Sunday, 31 July 2016

Target Menulis Saya dalam Tantangan ODOP#99days Semester Kedua

Bismillahirrohmanirrohim…
Menulis sebenarnya bukanlah hal yang saya lakukan dengan keterpaksaan. Bagi diri pribadi, menulis merupakan sebuah kebutuhan dan cara me time saya untuk sejenak melepaskan diri dari kepenatan menjalani aktivitas. Terlebih, saat ini saya sedang berkomitmen untuk membuat dokumentasi pembelajaran anak setiap harinya. Jadi, bukankah antara target tersebut dan ODOP#99days bisa saling bersinergi? Seharusnya demikian. Tapi, hal tersebut belum terjadi saat mengikuti tantangan ODOP#99days semester pertama.
ODOP#99days semester pertama saya lalui dengan terengah-engah dalam mencapai garis. Seharusnya saya bisa mengejar ketertinggalan di semester pendek, namun waktu yang panjang justru melenakan saya untuk menunda-nunda untuk menulis, bersantai dan justru mengambil kesempatan kuliah online dan kesibukan lainnya yang saya jadikan pembenaran ketika tulisan tidak jadi-jadi. Alhasil, waktu terus berlalu dan tulisan yang siap disetor belum bertambah. Menjelang batas akhir semester pertama, kalang kabutlah saya dan terus menulis untuk mengejar setoran. Ah, secara kualitas sangatlah buruk. Ini kebiasaan buruk yang masih saja menghinggapi, deadliner.
Saya memang membutuhkan dukungan lingkungan luar dalam mencapai sebuah target.  Dalam Talents Mapping, bakat INPUT, MAXIMIXER, SIGNIFICANT, dan COMPETITION termasuk tujuh bakat teratas yang membuktikan bahwa saya mutlak membutuhkan komunitas untuk proses belajar. Artinya, bertumbuh bersama teman-teman yang memiliki arah tujuan yang sama, akan membantu saya untuk mencapai target. Karena itu, saya perlu selektif dan skeptis dalam menentukan langkah, dalam komunitas manakah saya memutuskan untuk bergerak bersama sehingga hasil belajar dapat sesuai harapan.
Saya memfokuskan diri untuk mengambil peran hidup sebagai Home Educator dan Fasilitator Keluarga. Dan alhamdulillah dalam tantangan ODOP#99days lalu, tulisan saya didominasi dengan hal-hal seputar peran hidup tersebut. Dan di semester kedua ODOP#99days inipun, saya masih mengambil tema besar itu.
Dalam 99 hari ke depan selama mengikuti ODOP#99days semester kedua ini, saya ingin mengasah ilmu dan mendokumentasikan perjalanan terkait keluarga, perkembangan dan aktivitas anak, serta renungan sebagai seorang hamba, istri dan ibu. Sejalan dengan target pembelajaran saya di tahun 2016 ini adalah berada di KM 1 dengan kompetensi tuntas diri. Yaitu selesai dalam hal manajemen diri, pikiran dan waktu serta terjalinnya komunikasi produktif dalam keluarga.

Semoga Allah mampukan, Aamiin…

#ODOPfor99days
#day101
#griyariset
#risetmicha




Link Tulisan Gelombang Ketiga pada ODOP#99days

Link tulisan day 67-99
67 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/05/rencana-semester-pendek-program.html. Rencana SP ODOPfor99days
68 http://griyariset.blogspot.com/2016/05/revisi-nice-homework-1-program.html, Revisi NHW 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional
69 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/05/resume-materi-2-program-matrikulasi-ibu.html, Resume materi 2 Program Matrikulasi :Membangun Peradaban dari Dalam Rumah
70 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-dimana-saja-kepik.html . Mini Project : Ayo, Cari Dimana Kepik Bersembunyi!
71 http://risetdapur.blogspot.co.id/2016/07/crepes-camilan-simpel-favorit-anak.html . Riset Dapur : Crepes : Camilan Simpel Favorit Anak
72 http://griyariset.blogspot.com/2016/05/my-personal-curriculum-nice-homework-3.html. Membuat Kurikulum Personal NHW #3 Program Matrikulasi IIP
73 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/05/mini-project-berkreasi-dengan-cat-warna.html. Bermain Cat Warna
74 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/link-tulisan-gelombang-kedua-pada.html . Link tulisan day 34-66 ODOP#99days
75 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-bermain-bersama-di-acara.html . Bermain Bersama di Acara Ramadhan Berbagi Ceria
76 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-membuka-celengan-untuk.html . Mini Project : Membuka Tabungan untuk Berbagi
77 http://risetdapur.blogspot.co.id/2016/07/tips-menyimpan-sayuran-di-kulkas-ala.html . Riset Dapur : Manajemen Penyimpanan Sayuran
78 http://risetdapur.blogspot.co.id/2016/07/tips-menyimpan-daging-di-freezer-ala.html . Riset Dapur : Manajemen Penyimpanan Daging di Freezer
79 http://risetdapur.blogspot.co.id/2016/07/steak-tempe-camilan-padat-gizi-kaya.html . Riset Dapur : Steak Tempe
80 http://risetdapur.blogspot.co.id/2016/07/sup-krim-jamur-sahabat-sejati-anak-kala.html . Riset Dapur : Sup Krim
81 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/riset-megi-menyusui-beki.html . Riset MeGi : Menyusui Sambil ditutup Selimut
82 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/riset-megi-diberi-kumis.html . Riset MeGi : Diberi Kumis
83 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/riset-megi-membantu-beki-memasukkan.html . Riset MeGi : Membantu Beki Memasukkan Stiker ke Toples
84 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-mengenal-kata-dalam-al.html . Mini Project : Mengenal Kata dalam Al Qur’an
85 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-yuk-menggambar-buah-buahan.html . Mini Project : Menggambar Buah-Buahan
86 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/riset-megi-tolong-bacakan-buku-ini.html . Riset MeGi : Tolong Bacakan Buku Ini
87 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-yuk-baca-al-quran-bersama.html . Mini Project : Yuk, Baca Al Qur’an Bersama-sama
88 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-melipat-mukena-sendiri.html  . Mini Project : Melipat Mukena Sendiri
89 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/catatan-singkat-hasil-diskusi-konsep.html . Catatan Singkat Hasil Diskusi Konsep Fitrah Anak dan Perumusan Aktivitas Anak CBE HEbAT Bandung
90 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-menggambar-di-permukaan.html . Mini Project : Menggambar di Permukaan Balon
91 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/mini-project-belajar-siklus-air.html . Belajar Siklus Air
92 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/winners-vs-losers-materi-kedua-kuliah.html. Winners vs Losers, Kuliah Self Driving Materi Kedua
93 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/myelin-pentingnya-muscle-memory-materi.html. Myelin, Pentingnya Muscle Memory
94 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/sharing-materi-school-for-homeschooling.html. Sharing mengenai SfHF
95 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/mengenal-shei-latiefah-inisiator-save.html. Mengenal Inisiator SSC
96 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-ikut-forum-belajar-ummi.html . Mini Project : Ikut Forum Belajar Ummi
97 https://mesadewi.wordpress.com/2016/07/26/mulia-sesuai-standar-allah/. Kontemplasi :
Mulia Sesuai Standar Allah
98 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/materi-7-program-matrikulasi-ibu_25.html . Matrikulasi materi 7 : Menemukan Misi Hidup
99 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/sudah-produktifkah-hidup-saya-merenungi.html . NHW #7 Program Matrikulasi Ibu Profesional

#ODOPfor99days

Link Tulisan Gelombang Kedua pada ODOP#99days

Link tulisan untuk setoran ODOP#99days pada day 34-66

34 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/link-tulisan-gelombang-pertama-pada.html . Link tulisan gelombang pertama ODOPfor99days
35 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/belajar-home-education-anak-usia-dini.html . HE Keluarga Wiwik Wulansari
36 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/02/2-pelajaran-yang-allah-sampaikan.html, Pelajaran yang Allah Sampaikan Melalu Anak
37 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/belajar-komunikasi-produktif-terhadap.html . Komunikasi ProduktifNisa Nurarifah
38 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-perak-2016-belajar-konsep-family.html . Mini PERAK
39 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/catatan-singkat-hasil-diskusi-tim.html . Meet Up Fasilitator dengan bu Septi
40 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/langkah-jitu-memicu-kreativitas-anak.html. Membangun Kreativitas Anak
41 http://risetdapur.blogspot.com/2016/07/lentho-kacang-hijau.html. Riset Dapur : Lentho Kacang Hijau
42 http://risetdapur.blogspot.co.id/2016/07/dadar-jagung-si-gurih-manis.html . Riset Dapur : Dadar Jagung
43 http://risetdapur.blogspot.co.id/2016/07/misro-si-manis-berbalut-singkong-renyah.html . Riset Dapur : Misro
44 http://risetdapur.blogspot.co.id/2016/07/perkedel-kentang-kudapan-pengundang.html . Riset Dapur : Perkedel
45 http://risetdapur.blogspot.co.id/2016/07/pepes-jamur-sahabat-kala-tenggorokan.html . Riset Dapur : Pepes Jamur
46 https://mesadewi.wordpress.com/2016/07/31/sebuah-amal-sholeh/ . Sebuah Amal Sholeh
47 https://mesadewi.wordpress.com/2016/07/31/menikah-adalah/. Menikah adalah perjuangan.
48 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/mini-project-mengupas-kulit-jeruk.html . Mini Project : Mengupas Kulit Jeruk
49 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/menyapih-dengan-pertolongan-allah.html . Menyapih dengan Pertolongan Allah
50 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/03/blog-post.html, Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut
51 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/03/brokoli-dan-prasangka-hamba.html, Brokoli dan Prasangka Hamba
52 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/toilet-training-antara-kesiapan-dan.html . Toilet Training : Antara Kesiapan dan Pembiasaan
53 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-memetik-bayam.html . Mini Project : Memetik Bayam
54 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-bermain-kotor-kotoran.html  . Mini Project : Bermain Kotor-Kotoran yang Melatih Tanggung Jawab
55 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/berkunjung-ke-rumah-kerabat-momen.html  . Berkunjung ke Rumah Kerabat, Momen Praktik Kemandirian Anak
56 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-awal-mula-si-mentari-pagi.html  . Awal Mula Mentari Pagi Bisa Menggunakan Gunting Kertas
57 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-memotong-pisang.html . Mini Project : Memotong Pisang
58 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-bermain-dan-makan-crepes.html . Mini Project : Bermain dan Makan Crepes Bersama
59 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/03/praktikum-kulwap-seru-belajar_24.html. Praktik Kulwapp Seru Belajar Matematika dengan Cerita
60 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/03/blog-post_25.html. Main Gelang Warna
61 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/04/my-family-my-home-team.html. My Family, My Hometeam
62 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/05/resume-program-matrikulasi-1-overview.html. Program Matrikulasi 1: Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
63 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/05/kumpul-sahabat-sma-ibu-temu-kangen-ayah.html. Reuni Teman SMA
64 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/05/nhw-1-program-matrikulasi-iip-checklist.html. NHW 1 Program Matrikulasi IIP : Checklist Perempuan Profesional
65 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/05/talents-mapping-45-aktivitas-produktif.html. Panduan 45 Aktivitas Produktif
66 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/05/nhw-2-program-matrikulasi-iip-membangun.html. NHW 2 Program Matrikulasi IIP : Menemukan Misi Spesifik Hidup dan Peran Spesifik Keluarga

#ODOPfor99days
#day74

Sharing Materi School for Homeschooling Facilitator dari Ai Santiani

Sharing School for Homeschooling Facilitator

Ai Santiani

Bagaimana cara membuat peta?
Tahu tujuan
Titik awal adalah posisi saat ini
Peta/panduan
Kompas/penunjuk arah
Sebuah SISTEM terdiri dari INPUT dan OUTPUT. Dimana antara INPUT menuju OUTPUT membutuhkan PROSES, sedangkan dari OUTPUT ke INPUT merupakan feedback.
Misal, dalam sebuah sistem bernama keluarga. Output merupakan harapan pada anak-anak, menjadi anak yang mandiri, sholeh, menebar manfaat dan kreatif. Sedangkan input yang dibutuhkan seperti orangtua, komunitas, lingkungan sekitar dan keluarga besar.
#ODOPfor99days
#day94


Link Tulisan Gelombang Pertama pada ODOPfor99days

Berikut link tulisan yang ditulis dalam rangka mengikuti program ODOPfor99days untuk hari ke-1 sampai dengan ke-33

1 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/01/perdana-nge-bakso-boedjangan-sembari.html. Review Bakso Boedjangan di jalan Pahlawan
2 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/01/resume-singkat-buku-quantum-reading.html. Resume buku Quantum Reading
3 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/01/sensory-play-es-batu-warna-cara-asyik_99.html. Sensory Play Es Batu Warna
4 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/01/one-day-one-post-for-99-days-dan-jurnal.html. ODOP#99days dan Jurnal Bunda Sayang
5 http://griyariset.blogspot.com/2016/01/karena-informasi-merupakan-tanggung.html. Komunikasi Produktif pada Anak
6 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/pembelajaran-akan-pentingnya-belajar.html. Belajar Mengungkapkan Perasaan (Jurnal Komunikasi Produktif)
7 https://mesadewi.wordpress.com/2016/07/19/marah-yang-produktif-dan-konstruktif-adakah/. Marah Produktif dan Konstruktif, Adakah?
8 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/06/resume-materi-miip-4-ibu-manajer.html. Resume Materi MIIP #4 – Ibu, Manajer Keluarga Handal
9 http://griyariset.blogspot.com/2016/06/mini-project-berkunjung-ke-kantor.html. Mini Project – Berkunjung ke Kantor Imigrasi Bandung
10 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/06/mini-project-mengenal-resiko-dan.html. Mini Project – Mengenal Resiko dan Tanggung Jawab
11 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/06/saat-aku-menjadi-kita.html. Renungan pernikahan.
12 http://griyariset.blogspot.com/2016/06/introduction-of-self-driving-course.html. Kuliah Self Driving (1)
13 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/06/mengurus-pembuatan-paspor-di-kantor.html. Mengurus Paspor 
14 http://griyariset.blogspot.com/2016/06/materi-5-program-matrikulasi-ibu.html. Materi 5 program matrikulasi IIP
15 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/06/mini-project-persiapan-ramadan-berbagi.html. Persiapan Ramadan Berbagi Ceria
16 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/resume-kulwapp-bedah-buku-menjadi.html. Resume Kulwapp dengan mba Nesri : Bedah Buku Menjadi Orangtua Hebat
17 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/06/tugas-6-program-matrikulasi-ibu.html. NHW 6 Memahami Diri melalui pembacaan hasil Asesmen TM
18 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/01/sejenak-melepas-rutinitas-berdamai.html. Tentang Penerimaan, Berdamai dengan Kondisi Tidak Ideal
19 http://griyariset.blogspot.com/2016/06/mini-project-berkreasi-dengan-volcano.html. Volcano Egg
20 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/02/ulasan-praktikum-materi-komunikasi.html. Praktik Komunikasi Produktif
21 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/06/resume-acara-spiritual-financial.html. Resume Spiritual Financial Planning
22 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/berkunjung-ke-bapusipda-perpustakaanku.html. Mini Project : Berkunjung ke Bapusipda
23 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/berkenalan-dengan-indonesiax-sebuah.html. Belajar via IndonesiaX
24 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/membuat-homemade-playdough-ala-resep.html. Membuat Playdough ala Resep Familia Kreativa
25 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/saat-mereka-berkreasi-playdough-bersama.html. Saat Anak Laki-Laki dan Perempuan Memainkan Playdough Bersama
26 http://griyariset.blogspot.com/2016/07/mini-project-serunya-membuat-gunung.html. Mini Project : Serunya Membuat Gunung Meletus di Rumah
27 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/toilet-training-saat-mudik-tetaplah.html. Toilet Training Saat Mudik? Tetaplah Berjalan, Allah yang Mudahkan. 
28 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/tips-dan-trik-mengajak-balita-menikmati.html .  Tips dan Trik Mengajak Balita Menikmati Perjalanan Panjang di Kereta Api
29 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/sampaikan-alasan-kuat-dan-logis-padanya.html. Sampaikan Alasan Kuat dan Logis Padanya, Maka Perlahan Dia Akan Mengerti
30 http://risetdapur.blogspot.com/2016/07/kentang-goreng-gurih-nan-empuk.html.  Resep Kentang Goreng Gurih Nan Empuk
31 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/saat-anak-memberi-kode-dont-teach-me-i.html. Saat Anak Memberi Kode : Don’t Teach Me, I Love to Learn
32 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-bermain-di-kolam-renang.html .  Mini Project : Bermain di Kolam Renang
33 http://griyariset.blogspot.co.id/2016/07/mini-project-bermain-gurita-botol-di.html . Mini Project : Bermain Gurita Botol di Kereta Api

#ODOPfor99days
#day34

Saturday, 30 July 2016

Mengenal Shei Latiefah, Inisiator Save Street Child dari Media

Dini hari ini menemukan sesosok sociopreneur yang berasal dari Jombang, mbak Shei Latifah. Baru sekarang tahu, kalau beliau ternyata inisiator gerakan Save Street Child(SSC). Nama SSC bukal hal asing di telinga, tapi baru tahu kalau inisiatornya seorang perempuan muda dan enerjik yang berasal dari tempat asalnya yang sama. Oke, disemangati rasa penasaran, mulai browsinglah mengenai mbak ini dan gerakannya. Sempat nonton liputan di acara Sarah Sechan, berikut link-nya https://www.youtube.com/watch?v=I4GOPThL4y0 dan sedikit resume singkat.
Save Street Child (SSC) merupakan gerakan sosial yang membantu anak jalanan untuk memiliki kehidupan yang layak dan terpenuhi hak dasarnya. Saat mereka ditanya apa yang dipelajari di SSC, serentak mereka menjawab ada banyak hal. Mulai dari pelajaran seperti Matematika, IPA hingga kesenian dan tari. Khusus hari Jumat, mereka bebas berkreasi, entah art and craft, tari maupun kesenian lainnya.
Saat itu anak jalanan yang terbina ada sekitar 30 orang, itu tahun 2013 ya, dengan 50 orang tenaga pengajar. Saat ini tentu jumlahnya meningkat pesat.
SSC berawal dari keprihatinan seorang Shei Latifah pada anak jalanan yang membutuhkan shelter, makanan. Program dimulai dengan event berkala, kemudian dilanjutkan dengan program jangka panjang. Hingga saat diwawancarai Shei Latifah mengungkapkan sudah ada 7 kelas yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang. Ulasan selengkapnya mengenai Save Street Child dan Shei Latifah, bisa disimak di beberapa link di bawah ini :

#griyariset
#sociopreneur
#ODOPfor99days

#day95

Thursday, 28 July 2016

Mini Project : Ikut Forum Belajar Ummi

[Mini Project]
28 Juli 2016

Micha Belajar, MeGi pun Belajar



Horeeee…alhamdulillah. Kemarin Micha dan MeGi bisa belajar sambil bersilaturrahim dengan teman komunitas. Agenda hari kemarin buat Micha adalah nonton bareng dan diskusi film The Beginning of Life bersama teman-teman IIP Bandung di RB Dago, bonus silaturrahim ke rumah teh Elma buat belajar Talents Mapping bersama teh Nca. Agendanya MeGi, bermain bersama di Kids Corner Bumi Inspirasi waktu Micha nonton bareng dan diskusi, pretend play  bersama teh Lulu, dilanjut bermain bersama teh Lulu dan teh Iffa di rumah bude Elma. Nah, apa saja yang MeGi lakukan dalam aktivitasnya yang nyaris seharian tersebut? Berikut Micha coba mencatatnya :

  • Cooking Class di Kids Corner Bumi Inspirasi

Ini aktivitas yang baru buat MeGi. Di rumah belum ada mixer, jadi dia antusias banget waktu bikin kue bersama-sama. Mengamati teh Tya meratakan adonan dengan mixer, ikut terlibat menata cup kertas, meneteskan warna pada adonan, menuang adonan ke cetakan cup dan bekerjasama dengan teman lainnya. Menjelang sesi akhir Micha nonton bareng, MeGi datang menghampiri Micha dan membawakan bolu kukus cantik. Terimakasih sayang J
  • Pretend play bersama teh Lulu


Setelah sesi cooking class, MeGi enggan kembali ke tempat Kids Corner. Dia bersama Lulu asyik membongkar tas masing-masing. Tas MeGi Cuma berisi gunting, karena sejak di rumah Micha soundingnya, nanti bakal main gunting kertas di rumah bude Isti, hihi. Nah, waktu mereka membuka tas Lulu, MeGi menemukan gunting. Terdengarlah oleh Micha percakapan khas anak-anak.
MeGi      : Ini sisir siapa?
Lulu        : Sisir Lulu
MeGi      : Teteh Lulu bawa sisir di tas? Buat apa?
Lulu        : Iya, kan buat ngerapiin rambut yang kusut. Kalau rambutnya kusut, disisir biar rapi lagi.
Beberapa detik kemudian, percakapan dilanjut dengan adegan MeGi menyisiri rambut Lulu. Hihihi…Micha yang sedang menyimak diskusi kelompok, jadi agak kurang konsentrasi karena melihat aksi mereka.
Tak berapa lama kemudian, adzan Dhuhur terdengar. Lulu menggamit tangan MeGi, mengajak sholat Dhuhur berjamaah di kamar teh Fara setelah diizinkan oleh bunda Isti. Mereka masuk ke kamar. Tampaknya mereka anteng di dalam sana. Karena penasaran dan ingin menanyakan MeGi mau BAK/BAB atau tidak, saya mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk. Lulu membukakan. Ternyata mereka sedang bermain busana. Lulu menjajalkan kebaya milik teh Fara ke MeGi dan MeGi menyambutnya dengan riang. Saya pun diminta segera meninggalkan kamar oleh mereka. Hihihi, anak-anak… J   
  • Bermain bersama di rumah bude Elma

Karena Micha dan teh Nca berkunjung ke rumah teh Elma, tempat mainpun berpindah. Di rumah bude Elma, MeGi bersama Lulu dan Iffa bermain di box bayi dek Abdi. Sepertinya seru sekali. Berlanjut dengan bermain lego dan masak-masakan dengan peralatan masak milik Iffa. Merasa perlu menjiwai, mereka perkecil malkist menjadi bentuk serpihan untuk dijadikan bahan masakan. Heu

#griyariset
#miniproject
#ODOPfor99days
#day96

Monday, 25 July 2016

Materi 7 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Menemukan Misi Spesifik Hidup

Horeeee....akhirnya masuk sekolah kembali...

Hari Selasa, 17 Juli 2016 lalu, akhirnya kelas Matrikulasi Ibu Profesional kembali berjalan. Setelah libur Ramadhan dan Idul Fitri yang cukup panjang, materi belajarpun kembali digulirkan. Kelas pun riuh ramai seperti halnya anak-anak di hari pertama sekolahnya. Banyak yang mengaku butuh penyegaran. Pada anak sekolah, libur terlalu panjang akan membuatnya lupa cara menulis dan tulisannya pun menjadi lebih jelek dari sebelumnya. Sama halnya dengan para ibu disini. Libur panjang diakui membuat para ibu kehilangan amunisi dalam menjalani aktivitas, butuh penguatan kembali. Apa materi yang disampaikan untuk minggu ini? berikut resumenya :

MATERI MATRIKULASI BATCH #1  TM #7
MENEMUKAN MISI SPESIFIK HIDUP

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitaas hidup kita ini tidak akan selalu dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita. Karena Rejeki itu kejutan, nilai rupiah itupun bonus dari kesungguhan kita bukan yang dicari sebagai obyek utama. Mohon dipahami dulu dengan seksama materi sebelumnya, kemudian praktekkan agar kita semakin yakin akan proses menjemput rejeki.

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup. Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagaian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis). 
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”. 

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan esok hari saya akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #7 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #6.

Salam Ibu Profesional,

/Septi/

SESI PERTANYAAN DAN DISKUSI


1. Teh Shanty- Bandung
Jadi bertanya-tanya, pernahkah atau adakah orang yang kita pandang secara materi kurang, tapi memiliki kemuliaan?
Jawab : Inilah materi utama saya di tour de talents untuk anak-anak. Saya silaturahim ke orang-orang yang senantiasa menaikkan kemuliaan hidup, sehingga indikatornya bahagia dan sukses. Contoh pertemukan anak-anak ke tukang sampah di Jogja pak Wisnu namanya, yang dengan tulus mengambil sampah dari rumah ke rumah sambil mengedukasi warga satu desa. Bonusnya dia sempat dipanggil Oprah Winfrey untuk talk show. Kemudian saya ajak bertemu dengan Prigi Arisandi, yang awalnya hanya membersihkan sungai Brantas saja, dan akhirnya bisa mendapatkan penghargaan yang langsung diserahkan oleh Barack Obama, ada pak Sumadi yang mengedukasi jamban di desa-desa, sehingga terkenal dengan Sumadi Jamban :), ada Tri Mumpuni seorang perempuan pejuang mikrohidro, dan masih banyak lagi daftar orang-orang yang meningkatkan kemuliaan hidup, materi mengikuti sebagai bonus sebuah kesungguhan.

2. Uput - Bandung
Kalau mmg tergantung cara pandang soal kemuliaan ini apakah artinya kemuliaan ini adalah perjalanan tiada henti sampai kita meninggal? Karena sejatinya kemuliaan itu Allah yang menilai dan tidak ada standar khusus dalam penilaian manusia thd manusia lainnya
Jawab : Betul teh, kemuliaan itu perjalanan tiada henti sampai kita meninggal di dunia, dan sekali lagi hanya Allah yang tahu kadar kemuliaan hidup kita. Yang bisa kita rasakan adalah ketentraman hidup dan kebermanfaatan bagi sesama dan alam semesta.

3. Nia Nio - Depok
Noble atitude seperti dalam kurikulum bu Septi untuk anak-anak itu yang seperti apa?
Jawab : Saya berikan contoh dalam menggali fitrah belajar ya mbak. Di awal kami menerapkan 4 hal yang menjadi tujuan anak belajar sesuatu sampai bermanfaat :
a. Tahap Intellectual Curiosity
Anak-anak akan mempelajari sesuatu dimulai dari rasa ingin tahu dari dalam dirinya, bukan dijejali, ini menjadi salah satu ciri manusia yang senantia berpikir. Inside-Out, bukan Outside-In.
b. Tahap Creative Imagination
Mengembangkan kemampuan kreativitas anak, karena ini modal utama sebuah perubahan hidup.
c. Tahap Art of Discovery and Invention

Dari mempelajari ilmu-ilmu tersebut, muncullah satu kata dari mulut anak "AHA!" ternyata bla....bla...bla...
d. tahap Noble Attitude
Tahap tholabul 'ilmi-nya ini menumbuhkan sebuah action berbagi, entah berbagi proses atau berbagai kebermanfaatan hasil, sehingga memunculkan ilmu-ilmu baru dan meningkatkan kemuliaan hidup.
Maka sebenarnya janji Allah pasti, "Akan dinaikkan derajaT manusia yang menuntut ilmu", maka menuntut ilmu yang seperti apa?  maka inilah yang membuat kita "berpikir"

4. Andita - Malang
bu...wkt memperkenalkan anak-anak dengan orang-orang tersebut
Teknisnya bgmn bu?cara menghubungi org2 tsb?
Kq ibu n kelg.terfikir utk memprknalkan k a-b-c ..apakah mmg ada list khusus/gmn Bu?
Jawab : Pertama, menguatkan fokus konsentrasi pikiran kita sebagai orangtua, kalau istilah umumnya "red car syndrom", apabila kita fokus ke mobil warna merah, maka sepanjang perjalanan rasanya ketemu terus dengan mobil warna merah, padahal sebenarnya mobil warna merah itu selalu lewat terus, hanya saat itu pikiran kitalah yang nggak fokus. Dari awal saya dan pak Dodik sudah berprinsip anak-anak harus punya banyak referensi tentang "profesi dan peran hidup" sehingga mereka jadi kaya akan pilihan. Kemudian kita buat daftar profesi dan talents seperti apa saja yang ada di muka bumi ini. Sehingga terbagilah profesi para profesional (employee, self employee, bussiness owner dan investor)  dari sana kita lihat mana yang sukses dan bahagia, kemudian kita list, muncullah orang-orang yang berada dalam fokus pikiran kami dari berbagai kuadran.

5. Teh Shanty - Bandung
I see... Jadi teringat sosok inspiratif yang sering ada di sosok Kompas atau di Kick Andy. Orang-orang bersahaja yang banyak berarti bagi orang lain.
Jawab : Betul bisa dimulai dari hal tersebut teh, pekerjaan saya dulu juga ngumpulin kliping tentang sosok-sosok hebat di kompas, dan cerita ke anak-anak bahwa di jaman sekarang banyak juga orang-orang baik seperti saat jaman Rasulullah, kemudian kita jelaskan apa yang bapak ibu dan kita lakukan juga sedang berproses ke arah sana, sehingga suatu saat di tahun 2006, saya masuk liputan di sosok Kompas dan Kick Andy di tahun 2007, baru anak-anak makin yakin dengan proses yang sedang dijalankannya bersama orangtuanya.

6. Farda - Surabaya
1.apa ada kemungkinan misi spesifik hidup berubah Bu dipengaruhi keadaan, sumber daya, dan perubahan kondisi hidup yg diluar perkiraan?
Jawab : Menurut pengalaman saya, misi spesifik hidup itu sebenarnya tidak pernah berubah, cara menemukannya saja yang bermacam-macam dan dengan berbagai cara, tapi ketika dilihat benang merahnya ternyata apa yang kita kerjakan mengarah kepada "misi spesifik hidup kita". Contoh ketika "galau" dulu proses saya mencari misi spesifik hidup adalah dengan berjualan baju dan berganti dengan berjualan soto, ternyata sepanjang berjualan baju dan berjualan soto yang saya lakukan adalah "mengajar dan menginspirasi para ibu yang mau beli baju dan mentraining serta memotivasi setiap pagi ke  para tukang masak, tukang belanja dan pramusaji warung soto saya. Ya lama-lama baju dan sotonya tutup tapi ilmu training saya makin naik hehehe.
2.berbicara indikator mulia, seberapa pentingkah kedudukan mulia secara duniawi (manusia) dan dimata allah, menurut bu septi. Krn ada namanya personal branding dlm dunia manajemen yg tyt jg berpengaruh ya bu? 
Jawab : Mulia di mata Allah lebih dari segalanya mbak. prinsip kami selama Allah dan rasulNya tidak murka, jalan terus, meski banyak manusia yang mencemooh kita. Branding penting? iya, maka branding itu akan ketemu dengan seiring kita menemukan misi hidup. Maka pak Dodik sangat mementingkan "personal branding dan family branding” terlebih dahulu, sebelum masuk ke "product branding", biar tidak bertabrakan dengan core values keluarga kita.
3.karena materinya butuh pemahaman mendalam bisakah dibantu diilustrasikan Bu? Dg seorang tokoh? 
Jawab : seperti pertanyaan teh Shanty di atas ya mbak, sangat banyak contoh di muka bumi ini. Teman-teman bisa cari dengan keyword "social enterpreneur" nanti akan ketemu lagi dengan banyak orang-orang yang berada dalam fokus pikiran kita.

7. Teh Lendy - Bandung
Cara menyatukan frekuensi dgn orangtua, bagaimana yaa..Bu Septi...?
Jawab : Buktikan dan terus berproses. Lebih sering menunjukkan kebaikan kita ke orangtua dibandingkan saat dulu belum berubah. Jangan pernah pikirkan "persepsi orangtua ke kita", atau orang lain ke kita, teruslah berbuat baik dan raih kemuliaan di mata Allah. Berat? iya, tapi surga jaminannya insya Allah. Kalau surga itu gampang diraih, pasti tidak ada ujian yang seberat itu.


8. Teh Shanty - Bandung
Saya hobi ngumpulin kliping sosok inspiratif. Tapi asli nggak kepikiran untuk kenalan langsung. Abis rasanya orang jauh banget di tipi. Ha...ha... Sampai malam ini..
Jawab : itu biasanya karena kita tidak tahu jelas tujuan kita ngumpulin teh hehehehe. Kalau saya dulu kekeuh harus bisa bertemu dengan orang-orang hebat itu karena untuk anak saya. Sehingga itu membuat kagum Ara kecil, ibunya ibu rumah tangga biasa, tapi setiap kali orang tersebut ada di TV, tidak lama kemudian pasti ketemu dan seakan-akan sudah jadi kenalan lama ibunya. Sehingga sampai hari ini Ara itu masih punya mindset bahwa " semua orang terkenal itu pasti teman ibunya", hal tersebut membuat dia pede, meski saya sendiri nggak kenal sebenarnya hehehe.

9. Farda - Surabaya
Menanggapi jawaban dr tanya mb shanty ttg orang2 inspiratif-mulia tsb. Seingat saya (mohon diklarifikasi ya bu)..bahwa bu septi saat masa kegiatan kaya wawasan, mengajak menemui anak dg kriteria orang "bahagia" lalu beranjak ke orang yang "sukses dan bahagia". Nah, dr paparan ibu, rata2 ada salah satu tanda kriteria yg jadi tolok ukur org tsb pernah "mendapat pengakuan" dr sebuah lembaga/institusi/acara talkshow/media. Apa itu jd kewajiban bu? Atau kita jg boleh mengajak anak kepada orang disekitar rumah kita yg mgkn belum "terakui" luas ?
Dan untuk mengawali action skrg bu, mgkn ada tips trik teknis saat  bu septi duLu mengawali ingin bertemu orang2 hebat bu..polanya biar bs saya adaptasi duplikasi. jazakilah khoir bu Septi atas ilmunya
Jawab:
mbak farda, betul di masa 0-7 th kami berdua mengawali tour de talents dari orang-orang terdekat, ada penjual makanan yg sukses dan bahagia ( sukses dan bahagia syarat wajib, skalanya saja yg berbeda) di sekitar rumah, tukang salon yang sukses dan bahagia,  kami datangi. Setelah anak-anak usia 7 th ke atas ( dengan catatan sudah memiliki adab yang benar) maka mulailah menaikkan level anak-anak untuk bertemu dg orang2 yg "wilayah kerja" misi hidupnya lebih tinggi bisa skala nasional dan international. Berbagai cara kita tempuh, salah satunya dengan mengumpulkan berita ttg org2 hebat, membaca biografi mereka lewat buku, silaturahim dll.

Tip dan triksnya bermacam-macam :
a. Mengirimkan personal message
b. Telepon
c.Mengikuti seminar dengan pemateri orang-orang yg dituju
e. Mengikuti pameran/expo yg didatangi oleh orang-orang yg dituju
f. Ikut komunitas
g. Silaturahim langsung ke rumah

Teknisnya harus jadi ibu yang pede, tahu adab dan sopan santun bertamu, memiliki kemampuan mendengarkan yg dahsyat. Ini kunci suksesnya. Sebaiknya 7 th ke atas dan paham adab. kalau 7 th ke atas ternyata belum punya adab, tunggu sampai adabnya tumbuh, ini indikator utama.

10. Teh Fiena dan mbak Nesri
Senada pertanyaannya dengan Mb Nesri,
Apakah kemuliaan yang hakiki bisa di indikasikan menjadi 'dihargai' tidak hanya dari segi materi seperti pada umumnya orang memberi tolak ukur untuk seseorang yang dikatakan 'berhasil'?
Kemuliaan itu erat kaitannya dengan ketentraman hidup, karena kemuliaan hakiki dan abadi terletak pada usaha untuk meraih kesempurnaan spiritual serta keutamaan-keutamaan ruh dan moral. Dalam surat al-Fatir ayat 10, Allah Swt berfirman, "Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya." Jelas bahwa para pencari kemuliaan harus memohon kemuliaan tersebut dari Allah swt, sebab kemuliaan adalah milik-Nya dan manusia akan meraihnya di bawah cahaya penghambaan dan penyerahan diri.

Setelah materi ini disampaikan, pemahaman materi dikuatkan dengan pengerjaan tugas NHW #7 mengenai misi hidup dan produktivitas. Pengerjaan tugas versi saya bisa disimak disini

#institutibuprofesional
#programmatrikulasi
#misihidup
#griyariset
#ODOPfor99days

#day98

Saturday, 23 July 2016

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project
20 Juli 2016
Belajar Siklus Air



Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa.
Allahumma shoyyiban nafi’an
Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.
Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.”
Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya.
Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline, ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi motorik, gambar dari mba Amalia Kartika, kartu kata-kata yang ada dalam Al Qur’an yang berkaitan dengan pembelajaran kali ini.

Ilustrasi Siklus Air

Bahan :
  • Kertas karton putih (saya menggunakan kardus bekas kosmetik bayi)
  • Kapas bulat (ini sisa perlengkapan MeGi saat bayi)
  • Kertas origami

Alat :
  • Spidol
  • LemGunting
  • Kuas

Cara membuat dan menggunakan :
Buat ilustrasi siklus air menggunakan kertas origami, spidol dan kapas.
Buat sediaan warna biru dan hijau (anak bisa belajar mencampurkan warna)
Beri kesempatan anak untuk mewarnai awan dan pohon. Proses mewarnai kapas dengan cat air menggunakan kuas ini dijadikan sebagai aktivitas anak.

Mari Bercerita Bersama

Usai ilustrasi terwarnai, anak siap mendengarkan cerita. Saatnya bercerita mengenai perjalanan air dari ilustrasi yang sudah dibuat. Cerita disesuaikan dengan gaya masing-masing, yang secara garis besar membahas alur siklus air :
  • Evaporasi. Proses menguapkan air di permukaan bumi. Jadi, air yang ada di danau, laut, sungai bendungan hingga air tanah pun, berubah menjadi uap air karena terkena panas sinar matahari.
  • Kondensasi. Uap air yang naik, saat mencapai ketinggian tertentu, berubah menjad partikel es yang sangat kecil. Koq bisa? Ya, karena suhu udara yang sangat rendah di ketinggian tersebut. Partikel es saling mendekat dan terbentuklah awan. Semakin banyak partikel es yang bergabung, awan akan semakin tebal dan hitam.
  • Presipitasi. Disinilah proses terjadinya hujan. Di proses ini, awan mencair akibat suhu udara yang tinggi. Butiran air jatuh dan membasahi bumi. Saatnya membaca doa “Allahumma shoyyiban nafi’an” nih J
  • Run off dan infiltrasi. Hujan kan sudah jatuh, lalu bagaimana? Air hujan yang turun ke bumi, akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, ini yang disebut run off. Sedangkan sisanya, akan mengalami infiltrasi, yaitu bergerak masuk ke pori-pori tanah, merembes dan berkumpul menjadi air tanah. Nah, begitu penting kan peran pepohonan untuk dalam proses ilnfiltrasi ini? Coba bayangkan kalau hutan gundul sedangkan hujan turun terus menerus. Longsor bisa sangat mudah terjadi. Na’udzubillahimindzalik.

(Alur diatas disarikan dari sumber http://www.ebiologi.com/2016/03/siklus-hidrologi-pengertian-proses.html)
Catatan : Nama masing-masing alur boleh disebutkan, boleh tidak ya, bergantung tingkat pemahaman anak. Kalau untuk MeGi yang masih berusia 2 tahun, saya tidak menyebutkan nama prosesnya. Lebih menonjolkan perjalanan si air.

Lalu, apa yang disuka anak-anak saat belajar tentang proses? Kalau Si Mentari Pagi, dia lagi suka main tebak-tebakan. Materi yang disusun mba Amalia Kartika sesuai banget dengan sesi tebak-tebakan ini. Jadi setelah melempar 1 pertanyaan, kita lihat dan baca bersama-sama isi yang tertera di Al Qur’an. Beberapa waktu lalu kami juga menyusun papan Kata yang Terdapat di Al Qur’an. Beberapa kata yang berhubungan dengan Siklus Air, seperti angin, laut, langit, dan lainnya kami gunakan juga sebagai bahan bercerita.
Di belakang rumah juga ada sumur, jadi setelah cerita, bisa sekaliyan jalan-jalan juga berkeliling. Menunjukkan fungsi sumur, bunyi pompa air listrik waktu menyedot air ke bak mandi, pipa-pipa saluran air, sampai akar kangkung yang membantu penyerapan air, hihi J

Selamat belajar bersama

#ODOPfor99days
#day91
#siklusair
#miniproject
#griyariset


Sudah Produktifkah Hidup Saya? Merenungi Misi Hidup dan Produktivitas dalam Tugas 7 Matrikulasi Ibu Profesional

Mesa Dewi_IIP Bandung

PROGRAM MATRIKULASI BATCH #1 
[NHW#7] MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS


Bunda, setelah di materi NHW#7 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#6)
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni/

Jawaban :
A. Ranah aktivitas yang ada dalam kuadran SUKA dan BISA yang ingin saya asah dengan kesungguhan hingga menjadi master atas izin Allah adalah MENJADI HOME EDUCATOR

B. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Saya ingin menjadi home educator yang handal. Bersama suami menjalankan visi misi keluarga yang telah dirumuskan bersama. Menyokong passion beliau di bidang ilmiah dan akademik, menyusun dan menjalankan kurikulum belajar keluarga dan menjadi guru teladan bagi ananda, bahkan anak-anak di lingkungan sekitar.

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Untuk mewujudkan impian menjadi home educator yang handal, yang ingin saya lakukan adalah :
  • Berkomitmen menjadikan jam bermain bersama anak sebagai jam terbang yang mengasah kemampuan
  • Membuat portofolio anak dengan cara menuangkan pengalaman keseharian dalam bentuk tulisan dan kolase foto
  • Menuntut ilmu yang berkaitan dengan bidang ini dan membagi kembali ilmu yang dimiliki dan pengalaman yang sudah dipraktikkan. Dalam hal ini, peran komunitas sangat menunjang pembelajaran saya.
  • Menjalankan kurikulum personal bagi diri saya yang sudah saya susun di NHW #3

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
  • Memiliki ilmu dan keterampilan yang terintegrasi dan mumpuni dalam proses menjalankan misi hidup
  • Sebagai bagian dalam proses mencapai impian, besar harapan saya untuk dapat memiliki teman perjalanan dengan bakat dominan focus, discipline, restorative, futuristic, activator yang dengannya saya dapat berkolaborasi dan senantiasa diingatkan untuk tetap berjalan di dalam lintasan.


C. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Setiap muncul pertanyaan mengenai visi hidup, saya selalu teringat surat 51 ayat 56

Jika tujuan penciptaanku adalah menjadi abdiNya, adakah tujuan hidup selain mengabdi penuh pada Sang Pencipta?
Menjadi hamba sepenuh waktu, menjalankan tujuan penciptaan dengan menjalankan peran spesifik sehingga dapat memberi kebermanfaatan dunia akhirat dan meraih ridho Allah.
Seorang praktisi Talents Mapping pernah mengutip ayat terkait dengan peran spesifik manusia sebagai jalan hidup, Tertuang di surat 17 ayat 84

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
5-10 tahun ke depan artinya saya sedang menapaki 5 KM kedua perjalanan hidup, jika Allah izinkan. Yang ingin saya capai adalah lingkungan yang kondusif untuk praktik pendidikan anak, terutama anak usia dini.
Saya ingin mengenyam pendidikan secara terstruktur dan sistematis mengenai pendidikan anak usia dini, serta bersama dengan teman-teman sevisi, membangun sebuah kelompok bermain anak sebagai wujud penuangan ide sistem pembelajaran anak sekaligus penduplikasian pengalaman yang sudah dipraktikkan di rumah dengan keluarga.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Dalam kurun waktu 1 tahun ini saya sedang berada di KM 1-2 perjalanan. Kompetensi yang ingin saya capai pada KM 1-2 adalah Tuntas Diri. Yang mencakup mempelajari ilmu mengenai manajemen diri, waktu, pikiran dan komunikasi produktif pada keluarga.

Lebih lengkapnya, tertuang dalam kurikulum personal saya yang saya susun pada NHW #3 lalu yang saya lampirkan kembali di bawah ini.

Kurikulum Personal Pribadi yang saya coba rumuskan
Bismillah... semoga tak ada langkah yang tergerak oleh hati yang tak tertuju padaMu, ya Rabb...

#ODOPfor99days
#day99
#institutibuprofesional
#griyariset

Tuesday, 19 July 2016

Mini Project : Menggambar di Permukaan Balon

[Mini Project]

Menggambar di Permukaan Balon

Acara Ramadhan Berbagi Ceria yang MeGi ikuti di hari sebelumnya, membawa oleh-oleh berupa balon besar berwarna kuning untuk dibawa ke rumah. Balonnya terbilang cukup besar, berbahan tebal dan tidak mudah meletus. Micha masih ingat, sepulang dari acara tersebut, kita ikut keluarga Planner sampai di persimpangan, dilanjut dengan naik angkot menuju rumah. Di angkot, karena MeGi tertidur dan Micha khawatir balonnya terbang, Micha lepas pegangannya dan masukkan balon itu ke tas kresek besar yang diambil dari tas ransel. Cukup, dan sangat pas. Padahal kresek tersebut ukurannya tergolong amat besar, hihi. Sesampainya di rumah, dipakailah balon itu untuk bermain.

Keesokan harinya, pagi hari adalah jadwal MeGi bermain bersama Abiya. Biasanya saat mereka berdua bermain, seringkali ada hal aneh yang dijadikan objek bermain. Benar saja, kali ini sasarannya adalah si balon kuning. Balon memang mainan favorit MeGi. Dan pagi itu pun dia sudah membawa balon kuning itu. Sebagai langkah inside out, Abiya menjadikan balon kuning tersebut sebagai media gambar. Alat yang digunakan adalah pulpen dengan ujung yang agak tumpul. Meletuskah balonnya? Micha pikir begitu, tapi ternyata tidak. Pulpen yang ujungnya tidak terlalu tajam itu bersahabat dengan balon kuning yang permukaannya cukup tebal. Micha melihat dengan harap-harap cemas, khawatir meletus. Sedangkan MeGi? Dia begitu antusias mengikuti ayunan jemari Abiya. Ya, dia ikut menggambar juga di permukaan balon. Di wajah mereka berdua, tidak ada raut khawatir sedikitpun.

Mana hasil karya MeGi? Itu, yang kiri bawah, dengan pulpen putih-hijau jemarinya beraksi


Manfaat kegiatan ini bagi MeGi antara lain :
  • Melatih motorik halus, koordinasi panca indra
  • Membuka wawasan media gambar yang belum pernah dicoba sebelumnya
  • Membuang rasa khawatir, berani mencoba hal baru
  • Melatih keberanian untuk mengambil risiko
  • Melatih untuk berpikir di luar kebiasaan (out of the box)

Ah….inilah yang dibutuhkan anak. Bukan seberapa lengkap media permainan yang disodorkan, atau semahal apa fasilitas yang diberikan, tapi keberadaan kita di sampingnya, mendampinginya dan menjadi teman bermainnya, hadir secara utuh lah yang terpenting untuk tumbuh kembangnya.

Semoga Allah mudahkan kami untuk menjadi fasilitator yang benar, aamiin.

#griyariset
#miniproject
#menggambarbalon
#ODOPfor99days
#day90

Catatan Singkat Hasil Diskusi Konsep Fitrah Anak dan Perumusan Aktivitas Anak CBE HEbAT Bandung

[Pendidikan Berbasis Keluarga]
16 Juli 2016

Diskusi Konsep Fitrah dan Perancangan Kegiatan CBE HebAT Bandung


Dari info grup WhatsApp HebAT, agenda dalam pertemuan ini ada 3, yaitu :

  • Kajian konsep fitrah
  • Briefing untuk mentor anak
  • Merancang kegiatan CBE HebAT Bandung (berdasar framework)
Diskusi dimulai dengan perkenalan antar member, dilanjut sharing konsep fitrah sesuai pemahaman masing-masing keluarga. dari cerita masing-masing keluarga, saya mendapat banyak pelajaran.

Kajian Konsep Fitrah

Ada seorang bapak dengan 5 orang anak yang keseluruhannya adalah homeschooler. Beliau menceritakan gaya pendidikan keluarga yang cenderung bebas. Mengambil hal-hal baik dan positif sesuai dengan nilai keluarga. Ada juga seorang bapak yang menceritakan pengalamannya mendampingi putra-putrinya belajar. Bahwa sang bapak sempat mengalokasikan waktu beberapa bulan untuk tidak bekerja seperti biasa, demi mengamati perilaku belajar sang anak. Dan hasilnya, beliau meminta sang istri untuk resign dan hadir sepenuhnya mendampingi anak-anak bertumbuh kembang dan belajar. Ada juga seorang bapak yang anak sulungnya sudah menginjak SMA, dan memutuskan supaya anaknya memperdalam agama dan skills di usia SMAnya, tidak lagi mengenyam bangku formal. Semoga saya tidak salah tangkap dari pemaparan beliau-beliau. Diskusipun mengalir ke kondisi anak-anak yang sekolah. Ternyata tidak sedikit anak-anak yang mogok sekolah. Merasa waktu belajar yang terlalu panjang dan menjenuhkan, hingga mereka enggan dan memilih untuk sekolah di rumah bersama orangtuanya. Inilah yang sering menjadi titik balik para keluarga. Siap tidak siap, jalani. Karena anak memang menghendaki seperti ini.
Dari cerita-cerita para kepala keluarga tersebut, betapa saya merasakan nikmat Allah yang begitu besar. Dipertemukan dengan komunitas belajar sejak anak sulung baru lahir. Sehingga meski masih compang-camping, setidaknya berada di starting point yang sesuai. Belum terlambat, insyaAllah. Dan, masih ada waktu untuk memantaskan diri menjadi fasilitator belajar keluarga. Sekolah atau tidaknya anak-anak kami kelak, sepenuhnya diputuskan oleh mereka. Namun, jika nanti ternyata mereka menginginkan homeschooling, kami harap nanti kami akan mengangguk menyetujui dengan ilmu dan ketrampilan yang mumpuni.
Cerita inipun menjadi bahasan kami berdua saat Home Team Disscussion. Suami mengangguk-angguk, kemudian berujar, “Biya harap, langkah yang kita lakukan, selalu dengan pertimbangan yang matang dan merupakan hasil kesepakatan. Sehingga kita melangkah dengan penuh keyakinan. Kita sekeluarga, bukan pribadi masing-masing. Sehingga, harapannya bisa memperkecil hal-hal yang bisa kita sesali di kemudian hari.”

Briefing mentor anak dan merancang kegiatan anak CBE HebAT Bandung

Seusai sholah Dhuhur, agenda berlanjut kesini. Disini kami dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama, untuk orangtua yang memiliki anak berusia 0-7 tahun, sedangkan kelompok kedua untuk orangtua dengan anak usia 7-14 tahun. Dalam kelompok, kami menyusun aktivitas anak baik jadwal dan ragam aktivitas yang sekiranya dapat difasilitasi oleh para anggota kelompok. Ya, setiap anggota bergiliran menjadi fasilitator dalam aktivitas tersebut. Bukankah perlu orang satu desa untuk membesarkan seorang anak? Agenda yang telah disusun tersebut direncanakan efektif berjalan mulai bulan Agustus 2016.

#griyariset
#pendidikanberbasiskeluarga
#pendidikanberbasisfitrah
#pendidikanberbasiskomunitas
#ODOPfor99days
#day89


Mini Project : Melipat Mukena Sendiri

[Mini Project]

Memandu Kemandirian : Melipat Mukena Sendiri

Melipat mukena adalah salah satu tugas kemandirian yang kami latihkan untuk MeGi di usia 2 tahun. Karena dia senang mengenakan mukena, kami berinisiatif memesankan mukena ke tetangga untuk MeGi. Ibu tetangga ini pintar menjahit, sehingga kami bisa memesan dengan ukuran khusus. Berbonus sajadah bermotif senada pula. Alhamdulillah. Sebelumnya, MeGi cukup puas mengenakan kerudung saya jika beraktivitas sholat.
Kegembiraannya memakai mukena baru, kami jadikan momen untuk memandu kemandirian dan melatih tanggung jawab. MeGi yang biasa sholat berjamaah dengan saya, secara otomatis mengikuti setiap gerak gerik yang saya lakukan. Maka, usai sholat sayapun bersegera melipat mukena. Di awal, dia akan bersemangat sekali ikut melipat mukena. Namun saat melihat mukena saya sudah terlipat rapi sedangkan miliknya masih tak berbentuk, dia mulai kesal.

MeGi     : “Mi, susaaaaaaah…”  
Saya       : “Bisa nak, coba bismillah dulu”
M            : “Bismillah…
                  “Ga bisa Miiii…”
S              : “Oke, boleh Ummi bantu?”
M            : “Iya”
S              : “Oke, kalau begitu, satu-satu ya. Ummi lipat mukenanya, MeGi lipat bawahannya. Begini caranya (sambil mempraktikkan)
M            : (mengikuti instruksi) “Bisa Mi!”
S              : Alhamdulillah, ternyata bisa kan? Enak kan jadi anak mandiri?
Tersenyum bersama.

Dialog diatas terjadi saat awal-awal tugas melipat mukena kami latihkan padanya. Ada kalanya dia keberatan, “Ummi aja yang lipat… MeGi ngga mau”, atau “Ngga…MeGi ngga bisa”. Nah, tantangan nih… Kalau sudah seperti ini, kami anggap ini pertanda kami harus mengganti strategi komunikasi MeGi. Kalau tantangan itu terjadi, yang kami upayakan adalah :

Bertanya. Menanyakan alasan dia tidak mau melipat. Biasanya karena ada hal baru yang keburu menarik perhatiannya. Maka, yang dikakukan adalah, mengalihkannya dari hal baru tersebut dan mengingatkannya untuk bertanggung jawab. Tentu jika langsung disampaikan, dia akan langsung menolak. Perlu memberikan strategi baru supaya tugas tersebut menjadi sebuah amanah yang menyenangkan dan menantang untuk dilakukan olehnya.

Bagaimana strateginya?


Abiya menggunakan strategi hitungan. Jadi saat dia enggan melipat mukena, maka Abiya membuat kompetisi melipat mukena antara Micha dan MeGi dengan aba-aba hitungan 1-10. Ini pernah berhasil.
Micha menggunakan strategi dialog. Begitu dia menolak melipat mukena, saya mendiamkannya sejenak sembari tetap melipat mukena milik saya. Sembari dia asyik bermain atau melakukan sesuatu, saya ajak dialog, misalnya seperti ini :
Saya       : “Nduk, kenapa mukenanya nggak dilipat?”
MeGi     : “Ngga mau, Ummi aja.”
S              : “Ooo…gitu, memangnya kenapa?”
M            : “Kan MeGi lagi baca iniiii…” (dia mengemukakan alasan)
S              : ”Iya, boleh koq baca itu. Tapi kan kesepakatan kita, habis sholat, kita sama-sama melipat mukena. Ummi tadi sudah melipat mukena Ummi. Ingat kan, anak yang mandiri itu juga bertanggung jawab atas barang miliknya. Hmm…kira-kira MeGi anak yang mandiri bukan ya?” (mengingatkan dan memberi umpan anak untuk mengambil sikap)
M            : (berdiri dan bergegas pergi) “Iya Mi, MeGi lipat mukenanya.”
S              : “Bagus, itu namanya anak yang bertanggung jawab”

Saya mendampinginya dan memeluk sebagai tanda apresiasi. Jangan ditanya seperti apa hasil lipatannya. Tentu jauh dari kata “rapi”. Tapi itu bukanlah tujuan. Sikap bertanggungjawabnyalah yang ingin kami bangun. InsyaAllah hal-hal teknis seperti kerapian, teknik melipat dan sejenisnya akan mengikuti seiring pertambahan usianya.  
               
Wallahu a'lam
                
#griyariset
#miniproject
#kemandiriananak
#ODOPfor99days
#day88

Mini Project : Yuk, Baca Al Qur'an Bersama-sama

[Mini Project]


Yuk, Baca Al Qur’an Bersama-sama


Raising your children, raising ourselves

Quote diatas memang benar adanya. Jika menginginkan anak yang sholih dan sholihah, langkah pertama dan utama yang harus ditempuh adalah membuat diri menjadi pribadi yang sholih terlebih dahulu. Maka, dalam mendidik anak, keteladanan jauh lebih utama dibandingkan nasihat. Dan ini menjadi PR besar bagi kami.


Setiap anak pasti memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, terutama atas apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Setiap kali orangtua melakukan sesuatu, tidak berselang lama anak akan menirukannya. Pun saat membaca Al Qur’an. Saat kita membaca Al Qur’an, sudah bisa ditebak dia pasti juga ingin membaca Al Qur’an. Bukan buku bacaan yang lain, yang bahkan mungkin ilustrasinya lebih beragam, gambarnya lebih menarik dan warnanya lebih mencolok. Bukan, bukan itu. Dia lebih mengingingkan apa yang ada dalam genggaman kita, yang sedang kita gunakan. Mungkin dia berpikir, dia juga ingin melakukan persis seperti apa yang sedang kita lakukan. Hihi

Supaya kami tetap bisa membaca Al Qur’an dan tetap memfasilitasi rasa ingin tahu anak, kami mengupayakan hal berikut :
1. Memberikan Al Qur’an terjemahan khusus miliknya. Ya, dari awal, kami memberikan satu Al Qur’an terjemahan khusus untuknya. Yang secara bentuk mirip dengan yang kami gunakan. Kami tidak pernah menggunakan miliknya, sehingga harapannya saat sesi membaca Al Qur’an, kami dapat melakukannya bersama-sama dengan Al Qur’an milik masing-masing.
2. Saat dia menggunakan Al Qur’an, tak jarang ada bagian yang sobek, ada yang halamannya terlepas dan sebagainya. Kami sempat bingung mengantisipasi ini. Karena jika mengganti dengan buku, dia menolak, melarangnya untuk memegang juga sulit karena dia terus saja menginginkan. Maka, jika ada bagian yang sobek atau terlepas, kami bersegera mengisolasi dan memperbaikinya. Alhamdulillah masa itu berlangsung di usianya hingga 18 bulan. Semakin dia besar, semakin jarang bagian yang sobek maupun terlepas.
3. Usai menggunakan, bersama-sama kami meletakkannya kembali ke tempatnya. Melatihkan padanya untuk bersegera mengembalikan sesuatu begitu selesai digunakan, sekaligus membangun rasa tanggungjawab atas barang miliknya.

Wallahu a’lam

#griyariset
#miniproject
#ODOPfor99days
#day87



Riset MeGi : Tolong Bacakan Buku Ini

[Riset MeGi]
7 Juni 2016

Meminta Dibacakan Buku

Salah satu tanda MeGi mulai merasa nyaman dengan orang baru adalah, dia meminta orang tersebut untuk membacakan buku. Sehingga, salah satu cara untuk mendekatkan diri dan diterima oleh MeGi adalah dengan mengajaknya membacakan buku. Dan ini sering dilakukan oleh teman-teman Micha untuk mengawali bermain bersama MeGi.
Bagaimana kalu dengan orang yang sudah dikenal? Jika MeGi ingat akan buku, maka saat itu juga dia akan meminta untuk dibacakan buku. Seperti halnya malam itu. Usai melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, MeGi masih bermain dengan teh Ilmi dan mas Hadip di ruang tamu. Tiba-tiba, MeGi teringat buku kesukaannya. Dia ambil di rak buku, dan meminta teh Ilmi membacakan untuknya. Dia duduk manis di pangkuan teh Ilmi, mendengarkannya bercerita mengenai isi buku. Karena itu buku favoritnya, maka dia hafal beberapa dialog dan alur cerita di buku itu. Sehingga saat teh Ilmi bacakan buku, beberapa kali MeGi menyahut menebak kalimat yang akan dibacakan.
Nampaknya MeGi menjadikan aktivitas dibacakan buku sebagai langkah adaptasi dia pada orang baru. Aktivitas itu sebagai sebuah cara komunikasinya dalam mengenal orang baru. Dia menjadi lebih nyaman dan lebih mudah beradaptasi.

#griyariset
#risetanak
#ODOPfor99days
#day86


Mini Project : Yuk, Menggambar Buah-Buahan

[Mini Project]
8 Juni 2016

Menggambar Buah

Di jam belajar MeGi waktu itu, saya berencana membuatkan sesuatu untuk MeGi yang contohnya ada di folder foto di handphone saya. Saat membuka folder, MeGi ikut serta dan ternyata justru lebih tertarik dan ingin membuat rangkaian buah seperti yang ada di gambar. Baiklah, kita ikuti saja ketertarikan sang anak. Kami pun mengambil kertas lipat, gunting, lem dan spidol untuk membuat gambar buah, kemudian disusun dan ditempel di pita, sehingga dapat dibentangkan di dinding. Berikut penampakannya,


Dari gambar buah-buahan ini, MeGi belajar kembali mengenai warna, ragam buah dan kepik yang menyelinap di salah satu bagian. entah mengapa ada kepik yang mengiringi disitu. Dan MeGi meminta dibuatkan persis seperti di gambar, jadilah kepik itu tetap ada tak dihilangkan.


#griyariset
#miniproject
#ODOPfor99days

#day85