Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2018

Jurnal Fasilitator Level 11

Pembelajaran di level 11 ini cukup menantang baik dari segi materi maupun cara penyampaian.  Jika di materi sebelumnya materi disajikan oleh tim fasilitator nasional, di materi kali ini hal tersebut tidak berlaku. Yang diberikan hanya berupa outline  yang harus dikerjakan peserta secara berkelompok.  Sebagai fasilitator, hal ini sungguh menantang. Karena kami harus mengerjakan presentasi di grup fasilitator juga memfasilitasi kelas untuk menjalankan metode belajar yang baru ini. Tantangan yang paling dirasa adalah terkait manajemen waktu. Perlu strategi jitu supaya dapat mengerjakan tugas kelompok, mendampingi kelas juga mengerjakan administrasi kelas secara bersamaan pada jam online yang terbatas.  Prioritas utama saya tetaplah anak-anak. Anak-anak yang masih berusia bayi dan balita masih membutuhkan keberadaan saya dalam porsi waktu yang cukup besar. Terlebih domisili kami sedang berjauhan dengan bapak kepala keluarga. Maka, tantangan di level ini juga memaksa saya untuk leb

Aliran Rasa Materi Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah materi level 11 ini berjalan dengan baik. Dengan menggunakan metode belajar yang baru ini, beberapa poin pembelajaran dapat saya petik, diantaranya adalah : Sebuah hal yang terlihat sulit secara konsep, terasa lebih mudah jika dijalankan. Fitrah belajar akan tumbuh subur pada kondisi pembelajaran yang memfasilitasi, tidak menggegas Penting untuk membuat sebuah kerangka konsep dalam mempelajari sesuatu. Jika tidak, kita akan kehilangan fokus dan mudah terdistraksi hal lain.

Mengasah Kecerdasan Diri melalui Proyek Keluarga

Manusia adalah mahkluk yang diciptakan unik, tidak ada manusia di dunia yang sama persis dalam hal apapun, selalu ada perbedaan dalam diri manusia yang membuatnya unik dan berbeda dari orang lain. Namun hanya sedikit orang yang mengetahui keunikan dari dirinya karena kemampuan untuk memahami diri yang kurang, sehingga kadang keunikan atau potensi dari dirinya yang bisa membuatnya berhasil dalam kehidupan tidak bisa tergali secara baik. Untuk mengetahui potensi apa yang ada pada diri memang bukan suatu perkara yang gampang. Tapi merupakan suatu hal yang harus di gali sendiri oleh individu secara terus-menerus dan coba di pahami apakah memang benar itu benar-benar potensi yang dimiliki. Dengan mengetahui potensi diri apa yang di miliki, individu menjadi mengerti apa yang harus di lakukan di masa depan untuk mewujudkan cita-cita sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Individu tersebut juga menjadi lebih percaya diri dalam melakukan segala hal apabila mengetahui potensi dari dirinya. Utam

Menggali dan Memetakan Kekuatan, Menemukan Bintang Diri

Masih banyak orang yang bingung akan jati diri atau kepribadiannya. Selain mereka bingung akan jati diri maka manusia harus dihadapi yaitu minat dan juga bakat yang kita miliki. Pasalnya, bakat bisa mendukung segala hal yang bisa anda lakukan ataupun anda kerjakan. Bakat adalah keahlian atau kelebihan yang dimiliki oleh seseorang yang berasal dari keturunan ataupun berasal dari lahir. Bakat sendiri dipercaya sebagai hal yang paling disenangi oleh manusia karena bisa membantu manusia. Meskipun, jika tidak di asah atau dipergunakan dengan baik maka akan kesulitan untuk memanfaatkannya. Berikut ini cara mengetahui bakat diri sendiri : 1). Temukan Hal yang Disuka Menemukan hal yang disukai saja cukup sulit. Seringkali kita menyukai beberapa hal secara sekaligus dan juga dilakukan dalam waktu bersamaan. Sulit mengetahui apa yang disukai dan juga yang diprioritaskan untuk kita. Sehingga coba temukan hal yang paling anda sukai dan ingin anda lakukan setiap saat. Dengan begitu anda mungk

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Paparan Pornografi pada Anak

[13/01 14:35] Chika Dzikra: 🙋🏻 Jika anak sudah terpapar konten pornografi, katanya otak bagian frontal cortex akan rusak. Sehingga di usia dewasanya ia tdk bisa mengendalikan diri, mengenal baik jelek-benar salah. Apakah teman2 tahu cara penanggulangan awalnya, selain terapi ke psikolog? [13/01 14:52] Henifa Andriana - IIP: Setau saya, bagian otak yang bisa menimbang baik dan buruk pada anak memang belum berkembang dengan optimal. Anak secara fitrah memiliki naluri mencintai. Sifat dasar dari naluri tersebut adalah ada saat ada rangsangan. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menjauhkan dari segala hal yang merangsang timbulnya hasrat naluri tersebut dan mengalihkan pada kegiatan dan lingkungan yang positif. [13/01 14:54] Fathiyah - IIP Jepara: Menambahi... Dianalisa dulu mengapa bisa demikian sebelum melakukan terapi. Bisa jadi ada yang kurang tepat pada pola asuh. Perlu _heart to heart session_antara orang tua dan anak untuk memutuskan langkah berikutnya yang akan diambil.

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Urgensi Membangkitkan Fitrah Seksualitas

[12/01 15:00] Siti Mashunah: 💝Definisi Fitrah Seksualitas adalah tentang bagaimana seorang berpikir, merasa dan bersikap  sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau perempuan sejati. Dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan (Ali Imran [3]:36) 💝Urgensi Membangkitkan Fitrah Seksualitas - Anak memahami identitas seksualitasnya. - Anak memahami peran seksualitas dirinya sehingga bisa menempatkan diri sesuai peran seksualitasnya. -terhindar dari penyimpangan dan kejahatan seksual. [12/01 15:01] Siti Mashunah: 💝 Tantangan yang kita hadapi saat ini tentang gender 1⃣LGBT, free sex dan penyimpangan seksual lainnya. 2⃣Lemahnya peran keayahbundaan dalam keluarga [12/01 15:01] Siti Mashunah: 💝Bagaimana cara merawat fitrah seksualitas? - Fitrah Seksualitas dirawat dengan kehadiran, kedekatan dan kelekatan ayah dan ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai akil baligh. - Fitrah Seksualitas tidak tumbuh berdiri sendiri harus diiringi fitrah keimanan, fitrah in

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Aku dan Diriku Berharga

Review Materi "Aku dan Tubuhku Berharga"  Tahun 2017 KPAI mencatat setidaknya ada 116 kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak mengapa hal ini terus terjadi? -Anak tidak memiliki memampuan membela diri atas kejahatan seksual yang dilancarkan atas dirinya -Terbatasnya pengetahuan seksualitas anak -Orangtua yang belum faham pentingnya pendidikan seks sejak usia dini  Bahaya di sekeliling anak-anak kita -Pedofilia Pedofilia merupakan kelainan psikoseksual, di mana orang-orang dewasa atau remaja memiliki preferensi seksual terhadap anak-anak pra remaja. Pedofilia ini digolongkan dalam parafilia yaitu sekelompok aktifitas seksual yang abnormal. Para Psikolog/psikiater memasukkan pedofilia ini dalam katagori gangguan mental.  -Kesamaan karakter para pedofil Meskipun tidak ada stereotip pedofil yang khas, para pedofil memiliki beberapa karakteristik umum, yang meliputi: 1. Memiliki fantasi keinginan atau perilaku seksual terhadap anak-anak.  2. Lebih

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Aurat, Adab dan Kebersihan Organ Reproduksi

Menumbuhkan Fitrah Seksualitas pada Anak Salam, kami dari kelompok 7 akan memfokuskan materi pada adab, aurat dan kebersihan organ intim. Pendidikan fitrah seksualitas dalam Islam berikut pokok-pokok pendidikan seks (sex education) secara praktis yang bisa diterapkan pada anak sejak dini yang saya kutip dari tulisan Zulia Ilmawati, Psikolog Pemerhati Masalah Anak dan Remaja dalam tulisannya Pendidikan Seks Untuk Anak-anak, ada sedikit tambahan dari saya: 1. Mengajarkan toilet training kepada anak adalah awal pengenalan sex…sambil dicebokin, anak dikenalkan dengan organ paling berharga yg tdk boleh disentuh orang lain kecuali ayah bunda atau org yg biasa memandikan atau menceboki…dan disentuh ini krn darurat…ade blm bisa membersihkan sendiri. 2. Menanamkan rasa malu pada anak Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Dan me

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Pengaruh Pola Asuh pada Fitrah Seksualitas Anak

Materi yang diusung kelompok ini mengambil tema yang menarik. Kelompok yang beranggotakan Ai Santiani, Eva Novita, Maria Ulfah dan Novi Fitriani ini menyajikan materi dengan menyampaian beberapa studi kasus. Berikut paparannya :  Kasus Pola asuh 1: Rika adalah anak tunggal yang dibesarkan dalam keluarga yang sangat berkecukupan. Ayahnya direktur di perusahaan tekstile, sementara ibunya mengelola bisnis online dari rumahnya. Rika adalah anak yang sangat dinantikan kehadirannya oleh orang tuanya setelah bertahun tahun menikah. Saking bahagianya, Rika dibesarkan dalam kondisi segala kebutuhannya terpenuhi. Mainan yang bervariasi, makanan yang tak pernah kekurangan serta kasih sayang yang berlebih dari kedua  orang tuanya. Rika tumbuh menjadi anak yang manja. Nyaris tidak ada peraturan di rumahnya. Menjelang remaja, Rika bergaul dengan siapapun yang dia mau, termasuk dengan lelaki yang disukainya. Menurut bunda bunda, bagaimana fitrah seksual Rika jika dikaitkan dengan pola asuh

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Dari Hadir Menjadi Mitra

Sebuah catatan di diskusi hari ini... Ini terasa banget mba... Saat saya benar - benar hadir sebagai istri & ibu, saya memperhatikan , saya mendengarkan dengan sepenuh hati , setulus jiwa semua kebutuhan suami & anak-anak, saya belajar untuk selalu meningkat , terus semangat untuk melakukan dengan bahagia ....saya akan paham betapa mulianya peran saya , sehingga saya bisa melaksanakan semua peran dengan penuh cinta sehingga akan menghasilkan banyak cinta dalam keluarga... Usia 0-7 tahun kami berusaha memenuhi jiwa anak-anak dengan Cinta, kehangatan dalam keluarga 7-14 Masa contoh , 7-10 mencontoh sesuai gender , 11-14 mencontoh lintas gender. Jika masa ini  kita bisa menjadi teladan/ contoh anak-anak maka kita akan menjadi idola mereka . >15 Masa Mitra, masa ini anak-anak sudah ingin punya eksistensi sendiri. Jika masa sebelumnya anak-anak mengidolakan kita tentu masa ini anak-anak tidak akan ragu menjadi mitra kita . Anak saya yg paling besar 13 th November kemar

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Bicara Seksualitas, Tabu atau Perlu

Fitrah seksualitas sesuai usia 💥 0-2 tahun ➡ Konsepsi fitrah keimanan dan seksualitas 0-2 tahun • punya rasa ingin tahun tentang tubuh • belum kenal rasa malu • dekat dengan ibu (menyusu) • anak aman dan nyaman dengan orang tua 💥 3-6 tahun ➡ Penguatan konsepsi gender 3-6 tahun • membentuk identitas gender • anak dekat dengan ayah ibu • mengenal perilaku santun, anatomi tubuh dan fungsinya • anak tahu dan bangga dengan identitas gendernya 💥 7-10 tahun ➡ Penyadaran potensi gender 7-10 tahun • bertindak sesuai gender • anak perempuan dekat dengan ibu • anak laki-laki dekat dengan ayah • memasuki fase sosiosentri, mulai punya tanggung jawab moral dan perintah sholat • anak laki-laki kagum dan ingin seperti ayah • anak perempuan kagum dan  ingin seperti ibu 💥 11-14 tahun ➡ Pengujian eksistensi • lebih banyak memperhatikan tubuhnya • mulai tertarik lawan jenis • mencari identitas diri • anak perempuan dekat dengan ayah • anak laki-laki dekat dengan ibu • p

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Fitrah Seksualitas dan Perkembangan Psikoseksual pada Anak

Hari ini, kelompok kedua mempresentasikan materi mengenai fitrah seksualitas dikaitkan dengan perkembangan psikoseksual. Ini bahasan yang menarik, karena di materi ini dipahamkan mengenai perkembangan psikologi anak yang dikaitkan dengan fitrah seksualitasnya. Seringkali saat orangtua memergoki anaknya melakukan hal yang aneh, orangtua langsung marah dan melarang keras. Alhasil, anak justru takut dan melakukannya kembali namun secara diam-diam, tanpa sepengetahuan orangtua. Terus berjalan dan menjadi kebiasaan sehingga lambat laun justru mengarah ke penyimpangan. Padahal jika saat awal diketahui, orangtua dapat merespon dengan positif, maka orangtua akan menjadi tempat cerita anak dan transfer pemahaman akan berjalan karena komunikasi yang baik. Anak terhindar dari penyimpangan. Maka, perkembangan psikoseksual ini penting untuk dipahami orangtua, sehingga dapat menyikapi perilaku anak dengan lebih bijak. Tahapan perkembangan psikoseksual merupakan salah satu pandangan dari tokoh yang

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Pentingnya Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Memasuki materi 11 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, kami belajar mengenai pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas anak. Materi ini kami sambut dengan cara belajar yang berbeda dari biasanya. Kali ini di kelas fasilitator, kami sebagai peserta diminta untuk learning by teaching dengan cara melakukan diskusi kelompok dan presentasi serta membuat media edukasi. Unik? Ya Susah? Ya Ribet? Ya Menyerah? Tidak Sejenak kita menilik ke belakang, saat masih muda, hahaha… Kalau kita ditanya, masa-masa apa yang paling mengesankan saat kuliah? Mayoritas jawabannya bisa jadi adalah saat begadang mengerjakan laporan praktikum, atau saat tidak sempat mandi karena menyelesaikan tugas yang belum juga selesai di detik-detik terakhir batas pengumpulan. Masa-masa yang pada masanya dirasa sulit, justru menjadi pengalaman berkesan saat berhasil terlewati. Ya, situasi genting seringkali membawa kita melampaui ambang batas kemampuan diri. Menegangkan, memicu adrenalin, tapi memunculk