Skip to main content

Posts

Workshop A Home Team Pertemuan Kedua : Mengamati Keluarga Sendiri, Lebih Mirip Sebuah Tim atau Kerumunan?

Alhamdulillah pertemuan kedua workshop A Home Team sudah terselenggara pada hari Rabu, 11 Januari 2023 lalu. Pertemuan dimulai dengan check-in melalui pertanyaan... Jika diibaratkan dengan musim, kondisi keluargamu saat ini seperti musim apa? Saya butuh waktu beberapa saat untuk bisa mencerna dan memahami pertanyaan ini. Musim ini cakupannya seperti apa? Apa keterkaitan analogi musim ini dengan perjalanan keluarga menjadi sebuah A Home Team, ya? Karena kalau perjalanan untuk mencapai tujuan itu kan seperti pendakian ya, saat ini sudah ada di tahap apa. Sedangkan jika musim, tentu silih berganti sesuai masanya. Dan bagi saya, setiap musim itu cantik dan menarik, dan tentu sepaket dengan konsekuensinya. Seperti salju yang kami nantikan saat musim dingin, sepaket dengan suhu dingin dalam kegelapan yang menyelimuti hari-hari. Atau berdamai dengan teriknya sengat matahari saat menikmati jalan-jalan di musim panas. Tapi kalau mencoba mengibaratkan, jika diibaratkan cuaca, kondisi keluarga sa
Recent posts

Belajar Membuat Komitmen dan Mendalami Peran Diri dalam Workshop Perdana A Home Team Efrimenia

Gambar 1. Lomba Mendongeng se-Kabupaten Jombang, Desember 2016 Setelah di bulan November 2022 lalu selesai belajar di kelas rutin dalam program Ausbildung, saya kembali menengok peta belajar diri. Saya ingin mengasah keterampilan diri dalam menjalankan peran sebagai istri dan ibu. Tak berselang lama, Allah tuntun munculnya sebuah ide,  Mengapa tidak, mengajak belajar bersama dan meminta teman-teman member Efrimenia yang sudah lulus sebagai fasilitator untuk memfasilitasi workshop A Home Team? Ide itu pun digulirkan di tanggal 30 November 2022. Kemudian mulailah koordinasi hingga alhamdulillah dengan kerja bersama, workshop perdana berhasil terselenggara di tanggal 4 Januari 2023. Bersyukur rasanya bisa mengawali tahun baru Masehi dengan mendalami ilmu dan praktik untuk menjadi tim keluarga yang berkualitas A. Sebenarnya di Ibu Profesional Efrimenia ada empat orang member yang sudah mengikuti training fasilitator. Tapi karena satu dan lain hal, maka workshop kali ini difasilitasi ol

Menjelajah Keindahan Alam di Naturpark Sparbach, Niederösterreich

Bismillahhirrohmanirrohim... Di tulisan kali ini saya akan kembali membagikan catatan perjalanan kami menggunakan NÖ (Niederösterreich) Card . Kemana? Ke Naturpark atau taman alam Sparbach . Tempat ini sengaja kami pilih sebagai destinasi karena anak-anak sedang tertarik dengan hewan-hewan yang bisa dibelai dan berinteraksi dalam jarak dekat. Kami berangkat dari Wina sekitar jam 11, karena memang menunggu saya selesai mengikuti kelas tahsin. Waktu perjalanan yang kami tempuh sekitar 90 menit, dengan dua kali pindah moda transportasi. Kami sengaja memilih waktu di musim gugur untuk menjelajah taman ini. Selain karena agar cuaca tidak terlalu panas, juga sekaliyan menikmati cantiknya daun-daun yang menguning di hutan. Tapi konsekuensinya adalah, kami perlu membawa jas hujan dan payung. Karena qodarullah di hari tersebut diprediksi akan turun hujan meski rintik-rintik saja. Alhamdulillah rintik hujan hanya menyapa sesekali saja, sehingga tak mengurangi kenikmatan wandern  atau jelajah ala

Berkenalan dengan Suasana Sekolah Sebelum Terdaftar sebagai Murid

Di suatu pagi, pemuda kecil bangun lebih awal dari biasanya. Sejurus kemudian, ia berkata, Heute besuchen wir die Schule von R, oder? Ich werde anschauen Saya pun mengangguk, membenarkan ucapannya.  Benar memang, hari itu kami memiliki jadwal pertemuan dengan kepala sekolah  Volksschule  atau sekolah dasar. Satu hari sebelumnya saya menghubungi sekolah untuk membuat termin pertemuan dengan kepala sekolah agar pemuda kecil bisa melihat langsung setiap ruangan di Volksschule juga ragam kegiatan yang berjalan di dalamnya.  Saya mengira akan mendapatkan jadwal pertemuan sekitar bulan November. Tapi ternyata kami bisa datang langsung di keesokan harinya. Kontan pemuda kecil menyambut dengan riang dan mengawali pagi dengan penuh semangat, karena paham akan mengunjungi calon sekolah tempat ia belajar selepas dari Kindergarten tahun depan. InsyaAllah. Gambar 1. Menuju Volksschule tempat si sulung bersekolah Pagi itu, kami memiliki termin dengan kepala sekolah jam 8 .00 CEST . Karena si sulung

Catatan Refleksi dari Interaksi Perempuan Multikultural Lintas Usia

Perjalanan Ausbildung mendatangkan banyak pembelajaran bagi diri saya. Mulai dari mengulik kembali seputar ilmu pengolahan pangan dan akuntansi di sebuah kelas belajar, manajemen diri agar bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalankan setiap peran yang diemban, juga pengalaman interaksi sosial secara intensif dengan teman sekelas yang notabene semuanya perempuan, namun berasal dari negara yang berbeda-beda dan dengan rentang usia yang luas pula. Untuk rentang usia, secara sederhana saya klasifikasikan jadi tiga golongan, ada yang perempuan lajang dengan kisaran usia 20 hingga 30 tahun, ada ibu muda yang masih memiliki anak kecil dengan usia satuan, ada ibu paruh baya dengan usia anak-anaknya yang sudah belasan bahkan puluhan tahun. Semuanya membaur dalam satu kelas belajar. Dari segi budaya, ada warga lokal yang memang berganti bidang profesi, ada warga keturunan pendatang yang sudah terlahir di Austria, ada warga pendatang yang sudah datang dan tinggal di Wina sejak pul

Mother and Daughter Time, Belanja Berdua dengan Putri Sulung di Akhir Pekan

Di suatu hari Sabtu, perkiraan cuaca memperkirakan akan turun hujan selama seharian. Saya sudah merencanakan bepergian berdua dengan putri sulung, dan karena tempat tujuan kami adalah indoor, maka cuaca hujan pun tak terlalu jadi soal. Di hari tersebut, suami harus pergi ke kampus karena bertemu dengan profesor pembimbing yang sedang visit ke Wina. Sedangkan pemuda kecil sedang menginap di rumah teman dan baru akan kami jemput di sore hari. Saya mengajak si sulung berbelanja barang kebutuhan memasak yang akan saya gunakan untuk Lernabschlussprüfung (LAP). Ada beberapa barang yang belum saya miliki dan nampaknya diperlukan saat nanti ujian praktik LAP. Beberapa diantaranya seperti Geflügelschere, Speiseringe, Fleischklopfer, Ausbeinmesser. Untuk ujian akhir, tentu setiap peserta bebas berkreasi seoptimal mungkin. Namun saya memilih untuk mencukupi perbekalan dengan barang-barang yang benar-benar penting dan genting saja. Tak perlu dekorasi yang aneh dan beraneka ragam. Selain kurang pen

Kalimat Pendukung dan Pengingat yang Hadir di Kelas, Saat Masa Persiapan Ujian

Bismillahhirrohmanirrohim...   Rasa-rasanya, pembelajaran di kelas Ausbildung pekan ini menghadirkan banyak sekali catatan penting mengenai cara belajar. Baik itu dari para trainer, dari Beraterin maupun dari teman-teman sekelas saat mereka berbagi cerita. Dan di akhir pekan ini, saya mencoba mengingat-ingatnya satu persatu, yang kemudian kesemuanya menghadirkan rasa syukur, optimis dan kaya akan inspirasi. Maka, saya akan membaginya juga di sini, semoga bisa menular. :) Tidak ada paksaan dari saya. Sudah seharusnya proses belajar itu menyenangkan, bukan?. Jangan lupa ambil jeda dan minum air putih. Terhidrasi dengan cukup itu penting. Demikian ucap seorang trainer kala sedang mengajar dan mengajak kami melakukan simulasi ujian. Memasuki masa satu bulan pra ujian, tentu hari-hari kami di kelas memang diisi dengan latihan dan latihan. Dan itu memang membuat lelah, baik fisik maupun pikiran. Beliau menangkap dan memahami situasi tersebut. Maka beliau mengajar dengan cara yang unik. Menya