanya, mereka memilih menonton film saat saya mengajak membacakan buku. Tak apa, momennya memang sedang tidak pas. Jadilah saya membaca buku sendirian hari ini. Buku anak yang saya ambil berjudul “Die Muellabfuhr”. Selain untuk memahami bahasa Jerman, juga untuk menambah referensi bahan tulisan yang sedang saya kerjakan mengenai pengelolaan sampah di kota Wina. Apa isi buku ini?   Buku ini ditujukan untuk anak usia 2 s.d. 4 tahun. Jika dibandingkan dengan buku-buku anak yang sebelum-sebelumnya, yang ditujukan untuk anak usia 4 s.d. 7 tahun, memang bahasa yang digunakan lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti. Buku ini menceritakan bagaimana seorang Muellarbeiter (petugas pengangkut sampah) menjalani hari mereka. D...

Tantangan 30 Hari Day 18 : Membacakan Buku Anak berjudul “Mein erstes Vorschulbuch”

Alhamdulillah wasyukurillah, tantangan 30 hari hari ke-18 bisa tertunaikan tepat waktu. Sempat khawatir juga mengingat waktu pengerjaan dan penulisan laporan hari ini yang sangat mepet dengan batas waktu berakhirnya hari. Sekalipun di sini masih waktu Ashar, namun di Indonesia sudah menuju jam Cinderella. Hihihi. Hari ini saya menggunakan waktu pagi hari kami untuk berbelanja kebutuhan dapur. Karena kami membutuhkan tahu dan tempe, tujuan belanja saya adalah toko Asia yang biasanya kami tempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Namun kali ini saya menuju kesana dengan berjalan kaki. Selain ke toko Asia saya juga ke dua toko lain yang berdekatan lokasinya. Sesampainya di rumah, saya larut dalam tugas domestik bersama keluarga. Setelahnya, saya mengerjakan tugas dari kursus bahasa Jerman yang cukup banyak. MasyaAllah, benarlah adanya bahwa waktu yang tersedia memang senantiasa jauh lebih sedikit dibandingkan aktivitas dan peran yang harus dijalankan. Maka menjalankan pekerjaan sesuai...

Tantangan 30 Hari Day 17 : Membacakan Buku Anak berjudul “ Was passiert in der Spittelau?“

Buku yang kami baca ini sebenarnya masih satu tema dengan beberapa buku kemarin. Sama-sama dibagikan oleh Wien Energie saat Festival Sampah dan bertemakan pengolahan sampah di kota Wina. Ya, tema yang sangat dekat dengan keseharian kami. Buku ini menceritakan bagaimana proses pengolahan sampah di Spittelau hingga menjaid energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Diawali dengan cerita Ida dan keluarga yang masih menggunakan oven konvensional sebagai pemanas ruangan. Orangtua Ida berencana mengganti oven tersebut karena pemakaiannya menghabiskan banyak minyak yang berdampak tidak ramah lingkungan. Selain itu, oven tersebut juga kurang optimal dalam memanaskan seluruh ruangan di dalam rumah karena jangkauannya yang terbatas. Cerita dilanjutkan dengan pengamatan mereka terhadap pekerjaan yang ada di jalan dekat rumah. Sebuah lubang panjang sedang digali di jalan untuk pemasangan saluran air panas. Mereka bertemu dengan petugas Wien Energie yang menjelaskan sumber air panas...

Tantangan 30 Hari Day 16 : Membacakan Buku Anak berjudul “Was die Sonne alles kann”

Hari ini sebenarnya hampir saja saya skip mengerjakan tantangan, karena tantangan belum juga saya kerjakan hingga dua jam menjelang batas waktu pengumpulan tantangan. Siang hari ini saya ada agenda ke luar rumah. Saya perlu mengantar sampel urine anak ke dokter anak dan menantikan hasilnya, berlanjut membeli obat di Apotek dan membeli kebutuhan pangan. Sesampainya di rumah, kami makan siang , sholat dan membuat kue bersama. Usai membuat kue, saya mimisan. Cukup banyak darah yang keluar. Kepala juga terasa pusing. Hingga kemudian suami memerintahkan untuk tidur siang. Saya pun menurut. Setelah tidur siang, alhamdulillah kondisi sudah membaik. Keluar dari kamar, saya melihat si sulung sedang membaca buku-buku kecil. Saya menjadi termotivasi untuk mengerjakan tantangan 30 hari. Bukankah buku-buku kecil itu cukup sederhana dan realistis untuk dituntaskan dibaca bersama di waktu yang sempit ini? Bukankah indikator kesuksesan mendasar dari pengerjaan tantangan ini adalah terbentuknya...