Saturday, 28 January 2017

Nak, Susah? Coba Kalahkan dengan Bismillah

Baju-baju yang berhasil MeGi gantungkan

Pagi tadi Ummica dan MeGi menjemur baju.  Seperti biasa, baju dewasa digantung di hanger besar, baju kakak dan adik digantung di hanger kecil. MeGi melongok ke dalam ember, diambilnya baju-baju miliknya dan milik adik. 
Oh... rupanya MeGi ingin mengambil peran.

Mica : Kakak mau bantu jemur baju?
MeGi : Iya, kakak mau jemur baju kakak sendiri, sama punya adik juga.
Mica : Boleeeeeeh….Ummi seneng kalau kakak mau menjemur baju sendiri. Ini hanger kecilnya disini ya (sembari menggantungnya di tempat handuk), bajunya kakak dan adik Ummi pilihkan dari ember ya.

Tak lama kemudian baju dan hanger sudah berada di tangan MeGi. Ia pun berusaha memasangkan keduanya.
MeGi : Miiiii….susah Miiiii…susaaaaah…gimana ini Mi?
Keluhan mulai terdengar, hihi

Mica : Kakak bisa! Kakak sudah baca bismillah? Coba baca dulu yuk, sama-sama. Bismillahhirohmanirrohim… (sembari membantunya memasangkan baju ke hanger kecil). Tuuuuh…bisa kan, alhamdulillah.

Satu baju berhasil terpasang, baju selanjutnya,
MeGi : Miiiii…..susaaaaah…bismillah….eeeeeh, bisaaaa Miiiiiii
Mica : Alhamdulillah, tuh, bisa kaaaaan…. Susah itu wajar, kan kakak masih melatih otot-otot tangan. Supaya dimudahkan, kita baca bismillah, minta kemudahan dari Allah.
MeGi : Iya, Mi. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah ya Mi.

Ah, dialog pagi ini membawa Ummi mengingat kejadian-kejadian sebelumnya. Saat menemukan kesulitan, kakak seringkali berteriak kesusahan dan minta bantuan. Dan yang Ummi lakukan adalah tetap sama seperti hal diatas. Mengajak untuk baca bismillah, supaya Allah memberi kemudahan. Daaaan, dulu, seringkali berujung dengan tangisan ketidaksabaran kakak. Bahkan Ummi kadang juga ikut terpancing emosi.

Hari ini Ummi berupaya menerapkan untuk mengganti kata tidak bisa menjadi BISA. Dengan tetap menggunakan intonasi suara yang stabil dan suara yang ramah. Tahan-tahan-tahan untuk tidak terpancing emosi.  Perkara ada berapa jemuran yang kembali kotor karena terjatuh, atau waktu yang cukup lama dibutuhkan untuk pelajaran ini, itu merupakan konsekuensi Ummi dalam memfasilitasi proses belajarmu, Nak. Melihat sikap Ummi yang bersahabat dan berbicara tanpa intonasi tinggi, kakak juga melakukannya dengan lebih sabar, tidak terburu-buru dan mengerjakan hingga tuntas.

#hari2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip





0 comments:

Post a Comment