Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Temukan Aneka Rupa Model Belajar dalam Homeschooling

Webinar Homeschooling sesi kedua yang diadakan Rumah Inspirasi ini membahas mengenai Model dan Legalitas Homeschooling . Model homeschooling merupakan hal yang cukup penting dipahami oleh pelaku maupun calon pelaku homeschooling, dengan tujuan untuk membuka cakrawala akan keberagaman model belajar. Terlebih di dalam dunia pendidikan, terdapat sudut pandang yang juga beragam. Baik sudut pandang terhadap anak, sudut pandang terhadap cara belajar yang tepat untuk anak, sudut pandang terhadap minat bakat anak, sudut pandang terhadap tujuan pendidikan dan lain sebagainya. Secara umum, model homeschooling terbagi menjadi dua jenis. Keduanya sangat berbeda, baik secara konsep maupun praktik.  Yang pertama,  SCHOOL AT HOME Model School at Home ini bisa diibaratkan seperti memindahkan sekolah ke rumah. Sekolah digunakannya sebagai model utama, sehingga modul yang digunakan juga berupa textbook atau buku pelajaran pada umumnya, dilakukan secara berjenjang dari K-1 hingg

Homeschooling, Sebuah Cara Alternatif Orangtua Menjawab Tantangan Dunia

Alhamdulillah, selesai juga saya mendengarkan rekaman webinar #1 Rumah Inspirasi. Di sesi 1 kemarin, saya tidak bisa mengikuti kelas  online  sesuai jadwal karena menghadiri acara di rumah tetangga. Namun, siangnya saya sudah melahap materi berupa  podcast  maupun  ebook  serta mengajukan pertanyaan via email. Supaya ga rugi-rugi amat. hehe... Apa yang dipelajari di dalam webinar #1 ini? Karena model pendidikan adalah sebuah pilihan, maka saat Raysa (17 bulan) nanti sudah berada di usia sekolah, kami akan menawarkan padanya untuk sekolah di lembaga sekolah atau di rumah. Dan jika kelak dia memilih untuk sekolah di rumah, sanggupkah kami memfasilitasinya? Kami tidak dapat menjawabnya sekarang, tapi saat ini kami berupaya mempersiapkan perbekalan untuk dapat menjawab tantangan itu kelak.  “Setiap tempat adalah perguruan dan setiap orang adalah guru.” Ki Hajar Dewantara Setelah mengikuti webinar  Basic Homeschooling  minggu lalu, kami mencoba merefleksikannya

Materi Belajar : Apa dan Bagaimana Home Education

Sesi Kegiatan: Berbagi refleksi masing-masing keluarga terhadap materi yang akan kami posting setelah ini.🏡 "Apa dan Bagaimana Home Education"                                                                                     Narasumber : Ust.Harry Santosa dan Ibu Septi Peni Wulandani ---------------------------- Bagian 1 💖 Home Education (Pendidikan berbasis Rumah) Peradaban sesungguhnya berawal dari sebuah rumah, dari sebuah keluarga. Home Education itu sifat wajib bagi kita yang berperan sebagai penjaga amanah. Karena sesungguhnya HE itu adalah kemampuan alami dan kewajiban syar’i yang harus dimiliki oleh setiap orang tua yang dipercaya menjaga amanahNya. Jadi tidak ada yang “LUAR BIASA” yang akan kita kerjakan di HE. Kita hanya akan melakukan yang “SEMESTINYA” orangtua lakukan. Maka syarat pertama “dilarang minder” ketika pilihan anda berbeda dengan yang lain. Karena kita sedang menjalankan “misi hidup” dari sang Maha Guru. Home Education dimulai dari pros

Melatih Kemandirian Anak, Perjalanan Panjang Menjadi Orangtua Mandiri

Kemandirian adalah kunci utama menumbuhkan rasa percaya diri anak. Yang perlu dibantu secara keseluruhan adalah bayi usia 0-12 bulan. Selanjutnya, perlu dilatihkan kemandirian secara bertahap sesuai tingkatan usia. Apa yang menjadi KENDALA? Kondisi yang dialami anak saat ini, terutama yang sekolah formal, adalah terbebani dengan banyak PR. Anak overload dan stres sehingga terjadi perubahan mental seperti takut bertemu banyak orang, mencari pelarian ke game. Contoh kasus : Ketika melihat anak banyak PR, orangtua kasihan dan memberikan keleluasaan pada anak-anak, membebaskannya dari tugas rumahan. Sehingga tugas hidup anak-anak yang idealnya dilatihkan dengan bertahap sepenuhnya dikerjakan oleh orang tua. Bagaimana INDIKASInya? Ada rasa takut ketika lepas dari orangtua. Kemandirian berkorelasi dengan kepercayaan diri. Apakah kita adalah orangtua yang tidak sabar saat melihat anak tidak rapi dalam melakukan pekerjaannya? Jika ya, maka kita telah menghilangkan kesempatan lat