Monday, 26 February 2018

Strategi dalam Berbenah, Supaya Tak Menjadi Basa-Basi Tanpa Aksi



Setelah menerima materi pekan ketiga Shokyuu di kelas intensif KonMari, kami diberi tugas kedua berupa mendetilkan apa yang sudah kami tuliskan di tugas pertama. Poin pertama adalah mengenai upaya apa saja yang saya lakukan untuk konsisten dalam menjaga pola pikir. Hmm…saya tertunduk malu. Di hasil asesmen Talents Mapping saya, bakat consistency memiliki warna abu-abu. Namun ini tak bisa menjadi alasan bagi saya untuk tidak menjaga konsistensi. Yang harus saya lakukan adalah mengkolaborasikan bakat-bakat kuat saya supaya bisa konsisten menjaga pola pikir. 

Aha! Bakat discipline dan responsibility  saya tinggi, didukung dengan bakat focus dan futuristic yang cukup kuat. Kolaborasi keempat bakat ini bisa membantu saya dalam menjaga konsistensi, dengan penjabaran sebagai berikut :
  1. Saya perlu membuat perencanaan dengan detil, rapi dan terstruktur dengan bakat discipline  dan futuristic saya
  2. Saya perlu membuat tempelan-tempelan pengingat baik berupa tulisan maupun gambar di tempat yang sering saya lihat untuk mengingatkan dan menjaga focus saya terhadap target yang telah dicanangkan
  3. Target jangka panjang perlu saya bagi menjadi target jangka pendek, target-target besar perlu saya bagi menjadi target-target kecil dan mengapresiasi pencapaian setiap langkah dengan bakat responsibility saya

Visualisasi yang saya harapkan sudah saya jabarkan dengan cukup detil di tugas pertama. Tantangan dalam merealisasikannya adalah mengalokasikan waktu di sela-sela aktivitas yang ada. Di minggu pertama ini, saya belum berhasil membaca buku KonMari hingga tuntas karena ada jadwal training  Talents Mapping Dynamics selama 2 hari. Karena tempatnya di luar kota dan anak-anak tidak memungkinkan untuk dibawa, maka minggu lalu fokus saya adalah meminta restu dari suami, anak-anak dan orangtua untuk mengikuti training tersebut serta mempersiapkan support system sehingga tidak ada pihak yang kepentingannya dikorbankan karena kepentingan saya. 

Solusi yang harus saya lakukan adalah mengalokasikan waktu minimal 30 menit setiap harinya untuk berKonMari. Baik memahami konsepnya secara utuh dengan membaca buku maupun materi yang disampaikan di kelas Shokyuu, maupun berbenah secara KonMari. Ya, cukup 30 menit sehari asalkan istiqomah saya jalankan. Bismillah.

Gambar diambil dari sini

Terkait penyusunan timeline, saya baru menyusunnya saat mengerjakan tugas pertama. Saya rancang target setiap dua minggu sekali untuk mencegah saya meremehkan dan menundanya. Terkait Daily Task, yang sudah mulai saya lakukan adalah memberi tempat untuk setiap barang dan meletakkan barang sesuai tempatnya. Semoga Allah memudahkan langkah berikutnya hingga proses berbenah ini bisa saya lakukan hingga tuntas dan lulus kelas Shokyuu dengan optimal. 


#shokyuuclass
#task2
#konmariindonesia
#konmarimethod
#intensiveclass




Friday, 23 February 2018

Memahami Modalitas Belajar dan Cara Otak Mengolah Informasi

Memahami gaya belajar anak itu penting, agar bisa dapat memfasilitasi dan menstimulasi dengan tepat. Namun setelahnya, kita tidak perlu melabeli anak dengan sebuah gaya belajar. Karena gaya belajar seseorang juga relatif.

Apa maksudnya?

Ya, awalnya saya menganggap bahwa gaya belajar adalah sebuah karakter paten yang dimiliki seseorang dan tidak berubah-ubah. Namun ternyata, gaya belajar berkaitan erat dengan modalitas belajar seseorang. Modalitas belajar auditori mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita. Modalitas visual mengakses citra visual, warna, gambar, catatan, tabel diagram, grafik dan peta pikiran. Modalitas kinestetik mengakses segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi dan koordinasi.

Manusia dilengkapi indra yang berkaitan dengan ketiga modalitas diatas, artinya setiap manusia memiliki ketiga modalitas belajar dengan prosentase yang berbeda-beda. Modalitas belajar dengan prosentase terbesarlah yang paling mudah terlihat. Dengan mengetahui modalitas belajar dan gaya belajar anak-anak (learning styles), maka kita dapat menyesuaikan cara penyampaian kita dalam mendidik mereka sehingga proses belajar berlangsung secara efektif. Jika menyampaikan materi pada beberapa orang dengan gaya belajar yang berbeda-beda maka cara penyampaianpun harus mengena pada 3 modalitas belajar tersebut. Dominasi modalitas belajar bisa berubah seiring usia. Dibawah usia 7 tahun yang dominan bisa jadi kinestetik dan auditori, namun selanjutnya yang berkembang adalah visual. Untuk itu penting untuk selalu menyampaikan informasi secara seimbang dengan menggunakan visual (gambar atau tulisan), auditori (ceramah dan lisan) dan kinestetik (praktik, presentasi). Sehingga anak mendapatkan stimulasi bagi keseluruhan modalitas.

Setelah informasi terserap, bagaimana kita mengolahnya?

Untuk menentukan dominasi otak dan bagaimana informasi diolah, kita menggunakan model yang awalnya dikembangkan oleh Anthony Gregorc, profesor di bidang kurikulum dan pengajaran di Universitas Connecticur. Kajiannya menyimpulkan adanya dua kemungkinan dominasi otak :
 1. Persepsi konkret dan abstrak
2. Kemampuan pengaturan secara sekuensial (linear) dan acak (nonlinear)

Ini dapat dipadukan menjadi empat kombinasi kelompok perilaku yang kita sebut gaya berpikir manusia, yaitu :

Sekuensial Konkret: atur rencana kegiatan secara realistik, mengetahui semua detail yang diperlukan, pecah tugas menjadi beberapa tahap, atur lingkungan yang sesuai dan menghilangkan pengganggu konsentrasi.

Sekuensial Abstrak: berlatih mengubah masalah menjadi situasi teoritis, memperbanyak rujukan, mengupayakan keteraturan, menganalisis orang-orang yang berhubungan.

Acak Konkret: ciptakan ide-ide alternatif dengan memelihara sikap selalu bertanya, siapkan diri untuk memecahkan masalah, periksa waktu, terima kebutuhan untuk berubah, carilah dukungan dari orang lain.

Acak Abstrak: menggunakan kemampuan alamiah untuk bekerja dengan orang lain, emosi mempengaruhi konsentrasi, memanfaatkan asosiasi visual dan verbal, melihat gambaran besar, mencermati penggunaan waktu, menggunakan isyarat visual.

Sekuensial Konkret

Orang dengan tipe ini cenderung teratur dan rapi. Mereka selalu mengerjakan tugas tepat waktu, terencana, dan tidak suka hal-hal yang bersifat mendadak. Mereka tidak senang mengerjakan tugas yang bertumpuk-tumpuk. Biasanya agak perfeksionis sehingga ingin segala sesuatu dikerjakan dengan sempurna dan terencana.

Mereka akan bahagia jika memiliki cara yang mudah dalam mewujudkan ide-ide dan semua berjalan sesuai rencana. Karakter kuat mereka adalah bekerja secara sistematis, langkah demi langkah, suka pada detil, bekerja dengan jadwal, dan berpikir logis.

Yang menjadi tantangan bagi mereka adalah jika bekerja secara berkelompok, berada dalam lingkungan yang tidak teratur, tidak ada petunjuk yang kelas, dan dihadapkan dengan ide-ide abstrak.
Mereka perlu belajar mengenai organisasi, paham detil, membagi tugas dalam beberapa tahap dan tata lingkungan kerja dengan tenang.

Sekuensial Abstrak

Biasanya merupakan pemikir yang cerdas dan punya ide-ide yang brilian. Orang ini senang mengetahui dan berpikir tentang apa yang tidak dipikirkan orang lain. Senang membaca membuatnya senang untuk berdiskusi, bahkan berdebat dengan orang lain. Lebih menyukai belajar secara individu daripada berkelompok. Mereka sering disebut "konseptor ulung" dan jago menganalisa informasi.

Mereka akan bahagia jika bisa mengumpulkan banyak informasi sebelum membuat sebuah keputusan, menganalisa ide-ide, melakukan penelitian, menyediakan ide-ide logis yang berurutan, mencari bukti mengenai sebuah teori.Belajar lebih dengan mengamati daripada melakukannya, hal-hal yang logis, bekerja dengan tenang.

Yang menjadi tantangan bagi mereka adalah jika dituntut untuk bekerja dalam hal sudut pandang yang berbeda, memiliki waktu yang terlalu sedikit dalam menyelesaikan suatu persoalan, mengulangi tugas yang sama berulang, banyak aturan-aturan yang spesifik dan peraturan-peraturan yang lainnya. Mereka juga sulit untuk mengekspresikan emosi dan memahami sebuah percakapan.

Mereka perlu berlatih logika, mengupayakan keteraturan dan menganalisa orang lain. Jika dirasa-rasa orang tipikal sekuensial abstrak terdekat adalah suami saya :)

Acak Abstrak

Segala sesuatu seringkali dihubungkan dengan perasaan dan emosi, sehingga mereka terkenal sangat sensitif. Semua bisa menjadi menyenangkan jika mood-nya sesuai, tapi menjadi buruk jika mereka sudah tidak lagi memiliki emosi positif terhadap sesuatu. Mudah kehilangan konsentrasi, banyak pertimbangan, dan suka mencoret-coret tanpa arti di buku adalah ciri tipe ini. Mereka juga sangat menjaga hubungan dengan orang lain, tidak senang jika mengalami konflik, dan dikenal "perhatian" di antara orang-orang sekitarnya. Selain itu, mereka juga sangat mudah terpancing emosinya. Istilah kerennya "mudah tersentuh". Ekspresi yang spontan itu mungkin karena kesulitan mereka mengungkapkan sesuatu secara verbal kepada orang lain.

Mereka senang mendengarkan orang lain, paham akan perasaan dan emosi, fokus pada tema dan ide, membawa harmoni, berhubungan dengan baik dan mengenali serta menghargai emosi orang lain. Mereka menyukai belajar sendirian, semangat dalam berpartisipasi, juga membuat keputusan berdasar perasaannya.

Yang menjadi tantangan bagi mereka adalah memberikan penjelasan, bekerjasama dengan orang yang diktator, bekerja di lingkungan yang membatasi, berkonsentrasi pada banyak hal sekaligus dan menerima kritik sekalipun positif.




Monday, 19 February 2018

Fitrah based Portofolio, Aplikasi Gawai yang Memudahkan Pencatatan Portofolio Anak

Aplikasi ini berbeda dari aplikasi lainnya. Jika aplikasi yang saya review sebelumnya bisa diunduh di Playstore, aplikasi ini bisa kita temui dan unduh di blog keluarga inisiatornya. Ya, berangkat dari kebutuhan keluarga, aplikasi ini hadir. Kebutuhan pendokumentasikan portofolio anak berbasis fitrah.


IndonesiaX, Belajar secara Mandiri dari Para Pengajar Berpengalaman

Pernah ikut kuliahnya Coursera ? Nah, kurang lebih IndonesiaX seperti itu, versi Indonesianya ya. Dengan membuka website dan registrasi di dalamnya, kita bisa memilih dan mengikuti perkuliahan online  yang diselenggarakan sesuai jadwalnya masing-masing. 

Apa asyiknya?

Bukannya ilmu sekarang udah bertebaran dimana-mana ya? Tinggal cari materinya, lalu baca, tuntas deh sekali buka. 

Iya, betul. Dan ini adalah pilihan masing-masing orang. Disesuaikan dengan tipikal dan gaya belajar setiap orang ya. Keunggulan perkuliahan di IndonesiaX adalah kita bisa belajar secara utuh, bertahap dan disampaikan langsung oleh ahlinya. Materi yang disampaikan bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya. Memahami sebuah materi secara utuh juga membantu kita lebih bijak dalam beropini, dan ini amat krusial bagi saya. 

Setiap minggu akan ada jadwal penerimaan materi dan kuis. Kuisnya ini cukup sulit loh. Bisa jadi kita merasa mudah di awal, karena soalnya berupa pilihan ganda. Namun saat membaca soalnya, berpotensi menjebak dan perlu pemahaman mendalam. Hehe...

Jika lulus dari perkuliahan IndonesiaX, sertifikatnya bisa dicetak dengan mengganti biaya cetak. Selamat bereksplorasi, para pembelajar mandiri! :)

Saat Balita Belajar melalui Youtube

Pagi tadi saat saya sedang melipat baju bersama kakak, kami membahas mengenai sekolah. Lalu obrolan berlanjut dengan cerita kakak mengenai dua anak yang sedang bersiap sekolah lalu diganggu oleh setan sehingga malas berangkat sekolah. Kemudian ibunya datang, mengingatkan mereka supaya berdoa. Setelah berdoa, setan pergi dan mereka pun berangkat sekolah dengan semangat. 

Saya menebak-nebak, darimana Mentari Pagi belajar hal baik ini. Karena sepanjang saya membersamainya, saya belum bertemu dengan cerita diatas. Ternyata cerita itu dia simak di Youtube. Segera saya mengajaknya untuk menyimak ulang. Channel yang dia temukan ini saya simpan dan memilih untuk berlangganan. Karena channel tersebut memuat pesan positif dan sarat edukasi. Penyajiannya pun sederhana dan konkrit sehingga mudah dipahami anak-anak. Dengan dua tokoh anak kecil berpakaian muslim. Belajar melalui video di Youtube ternyata menyenangkan selama sistem kontrol dijalankan dengan baik. 

Sunday, 18 February 2018

Benarkah dengan KonMari, Berbenah Cukup Sekali Saja? Melalui Kelas Intensif KonMari Indonesia, Saya Ingin Menjadi Bukti.


Mengikuti kelas intensif KonMari adalah salah satu ikhtiar menggapai impian saya dalam berbenah. Ya, berbenah adalah sebuah tantangan yang tak kunjung selesai bagi saya. Siapa yang tidak suka melihat ruangan tertata rapi nan apik? Saya yakin, mayoritas orang pasti menyukai dan mendambakannya. Hanya saja dengan level yang berbeda. Ada orang yang sangat menyukai kerapian, hingga jika tatanan berubah sedikit maka akan mempengaruhi emosinya. Ada orang yang menyukai kerapian, namun jika kondisi berantakanpun tak begitu berpengaruh padanya. Nah, saya tipikal orang yang kedua. Kondisi bersih, rapi dan tertata apik tentu saya idamkan. Namun jika belum bisa tercapai pun, tidak menjadi masalah bagi saya. 

Yang menjadi masalah bagi saya adalah saat saya membutuhkan sebuah benda, namun saya sulit mendapatkannya karena tidak tahu letaknya dimana. Akar permasalahan ini adalah saya tidak mengalokasikan tempat khusus untuk benda-benda tersebut. Kemudian, banyak benda yang menghuni rumah dengan alasan eman-eman. Eman, mungkin suatu saat akan terpakai. Eman, itu dulu dipakai saat momen penting (ada alasan historis yang mengikat). Nyatanya, benda-benda yang saya simpan tersebut tidak bisa saya gunakan saat “waktu penggunaan”nya tiba karena saya lupa lokasi penyimpanan benda-benda tersebut. Dua tantangan diatas melahirkan keinginan untuk berbenah secara tuntas. Akan sangat menyenangkan jika saya hanya dikelilingi dengan benda-benda yang saya inginkan dan butuhkan. Sangat menyenangkan dan semakin membahagiakan karena pada tahap ini artinya saya sudah bisa melepaskan banyak benda, merelakan benda-benda tersebut berpindah kepemilikan untuk lebih bermanfaat. Saya bisa fokus pada benda-benda yang saya butuhkan dan gunakan. Semua benda memiliki tempat dan berada di tempatnya masing-masing. Seiring dengan proses menata ruangan, pikiran saya akan terlatih untuk lebih fokus, sistematis dan terstruktur. Penempaan ini memang perlu dijalankan seorang muslim, terlebih seorang ibu yang pikirannya mudah bercabang. Seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an, 

Surat Al Insyirah ayat 7 
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
Untuk memudahkan dalam proses, maka motivasi saya dalam berbenah saya turunkan ke dalam sebuah indikator dengan 3 poin berikut :
  1. Benda yang saya simpan adalah benda yang saya inginkan dan butuhkan di masa ini
  2. Semua benda memiliki tempat dan benda-benda tersebut berada di tempatnya
  3. Kebahagiaan meningkat seiring dengan peningkatan fokus, disiplin, rapi dan sistematis pada diri saya


Untuk lebih menguatkannya, maka saya perlu membuat visualisasi gaya hidup ideal versi saya. Karena saya sudah berkeluarga, maka saya mendiskusikan hal ini bersama suami . Kondisi keluarga kami saat ini adalah tinggal berjauhan. Saya tinggal di rumah orangtua sedangkan suami studi lanjut di luar negeri. Saya dan suami sama-sama suka hal-hal yang simpel. Artistik dan estetika tak menjadi fokus utama kami.  Setelah kami diskusikan, impian hunian keluarga kami adalah hunian yang bersih, nyaman, sederhana, fungsional dan hidup.
Bersih
Hunian yang bersih juga dihuni oleh orang-orang yang menjaga kebersihan fisik dan jiwanya. 
Nyaman
Hunian yang membuat nyaman penghuninya, yang mana para penghuninya juga saling menciptakan kondisi nyaman untuk penghuni lainnya. Adanya keterbukaan, kehangatan dan kompetensi mendengar yang tinggi.
Sederhana
Tak perlu besar dan mewah. Ketulusan seringkali bermula dari kesederhanaan.
Fungsional
Benda-benda tersimpan tanpa memakan tempat. Semua benda dapat berfungsi dengan baik dan bermanfaat. Perawatan cukup simpel dan tak memakan waktu.
Hidup dan Menghidupkan
Hunian bukan sekadar tempat, namun hunian yang selalu dirindukan oleh penghuninya. Hunian yang membuat penghuninya ingin segera pulang. Hunian yang hidup dengan program-program yang diinisiasi penghuninya. Hunian yang hidup dengan program-program yang mencerdaskan penghuninya dan orang-orang sekelilingnya. 

Untuk mencapainya dan mempraktikkannya di kelas intensif KonMari level Shokyuu ini, maka kami membuat target pencapaian untuk 2 bulan ke depan. Target pencapaian yang realistis untuk dicapai dalam jangka waktu 2 bulan ke depan adalah :
Berbenah dengan metode KonMari untuk barang-barang keluarga kecil kami yang ada di rumah orangtua. Memilah mana yang digunakan, disimpan, dipindahtangankan serta yang akan kami bawa jika berangkat menyusul suami. Kemudian menatanya di kamar, ruang main anak dan gudang. 
Sehingga output konkritnya adalah:
  • Saya memahami konsep berbenah metode KonMari secara utuh (dengan menuntaskan membaca buku dan menuliskan resumenya)
  • Saya memiliki kamar yang senantiasa bersih dan rapi, layak untuk menjadi tempat istirahat melepas penat setiap saat
  • Anak-anak memiliki ruang bermain dan belajar yang nyaman. Aneka buku dan mainan tersimpan rapi, mudah dicari dan ditata kembali. Anak-anak semakin ceria dan bersemangat dalam menjaga kerapian
  • Saya memiliki tempat bekerja sederhana. Saat ada waktu luang, saya bisa duduk mengetik dan menulis di buku serta mencetak bahan ajar anak dengan mudah. Laptop, printer, buku, alat tulis dan kipas angin saling berdekatan. Terbebas dari masuk angin atau pinggang pegal.
  • Saya memiliki daftar benda yang disimpan dan yang akan dibawa baik secara fisik maupun file excel. Jika saya mencari sebuah benda, saya dengan mudah mendapatkannya. 
Berikut jadwal berbenah yang saya alokasikan untuk durasi 2 bulan ke depan :

Dan berikut jadwal harian yang berkaitan dengan program berbenah yang sedang dijalankan :

Akhir kata, semoga Allah mudahkan proses ini, senantiasa luruskan niat dalam menjalani proses ini. Masukan dan kritik positif dari fasilitator, teman-teman kelas juga pembaca di kolom komentar akan sangat membantu proses berbenah saya. Terimakasih :)



#shokyuuclass
#task1
#konmariindonesia
#konmarimethod
#intensiveclass







Sunday, 11 February 2018

Lewat Aplikasi WhatsApp, Mentari Pagi Sampaikan Kerinduannya pada Abiya

WhatsApp tentu aplikasi berkirim pesan yang sudah akrab di gawai kita. Aplikasi ini memang sangat membantu dalam berkomunikasi. Fitur membuat dan mengundang orang lain dalam grup amat membantu kita untuk belajar dan berkoneksi. Tapi, bagaimana WhatsApp di tangan balita berusia 4 tahun?

Bukan tanpa alasan putri sulung saya, Mentari Pagi, menggunakan WhatsApp. Aplikasi ini dia gunakan untuk menghubungi abinya sejak abinya berangkat ke Austria. Perbedaan waktu Indonesia dan Austria adalah 6 jam. Jam online  saya dan suamipun berbeda, maka kami perlu mencari strategi untuk memudahkan komunikasi anak-anak dengan abinya. Bagaimana caranya melalui WhatsApp ?

  • Melakukan Video Call
Video Call menjadi agenda wajib harian kami. Biasanya kami lakukan di siang hari menjelang Dhuhur, dimana abinya disana baru saja beranjak dari tidur malamnya. 
  • Berkirim Voice Note
Seringkali Mentari Pagi ingin bercerita pada abinya. Membagi cerita tentang apa yang dia alami, bertutur mengenai apa yang dia rasakan. Tantangannya, abinya sering berada di jam kerja atau jam tidur malam. Sehingga Mentari Pagi kesulitan untuk berinteraksi langsung dengan abinya. Pernah suatu ketika, Mentari Pagi protes pada abinya. Dia sampaikan, "Abi kemana? kakak mau cerita ke abi tapi abi ngga ngangkat-ngangkat telfon?" Abinya merasa bersalah, dan untuk memfasilitasi keinginan putrinya, beliau menjawab, "Kakak....kakak boleh cerita kapan saja ke abi. Tapi kadang abi pas ngga bisa ngangkat. Mungkin abi tidur atau sedang kerja. Kalau kakak mau cerita, kakak kirim pesan suara aja ya. Nanti pas abi sudah buka WhatsApp,  abi dengarkan dan segera telfon kakak. Sama juga nanti kalau abi mau cerita ke kakak tapi kakak belum bisa ngangkat telfon, abi kirim pesan suara supaya nanti kakak bisa dengarkan. Sepakat?" Mentari Pagi menjawab dengan senyuman manis. 

Secara fitrah, anak memang pembelajar sejati. Maka dia cepat sekali bisa menggunakan gawai sekalipun sebelumnya jarang bersentuhan dengan gawai. Maka, tentu ada kesepakatan yang kami buat untuk hal ini, antara lain :
  • Kakak boleh buka gawai ummi dengan izin terlebih dahulu
  • Sebelum menggunakan gawai, kakak perlu menuntaskan standar pagi terlebih dahulu, yaitu mandi, sarapan dan belajar di jam riset
  • Sebelum menggunakan, kakak menyetel alarm dulu dengan waktu yang sudah disepakati bersama. Begitu alarm berbunyi, gawai kembali diletakkan ke tempatnya.
  • WhatsApp dibuka hanya untuk berkirim pesan dengan abinya

Saturday, 10 February 2018

ColorNote, Aplikasi Gawai berupa Media Catat Multifungsi

Aplikasi pencatat adalah aplikasi sederhana yang bisa dibilang wajib ada dalam gawai. Ada banyak aplikasi pencatat yang tersedia dan kita bisa memilih sesuai kebutuhan dan kondisi. Bagi saya, saya menyukai aplikasi pencatat ColorNote. Aplikasi ini cukup ringan, sehingga tidak menyedot ruang memori yang besar. Ada pilihan pencatat berupa narasi atau berupa ceklis. Pencatat berupa narasi bisa kita gunakan untuk mencatat hal-hal penting seperti tautan setoran, temuan unik saat membersamai anak-anak, pesan-pesan penting yang perlu kita simpan, ide yang muncul sekelebat dalam pikiran, maupun draft tulisan yang ingin kita buat. Sedangkan ceklis bisa kita gunakan untuk mencatat daftar belanja bahan makanan, daftar agenda harian kita atau daftar poin diskusi yang akan kita bahas bersama suami dalam family forum.
Catatan dalam aplikasi ColorNote dalam terintegrasi pada kalender sehingga memudahkan kita mengingat jadwal-jadwal penting. Catatan penting juga dapat kita kumpulkan dalam arsip supaya tersimpan lebih sistematis. Untuk catatan-catatan yang bersifat rahasia, kita bisa melengkapinya dengan password sehingga lebih terjaga keamanannya. Setiap catatan juga bisa dikategorikan berdasarkan warna tema. Aplikasi ini bisa diunduh di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.socialnmobile.dictapps.notepad.color.note

 #Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia



Friday, 9 February 2018

PhotoGrid, Aplikasi Gawai yang Membantu Gambar Bercerita

Semakin melesatnya kecanggihan gawai, semakin apiknya hasil jepretan gawai, semakin tingginya keinginan orang-orang untuk eksis, dibidik penyedia layanan aplikasi dengan menghadirkan aneka aplikasi editor foto. Bagi saya, aplikasi editor foto mayoritas digunakan untuk membuat portofolio anak-anak. Aktivitas yang dikerjakan anak-anak saya abadikan tahap demi tahap untuk kemudian dibuat kolasenya, diberi judul dan tanggal. Jika memungkinkan, saya lengkapi foto tersebut dengan narasi.

Untuk apa saya membuatnya?

Meski memang membutuhkan ketelatenan, portofolio ini kelak yang akan bercerita detil kala ketajaman ingatan saya mulai memudar. Ya, tak selamanya kita dapat mengingat kejadian demi kejadian yang kita alami terlebih secara detil. Saat melihat kolase foto demi kolase foto, kita dapat melihat perkembangan anak dari waktu ke waktu. Saat membaca cerita demi cerita kita dapat menangkap sebuah pola yang ditunjukkan anak secara berkesinambungan.

Maka, untuk keperluan diatas, saya memerlukan aplikasi editor foto dengan kriteria sebagai berikut :

  • Bisa membuat kolase yang memuat banyak foto
  • Setiap foto dalam kolase bisa dipotong, difilter dan diedit dengan mudah
  • Membubuhkan tulisan dengan berbagai model dan ukuran
Kemudahan-kemudahan ini banyak saya dapatkan saat menggunakan aplikasi PhotoGrid. Tentu kebutuhan setiap orang berbeda-beda ya. Bermula dari kebutuhan diri, kita dapat menentukan aplikasi mana yang paling sesuai dengan kita. 

Tertarik dengan PhotoGrid? Silahkan unduh disini https://play.google.com/store/apps/details?id=com.roidapp.photogrid


 #Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia


Wednesday, 7 February 2018

IPusNas, Membuat Membaca Semudah Membuka Obrolan di Media Sosial



Kehadiran buku cetak tentu tidak bisa tergantikan dengan kehadiraan buku elektronik. Saya pun menyepakati hal tersebut. Saya jauh lebih menyukai interaksi dengan buku daripada dengan gawai, sekalipun sama-sama membaca buku. Sinar yang terpancar di layar gawai membuat mata cepat lelah. Radiasi yang ditimbulkan oleh gawai juga membuat terasa kurang nyaman. 

Namun, pernahkah Ayah Bunda, saat bepergian keluar kota, menginap beberapa hari di rumah saudara, merasa mati gaya karena tak sempat membawa buku untuk anak-anak, sedangkan di tempat kita menginap tidak ada buku bacaan yang bisa kita bacakan untuk anak-anak kita?

Atau saat kita ingin membaca sebuah buku, namun belum ada alokasi dana untuk membeli buku tersebut dan perpustakaan di daerah kita masih memiliki varian buku yang terbatas?

Saya pernah berada di kondisi-kondisi diatas. Saat demikian, keberadaan IpusNas sungguh sangat membantu saya. IpusNas merupakan perpustakaan buku digital yang berupa aplikasi gawai. Aplikasi ini bisa kita unduh di Playstore. Jauh sebelum mengenal IpusNas, saya sempat menggunakan aplikasi Ijak. Hampir mirip, hanya saja Ijak adalah perpustakaan daring untuk wilayah DKI Jakarta meski tidak menutup kemungkinan juga diunduh oleh orang yang berdomilisi di luar Jakarta. Secara penampilan dan fasilitas keduanya tak menunjukkan perbedaan. 


Bagaimana cara menggunakan IpusNas?

Kita cukup mengunduh aplikasi, kemudian melakukan registrasi anggota. Setelah berhasil terdaftar, kita bisa mulai mencari buku-buku yang menarik untuk kita simpan dan baca. Masa berlaku peminjaman adalah 3 hari dan jumlah maksimal buku yang dipinjam adalah 3 buah. 

Bagaimana jika masa peminjaman telah habis?


Buku akan kembali dan hilang dari rak penyimpanan kita secara otomatis. Namun jika kita ingin meminjam lagi, kita bisa melihat riwayat peminjaman kita dan kembali meminjam. 
Beragam buku dengan berbagai genre siap dipinjam. Untuk ibu dengan bayi dan balita seperti saya, buku yang sering saya pinjam adalah buku cerita anak-anak untuk dibacakan bersama anak-anak dan buku-buku yang bisa saya baca secara cepat. Untuk buku yang tebal dan perlu fokus diri kurang saya prioritaskan untuk saya pinjam. Memang bagus, tapi saya belum punya cukup waktu untuk dapat membacanya hingga tuntas tanpa dibersamai anak-anak. Untuk jenis buku tersebut, saya memilih membaca buku cetak.

Namun, kehadiran IpusNas ini dapat menjadi alternatif bijak dalam penggunaan gawai. Jika sebelumnya, saat menunggu atau mengantri kita membuka gawai untuk membuka media sosial atau bermain game online, kini masa menunggu kita akan lebih berwarna dengan membaca buku digital yang kita pinjam melalui IpusNas. Bagi kutu buku, aplikasi ini tentu inovasi yang menggembirakan. Sekarang, menunggu tak usah takut jemu :)

Aplikasi IpusNas bisa diunduh disini https://play.google.com/store/apps/details?id=mam.reader.ipusnas

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia






Tuesday, 6 February 2018

Cookpad, Hadirnya Kumpulan Resep dalam Sekejap



Di masa kecil, saya takjub melihat buku kumpulan resep milik ibu. Setiap menemukan resep menarik di sebuah majalah, dengan telaten ibu menggunting lalu menempelkannya di buku kumpulan resep. Atau jika sedang menyaksikan tayangan demo masak di televisi, ibu menyimak dengan cermat sembari mencatatnya dalam kertas buram untuk kemudian ditulis kembali di buku kumpulan resep milik beliau. Beliau juga membaginya dalam beberapa kategori untuk memudahkan pencarian. Sempat terpikir oleh saya, apakah kelak saya juga harus melakukannya? Terlebih saya tidak mudah menghafal hal-hal detil seperti resep-resep masakan.

Saya jarang memasak dan memang tidak hobi memasak. Tapi memasak adalah aktivitas yang menyenangkan bagi saya. Terlebih jika mengingat apa yang saya masak akan menjadi asupan nutrisi keluarga. Prinsipnya, boleh saja saya belum bisa memasak, tapi saya mau belajar untuk melakukannya. Nah, mengingat resep masakan merupakan hal yang sulit bagi saya. Sehingga di awal berumah tangga, saya pun memiliki buku kumpulan resep seperti milik ibu. Ketidaktelatenan membuat buku kumpulan resep itu hanya terisi beberapa lembar. Saya lebih suka mencari menggunakan mesin pencari di internet untuk menemukan resep masakan yang sedang saya butuhkan. Setelah mencari, tantangan berikutnya adalah memilih resep mana yang akan saya gunakan. Hasil pencarian teratas biasanya mengarah ke situs masakan skala besar, sehingga mencari resep masakan skala rumahan pun menjadi tantangan tersendiri. 

Tak lama, muncullah aplikasi Cookpad. Dengan hanya mengetik kata kunci, kita akan bertemu dengan aneka resep masakan yang kita butuhkan. Asyiknya, di aplikasi ini kita bisa membagi resep favorit kita ke publik lengkap dengan foto proses maupun hasil masakannya (resep saya), bisa meniru dan memasak resep orang lain dan memberikan testimoni maupun berkonsultasi dengan pembagi resep (recook), juga bisa menandai resep-resep favorit pilihan kita untuk memudahkan pencarian (cookmark).

Dengan aplikasi ini saya bisa mencari resep yang saya butuhkan, menimbang kira-kira resep mana yang sesuai untuk saya coba dengan melihat foto hasil masakan dan testimoni pengguna yang sudah recook. Dari Cookpad ini saya juga menemukan strategi menaklukkan tantangan dalam memasak. Misalnya, beberapa kali memasak, saya belum bisa membuat anak-anak suka makan ikan patin. Kalau dirasa-rasa, ternyata yang membuat anak-anak menolak patin adalah dari baunya. Pagi tadi saya mencoba resep olahan patin krispi dari salah satu resep Cookpad dan ahamdulillah sukses membuat anak-anak menyukai patin. Ternyata strateginya adalah memasak patin dengan tidak menyertakan bagian perut serta melumuri potongan ikan dengan air jeruk nipis sebelum membumbuinya.

Aplikasi ini dapat diunduh melalui tautan berikut : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mufumbo.android.recipe.search

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia


Monday, 5 February 2018

AndroMoney, Aplikasi Pencatat dan Pembuat Laporan Arus Keuangan


Mengelola keuangan merupakan salah satu tugas seorang ibu dalam menjalankan peran sebagai manajer rumah tangga. Bukan hanya sekedar menerima dan mengeluarkan uang seperti halnya kasir toko. Namun mengelolanya dengan cermat sehingga uang tersebut bisa menjadi rezeki yang berkah untuk keluarga. Pemasukan yang diterima perlu dibagi ke dalam pos-pos pengeluaran yang sudah direncanakan, pencatatan pemasukan dan pengeluaran perlu dilakukan dengan rutin untuk menghasilkan laporan yang transparan dan jelas, pola arus keuangan bulan sebelumnya bisa menjadi acuan strategi untuk bulan tersebut. 

Dari hal diatas, sudah terlihat banyak hal yang harus dilakukan oleh seorang manajer keuangan keluarga. Mulai dari printhilan teknis sampai dengan strategi pengelolaan. Ibu dengan segudang amanah lainnya tentu perlu dimudahkan sehingga cukup memikirkan hal-hal yang mayor saja. Sebuah aplikasi di gawai tentu bisa membantu meringankan tugas ibu terutama dalam hal pencatatan keuangan. Ada banyak aplikasi pencatatan keuangan yang bisa digunakan para ibu, sehingga arus keuangan bisa tercatat dan terpantau dengan jelas. Setelah beberapa kali ganti aplikasi, dua tahun belakangan saya memakai aplikasi AndroMoney untuk pencatatan arus keuangan  keluarga. 

Keunggulan AndroMoney yang saya sukai antara lain :
  • Dapat membuat kategori pemasukan dan pengeluaran dengan rinci
  • Dapat menampilkan catatan mulai dari per hari, per minggu, per bulan hingga per tahun
  • Memiliki fitur laporan, sehingga pengguna tinggal membaca pola arus keuangan yang sudah berjalan dalam bentuk diagram tanpa perlu memindahnya ke Excel


Untuk pengguna Android, aplikasi ini bisa diunduh di playstore, dengan tautan : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kpmoney.android

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Saturday, 3 February 2018

Pomodoro Timer, Aplikasi Gawai yang Membantu Menjaga Fokus Diri


Kecanggihan teknologi saat ini amat memudahkan manusia untuk mencari informasi. Bermodalkan teknologi dan sinyal internet, dunia serasa berada dalam genggaman. Kita bisa mengetahui informasi terkini dari belahan bumi manapun melalui gawai di tangan kiri kita sedangkan tangan kanan kita sedang menyapu membersihkan rumah. Masa kini tentu beda dengan masa lalu, dan setiap masa tak bisa lepas dari tantangan. Ya, setiap masa tentu memiliki tantangannya masing-masing. 

Dulu, untuk mendapatkan informasi saja terasa amat sulit. Buku dan majalah menjadi senjata utama yang diandalkan. Tak jarang muncul aneka tugas kliping sebagai salah satu bentuk pengumpul data tematik. Akses internet masih amat terbatas, berpadu dengan media penyimpanan data yang masih berupa disket dengan memori terbatas. Lain halnya dengan saat ini. Jika tantangan masa lalu dibawa ke masa kini, tentu solusinya sudah tergambar jelas. Jaringan 4G sudah merambah hingga ke pelosok desa, jutaan data dapat masuk dalam sebuah wadah berbentuk kecil berkapasitas raksasa semacam harddisk atau bahkan titip menyimpan di awang-awang seperti dropbox atau googledrive

Lalu, apa tantangan di masa kini yang berkaitan dengan akses informasi?


Tantangannya adalah, membatasi diri. Arus informasi yang begitu gencar seolah membuat diri merasa membutuhkan semua informasi. Fitur aplikasi pesan obrolan di gawai memunculkan banyak forum diskusi yang beranggotakan banyak orang dengan maksud dan kepentingan yang berbeda-beda. Manusia sebagai makhluk sosial, tentu menyukai proses berinteraksi dengan orang lain. Hal ini yang membuat kita secara otomatis, sebentar-sebentar membuka gawai, mengintip diskusi grup yang tanpa disadari berbuntut memencet sebuah link yang dibagi atau mencari informasi bahasan untuk memfasilitasi rasa penasaran dalam diri.

Niatnya hanya sebentar membuka gawai, membuka aplikasi pesan untuk memahami soal tantangan 10 hari bunda sayang. Kenyataannya, ada topik bahasan seru yang terbahas dan kita belum tahu. Penasaran, berselancarlah ke mesin pencari untuk mengetahui lebih lanjut. Lima menit, sepuluh menit, tiga puluh menit berlalu. Tantangan 10 hari belum dikerjakan, waktu online habis dan anak sudah terbangun dari tidur siangnya. 

Tantangan masa kini berupa hal diatas, perlu dicari solusinya. Supaya kita tak terjebak berlarut-larut yang justru mengurangi produktivitas kita. Toh, banyaknya informasi yang kita ketahui jika tidak diiringi dengan amalan, justru akan menjadi kumpulan informasi yang menyesakkan. Maka, kita harus menguatkan tekad untuk lebih fokus, tidak mudah terdistraksi.

Langkah yang bisa dilakukan antara lain :
Buatlah jadwal kerja harian
Pasang alarm di setiap pergantian ranah kerja (semisal jam 06.00 waktu domestik, jam 09.00 waktu untuk Home Education, jam 12.00 waktu ishoma dan seterusnya)
Jika meski sudah memakai alarm kita masih saja terdistraksi, gunakan pomodoro timer

Fokus itu berat, maka mari kita sering-sering ingatkan diri secara kontinyu. Bagi saya, caranya adalah dengan menggunakan teknik pomodoro ini. Aplikasi teknik pomodoro yang saya gunakan adalah 
Pomodoro akan menyetel waktu sepanjang 25 menit untuk. Setelah 25 menit berjalan, alarm akan berbunyi. Kemudian kita mendapat kesempatan waktu istirahat sepanjang 5 menit. Begitu seterusnya. Setiap empat putaran, waktu istirahat menjadi lebih panjang yaitu selama 15 menit. 


Apa manfaat teknik pomodoro bagi saya?


Meski tidak menggunakan seluruh waktu dalam sehari dengan teknik pomodoro, teknik ini membantu saya untuk tetap menjaga fokus. Semisal, saya menyetel alarm pomodoro untuk mengerjakan tugas Bunsay, jika belum selesai, alarm saya atur lagi. Dari sini akan terlihat berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk fokus mengerjakan tugas Bunsay. Demikian pula untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya. Hingga saya mendapatkan estimasi waktu untuk setiap pekerjaan. Jika saya terdistraksi oleh obrolan di aplikasi pesan, media sosial atau mesin pencari, alarm pomodoro juga mengingatkan saya untuk kembali fokus. 


Aplikasi mana yang saya gunakan?


Saya menggunakan aplikasi Pomodoro timer. Untuk melihat aplikasinya, silahkan klik tautan berikut : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tatkovlab.pomodorolite. Saya sudah menjajal beberapa aplikasi pomodoro, dan aplikasi ini yang paling sesuai dengan kebutuhan saya. Karena, di aplikasi ini saya bisa menuliskan target pomodoro saya setiap putaran. Aplikasi ini juga bisa tetap berjalan meski saya sedang membuka aplikasi lainnya. 

Saya pernah menjumpai adanya fasilitas penelusuran dan laporan hasil pomodoro kita di aplikasi lain. Namun karena saya merasa belum membutuhkannya dan kelebihan aplikasi lain lebih saya butuhkan saat ini, maka pomodoro timer-lah yang saat ini saya gunakan. 

Mari jadikan gawai sebagai alat bantu komunikasi dan manajemen diri secara optimal.

Salam Ibu Profesional :D

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Thursday, 1 February 2018

Belajar dari Alam Sekitar




Sudah lama rasanya tak mengajak anak-anak jalan-jalan pagi. Menyusuri jalan beraspal lalu terkesima menyaksikan kebesaranNya. Pagi ini cerah, A belum menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Sepertinya seru kalau pagi ini kita isi dengan berjalan-jalan. Dengan misi utama mengantarkan baju ke penjahit di gang belakang, berangkatlah kami bertiga menapaki jalan perumahan. Bisa saja kami menggunakan kendaraan untuk menuju ke ibu penjahit, namun pengalamannya tentu beda. Dan dengan berjalan kaki ini, R dan A akan menemukan banyak temuan. Temuan-temuan menarik yang menumbuhkan fitrah belajar dan bernalar mereka. 

Seratus meter dari rumah, perjalanan terhenti karena A tertarik pada roda sebuah mobil yang terparkir di halaman tetangga. Diamatinya lingkaran besar itu dan dari mulutnya terdengar menderu menirukan suara mobil. A mendapatkan temuan menarik pagi itu. Bagaimana dengan R? Dia banyak mengamati aneka tumbuhan yang kami lewati. Hingga di langkah kami yang kesekian puluh, dia berhenti di depan sebuah pohon lalu bertanya, “Ini pohon apa mi?”. Rupanya pohon itu menarik untuknya, karena ada buah kecil yang menyembul di ujung. Aha! Dia bertemu pohon jambu. Hari sebelumnya dia baru saja mengonsumsi buah kaya vitamin C itu dan hari ini Allah pahamkan dia dengan wujud pohonnya. 

Kami bertemu dengan gundukan pasir, gundukan batu lengkap dengan alat pengayak yang berdiri di sampingnya. Ummica teringat bahwa beberapa waktu lalu kami belajar cara kerja mesin pengayak pasir dari video Youtube. Dan hari ini, Allah takdirkan kami untuk mencoba praktik dengan alat pengayak pasir manual. Kesempatan ini disambut A dan R dengan gembira. A asyik mengambil batu-batu kecil, R mencoba memasukkan batu bercampur pasir ke atas pengayak. Dia melihat pasirnya masuk ke sisi bawah pengayak, sedangkan batu berloncatan tertinggal diatas pengayak. 

Puas bermain dengan pasir, kami melanjutkan perjalanan. Ternyata R kembali menemukan hal menarik. Dia melihat ada dua saluran air di samping rumah. Saluran air yang satu, mengalirkan air ke selokan, sedangkan saluran air yang lain diam tak mengeluarkan air. Aliran air ini menjadi bahan obrolan kami sepanjang perjalanan. R sampai lupa kalau telapak kakinya sedang gatal karena tergigit semut, padahal tadinya dia sampai enggan berjalan karena rasa gatal tersebut. Ah, ternyata rasa penasaran memang bisa membuat kita lupa kesedihan ya :D

Lima puluh meter sebelum sampai di rumah, giliran Ummica yang menemukan hal menarik. Dedaunan hijau yang memiliki ornamen cantik di sekeliling. Ya, tanaman bertunas daun. Kami mengamati daun-daun kecil yang muncul di pinggiran daun besar. Beberapa akar sudah muncul, siap memulai kehidupan mandiri. Tak lama, kami pun tiba di rumah. Usai bebersih diri, kami siap belajar kembali. R sudah bersemangat menggunting pola yang ada di lembar kerja sebuah majalah. Pola tersebut akan ditempel dan disatukan untuk membentuk sebuah balon udara.  Motorik-motorik halus terlatih, melemaskan otot-otot tangan sebagai bekal kesiapan menulis.

Suara R mengundang tetangga untuk turut bermain bersama. Karena teman R ini laki-laki dan menyukai gerak motorik kasar, maka kami bermain bowling mini. R dan F menjadi pemain, Ummica berperan mencatat perolehan nilai. Ada kompetisi, tapi mereka jalankan dengan penuh gelak tawa. Motorik kasar dan ketangkasan mereka terasah. Kami bermain hingga adzan Dhuhur berkumandang. Jam riset selama 3 jam di hari ini telah usai. Banyak hal yang kami lakukan, banyak temuan menarik yang kami dapati. #HomeEducation, memulai dari apa yang ada, tanpa mengada-ada. 

Di siang harinya, Allah berikan bonus berupa kedatangan dua kakak pendidik. Selama satu jam lebih, kami berdiskusi seru, bermimpi bersama mengenai pendidikan berbasis fitrah. Benar adanya. Bahwa saat kita bergerak, meski gerak kita masih kecil dan sedikit, Allah akan dekatkan kita  dengan orang-orang yang sevisi. Saling menyokong agar mimpi dapat mewujud. Hingga aksi dan karya dapat menjadi solusi bersama.