Monday, 20 August 2018

Saling Mendengar


“Itu hasil dari sebuah totalitas mi..."

cetus Abiya (panggilan saya untuk suami), usai kami menyaksikan bersama video rekaman acara pembukaan Asian Games 2018 kemarin yang mengundang banyak decak kagum.

Abiya melanjutkan,
“Karakter ini pun yang harus dimiliki oleh keluarga kita. Mengerjakan amanah dengan fokus dan penuh kesungguhan. Hasil akan mengikuti.”

Saya manggut-manggut sembari membereskan ruangan. Hari itu hari libur, saya mendedikasikan diri untuk menjadi pendengar yang baik untuk beliau. Sebelum anak-anak bangun dan berebut ingin didengarkan juga.

Beliau memberi isyarat untuk mendekat. Ingin menunjukkan pada saya video berikutnya. Bukan, bukan video mengenai Asian Games. Kali ini sebuah video mengenai perjalanan karier seorang animator, Alan Becker. Di video tersebut Alan Becker menceritakan awal mula beliau masuk ke dunia animasi di tahun 2005 hingga sampai di titik saat ini dimana channel Youtubenya sudah memiliki 5.4juta subscribers. Wow, perjalanan selama kurang lebih 13 tahun, terangkum apik dalam sebuah video singkat. Menarik dan inspiratif.  

Percakapan kembali mengalir. Ternyata karya-karya Alan Becker sudah digemari Abiya semenjak awal masa mahasiswa. Dan mungkin banyak subscribers yang juga demikian, mengikuti sejak bertahun-tahun lamanya. Pertanyaannya, mengapa karyanya disukai banyak orang dan membuat orang tertarik untuk terus mengikutinya? Ya, tentu saja karena karyanya bagus dan beliau konsisten menjaga kualitas karya tersebut. Kisah Alan Becker melanjutkan inspirasi pagi kami, Allah sampaikan pada kami bukti dari sebuah kesungguhan yang dibarengi dengan konsistensi.

Apa sebelumnya saya mengetahui tentang Alan Becker? Tidak, saya tidak mengenalnya sama sekali. Saya pun bukan penyuka animasi. Bidang-bidang yang menarik bagi suami, memang asing bagi saya. Saya tak mengerti animasi, coding,maupun hal-hal yang menjadi bidang kesibukan suami. Pun sebaliknya. Namun dari sekian banyak hal yang berbeda maupun bertolak belakang, kami menemukan sebuah irisan. Kami suka berdiskusi. Saya suka mengumpulkan informasi, sedangkan suami suka menganalisa. Maka, kami perbanyak ruang diskusi dalam keseharian. Kami berupaya saling mendengarkan dengan baik, memahami kebutuhan masing-masing diri dan mengalirkan aneka topik bahasan dalam sebuah muara, pembelajaran untuk keluarga.

Saya selalu menantikan momen ini, family forum sarat makna, saat the man of vision and mission sedang mentransfer pandangan hidupnya, untuk kemudian nanti dijalankan oleh saya, sang pelaksana harian pendidikan.


Hasil jepretan Mentari Pagi di depan Schonbrunn Palace

0 comments:

Post a Comment