Skip to main content

Membuat Playdough Rumahan, Aksi Seru Ibu dan Anak


Siang ini, Ummi mengajak putri kecilnya membuat playdough. Waktu Ummi menyiapkan bahan-bahan, putri kecilnya ini dengan sigap menumpahkan terigu ke lantai, diusapkan ke telapak tangan lalu dijilat. Maklum, dia belum lepas fase oral :D
Niatnya pembuatan playdough ini untuk sensory play, dan terlaksana! Dia sempat bergidik waktu memegang adonan yang sudah jadi, tapi begitu adonan tersebut berubah menjadi berwarna-warni, matanya berbinar dan mendekat lagi.   

Resep yang dipraktekkan pertama kali adalah resep yang Ummi dapatkan dari IGnya teh Wiwik, Bubu bang Farid n de Fathin yang rajin bikin kreasi permainan di rumah :)
Berhubung terigu yang ada cuma 1/4kg aja, maka resepnya dibikin versi mini.
Resep homemade playdough (hasil modifikasi)
Bahan :
- 1/4 kg terigu
- 1 sdm garam
- 1 sdm air jeruk nipis (pengganti cream of tartar)
- 3 sdm minyak goreng
- 100 ml air mendidih
- pewarna makanan (warna primer : merah, kuning, biru)

Cara Membuat :
1. Campurkan terigu dan garam dalam satu wadah, aduk hingga rata
2. Masukkan air panas sedikit demi sedikit, aduk dengan sendok
3. Tambahkan air perasan jeruk nipis sembari diuleni dengan tangan
4. Tambahkan minyak sedikit demi sedikit hingga kalis dan adonan tidak lengket. 
5. Bagi adonan sejumlah warna yang dikehendaki, bubuhkan pewarna pada masing-masing bagian. 

Selamat bermain kreasi :)

Catatan :
- Dalam pembuatan playdough, cream of tartar membuat adonan menjadi lembut dan lebih elastis. Jika tidak ada, beberapa sumber menyebutkan dapat diganti dengan air jeruk nipis/lemon maupun cuka dapur. Dalam dunia memasak, cream of tartar merupakan bahan pengembang dan penstabil.
- pembuatan berikutnya mau menambahkan tepung maizena supaya lebih halus :)



Akan menjadi apakah playdough ini di tangan kami? Akan kami tuliskan di postingan berikutnya :)

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-...

Nomor Sim Card Indonesia Nonaktif Saat Berdomisili di Luar Negeri? Lakukan Langkah Berikut untuk Reaktivasi!

Saat tahun lal u kami berkesempatan mudik ke Indonesia, saya membeli nomor sim card Indonesia dengan provider Telkomsel dan berniat menjaganya agar tetap aktif. Sekalipun tinggal di luar negeri, kami menggunakan beberapa aplikasi dalam negeri yang membutuhkan nomor sim card Indonesia yang aktif untuk verifikasi. Masa aktif kartu yang saya beli memang relatif pendek, sehingga saya merasa perlu mengeceknya secara berkala agar tidak sampai hangus. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, saya larut dengan agenda-agenda keseharian, dan lupa mengeceknya via aplikasi MyTelkomsel. Pagi ini saya baru ingat, kemudian membuka aplikasi MyTelkomsel. Gagal, karena ternyata ter-logout otomatis. Entah sejak kapan, karena memang aplikasi tersebut jarang saya buka selama di Abu Dhabi. Saat saya mencoba login, qodarullah aplikasi meminta untuk melakukan verifikasi via SMS. Dan di sinilah tantangan muncul, SMSnya tidak sampai. Maka verifikasi pun gagal dilakukan. Saya mulai mencari informasi, apakah ada car...

Persiapan Memasuki Perkuliahan Semester Dua di IOU

Bulan ini perkuliahan semester dua dimulai. Sejak awal bulan, saya mulai melakukan registrasi untuk kemudian bisa mengakses materi perkuliahan. Namun baru ditindaklanjuti dua pekan belakangan, saya menelusuri isi setiap mata kuliah di situs IOU. Tepatnya setelah acara 2 nd  Anniversary Puan Adaptif yang bertajuk Tangguh dan Tumbuh : Mengasah Growth Mindset dan Resiliensi sebagai Bentuk Adaptabilitas dalam Menghadapi Ketidakpastian selesai dihelat. Dijalankan bertahap dan satu persatu, alhamdulillah. Jadi semester ini insyaAllah ada tiga mata kuliah, yang mana per mata kuliah terdiri dari 40 modul. Maka total ada 120 modul yang harus dibaca dan dikerjakan kuisnya. Dilengkapi dengan tiga tugas research paper per mata kuliah, sehingga totalnya ada sembilan research paper yang harus dikerjakan. Kemudian, setiap mata kuliah juga dilengkapi dengan referensi yang jumlahnya terbilang banyak . Benar adanya kalau semester satu kemarin terbilang pemanasan. Baru mengunduh materi referensi untu...