Skip to main content

Posts

Kumpul Sahabat SMA : Ibu Temu Kangen, Ayah Momong, Anak Kenalan

Saat yang ditunggu saat mudik ke Jombang,selain bersilaturrahim dengan keluarga adalah reuni kecil-kecilan dengan teman SMA. Maklum, saya dan suami berasal dari SMA yang sama, satu angkatan pula. Jadilah bisa dibilang, teman SMA saya – teman SMA suami – teman SMA kami. Diawali dengan kami menanyakan jadwal praktek bidan di grup WhatsApp Alumni SMA, berlanjut mengabarkan kalau kami sedang berada di Jombang, dan berujung mengajak meet up temana-teman yang sedang ada di Jombang juga. Alhamdulillah disambut positif, insyaAllah bisa bertemu kembali dengan 2 teman, yang sedang pulang juga ke Jombang. Bikin Mainan, Yuk! Dua teman kami ini sama-sama memiliki bayi, yang usianya pun hampir seumuran, 4 bulan dan 5 bulan. Karena akan kedatangan dua bayi yang sedang belajar tengkurap, kami iseng-iseng berinisiatif membuat mainan DIY ( Do It Yourself ), tadinya yang terpikir adalah membuat sensory box , tapi karena kami juga baru sampai di rumah orangtua beberapa jam sebelum meet up , ak...

Materi 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Tahapan Belajar di Institut Ibu Profesional Setelah hampir tiga tahun belajar di Institut Ibu Profesional dan belum saja lulus. alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk semakin memperdalam ilmu untuk menjadi seorang ibu profesional dengan mengikuti program matrikulasi. Program matrikulasi Ibu Profesional batch #1 ini masih khusus diperuntukkan bagi para koordinator, fasilitator dan pengurus rumah belajar yang tersebar di setiap wilayah. Jika batch #1 selesai dijalankan, akan diadakan batch-batch selanjutnya untuk para member Institut Ibu Profesional. Tujuan diadakan program matrikulasi Ibu Profesional adalah agar setiap member memiliki kompetensi ilmu-ilmu dasar menjadi seorang "Ibu Profesional" yang menjadi kebanggan keluarga dan komunitas.  Program matrikulasi ini mulai berlangsung tadi malam, 9 Mei 2016 pukul 20.00-21.00 via WhatsApp dengan materi pembuka [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Sebelum materi disampaikan, bu Septi...

My Family, My Home Team

Menjadikan keluarga sebagai sebuah tim tangguh, adalah salah satu bukti keseriusan dalam menjalankan peran dalam berumah tangga. Sehingga rasanya tak berlebihan jika menyebut my family, my home team. Sebelum berkarya, sebuah home team akan duduk bersama, mengemukakan impian masing-masing dan menuangkannya menjadi tujuan bersama. Kemudian mereka berbagi peran layaknya kepingan-kepingan puzzle yang akan membentuk sebuah gambar cantik. Menjalankan peran masing-masing, untuk menggapai satu tujuan, menjadi keluarga yang bertaqwa, meraih ridho Allah sehingga dapat berkumpul bersama dalam surgaNya kelak. Aamiin… At Tahriim (66) ayat 6 Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkanNya Perlu langkah konkrit untuk mewujudkan sebuah hom...

Main Lempar Gelang Warna, Yuk!

Main apa ya hari ini? Pagi tadi Megi penasaran dengan gerak-gerik Umminya yang menjinjit-jinjitkan kaki berusaha mengambil sebuah wadah yang terletak di rak atas dapur. “Ummi ambil apa? Megi mauuu…” Tanpa menunggu jawaban, dia segera mendekat dan mengekor langkah saya. Kami berdua duduk, dan saya berusaha membuka kaleng bergambar biskuit yang sudah beralih fungsi menjadi wadah penyimpanan perkakas dapur. Saya ingin mengambil stik eksrim dari dalamnya. Dia duduk manis mengamati perilaku saya. Sesaat kemudian, sembari mengambil setumpuk piring kertas dia berkata, “Mi, mau ini yaaaah…” Tak lupa dibubuhi senyum manis khas anak-anak yang inign permintaannya dikabulkan. Dari sini, terbersit ide. Kalau begitu, hari ini kita main dengan ini saja yuk! Kebetulan beberapa hari yang lalu Ummi membaca permainan lempar gelang. Karena bahannya simpel dan sudah ada di tangan, mari kita eksekusi. Bahan dan alat : Piring kertas Krayon Gunting Balok susun Cara Membua...

Praktikum Kulwap, Seru Belajar Matematika dengan Cerita

Kuliah lewat WhatsApp yang digagas Science Factory kali ini, sangat menyenangkan. Meski saya baru menyimak dengan cara susulan saat dini hari setelahnya, tapi setiap materi yang disampaikan berhasil saya simak dengan antusias. M-E-N-A-R-I-K! Mengapa saya katakan menarik? Ini jawaban subyektif dari pandangan saya ya, hehe. Mengangkat topik yang kekinian di kalangan orangtua dan guru. Ya, matematika seringkali menjadi momok bagi sebagian orangtua, bukan anak. Saat anak tidak memahami materi maupun mendapat nilai matematika yang jelek di sekolah, tentu orangtua menjadi kalang kabut. Si anak mungkin sedih, tapi sebentar saja. Bahkan, sepulang sekolah bisa saja dia langsung pamit bermain dengan teman-teman kompleks, tanpa terbebani sedikitpun. Masih ingatkah kita, 3 hal yang tidak akan ditolak oleh anak? Betuuuul! Bermain-cerita-hadiah. Maka, dalam kulwapp ini kita akan belajar bagaimana mengajarkan matematika melalui 3 kata kunci tersebut. Pemateri yang menyenangkan...

Brokoli dan Prasangka Hamba

Kali ini, saya akan berbagi cerita mengenai sebuah refleksi diri yang berawal dari keseharian, membeli brokoli. Jenis sayuran satu ini memang cukup sering hadir dalam menu harian kami. Selain karena merupakan salah satu sayuran favorit putri kami, teksturnya yang khas membuat saya dan suami juga menyukainya. Dalam keseharian, saya biasa membeli brokoli di warung dekat rumah, atau tukang sayur keliling yang lewat setiap pagi. Dulu, awalnya, saya membeli brokoli dari tempat manapun, baik dari tempat A, B maupun C. Terlebih jika membeli di tempat B atau C, mata saya berbinar-binar karena harga yang amat terjangkau, hampir setengah harga dari tempat A!. Tak mau kecewa, sebelum membeli saya sengaja ekstra dalam memilih, memastikan brokoli pilihan saya bermutu baik dengan harga ekonomis. Secara kasat mata, pilihan saya sudah cukup bagus. Sesampainya di rumah, saat brokoli saya bersihkan dan potong-potong, ternyata ada saja bagian yang harus dihilangkan dalam jumlah banyak, entah terny...

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : ...