Skip to main content

Bagaimana Pembelajaran TPA Masjid As-Salam WAPENA selama Pandemi COVID-19?

Bulan ini adalah bulan pertama dimana kegiatan TPA Masjid As-Salam WAPENA mulai berjalan sebagaimana jadwal yang sudah dicanangkan. Jadi karena terkait pandemi, TPA kembali berjalan secara daring dimulai dari bulan Januari lalu. Namun kami mencoba mengutak-atik jadwal agar sesuai dengan ritme dan kapasitas para pengajar dengan tetap memperhatikan agar kebutuhan santri terpenuhi.

Sebelumnya, mari kita ulas jadwal TPA sebelum pandemi ya. Yang artinya masa dimana TPA berlangsung secara luring di masjid setiap hari Minggu. Kegiatan TPA berjalan rutin sepekan sekali, seiring dengan acara kajian yang berlangsung setiap pekan. Sebelum acara TPA dimulai, para pengajar TPA mengikuti kelas tahsin bersama Ustadz Wisnu Arfian sebagai bekal dalam memfasilitasi para santri TPA. Jadi dulu jadwal rutin setiap hari Minggu adalah saya berangkat ke masjid jam 11.30 CET kemudian ada acara tahsin pengajar TPA dari jam 12.00 CET hingga jam 13.30 CET. Jam 14.00 CET biasanya warga sudah mulai berdatangan ke masjid dan kajian ALT (As-Salam Leadership Talk) pun dimulai. Usai ALT, kami salat Ashar berjamaah kemudian sesi TPA pun dimulai bersamaan dengan dimulainya kajian pekanan. Setiap pengajar memfasilitasi 2-3 santri.

Sejak pandemi, TPA berlangsung via daring setiap pekan. Jumlah pengajar yang bisa memfasilitasi via daring sedikit. Intensitas sepekan sekali pun terasa padat. Maka belajar dari perjalanan TPA daring selama tiga bulan tersebut, per Januari 2021 TPA mulai berjalan secara daring dengan teknis sebagai berikut :

  1. Satu pengajar cukup memegang satu kelompok belajar yang terdiri dari dua hingga tiga anak.
  2. Kegiatan TPA daring berkelompok dilaksanakan dalam durasi satu jam untuk satu kelompok dengan frekuensi dua pekan sekali.
  3. Setiap bulan akan ada kajian anak muslim dengan materi yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan belajar membaca Al Qur’an para santri TPA
  4. Disiapkan formulir laporan perkembangan yang bisa diisi oleh pengajar dan wali santri untuk saling melengkapi data perkembangan santri.

Di bulan Januari lalu di akhir bulan saya masih berjibaku dengan pematangan konsep dan teknis pelaksanaannya dengan memohon pertolongan Allah. Perlahan fiksasi mulai bisa dilakukan dan program mulai berjalan sesuai jadwal. Dan di bulan Februari ini, menjelang akhir pekan keempat, yang mana tidak ada kegiatan TPA di pekan keempat ini, saya bisa merasakan jeda sesuai jadwal yang berjalan.

Saya sangat bersyukur Allah kirimkan anggota tim, para pengajar yang bersedia meluangkan waktu untuk memfasilitasi para santri sekalipun via daring. Di sela kesibukan beliau-beliau berjibaku dengan studi dan penelitian. Bahkan para pengajar TPA yang sudah kembali ke Indonesia namun tetap berada di grup WhatsApp TPA saat saya menyampaikan rencana program TPA dan membuka peluang kebaikan untuk turut mengajar, beliau-beliau pun menyatakan kesediaan. Sungguh ini saya rasakan sebagai bentuk nikmat dari Allah yang tidak disangka-sangka kehadirannya. MasyaAllah tabarakallah...

Para wali santri pun antusias dan bersemangat untuk aktif berkontribusi. Ada yang menghubungi para pengajar untuk sinkronisasi jadwal, ada yang menanyakan bagaimana pengisian formulir perkembangan santri juga teknis seputar iuran TPA memudahkan saya dan tim pengurus untuk menjalin kerjasama bersama wali santri dalam menghadirkan pendidikan islam untuk para santri TPA. Dari segi pribadi dan keluarga, anak-anak pun semakin bersemangat belajar karena belajar bersama teman-teman. Mereka bertemu bersama dalam satu ruang Zoom sebulan sekali. Alhamdulillah...

Menjalankan sebuah project memang tidak mudah, namun Allah berikan kejutan kenikmatan di dalamnya. Ini adalah sebuah ikhtiar bersama dari semua pihak untuk menghadirkan pendidikan islam untuk anak-anak muslim Indonesia di Austria. Semoga Allah hadirkan keberkahan dalam langkah yang jauh dari sempurna ini. Semoga Allah hadirkan orang-orang yang silih berganti bergerak bersama-sama mengaktifkan TPA di masjid As-Salam WAPENA ini. Kehadiran saya dan keluarga di kota Wina ini memang mungkin hanya sekejap saja. Namun semoga sekejapnya ini bisa menghadirkan segaris warna yang menghadirkan kebermanfaatan dan kebaikan. Aamiin...aamiin...allahumma aamiin...

Tulisan ini dibuat untuk mendokumentasikan perjalanan sebuah Community based Education di Wina yang dimulai dengan keberjalanan TPA. Semoga menjadi inspirasi sederhana untuk teman-teman pembaca yang sedang merintis pembuatan TPA di kota atau negaranya masing-masing. Semoga juga Allah mudahkan prosesnya. Aamiin…

 

Wina, 26 Februari 2021

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Nomor Sim Card Indonesia Nonaktif Saat Berdomisili di Luar Negeri? Lakukan Langkah Berikut untuk Reaktivasi!

Saat tahun lal u kami berkesempatan mudik ke Indonesia, saya membeli nomor sim card Indonesia dengan provider Telkomsel dan berniat menjaganya agar tetap aktif. Sekalipun tinggal di luar negeri, kami menggunakan beberapa aplikasi dalam negeri yang membutuhkan nomor sim card Indonesia yang aktif untuk verifikasi. Masa aktif kartu yang saya beli memang relatif pendek, sehingga saya merasa perlu mengeceknya secara berkala agar tidak sampai hangus. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, saya larut dengan agenda-agenda keseharian, dan lupa mengeceknya via aplikasi MyTelkomsel. Pagi ini saya baru ingat, kemudian membuka aplikasi MyTelkomsel. Gagal, karena ternyata ter-logout otomatis. Entah sejak kapan, karena memang aplikasi tersebut jarang saya buka selama di Abu Dhabi. Saat saya mencoba login, qodarullah aplikasi meminta untuk melakukan verifikasi via SMS. Dan di sinilah tantangan muncul, SMSnya tidak sampai. Maka verifikasi pun gagal dilakukan. Saya mulai mencari informasi, apakah ada car...

Persiapan Memasuki Perkuliahan Semester Dua di IOU

Bulan ini perkuliahan semester dua dimulai. Sejak awal bulan, saya mulai melakukan registrasi untuk kemudian bisa mengakses materi perkuliahan. Namun baru ditindaklanjuti dua pekan belakangan, saya menelusuri isi setiap mata kuliah di situs IOU. Tepatnya setelah acara 2 nd  Anniversary Puan Adaptif yang bertajuk Tangguh dan Tumbuh : Mengasah Growth Mindset dan Resiliensi sebagai Bentuk Adaptabilitas dalam Menghadapi Ketidakpastian selesai dihelat. Dijalankan bertahap dan satu persatu, alhamdulillah. Jadi semester ini insyaAllah ada tiga mata kuliah, yang mana per mata kuliah terdiri dari 40 modul. Maka total ada 120 modul yang harus dibaca dan dikerjakan kuisnya. Dilengkapi dengan tiga tugas research paper per mata kuliah, sehingga totalnya ada sembilan research paper yang harus dikerjakan. Kemudian, setiap mata kuliah juga dilengkapi dengan referensi yang jumlahnya terbilang banyak . Benar adanya kalau semester satu kemarin terbilang pemanasan. Baru mengunduh materi referensi untu...

Materi 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Tahapan Belajar di Institut Ibu Profesional Setelah hampir tiga tahun belajar di Institut Ibu Profesional dan belum saja lulus. alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk semakin memperdalam ilmu untuk menjadi seorang ibu profesional dengan mengikuti program matrikulasi. Program matrikulasi Ibu Profesional batch #1 ini masih khusus diperuntukkan bagi para koordinator, fasilitator dan pengurus rumah belajar yang tersebar di setiap wilayah. Jika batch #1 selesai dijalankan, akan diadakan batch-batch selanjutnya untuk para member Institut Ibu Profesional. Tujuan diadakan program matrikulasi Ibu Profesional adalah agar setiap member memiliki kompetensi ilmu-ilmu dasar menjadi seorang "Ibu Profesional" yang menjadi kebanggan keluarga dan komunitas.  Program matrikulasi ini mulai berlangsung tadi malam, 9 Mei 2016 pukul 20.00-21.00 via WhatsApp dengan materi pembuka [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Sebelum materi disampaikan, bu Septi...