Skip to main content

Posts

Showing posts from 2022

Menjelajah Keindahan Alam di Naturpark Sparbach, Niederösterreich

Bismillahhirrohmanirrohim... Di tulisan kali ini saya akan kembali membagikan catatan perjalanan kami menggunakan NÖ (Niederösterreich) Card . Kemana? Ke Naturpark atau taman alam Sparbach . Tempat ini sengaja kami pilih sebagai destinasi karena anak-anak sedang tertarik dengan hewan-hewan yang bisa dibelai dan berinteraksi dalam jarak dekat. Kami berangkat dari Wina sekitar jam 11, karena memang menunggu saya selesai mengikuti kelas tahsin. Waktu perjalanan yang kami tempuh sekitar 90 menit, dengan dua kali pindah moda transportasi. Kami sengaja memilih waktu di musim gugur untuk menjelajah taman ini. Selain karena agar cuaca tidak terlalu panas, juga sekaliyan menikmati cantiknya daun-daun yang menguning di hutan. Tapi konsekuensinya adalah, kami perlu membawa jas hujan dan payung. Karena qodarullah di hari tersebut diprediksi akan turun hujan meski rintik-rintik saja. Alhamdulillah rintik hujan hanya menyapa sesekali saja, sehingga tak mengurangi kenikmatan wandern  atau jelajah ala

Berkenalan dengan Suasana Sekolah Sebelum Terdaftar sebagai Murid

Di suatu pagi, pemuda kecil bangun lebih awal dari biasanya. Sejurus kemudian, ia berkata, Heute besuchen wir die Schule von R, oder? Ich werde anschauen Saya pun mengangguk, membenarkan ucapannya.  Benar memang, hari itu kami memiliki jadwal pertemuan dengan kepala sekolah  Volksschule  atau sekolah dasar. Satu hari sebelumnya saya menghubungi sekolah untuk membuat termin pertemuan dengan kepala sekolah agar pemuda kecil bisa melihat langsung setiap ruangan di Volksschule juga ragam kegiatan yang berjalan di dalamnya.  Saya mengira akan mendapatkan jadwal pertemuan sekitar bulan November. Tapi ternyata kami bisa datang langsung di keesokan harinya. Kontan pemuda kecil menyambut dengan riang dan mengawali pagi dengan penuh semangat, karena paham akan mengunjungi calon sekolah tempat ia belajar selepas dari Kindergarten tahun depan. InsyaAllah. Gambar 1. Menuju Volksschule tempat si sulung bersekolah Pagi itu, kami memiliki termin dengan kepala sekolah jam 8 .00 CEST . Karena si sulung

Catatan Refleksi dari Interaksi Perempuan Multikultural Lintas Usia

Perjalanan Ausbildung mendatangkan banyak pembelajaran bagi diri saya. Mulai dari mengulik kembali seputar ilmu pengolahan pangan dan akuntansi di sebuah kelas belajar, manajemen diri agar bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalankan setiap peran yang diemban, juga pengalaman interaksi sosial secara intensif dengan teman sekelas yang notabene semuanya perempuan, namun berasal dari negara yang berbeda-beda dan dengan rentang usia yang luas pula. Untuk rentang usia, secara sederhana saya klasifikasikan jadi tiga golongan, ada yang perempuan lajang dengan kisaran usia 20 hingga 30 tahun, ada ibu muda yang masih memiliki anak kecil dengan usia satuan, ada ibu paruh baya dengan usia anak-anaknya yang sudah belasan bahkan puluhan tahun. Semuanya membaur dalam satu kelas belajar. Dari segi budaya, ada warga lokal yang memang berganti bidang profesi, ada warga keturunan pendatang yang sudah terlahir di Austria, ada warga pendatang yang sudah datang dan tinggal di Wina sejak pul

Mother and Daughter Time, Belanja Berdua dengan Putri Sulung di Akhir Pekan

Di suatu hari Sabtu, perkiraan cuaca memperkirakan akan turun hujan selama seharian. Saya sudah merencanakan bepergian berdua dengan putri sulung, dan karena tempat tujuan kami adalah indoor, maka cuaca hujan pun tak terlalu jadi soal. Di hari tersebut, suami harus pergi ke kampus karena bertemu dengan profesor pembimbing yang sedang visit ke Wina. Sedangkan pemuda kecil sedang menginap di rumah teman dan baru akan kami jemput di sore hari. Saya mengajak si sulung berbelanja barang kebutuhan memasak yang akan saya gunakan untuk Lernabschlussprüfung (LAP). Ada beberapa barang yang belum saya miliki dan nampaknya diperlukan saat nanti ujian praktik LAP. Beberapa diantaranya seperti Geflügelschere, Speiseringe, Fleischklopfer, Ausbeinmesser. Untuk ujian akhir, tentu setiap peserta bebas berkreasi seoptimal mungkin. Namun saya memilih untuk mencukupi perbekalan dengan barang-barang yang benar-benar penting dan genting saja. Tak perlu dekorasi yang aneh dan beraneka ragam. Selain kurang pen

Kalimat Pendukung dan Pengingat yang Hadir di Kelas, Saat Masa Persiapan Ujian

Bismillahhirrohmanirrohim...   Rasa-rasanya, pembelajaran di kelas Ausbildung pekan ini menghadirkan banyak sekali catatan penting mengenai cara belajar. Baik itu dari para trainer, dari Beraterin maupun dari teman-teman sekelas saat mereka berbagi cerita. Dan di akhir pekan ini, saya mencoba mengingat-ingatnya satu persatu, yang kemudian kesemuanya menghadirkan rasa syukur, optimis dan kaya akan inspirasi. Maka, saya akan membaginya juga di sini, semoga bisa menular. :) Tidak ada paksaan dari saya. Sudah seharusnya proses belajar itu menyenangkan, bukan?. Jangan lupa ambil jeda dan minum air putih. Terhidrasi dengan cukup itu penting. Demikian ucap seorang trainer kala sedang mengajar dan mengajak kami melakukan simulasi ujian. Memasuki masa satu bulan pra ujian, tentu hari-hari kami di kelas memang diisi dengan latihan dan latihan. Dan itu memang membuat lelah, baik fisik maupun pikiran. Beliau menangkap dan memahami situasi tersebut. Maka beliau mengajar dengan cara yang unik. Menya

Menerima Kritik yang Membangun sebagai Bahan Bakar Perbaikan Diri

Assalamu‘alaykum teman-teman!  Kembali lagi di aktivitas hari Kamis, yang artinya saya dan teman-teman di kelas Ausbildung kembali memasak 4 Gänge. Seperti biasa, kami memasak satu paket masakan yang terdiri dari empat macam menu. Mulai dari menu salad, menu pembuka, menu utama dan menu penutup. Jika iseng menghitung-hitung, ini adalah kali ketiga saya menjalani praktik memasak yang komplit begini. Tentu saja latihan ini memang dalam rangka mempersiapkan diri kami masing-masing menghadapi ujian akhir di awal bulan depan. Dalam tiga kesempatan memasak itu pula, saya mencoba untuk menyerap masukan sebanyak-banyaknya, kemudian menjadikannya bahan perbaikan untuk latihan pekan berikutnya. Apa saja poin masukan yang saya terima? Saya coba tuliskan dalam beberapa poin penting berikut : Strudelteig Kenal strudel kan? Saat dulu di Indonesia, jujur saya belum sempat mencicipi strudel, termasuk Malang Strudel yang terkenal itu, hehe. Nah, di Austria pun ngga pernah makan strudel. Cuma sering den

Perjalanan Ausbildung : Saat Lernabschlussprüfung Sudah di Depan Mata

Bismillahhirrohmanirrohim...   Kemarin sore, salah satu teman sekelas mengabarkan berita yang cukup mengejutkan. Dia sudah memperoleh surat ujian yang dikirim via pos. Awalnya, di grup Whatsapp kami sedang berdiskusi menu yang di hari Kamis akan kami masak dengan bahan yang cukup sulit, yaitu Lamm. Tiba-tiba ada yang bertanya, „Teman-teman, apakah kalian sudah mendapatkan surat ujian?“ Dan ternyata dia sudah mendapatkan surat resmi tersebut. Ya, surat tersebut memang idealnya sudah kami terima, satu bulan sebelum tanggal ujian mengingat ada banyak persiapan yang harus dilakukan. Ya Allah, LAP sudah di depan mata. Sedangkan persiapan saya? Huhuhu. Membayangkannya saja sudah terasa lemasnya. Di detik itu saya tersadar bahwa waktu persiapan kami benar-benar tidak lama lagi. Benar-benar tidak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia. Hiks. Apa sih isi suratnya? Isi surat untuk semua calon peserta ujian sebenarnya sama. Yang berbeda hanya waktu pelaksanaan ujian. Ujian memang terdiri dari tiga

Naik Kereta Schneebergbahn dan Hiking di Hochschneeberg hingga ke Klosterwappen (2)

(bagian 1 bisa dibaca di sini ) Gambar 1. Salamander Zug Kami tiba di stasiun Hochschneeberg Bahnhof, stasiun atas dari Salamander Zug di jam 10.10 CEST. Karena masih pagi, situasi sekitar stasiun relatif sepi. Hanya ada segelintir orang di sana. Satu rombongan beranggotakan beberapa orang dewasa dan beberapa orang anak juga singgah di tempat duduk pinggir stasiun. Orang dewasa menyantap makanan, anak-anak bermain salju. Keberadaan salju di awal musim gugur ini tentu menjadi sebuah kejutan tersendiri pagi anak-anak. Saat merasa perut sudah cukup terisi, badan mulai menghangat dan masing-masing dari kami juga sudah pergi ke kamar mandi, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Ada beberapa pilihan rute wandern  atau hiking yang ditawarkan. Kami memilih rute yang paling pendek, dengan tujuan utama adalah puncak tertinggi, yaitu Klosterwappen. Kami mulai menyusuri jalan yang agak sedikit becek karena salju yang mencair. Alhamdulillah cuaca saat itu cukup cerah, bahkan cukup hangat ji

Naik Kereta Schneebergbahn dan Hiking di Hochschneeberg hingga ke Klosterwappen

Di akhir pekan kemarin, kami kembali menggunakan fasilitas dari Niederösterreich Card untuk berkegiatan di alam. Kali ini kami mencoba ke Puchberg untuk naik Schneebergbahn menuju ke Hochberg lalu wandern/hiking  di sana. Sejak musim panas bulan Juli lalu, kami merasa perlu mencoba merutinkan diri untuk berkegiatan di alam sekaligus olahraga bersama keluarga untuk rehat sejenak dari kesibukan pekerjaan dan aktivitas lainnya di setiap pekan. Hari-hari kami memang cukup padat. Suami bekerja sekaligus mengerjakan disertasi, melakukan review  dan mengerjakan proyek tim yang masih terkait studi S3. Anak-anak sekolah dari pagi hingga sore hari, si sulung bahkan masih menambah jam belajar untuk mengikuti sekolah Indonesia Den Haag setiap sore. Sedangkan saya, masih terus menjalani kelas Ausbildung yang belakangan ini semakin intensif dan padat pengulangan materi untuk persiapan ujian akhir. Capek? Pasti. Tapi semoga lelahnya lillah dan berbuah rida Allah. Kesibukan inilah yang mengantarkan sa

Eltern Abend, Sesi Mengasyikkan di Sekolah Seiring Mulainya Tahun Ajaran Baru

Bismillahhirrohmanirrohim... Mumpung masih hangat - karena baru saja kulalui-, di tulisan kali ini aku ingin membagikan cerita seputar Eltern Abend (artinya „malam orangtua“ ?). Secara bahasa artinya memang „malam orangtua“ tapi artinya sebenarnya kurang lebih pertemuan wali murid. Karena dilakukan di sore menjelang malam hari, maka melekat kata Abend (malam) di belakang kata Eltern (orangtua). Sejak anak-anak bersekolah di sini empat tahun yang lalu, sesi Eltern Abend selalu menjadi sesi yang kunantikan. Karenanya, ketimbang suami, aku yang lebih sering hadir di sesi ini. Selain karena pertimbangan kefasihan dalam berbahasa Jerman, bagiku ini juga merupakan kesempatan berdiskusi dua arah dengan para guru anak-anak di sekolah sekaligus mendapatkan feedback tipis-tipis mengenai perkembangan anak-anak saat bertumbuh di sekolah. Kapan dilaksanakan Eltern Abend ? Biasanya dilakukan sekali dalam satu tahun ajaran, di awal proses belajar dimulai. Tahun ajaran sekolah-sekolah di Wina, Aust