Tuesday, 19 January 2021

Belajar Seputar Growth Mindset dengan Membuat Personal Growth untuk Diri dan Komunitas

Bismillahirrohmanirrohim…

Pekan ini kami memasuki zona G, yaitu zona Growth yang mengajak kami mengulik seputar Growth Mindset. Apakah yang dimaksud dengan Growth Mindset? Mindset sendiri adalah sebuah pola atau cara berpikir seseorang. Mindset sendiri seringkali terbagi menjadi dua, growth mindset dan fixed mindset. Bagaimana ciri-ciri keduanya? Dijabarkan dalam sebuah gambar di situs https://barrierefrei-im-kopf.de/mindset/ yang kurang lebih saya terjemahkan sebagai berikut :

Growth Mindset

Saya bisa belajar apapun yang saya mau

Suatu hal yang terlihat sulit, bisa jadi tidak benar-benar sulit. Hanya mungkin saja bidang tersebut tak menarik perhatian saya. Setiap proses belajar perlu dilandasi alasan kuat untuk menjalankannya. Adanya strong why akan membuat seseorang untuk bertahan untuk tekun mempelajari sebuah hal.

Jika saya frustasi, saya mengambil jeda

Frustasi adalah sebuah hal lumrah yang terjadi pada manusia, terutama jika sedang berada dalam tekanan atau buntu tak memiliki ide solusi untuk memecahkan sebuah masalah. Saat frustasi biasanya pikiran dan badan kita berada dalam kondisi tegang. Maka penting untuk mengambil jeda sejenak, melakukan relaksasi, menepi dari hiruk pikuk kesibukan. Jika kondisi frustasi dipaksakan, maka manusia bisa jadi justru menyerah alih-alih terus melaju.

Saya ingin menantang diri saya sendiri

Tantangan seringkali mengajak diri untuk keluar dari zona nyaman. Orang yang memiliki Growth Mindset kerap mencari tantangan untuk ditaklukkan hingga mencapai zona nyaman yang baru, demikian seterusnya. Sehingga ia tak mudah berpuas diri dan memiliki mental Climber.

Jika saya gagal saya belajar

Seorang dengan Growth Mindset adalah ia yang tak pernah takut gagal karena baginya kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Selalu ada pembelajaran yang dipetik dari kegagalan yang dialami yang kemudian menjadi bekal untuk proses berikutnya, minimal untuk tidak mengulangi kesalahan yang serupa.

Saya suka berjuang untuk sukses

Ia percaya kesuksesan adalah milik semua orang yang mau berusaha. Karenanya ia terus berjuang dengan bahagia. Ia menikmati setiap tahap perjalanan yang dilalui menuju kesuksesan yang menjadi tujuannya.

Jika Anda berhasil, saya terinspirasi

Orang dengan Growth Mindset tidak silau dengan kesuksesan orang lain. Ini mental yang perlu dilatih. Karena lazimnya manusia mudah terinspirasi kemudian terintimidasi. Setiap melihat kesuksesan orang lain, seorang dengan Growth Mindset akan mengambil inspirasi kemudian menjadikannya sebagai energi tambahan untuk melaju di lintasan miliknya sendiri.  

Komitmen dan sikap saya menentukan segalanya

Pembelajaran di Ibu Profesional senantiasa mengajarkan bahwasanya komitmen dan konsisten merupakan kunci. Begitu pun pemikiran yang dimiliki seorang dengan Growth Mindset. Bagaimana memegang teguh sebuah komitmen dan konsisten menjalankannya, juga sikap atau respon kita dalam menyikapi sesuatu, menentukan kesuksesan langkah ke depan.

Kurang lebih demikian insight yang saya petik terkait pola pikir Growth Mindset. Sedangkan untuk orang dengan Fixed Mindset berkebalikan dengan sifat diatas yang dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

 Fixed Mindset 

  • Saya hanya bisa melakukan hal tertentu saja, yang memang sudah saya kuasai.
  • Saat frustasi, saya menyerah
  • Saya tidak menyukai tantangan
  • Jika saya gagal, berarti saya tidak baik
  • Sesuatu yang perlu effort menandakan saya tidak berbakal mengerjakannya
  • Jika Anda berhasil, saya merasa tersaingi
  • Bakat menentukan segalanya

Dan, kali ini saya mencoba praktik growth mindset dengan mengulik seputar Growth Mindset dari aneka referensi berbahasa Jerman. Meskipun membutuhkan effort dan alokasi waktu yang lebih banyak, saya bahagia menjalankannya.

Pemaparan materi dari bu Septi dan pengayaan di sesi Walikota Menyapa sebenarnya banyak membuat saya merenung. Saya berusaha menyelaraskan antara growth mindset dengan mengukur kapasitas diri saat ini. Saya ingin bertumbuh dengan kecepatan yang saya sanggupi saat ini. Mensyukuri setiap karunia yang Allah berikan. Menjalankan aktivitas dengan mindful yang membuat saya merasa perlu melambatkan gerak diri. Terlebih kondisi lockdown merupakan kesempatan saya untuk meningkatkan kelekatan dengan anak-anak yang sedang menjalankan distance learning. Ya, growth mindset di setiap lini peran, tidak hanya dalam kelas Bunda Produktif.

Dua pekan lalu, saya memetakan kembali waktu yang saya miliki dengan beberapa peran yang melekat pada diri dan amanah yang sedang diemban. Ada satu amanah peran offline yang sempat saya pilih untuk tidak terpegang karena keterbatasan diri selama beberapa bulan lalu dan pekan lalu saya reaktivasi kegiatan di amanah tersebut. Memang perlu fokus lebih dalam menjalankannya, terutama jika dalam sebuah tim SDMnya memang masih terbatas. Sembari itu, amanah seputar Project Passion tentu tetap dijalankan sesuai pembagian tugas dan dikumpulkan sesuai batas waktu. Saya mengingatkan diri sendiri, agar tidak terburu dan terlalu memaksakan diri karena saya tidak sedang berlomba dengan orang lain.

Saya juga berdiskusi dengan suami seputar sebuah dedikasi. Bahwasanya seseorang yang berkembang optimal di sebuah wadah, memang memiliki atensi besar dan menjadikan hal tersebut menjadi sebuah prioritas dalam dirinya. Kita bebas merdeka menentukan porsi aksi kita dan bertanggungjawab atas peran yang diemban. Di titik ini, saya masih belajar untuk menjaga keseimbangan dalam menjalankan setiap peran. Laa hawla walaa quwwata illa billah...

Dalam jurnal kali ini kami diminta untuk membuat Personal Growth.



Berikut penjabarannya :

My Growth

Growth Mindset  yang akan saya lakukan untuk diri saya

Disiplin dengan jadwal kerja yang sudah ditetapkan di buku agenda

Saya ingin mendorong diri saya dengan cara

Melakukan tindakan korektif jika ada kritik dari keluarga

Mengurangi jam daring harian

Saya akan melakukan selebrasi untuk diri saya, jika

Berhasil konsisten online hanya 4 jam per hari (untuk belajar, koordinasi dan menulis)

Pekan lalu saya agak sedih, karena qodarullah saya belum lulus ujian tulis OeSD B2. Baru lulus di bagian lisan saja. Ahamdulillah ‘ala kulli haal. Lulus ujian level B2 adalah salah satu target pribadi yang ingin saya capai selama mengikuti kelas Bunda Produktif. Tentunya saya canangkan jauh sebelum mendapatkan banyak kejutan skema belajar di dalamnya, hehe. Setelah mengevaluasi diri, salah satu hal yang harus saya perbaiki adalah mengurangi durasi jam daring dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam berkoordinasi.  Alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk mendapatkan kelas belajar B2 lagi di lembaga lain secara gratis dan Februari besok insyaAllah kelasnya dimulai. Semoga bisa memanfaatkan kesempatan dengan lebih optimal.

My Co-Housing

Growth Mindset  yang akan saya lakukan untuk Co-Housing

Disiplin mengerjakan amanah dan peran yang sudah diambil. Saya yakin semangat dan energi itu menular, terlebih pada orang yang memiliki visi serupa. Saya mungkin tidak bisa membantu orang lain dalam mengerjakan tugas secara teknis, namun seringkali semangat dan energi positif yang kita keluarkan, tersampaikan dan menular pada orang lain.

Saya ingin mendorong Co-Housing saya dengan cara

Tepat waktu dan optimal dalam bekerja juga mendukung teman-teman untuk menuntaskan tugasnya. Bekerja secara teamwork mengajarkan bahwasanya karakter kerja setiap anggota amat mempengaruhi kualitas hasil akhir. Kami sedang berada di milestone 3, dimana saya mengambil peran sebagai tim editor dan membuat video Read Aloud. Pembuatan video Read Aloud hampir tak terkejar karena tantangan teknis. Waktu untuk mengulik pun terbatas karena sedang ada amanah lain yang harus dikerjakan. Namun kemudian alhamdulillah ada tambahan waktu sehingga saya masih bisa menyetorkan di waktu tambahan. Sebagai tim editor, saya bergerak dengan mengedit dua naskah artikel dan dua naskah review buku. Proses pembuatan video membuat saya mengulik aplikasi baru yaitu Screen Recorder, anak-anak pun menyambut dengan suka cita saat saya membacakan nyaring banyak buku sembari memilih buku yang tepat terkait dengan tema emosi di situs Lets‘ Read. Menjalankan proses editing pun ranah yang saya bisa dan suka sehingga saya lakukan dengan berbinar. Mengambil insight dari setiap tulisan sembari memperbaiki agar maksud tulisan semakin sampai di hati pembaca.

Saya akan melakukan selebrasi untuk Co-Housing, jika

Kami sukses menuntaskan project passion Literaksi Tematik

My Cluster

Growth Mindset  yang akan saya lakukan untuk Cluster

Mengambil inspirasi dari kesuksesan CH lain dalam Cluster dan apresiatif

Saya ingin mendorong Cluster saya dengan cara

Berkontribusi aksi di satu project passion CH lain dalam satu Cluster  

Saya akan melakukan selebrasi untuk Cluster, jika

Dua kriteria kesuksesan Cluster berhasil tercapai

Jika di ranah kehidupan nyata, saat saya bergerak di ranah produktif, Cluster ibarat komunitas ibu produktif yang saya ikuti, dimana di dalamnya terdapat kesempatan untuk berkolaborasi dan saling mendukung satu sama lain.

My Hexagon City

Growth Mindset  yang akan saya lakukan untuk Hexagon City

Mengulik setiap umpan materi dan adaptif pada setiap kejutan yang hadir.

Saya ingin mendorong Hexagon City dengan cara

Mengikuti satu pelatihan yang sesuai kebutuhan diri

Saya akan melakukan selebrasi untuk Hexagon City, jika

Saya berhasil mengejawantahkan pembelajaran di Hexagon City dalam praktik keseharian diri

Sedangkan Hexagon City ibarat kehidupan masyarakat jika dalam dunia nyata. Banyak hiruk pikuk dan kebisingan, juga kesempatan dan peluang belajar. Sangat realistis!

My Ibu Profesional

Growth Mindset  yang akan saya lakukan untuk Ibu Profesional

Bergerak dan menggerakkan

Saya ingin mendorong Ibu Profesional dengan cara

Menjalankan peran sebagai KaHIMA IIP Efrimenia dengan penuh kesungguhan

Saya akan melakukan selebrasi untuk Ibu Profesional, jika

Saya semakin bertumbuh dalam menjalankan peran sebagai hamba Allah, perempuan, istri, ibu dan agen perubahan dari waktu ke waktu bersama Ibu Profesional

Senin, 18 Januari 2021 alhamdulillah ada sesi Bincang Santai Penghuni Efrimenia (BAKPIA) bersama bu Septi. Ada banyak insight yang saya dapatkan terkait langkah bertumbuh sebagai ibu profesional di rantau. Karenanya, saya ingin terus bertumbuh dengan setiap kondisi unik yang menyertai. Terus mencari benang merah antara kebutuhan belajar diri dan playground di Ibu Profesional.

Fixed Mindset menuju Growth Mindset adalah sebuah proses belajar yang panjang. Bukan hal saklek yang berujung penggolongan si A memiliki Fixed Mindset sedangkan si B memiliki Growth Mindset. Setiap dari kita memiliki hak dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri dan memiliki Growth Mindset. Wallahu a’lam. Semoga Allah tuntun senantiasa.

Dan berikut screenshoot katalog project passion Literaksi Tematik yang dibuat oleh leader CH kami :




Sumber referensi belajar :

Anonymous. Der Ansatz des Fixed und Growth Mindset nach Carol Dweck. https://barrierefrei-im-kopf.de/mindset/. Diakses tanggal 19 Januari 2021

Anonymous. Growth Mindset vs. Fixed Mindset - Zwei Unterschiedliche Denkweisen. https://www.youtube.com/watch?v=I79fZFvz9JA dari channel Sprouts Schulen. Diakses tanggal 19 Januari 2021

Anonymous. Developing A Growth Mindset. https://www.youtube.com/watch?v=rUJkbWNnNy4 dari channel ClickView. Diakses tanggal 19 Januari 2021

 


Saturday, 9 January 2021

Berlatih untuk Bergerak dengan Penuh Ketangkasan



Alhamdulillah, kembali menjalani hari-hari produktif sebagai Hexagonia setelah menjalankan liburan selama sembilan hari sejak 24 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021. Di materi live tanggal 23 Desember lalu, ibu Septi selaku founding mother memberikan pemaparan materi mengenai zona Agility yang sekaligus menjadi perbekalan bagi Hexagonia dalam menjalani liburan.

Agility adalah kemampuan atau kapabilitas dalam mengambil keputusan bergerak dan mengeksekusi tindakan dengan cepat. Disini akan dilihat seberapa tangkas Anda merespon sebuah perubahan.

Pola pikir agile adalah hormat kepada semua orang tanpa membedakannya, dapat memberikan penilaian tinggi kepada customer, melakukan kolaborasi dengan yang lain, dan menjadikan setiap momen adalah tempat untuk belajar.

Wah, seru sekali zona kali ini, belajar bagaimana untuk bergerak lincah terhadap sebuah perubahan. Baik itu dalam mengambil keputusan maupun melakukan sebuah tindakan. Tentunya dengan sebuah pertimbangan yang matang dan tidak gegabah atau tanpa pikir panjang ya. Bagaimana melatih diri untuk bertindak responsif, bukan hanya reaktif.

Agility adalah sebuah wawasan baru bagi diri saya pribadi. Setelah mendapatkan materi dari kelas, saya mencoba mencari tahu mengenai Agility. Salah satunya dari situs Leadershipall yang menyampaikan bahwa Agility memiliki lima bagian yaitu mental agility, people agility, change agility, results agility dan self awareness.

Mental Agility cenderung gesit dalam mempelajari aneka hal baru dari berbagi sumber. Sedangkan people agility adalah mereka menghargai keragaman pemikiran dan terbuka terhadap beragam perspektif. Change agility adalah mereka yang seringkali mencari situasi baru dan menjadi yang pertama kali melakukan sesuatu. Sedangkan results agility adalah  mereka yang konsisten memberikan hasil terbaik meski di situasi baru dan menantang. Self Awareness adalah faktor terakhir yang menjadi kunci utama, penting untuk memahami kekuatan dan keterbatasan diri sehingga bisa semakin baik dari waktu ke waktu. 

Nah, setelah pemaparan materi Agility di tanggal 23 Desember 2020 lalu, ibu Co-House leader mengambil langkah cepat untuk memberikan formulir yang perlu diisi oleh para para anggota, seputar mastermind pribadi. Saya sangat mengapresiasi langkah Agile beliau sehingga kita bisa libur dengan High Energy Ending dan fokus di kegiatan masing-masing selama liburan.

Apa yang saya lakukan selama liburan?

Saya memilih untuk berlibur dari kota, sesuai dengan kesepakatan Co-House. Tentu kelas Bunda Produktif dan Hexagon City adalah hal yang penting bagi saya, namun kami bersepakat untuk tidak mengerjakan project passion selama liburan. Dalam Co-House pun kami sudah menyepakati untuk menggeser timeline dan mempercepat pengerjaan milestone sehingga bisa libur dengan optimal di tanggal libur. Di masa libur ini masing-masing dari kami menjalankan proyek pribadi masing-masing. Mengerjakan amanah di luar Hexagon City.

Untuk saya secara pribadi, masa libur ini bersamaan dengan momen libur pergantian tahun di kota Wina, sehingga kondisinya, saya libur kursus, anak-anak libur sekolah, ditambah musim dingin juga sedang lockdown ketiga. Maka saya pribadi menggunakan masa libur untuk menguatkan bonding dengan anak-anak, membersihkan dan membereskan rumah bersama-sama, mengerjakan amanah dan proyek lain yang sempat tertunda dan menjalankan Family Strategic Planning sekeluarga. Bismillah...

Gambar 1. Mastermind individu

Pertama-tama kami mengerjakan jurnal pribadi. Diingatkan kembali karakter yang ingin saya latihkan pada diri selama kelas Bunda Produktif, yaitu disiplin. Disiplin dalam mengerjakan tugas sebagai Hexagonia, dalam mengikuti kegiatan yang diagendakan di Co-House maupun Cluster, juga disiplin untuk tetap menjalankan project pribadi yang terkait bidang yang dipilih di kelas Bunda Produktif ini. Perbaikan yang perlu saya lakukan ke depannya adalah sejalan dengan zona agility, dimana begitu saya menyimak WAG atau FBG, saya perlu segera memberi tanggapan dan kontribusi, tidak terjebak dalam scrolling tanpa aksi.

Apa yang dirasakan sampai di zona ini?

Bersyukur, bisa melangkah hingga di titik ini. Bukan seorang diri, namun juga bersama-sama satu ­Co-House dan sekarang juga memulai perjalanan bersama satu Cluster.

Usai mengerjakan mastermind pribadi, kami pun beranjak berkumpul dan melakukan mastermind di Co-House dan menghasilkan catatan sebagai berikut :

Gambar 2. Mastermind bersama tetangga Co-House

Mastermind ini kami jalankan bersamaan dengan dimulainya aktivitas milestone 3 sehingga beriringan dengan dijalankannya pelatihan praktik Read Aloud dan pembuatan video. Alhamdulillah dengan inisiasi dari leader, proses Mastermind pun berjalan lancar. 

Apa aktivitas produktif setiap pekan selama di Hexagon City?

Yang amat terasa, saya menjadi banyak mengenal dan mendalami seputar Read Aloud. Aktivitas produktif setiap pekan selama di Hexagon City antara lain :

  • Memulai perjalanan terkait project passion dengan mencari buku anak berbahasa Jerman terkait emosi
  • Membacakan satu persatu ke anak
  • Menuliskan insight yang saya dapatkan saat mengikuti sesi Geschichtenzeit  di perpustakaan kota
  • Menerjemahkan kata-kata terkait emosi ke bahasa Jerman, mengikuti Training of Trainers Read Aloud
  • Menyimak aneka video Read Aloud dalam bahasa Indonesia, Inggris maupun Jerman untuk mengetahui gaya pembawaan masing-masing
  • Membuat video Read Aloud dengan membacakan buku dari Let’s Read  

Apa hal baru yang kamu dapatkan hari ini?

Setiap hari selalu ada hal baru yang didapatkan. Karena hari ini masih pagi, maka saya menjawab dengan situasi hari kemarin ya. Hal baru yang saya dapatkan kemarin yang terkait dengan pengerjaan project passion  adalah cara membuat e-book dengan aplikasi Canva dari pelatihan yang disampaikan oleh mba Sari di  WAG Co-House.

Cluster leader pun bergerak cepat, mengundang para anggota di pertemuan perdana Cluster. Di hari Jum'at jam 07.15 CET saya mengikuti pertemuan tersebut. Dalam pertemuan Cluster ini leader memaparkan resume kondisi terkini dari setiap Co-House dan mengajak anggota merumuskan bersama kriteria sukses Cluster sehingga dihasilkanlah keputusan seperti di bawah ini :

Gambar 3. Hasil diskusi Cluster


Selain itu, dipaparkan juga kebutuhan tim sukses untuk kinerja bersama satu Cluster. Leader menjelaskan peran dari masing-masing tim dan mengajak anggota untuk turut berkontribusi sehingga kemudian terbentuknya tim sebagai berikut :

Gambar 4. Kontribusi anggota untuk Cluster


Hal baik apa yang kamu lakukan ke tetangga-tetanggamu di Cluster?

Dengan hadir tepat waktu di sesi ZOOM Cluster dan berpartisipasi dalam acara kolaborasi cluster dengan mencari buku anak seputar sikap optimis dan membacakan nyaring buku tersebut. Dan siap menjadi tim suporter kegiatan Cluster Meraki. 

Apa hal yang paling menantang selama mengerjakan project passion?

Ada tantangan di setiap milestone. Namun kerjasama yang baik dan kekompakan tim membuat tantangan Alhamdulillah bisa terlampaui dengan baik.

Apa favoritmu di Hexagon City?

Setiap inovasi yang hadir selalu membuat diri berdecak kagum dan berpikir, aksi produktif apa yang bisa saya hasilkan setelah mendapat inspirasi seperti ini?

What really matters? Apa sih yang penting buat Anda?

Proses pertumbuhan diri menuju seorang perempuan yang produktif dari dalam rumah.

Apakah Hexagon City penting buat Anda? Apakah project passion penting buat Anda? Apakah peran Anda penting buat Anda?

Ya.

What did I do last week?Apa yang sudah Anda kerjakan selama satu pekan ini? Satu bulan ini apa yang sudah Anda kerjakan?

Dalam satu pekan ini yang saya kerjakan adalah membuat tiga video Read Aloud. Dalam satu bulan ini yang saya kerjakan adalah menerjemahkan kosakata terkait emosi dalam bahasa Jerman, mendalami teknik Read Aloud dengan mengikuti ToT yang berjalan tiga pekan dan mengerjakan rangkaian tugasnya, juga mengisi pelatihan di Co-House seputar praktik Read Aloud.

What could I do this week?Apa yang akan Anda kerjakan?

Melakukan proses editing e-book project passion

Apa yang bisa kita kerjakan pekan ini?

Mendiskusikan isi jurnal zona Agility

What is important or urgent? Mana yang penting? Mana yang urgent?

Yang penting adalah menjalankan aktivitas yang sudah dipilih di setiap milestone pengerjaan project passion dan menuliskan setiap jurnal dengan penuh kesungguhan.

Yang mendesak adalah kejutan-kejutan yang hadir dan harus dikerjakan karena menyangkut kepentingan banyak orang. Seperti pembuatan video Read Aloud untuk Cluster. Dari sini saya belajar, bahwa kejutan senantiasa menghampiri setiap langkah kehidupan kita. Dan cara kita menentukan respon tersebut melatih ketangkasan atau agility diri kita.

Who can help? Siapa yang bisa membantu Anda?

Allah. Sebelum mengharapkan bantuan dari orang lain, saya harus yakin dengan kemampuan yang Allah berikan pada diri saya. Allah selalu bersama dan menuntun saya.

Jika kita sudah memetakan Hexagonia pada cluster, maka kita bisa melihat siapa yang bisa membantu ketika masing-masing punya tantangan.

What can I expect to get done? Apa yang bisa saya harapkan untuk bisa dikerjakan?

Project passion yang sudah disepakati sebagai karya bersama.

Who you are? Siapa Anda dan apa yang Anda kerjakan? 

Saya Mesa Dewi Puspita, yang saya kerjakan adalam beragam aktivitas yang sudah saya tuliskan diatas. 

Sungguh sebuah proses yang tak mudah untuk dilalui. Ada lika-liku tantangan yang terus menghampiri, ada keseimbangan diri yang perlu senantiasa dijaga. Semoga Allah mampukan, semoga Allah tuntun dan semoga Allah berikan keberkahan dalam setiap fasenya. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

Wina, 9 Januari 2021

Mesa Dewi Puspita


Sumber referensi belajar :

https://www.leadershipall.com/learning-agility-5-factors/