Skip to main content

Posts

Kakak, Sang Pimpinan Project Bersih-Bersih Rumah

13 Jam Menyenangkan di Atas Kereta

Berani Bermain, Berani Membereskan

Usai bermain, seringkali kakak segera beralih ke mainan lainnya tanpa membereskan mainan sebelumnya terlebih dahulu.

Awas, Ibu Beruang Datang!

Ibu beruang senang kebersihan. Ibu beruang akan menginspeksi barang-barang berada di tempatnya atau tidak. Jika tidak, ibu beruang akan memungutnya dan membuangnya ke tempat sampah.

Karena Segala Sesuatu Ada Tempatnya

Tujuh hari tantangan kemandirian terlewati sudah. Latihan kemandirian berupa makan mandiri, terlewati dengan cukup baik. Di hari kedelapan ini, kami mencoba beralih ke bentuk kemandirian yang lain, yaitu meletakkan barang di tempatnya. Diawali dengan membaca salah satu buku dari paket buku “7 Kebiasaan Anak Bahagia”. Di dalam buku ini ada cerita mengenai Jumper yang kesulitan mencari sepatu di rumahnya, karena rumahnya sangat berantakan. Sebagai teman yang baik, Goop si Beruang membantunya mencari sepatu sekaligus menata rumah Jumper. Goop teringat nasihat ayahnya, “Berikan tempat untuk segala sesuatu dan segala sesuatu ada tempatnya”. Kata-kata ini menarik bagi Ummica! Meski bisa jadi masih terlalu kompleks bagi kakak untuk mencernanya, tapi dari sini Mica justru mendapat ide untuk latihan kemandirian kakak. Maka, jadilah hari ini kami memberikan tempat untuk segala sesuatu, terutama yang berhubungan dengan barang-barang milik kakak. Selain itu, kami juga menata barang yang telah...

Bersih Tanpa Sisa

Teruslah bergerak, maka Allah akan bukakan pintu kemudahan-kemudahanNya dari jalan yang tak kau sangka. Teruslah optimis, hasil manis akan terlihat seiring langkah kala ragu telah kau kikis. Ummi tersenyum melihat perkembanganmu, Nak. Di hari ketujuh ini, kakak mulai dapat mengambil makan sesuai porsi, dan menghabiskannya dengan mandiri. Serta menaruh piring bekas makannya langsung ke tempat cucian piring. Ummi sadar Nak, beradaptasi di lingkungan baru, menyandang status baru sebagai kakak, berjauhan dengan orang kesayanganmu adalah bukan hal yang mudah untukmu. Wajar, jika kau sedikit manja. Mungkin itu bentuk adaptasimu atas perubahan kondisi ini. Wajar, jika kau sedikit merajuk. Harusnya ummi bisa memakluminya. Bukan melabeli bahwa itu merupakan suatu kemunduran kemandirian. Ummi, bercerminlah. Jika ada sebuah perubahan menyapamu, bukankah kau memerlukan dukungan orang sekeliling untuk menguatkan pijakan? Jika ada hal baru yang datang dan membuatmu menja...