Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2018

Membuat Kandang Waktu Harian untuk Aktivitas Produktif

PROJECT RUANG BERKARYA IBU #2 TUGAS MATERI 3 Setelah membuat 'ruang' untuk unik diri di Tugas Materi 2, tantangan selanjutnya adalah: Urutkan 'ruang' tersebut berdasarkan prioritas dari dalam keluar, dari lingkar inti yaitu anak dan pasangan, berlanjut ke lingkar luar tetangga, komunitas, dan masyarakat. Jika di Tugas Materi 2 yang dibuat adalah urusan ranah publik semua, maka sekarang di tugas 3 bisa dibenahi, mulai dari lingkaran inti berlanjut ke lingkaran luar..  Silahkan dibuat kandang waktu produktivitas diri sesuai 'ruang' yang sudah ditetapkan: ✳ Ranah Keluarga ✳ Ranah produktif Laksanakan dan patuhi waktu yang telah dibuat Tuliskan tugas dengan menyertakan hashtag: #RuangBerkaryaIbu #Proyek2 #TugasMateriTiga #KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu Jawaban : Menilik kembali jawaban saya di tugas 2, maka ranah produktif yang sedang saya jalankan beserta urutan dan kandang waktu hariannya adalah : • Menjalankan progr

Munculnya Inisiatif di Sesi Makan

Mentari Pagi berusia 4 tahun, Langit berusia 1 tahun 4 bulan. Mengamati aktivitas mereka, ummi menjadi sadar bahwa sejatinya fitrah belajar memang sudah Allah installkan pada setiap diri manusia. Justru larangan dari orangtua dan lingkungan yang tanpa sadar mencederai fitrah tersebut sehingga anak-anak tumbuh menjadi pemuda pemudi yang apatis dan kurang peka pada lingkungan. Pemuda pemudi ini pernah peka, pernah berinisiatif, namun lingkungan menekan dan menghambat fitrah tersebut. Aah…ini menjadi bahan kontemplasi ummi… Hari ini kami belajar di sesi makan. Terinspirasi dari buku Totto Chan, pagi ini ummi menghadirkan sarapan dengan menu “makanan yang berasal dari laut dan pegunungan.” Ya, cah kangkung untuk makanan yang berasal dari pegunungan dan cumi-cumi untuk makanan yang berasal dari laut. Dan ini berhasil menggugah rasa penasaran Mentari Pagi dan membantu mereka makan dengan lahap.  Kejadian apa saja yang ummi temui di sesi makan ini?  Mentari Pagi dan Langit

Belajar Bersama Alam dan Lingkungan

Hari ini adalah jadwal kami berkegiatan di luar rumah. Tak jauh-jauh, kami berkegiatan di sekitar rumah, tetap berada di dalam kompleks perumahan. Jalan-jalan pagi ini memang kegiatan yang sudah mereka nantikan, terutama bagi Mentari Pagi. Sedari bangun tidur, dia sudah menodong ummi untuk jalan-jalan pagi. Namun, ummi justru menjawab dengan memberi pertanyaan. “Kalau mau jalan-jalan pagi, syaratnya apa?” Mentari Pagi menjawab segera, “Mandi dan sarapan dulu.” Jawaban singkat itu diikuti langkah cepat menuju kamar mandi, bersegera menuntaskan standar pagi. Mandi sudah, sarapan pun sudah. Mentari Pagi dan Langit bermain di teras rumah sembari menunggu ummi. Fitrah fisik yang Allah anugerahkan membuat setiap anak menyukai aktivitas bergerak aktif berinteraksi dengan alam. Untuk itulah minimal tiga kali dalam seminggu ummi jadwalkan jalan-jalan pagi untuk mengasah semai fitrah dan mempelajari fenomena alam karunia Allah. Sebelum jalan-jalan, ummi melakukan briefing singkat. I

Tidying Festival Books, Supaya Gemar Membaca Tanpa Kalap Membeli Buku

Tidying Festival – Books Buku-buku sebenarnya sudah banyak disortir sejak kepindahan ke rumah orangtua. Kemudian, demi persiapan menyusul suami pun, buku-buku sudah banyak disortir berdasar kebutuhannya. Foto sebelum Adalah buku-buku yang saya gunakan saat ini. Dengan kondisi yang berantakan  Foto sesudah  Adalah buku-buku yang digunakan saat ini yang sudah ditata berdasar kategori Adapun buku-buku lain, tersimpan dalam kontainer yang sementara kami titipkan di rumah orangtua selama kami sekeluarga merantau kelak (sekarang sedang mempersiapkan keberangkatan). 

Ruang Berkarya untuk Mengembangkan Bakat dan Peran Dominan yang Allah Karuniakan Padaku

Setelah menelusuri bakat dan potensi peran yang kita miliki, pernahkah muncul dalam pikiran kita,  “Lalu, langkah berikutnya bagaimana?” Atau “Ya, itu memang sesuai dengan diri saya. Kemudian, apa yang harus saya lakukan terhadapnya?” Bisa jadi, kita sudah mulai mengenal dan memahami diri. Namun untuk dapat menebar kebermanfaatan, cukupkah itu? Perlu ada proses lanjutan, yaitu mengembangkannya. Maka, pertanyaan berikutnya,  Bagaimana caranya? Ruang Berkarya Ibu #2 kali ini memberitahu langkahnya. Kita diminta untuk memberikan ruang pada tujuh bakat dan enam peran dominan yang kita miliki. Berikut ruang karya yang akan saya jalankan untuk memfasilitasi bakat dan peran yang Allah berikan pada saya : Discipline, Administrator = Memberi ruang pada bakat discipline dengan cara melakukan perencanaan dan evaluasi harian secara tertulis di buku agenda harian, mengisi buku  productive journal  2018 dan mutabaah yaumiyah setiap hari mulai tanggal 25 Maret 2018 sampai dengan 25

Bergembira Bersama di Tidying Festival

Tidying Festival adalah momen berbenah habis-habisan, memilih barang-barang yang membuat spark joy kemudian menatanya secara KonMari, dan melepaskan barang-barang di luar itu. Entah dibuang, diberikan ke orang lain, didaur ulang secara fungsional maupun dijual kembali.  Jujur, saya baru bisa mengalokasikan beberapa menit perhari untuk melakukannya. Itupun tak setiap hari bisa dilakukan. Berjauhan dengan suami dan mendampingi anak-anak yang masih berusia balita dan baduta tanpa adanya asisten rumah tangga, menjadi tantangan tersendiri.  Namun, tidying festival tetap harus dilakukan dong ya. Tantangan kondisi biasanya memunculkan kreativitas nyata, hihi… Berbenah pakaian saya mulai dari milik anak-anak. Alasannya sederhana, karena lemari anak-anak sudah berupa laci-laci, maka saya sudah merasa spark joy dengan tempat penyimpanannya. Alih-alih menanti jam tidur mereka yang tak datang jua, saya memberanikan diri melakukan tidying festival dengan melibatkan mere

Memahami Bahasa Bakat dan Kekuatan Peran untuk Semakin Memahami Diri

Tugas kali ini amat menarik, memetakan diri dengan menilik deskripsi tema bakat dan potensi kekuatan peran. Tantangan banget ini. Mengapa? Karena dari tugas ini akan terlihat seberapa jauh kita mengenal diri kita sendiri. Dan tentunya, tugas ini akan mudah dikerjakan jika kita sudah memahami dengan baik definisi dari masing-masing tema bakat dan potensi kekuatan peran tersebut. Keberadaan buku Talents Mapping, Talents Dynamics   juga hasil dari pelatihan Talents Mapping Basic dan Talents Mapping Dynamics   amat membantu saya menginterpretasikan diri. Berikut hasil proses identifikasi yang sudah saya lakukan : Tujuh bakat dominan diri dengan indikator 34 tema bakat Discipline Futuristic Input Relator Competition Maximizer Significance Sedangkan untuk 6 peran dominan dari ST30 Ambasador Journalist Marketer Administrator Seller Educator Saya terbiasa untuk melakukan perencanaan sebelum bertindak. Karena itulah, sejak kecil saya memiliki buku catatan

Sejauh Mana Saya Mengenal Diri Saya?

Pertanyaan ini muncul dalam benak saya saat mendapat tugas menjawab pertanyaan sebelum mengikuti kuliah WhatsApp bersama Abah Rama di grup Ruang Berkarya Ibu. Dua minggu lalu saya baru saja berbincang panjang dengan Abah. Saya berkesempatan mengikuti Talents Dynamics di Surabaya untuk lebih mendalami Talents Mapping dan memanfaatkannya untuk mengembangkan kapasitas diri, keluarga dan umat. Saat training lalu, Abah memaparkan ada banyak definisi bakat. Dan berbeda-beda, bergantung dari sudut pandang mana. Bagaimana Talents Mapping mendefinisikan bakat? Bakat merupakan sifat yang produktif. Sifat yang jika diasah secara kontinyu, akan menghasilkan kebermanfaatan bagi umat dan alam. Bakat merupakan nature , sifat bawaan yang dikaruniakan Allah pada setiap hambaNya, secara spesifik. Setiap orang memiliki peta bakat masing-masing. Maka, antara bakat dan kerja keras, tidak ada yang lebih penting. Keduanya sama pentingnya bagi setiap manusia. Dengan mengetahui peta bakat, kita

Berbenah ala KonMari : Persiapan Griya Riset Mengawali Tidying Festival

Berjumpa lagi di kelas KonMari Indonesia level Shokyuu. Di tugas ketiga ini, kami sebagai peserta diminta untuk menuliskan persiapan-persiapan apa saja yang kami lakukan untuk menyambut Tidyng Festival di rumah.  Apakah itu Tidyng Festival ? Tidying festival merupakan istilah yang Marie Kondo buat untuk membuat acara berbenah adalah acara spesial yang hanya dilakukan sekali seumur hidup. Berbenah secara totalitas hingga dapat mengubah cara berpikir dan hidup kita. Asyik, kan? Alih-alih menganggap berbenah sebagai sebuah rutinitas yang menjemukan, Marie Kondo mengajak kita untuk mengubah midset  terlebih dahulu sebelum berbenah.  Dari sini, berbenah menjadi sebuah momen spesial yang perlu dipersiapkan dan disambut oleh seluruh anggota keluarga.  Lalu, apa yang keluarga kami lakukan untuk mengawali  Tidying Festival  ini? Saya mulai dengan berpikir keras, hihihi Saya bersama kedua anak saya yang masih balita dan balita, sedang tinggal di rumah orangtua saya. S

Aliran Rasa Kelas Bunda Sayang

Teknologi, Selayaknya Mendekatkan dan Mencerdaskan

Di bulan Februari ini, kami tiba di materi pamungkas, penghujung kelas Bunda Sayang. Materi yang dipelajari bertajuk Keluarga Multimedia. Tak seperti biasanya, materi kali ini disampaikan via aplikasi WizIQ yang memungkinkan peserta mendengar suara dan menyimak presentasi pemateri. Penerimaan materi yang melibatkan indera penglihatan dan pendengaran ini membuat materi lebih mudah dipahami. Peserta nampak antusias menjajal penggunaan aplikasi WizIQ dan Virtual Class, rela menghapus aplikasi lain untuk dapat mengunduh aplikasi ini, serta memindah dokumen-dokumen gambar supaya proses pembelajaran berlangsung optimal, tidak terkendala oleh keterbatasan memori. Secara naluriah, fitrah belajar manusia terpantik dan berupaya untuk menjalankan dengan seksama. Tantangan apa yang sering kita hadapi dengan teknologi? Ibarat dua sisi mata pisau, teknologi bisa mencerdaskan, dapat pula menjerumuskan. Ya, teknologi menjerumuskan jika tak manusia gunakan dengan tepat dan bijak. Kata kuncinya ada