Skip to main content

Main Lempar Gelang Warna, Yuk!




Main apa ya hari ini?
Pagi tadi Megi penasaran dengan gerak-gerik Umminya yang menjinjit-jinjitkan kaki berusaha mengambil sebuah wadah yang terletak di rak atas dapur.

“Ummi ambil apa? Megi mauuu…”

Tanpa menunggu jawaban, dia segera mendekat dan mengekor langkah saya. Kami berdua duduk, dan saya berusaha membuka kaleng bergambar biskuit yang sudah beralih fungsi menjadi wadah penyimpanan perkakas dapur. Saya ingin mengambil stik eksrim dari dalamnya. Dia duduk manis mengamati perilaku saya. Sesaat kemudian, sembari mengambil setumpuk piring kertas dia berkata, “Mi, mau ini yaaaah…” Tak lupa dibubuhi senyum manis khas anak-anak yang inign permintaannya dikabulkan.

Dari sini, terbersit ide. Kalau begitu, hari ini kita main dengan ini saja yuk!
Kebetulan beberapa hari yang lalu Ummi membaca permainan lempar gelang. Karena bahannya simpel dan sudah ada di tangan, mari kita eksekusi.
Bahan dan alat :
  • Piring kertas
  • Krayon
  • Gunting
  • Balok susun

Cara Membuat :
  1. Piring kertas dilubangi bagian tengahnya, sisakan pinggiran yang bergelombang supaya menjadi gelang kertas.
  2. Warnai gelang kertas dengan krayon, pilih aneka warna kesukaan
  3. Susunlah balok susun dengan cukup tinggi supaya dapat digunakan sebagai menara tempat sasaran lempar gelang.

Cara Bermain :
  1. Letakkan menara balok susun agak jauh dari tempat duduk kita
  2. Pegang semua gelang kertas, lempar satu persatu ke arah menara balok susun
  3. Hitung berapa gelang yang berhasil masuk ke menara dan yang gagal.


Untuk Megi yang baru berusia 2 tahun, melempar gelang kertas hingga masuk ke menara balok susun merupakan hal yang tidak mudah. bahkan sepertinya masih terlalu sulit. Karena supaya tepat sasaran, butuh strategi lempar yang pas. Jadi, dipecahlah cara bermainnya. Pertama, dia lempar gelang-gelang kertas tersebut ke arah menara tapi tidak untuk dimasukkan ke menara, hanya menyenggol atau bahkan tidak menyenggol menara sama sekali. Hanya berlatih melempar, sesuka hati. Aktivitas melempar gelang kertas ini melatih motorik halus, merasakan pengaruh angin pada daya lempar dan mengenalkan aneka warna. Yang kedua, menara didekatkan di hadapannya, kemudian gelang-gelang kertas dimasukkan satu demi satu ke dalam menara balok susun. Setelah itu, gelang dikeluarkan kembali, satu demi satu dan diletakkan ke tempat semula. Sesi ini melatih koordinasi tangan dan mata, daya konsentrasi dan rasa tanggung jawab.

#ODOPfor99days
#day60
#idemainanak
#24bulan




Comments

Popular posts from this blog

Nomor Sim Card Indonesia Nonaktif Saat Berdomisili di Luar Negeri? Lakukan Langkah Berikut untuk Reaktivasi!

Saat tahun lal u kami berkesempatan mudik ke Indonesia, saya membeli nomor sim card Indonesia dengan provider Telkomsel dan berniat menjaganya agar tetap aktif. Sekalipun tinggal di luar negeri, kami menggunakan beberapa aplikasi dalam negeri yang membutuhkan nomor sim card Indonesia yang aktif untuk verifikasi. Masa aktif kartu yang saya beli memang relatif pendek, sehingga saya merasa perlu mengeceknya secara berkala agar tidak sampai hangus. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, saya larut dengan agenda-agenda keseharian, dan lupa mengeceknya via aplikasi MyTelkomsel. Pagi ini saya baru ingat, kemudian membuka aplikasi MyTelkomsel. Gagal, karena ternyata ter-logout otomatis. Entah sejak kapan, karena memang aplikasi tersebut jarang saya buka selama di Abu Dhabi. Saat saya mencoba login, qodarullah aplikasi meminta untuk melakukan verifikasi via SMS. Dan di sinilah tantangan muncul, SMSnya tidak sampai. Maka verifikasi pun gagal dilakukan. Saya mulai mencari informasi, apakah ada car...

Persiapan Memasuki Perkuliahan Semester Dua di IOU

Bulan ini perkuliahan semester dua dimulai. Sejak awal bulan, saya mulai melakukan registrasi untuk kemudian bisa mengakses materi perkuliahan. Namun baru ditindaklanjuti dua pekan belakangan, saya menelusuri isi setiap mata kuliah di situs IOU. Tepatnya setelah acara 2 nd  Anniversary Puan Adaptif yang bertajuk Tangguh dan Tumbuh : Mengasah Growth Mindset dan Resiliensi sebagai Bentuk Adaptabilitas dalam Menghadapi Ketidakpastian selesai dihelat. Dijalankan bertahap dan satu persatu, alhamdulillah. Jadi semester ini insyaAllah ada tiga mata kuliah, yang mana per mata kuliah terdiri dari 40 modul. Maka total ada 120 modul yang harus dibaca dan dikerjakan kuisnya. Dilengkapi dengan tiga tugas research paper per mata kuliah, sehingga totalnya ada sembilan research paper yang harus dikerjakan. Kemudian, setiap mata kuliah juga dilengkapi dengan referensi yang jumlahnya terbilang banyak . Benar adanya kalau semester satu kemarin terbilang pemanasan. Baru mengunduh materi referensi untu...

Materi 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Tahapan Belajar di Institut Ibu Profesional Setelah hampir tiga tahun belajar di Institut Ibu Profesional dan belum saja lulus. alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk semakin memperdalam ilmu untuk menjadi seorang ibu profesional dengan mengikuti program matrikulasi. Program matrikulasi Ibu Profesional batch #1 ini masih khusus diperuntukkan bagi para koordinator, fasilitator dan pengurus rumah belajar yang tersebar di setiap wilayah. Jika batch #1 selesai dijalankan, akan diadakan batch-batch selanjutnya untuk para member Institut Ibu Profesional. Tujuan diadakan program matrikulasi Ibu Profesional adalah agar setiap member memiliki kompetensi ilmu-ilmu dasar menjadi seorang "Ibu Profesional" yang menjadi kebanggan keluarga dan komunitas.  Program matrikulasi ini mulai berlangsung tadi malam, 9 Mei 2016 pukul 20.00-21.00 via WhatsApp dengan materi pembuka [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Sebelum materi disampaikan, bu Septi...