Friday, 21 August 2015

Bunda Produktif, Buah Manis dari Kesungguhan Seorang Ibu dalam Menjalankan Amanah

http://smartworksinc.ca/wp-content/uploads/2014/02/Productivity-Coach-Cropped.jpg

Tadi malam, perdana ikutan webinar Bunda Produktif dengan judul “Mengapa Harus Jadi Bunda Produktif?”
Webinar dimulai tepat jam 20.00 dan dibuka dengan fine tuning terlebih dahulu.
Ada 3 pertanyaan nih yang kudu dijawab sesuai versi masing-masing peserta. Berikut pertanyaan plus jawaban subjektif dari seorang Mesa ya :)

T : Apakah yang dimaksud dengan produktif?
J : Menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat
T : Alasan hidup apa yang membuat kita harus produktif?
J : Meningkatkan kualitas hidup. *ini jawaban suami. Beliau ikutan jawab pas bu Septi ngasih pertanyaan ini. Setelah beliau jawab, mendadak saya jadi kehabisan ide dan setuju dengan jawabannya.
T : Apa tujuan yang ingin dicapai ketika kita masuk ke ranah bunda produktif?
J : Menghasilkan karya yang bermanfaat dan dapat dibagi untuk orang lain serta dapat mandiri secara finansial. 

Lanjut bu Septi, semua jawaban dari seluruh peserta adalah BENAR. Tidak ada jawaban yang salah. Selanjutnya, saatnya kita samakan persepsi.

Apakah PRODUKTIF itu?
Menurut KBBI, arti produktif kurang lebih adalah mampu menghasilkan, mendatangkan, menguntungkan. Menghasilkan secara teratur dan digunakan terus menerus.
Sedangkan arti dari BUNDA/IBU adalah perempuan yang telah melahirkan seseorang
Sehingga, jika digabungkan, BUNDA PRODUKTIF adalah perempuan yang mampu memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada pada dirinya sehingga menghasilkan manfaat bagi diri dan lingkungan sekitarnya. Senantiasa aktif menjalankan misi hidup dan tidak akan pernah berhenti sampai misi hidupnya selesai. Keren ga si? Jadi makin semangat nih! hehe..

Oke, selanjutnya, makna Bunda Produktif versi Ibu Profesional
adalah Bunda yang senantiasa menjalankan proses untuk menemukan dirinya, menemukan MISI PENCIPTAAN dirinya di muka bumi ini, dengan menjalankan aktivitas yang membuat matanya BERBINAR-BINAR. Sehingga muncul ghirah/semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan buah hati.

Indikator keberlangsungan Bunda Produktif :
1. menemukan jati diri
2. menemukan misi hidup
3. menjalani jalan hidup

Bagaimanakah berbinar-binar itu?

Tidak ada perbedaan antara waktu libur dan waktu bekerja. Tidak mengenal jenuh. Jika pun jenuh, maka hanya terjadi sesaat. Dapat segera bangkit lagi dan kembali berbinar-binar. Jika tidak bangkit lagi, maka itu pertanda minat belum bertemu dengan bakat.

BENEFIT BUNDA PRODUKTIF
1. Menjalani hidup penuh makna. Memulai dan menutup hari dengan bahagia
2. Meningkatkan rasa percaya diri
3. Memiliki gairah hidup
4. Meningkatkan daya tahan tubuh
5. Makin “selesai” dengan dirinya
6. Bisa semakin memberikan manfaat untuk banyak orang terutama keluarga

PRINSIP BUNDA PRODUKTIF
a. Memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rizqi.
b. Berikhtar menjemput rizqi, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya, yaitu anak dan keluarga.
“Allah berjanji menjamin rizqi kita, maka melalaikan ketaatan padaNya, mengorbankan amanahNya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar.” 
c. Aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah kemuliaan hidup
“Karena RIZQI itu PASTI, KEMULIAANlah yang harus dicari”
Kemuliaan ini meliputi banyak aspek. Kemuliaan sebagai hamba Allah, kemuliaan diri, kemuliaan sebagai perempuan dsb.


REMINDER
a. Tugas kita sebagai bunda produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “dari mana” dan “untuk apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.
b. Bunda Produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam ANGKA dan RUPIAH, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebaga sebuah KEPUASAN HIDUP, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang BERMANFAAT bagi banyak orang.Jika kita memiliki banyak uang tapi tidak mendapatkan kepuasan hidup dan tidak bermanfaat bagi banyak orang, maka bukan bunda produktif.
c. Menjadi produktif itu adalah bagian dan ibadah, sedangkan rizqi itu urusanNya. Menjadi produktif juga bertujuan untuk memberikan anak sebuah role model,  bahwa sang Ibu adalah ibu yang selalu berusaha dan berdaya juang tinggi.

d. Segala yang kita kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (profesional)
e. Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan rizqi adalah kejutan. Rizqi adalah kejutan yang datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.
f. Rizqi hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya. Kemudian ketika sudah mendapatkannya, jawab pertanyaan berikutnya, “Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.
g. Ketika kita berjalan pada jalan hidup kita, maka kita tidak akan mencari peluang. Peluanglah yang akan mencari kita.

Materi Bunda Produktif dapat dimulai saat materi di Bunda Sayang dan Bunda Cekatan sudah berjalan 70% keatas (untuk mengetahui ini, silahkan buat checklist).
CONTOH PRODUKTIF DI RANAH IBU DAN ANAK :
Seminggu sekali muncul permainan baru, ternyata membutuhkan alat peraga. Seminggu sekali muncul alat peraga baru.
Seminggu sekali menulis artikel mengenai pengalaman aktivitas bersama anak.

TUGAS MATERI INI :
Temukan aktivitas yang kita bisa lakukan dan kita suka.
Perbanyak waktu di ranah tersebut. Rutinitas jalankan dengan durasi waktu yang pendek.
Ujicoba aktivitas. Di aktivitas mana kita paling lama bertahan.



Tuesday, 4 August 2015

Komunikasi Produktif, Pijakan Penting dalam Pendidikan Keluarga


Alhamdulillah, malam tadi kembali belajar via webinar di Ibu Profesional. Materi Komunikasi Produktif yang tadi disampaikan bu Septi, mengawali mata kuliah Bunda Sayang di tahun ajaran baru ini :D

Normalnya (dan biasanya),usai kuliah saya akan menutup laptop dan beranjak mengerjakan aktivitas lainnya. Tapi kali ini, saya memulai abnormalitas versi saya dengan membuat resume begitu kuliah berakhir. Harapannya, dengan membuat resume, hati-pikiran-tindakan saya akan semakin melekat dengan materi ini. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan praktikum dan pembuatan jurnal. Aamiin.

SUKSES = ABNORMALITY

Ibu sebagai pengemban amanah:
  • Ilmu pendidikan anak dan keluarga
  • Peningkatan kualitas diri sebagai individu, ibu dan istri
Apa yang biasa dilakukan ibu-ibu kebanyakan, kita berikan nilai tambah.
Jika normalnya ibu merupakan seorang yang multitasking, maka jadilah ibu yang memprioritaskan 1 tujuan utama. Semisal, pilih antara :
 ANAK YANG BENAR-BENAR TERDIDIK                          ( V )
SAJIAN MAKANAN YANG SELALU SEGAR SETIAP SAAT   (    )
RUMAH YANG SELALU RAPI                                        (    )
Investasikan waktu untuk belajar -->  BONUS WAKTU
Orang lain tidak belajar mendidik anak, kita BELAJAR --> BEDA

HUKUM PARETO 80:20
80 = yang dilakukan oleh kebanyakan orang.
20 = abnormal positif dan negatif. Jika kita lakukan abnormal positif (10), maka akan sukses melebihi yang lain.
Hasil adalah hak Allah. Tugas kita adalah MELAKUKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH.

MENTAL WARRIOR
Mr. Ah Bad. Setiap kita beraktivitas, dicari2 sisi negatifnya.
Mr. Cold Water. Dingin dg aktivitas kita. Apatis. Responnya membuat kita tidak bersemangat.
Mr. Lose Lose. Menyerah dengan keadaan.
Ketiga orang ini ada di sekitar kita atau bahkan di DALAM DIRI KITA. SELESAIKAN
REMEMBER :
FOR THINGS TO CHANGE, I MUST CHANGE FIRST
Buat perbandingan diri kita sekarang dengan diri kita yang dulu, bukan membandingkan diri dengan orang lain. Pun juga dengan keluarga dan anak.
PROBLEM = CHALLENGE. Membiasakan diri untuk menguatkan diri
CHOOSE YOUR WORDS
  • Words represent the way you think. Kata-kata akan menunjukkan bagaimana jalan pikiran kita.
  • Words brings energy. Kata-kata akan membawa energi. Jika kita bicara masalah, maka aura kita akan mengisyaratkan jatuh. Jika mengatakan tantangan, mata akan berbinar dan semangat menyelesaikan.
  • Words = You. Kata-kata mencerminkan kepribadian kita.

PROTECT YOURSELF
SWITCH! Sesuatu yang ada di diri kita tidak akan dapat berjalan jika tidak dikatakan.
CANCEL CANCEL GO AWAY!
Mengingat suatu hal yang menyedihkan/membuat trauma, akan membuat semakin sedih. Harus dihentikan, diganti dengan hal-hal yang menyenangkan bagi diri kita.
THE MAGIC COMMUNICATION
  • Fokus pada solusi, bukan pada masalah. Misal, anak memecahkan gelas kesayangan kita. Jika anak tersebut membawa gelas lagi, katakan hati-hati, suruh fokus dan konsentrasi. Bukan dengan mengingatkannya kembali dengan kesalahannya yang dulu. Jangan-jangan nanti jatuh lagi, gagal lagi. Komunikasi produktif ibu akan menguatkan kepercayaan diri anak.
  • Ganti TIDAK BISA menjadi BISA. Tidak ada kegagalan, yang ada hanya hasil yang salah.
  • Katakan apa yang kita inginkan, bukan apa yang tidak kita inginkan. Nak, ibu ingin kamu paham dengan kondisi keuangan keluarga kita. Bukan dengan terus mengeyel.
  • Fokus ke masa depan, bukan masa lalu. Evaluasi dilakukan saat mau memulai projek baru. Untuk memperbaiki projek ke depan. Jika anak melakukan kebaikan, ingatlah. Jika anak melakukan kesalah, tegur dan jangan diingat-ingat.                              

THE MAGIC WORD
  • Anak tidak memahami kata JANGAN
  • Keep Information Short and Simple (KISS)
  • Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan. Nadanya harus benar. Jika mengkritik, sampaikan dengan tegas, tidak perlu sayang2an dulu. Misal,”Sayang, tidak boleh ya Nak..” Setelah mengkritik, baru sampaikan kalau kita melakukan hal tersebut karena sayang pada anak. Jangan mengelus sambil mengkritik. Nanti malah kritikan anda tidak digugu. Tidak ada perubahan mengindikasikan bahwa metode mengkritik anda kurang tepat. Pujian merupakan suatu hal yang membuat anak menjadi bangga.

Marah : disertai emosi. Tidak ada solusi dan kritikan yang membangun. Pitch tinggi, jantung berdebar.
Kritik : Ada logika yang jalan. Nak, ibu sudah bilang, bahwa ini harus diletakkan di tempatnya, Sekarang kamu lakukan perintah ibu.
Di akhir kritik, katakan kalo ibu sayang dan rangkul anak
  • Kendalikan suara dan gunakan suara ramah
  • Seringlah memberi kejutan  menarik ke anak. Anak pulang sekolah beri kejutan. Contoh : Selamat! Kakak layak mendapatkan hadiah. Tiga langkah ke depan, serong ke kiri blablabla, ternyata sampai kulkas. Di kulkas ada eskrim. Diberi tulisan ANDA LAYAK MENDAPATKAN HADIAH KARENA TELAH MEMBERESKAN TEMPAT TIDUR SENDIRI à dipuji karena prosesnya.

CHANGE YOUR WORDS
Masalah = TANTANGAN
Susah = MENARIK
Saya tidak tahu = SAYA CARI DULU
Yaaah… = YESS!. Berfungsi untuk mengubah suasana. Kondisi yang mengecewakan dihadapi tetap dengan positif dan melihat sisi hikmahnya
KAIDAH 2C
Clear
Gunakan bahasa yang dimengerti komunikan, KISS
Clarify
Bila ragu, tanyakan. Jangan berasumsi. Jika ortu tidak sepaham, selesaikan di kamar. Bikin daftar kata yang tidak seharusnya muncul ke anak/di hadapan anak.
Untuk menghindarkan anak dengan pengaruh komunikasi negatif dari luar, bentengi dengan penguatan. Sehingga anak dapat CLEAR n CLARIFY dan memfilter kata-kata tersebut. Jika sudah terlanjur, SWITCH dengan kalimat-kalimat pengganti.

KOMPONEN KOMUNIKASI
Verbal : 7%
Non Verbal : 93% terdiri dari intonasi 38% dan bahasa tubuh 55%

FORMULA KOMUNIKASI

  1.  High energy
  2. Intensity of Eye Contact
  3. Transfer of Feelings
  4.  Strategy

Catatan kuliah ini berasal dari webinar tadi dan rekaman webinar tahu ajaran sebelumnya. Jika belum dapat mengikuti webinarnya, ibu dapat juga membaca bukunya, materi lengkap beserta studi kasusnya.

Selanjutnya, bagaimana?

RENCANA PRAKTIKUM :
Setelah mendapatkan kuliah komunikasi produktif ini, ada 2 hal yang menjadi prioritas saya untuk dijadikan kebiasaan dalam rangka menciptakan komunikasi produktif. Yaitu :
  • Mengendalikan emosi
  • Berkomunikasi produktif terhadap diri sendiri

Di tengah membuat catatan,ada chat WhatsApp dari Ismi Istiqomah Ruhyati, rekan belajar di IIP Bandung. Beberapa waktu lalu saya memang meminta audio lagu yang biasa beliau berikan pada anak-anak didiknya di PAUD, untuk dapat saya adaptasikan dalam mendidik si putri kecil. Berikut liriknya :
Jika aku berdoa kuangkat tanganku
Dengan suara lembut tidak berteriak
Berdoa sungguh2 agar dikabulkan
Segala permohonan hamba yang beriman
Tanganku ada dua jarinya lima lima
Kuangkat keduanya mari kita berdoa