Skip to main content

Jurnal 10 Kampus Ibu Pembaharu, Buddy Review : Menyelami Tahapan Aksi Gerakan Tetangga

Bismillahhirrohmarrohim...
Alhamdulillah selesai juga mengerjakan jurnal pekan ini yang berupa Buddy Review. Seperti biasa, jurnal Buddy Review mengantarkan saya pada kesempatan untuk belanja ide, memahami materi di kelas dari sudut pandang yang berbeda, hingga terinspirasi dari langkah-langkah yang ditetapkan oleh tim tetangga. Seru sekali, masyaAllah!
Di sisi lain, dengan adanya tugas Buddy Review yang berlangsung selama satu pekan ini, saya juga jadi bisa menggunakan waktu pengerjaan jurnal tersebut untuk menjalankan aksi dalam tim yang sedang dibangun bersama. Memberi waktu tim untuk bergerak slow down, menelisik keunikan dan menguatkan pondasi internal. 
Buddy saya kali ini adalah mba Yunafi'atul Aniroh yang akrab dipanggil mba Yuna. Beliau adalah member Ibu Profesional regional Asia yang berdomisili di Saudi. Saya menghubungi beliau baru di hari Kamis, kemudian membaca jurnal beliau. Beliau mengangkat topik seputar bermain dengan anak berdasarkan fitrah. Menarik, bukan? Apalagi dengan domisili beliau di Saudi, saya penasaran dengan pengembangan aktivitas bermain berdasarkan fitrah dikaitkan dengan kearifan lokal budaya dan kebiasaan masyarakat Saudi. 

Terkait dengan pengerjaan jurnal materi kelima beliau, berikut review saya :


Inside Out, adalah pola yang terlihat jelas dalam pergerakan tim ini. Alih-alih bersegera membuat aksi untuk pihak eksternal, mereka memilih aksi penguatan internal sebagai langkah awal. Ini merupakan pilihan penting untuk membuat sebuah pondasi gerakan yang kokoh. Langkah serupa juga terjadi di gerakan tim kami yang mengusung tema Deep Dive sebagai aksi tahap pertama. Kami perlu mengingat bahwa menginisiasi sebuah gerakan bersama tim adalah sebuah perjalanan panjang. Ibarat lari, ini adalah lari maraton, bukan lari sprint. Maka kami perlu mengokohkan pondasi dulu sebelum beraksi dan berbagi kebermanfaatan. 


Menyimak Highlights dan timeline dari Highlights yang dibuat, saya merasa kurang sinkron. Tapi bisa jadi saya yang belum memahami maksudnya secara utuh. Yang ada dalam pikiran saya adalah timeline berupa judul-judul aksi yang dijadikan Highlights secara berurutan. Tapi mungkin yang ada di pikiran mba Yuna dan tim bisa jadi berbeda , sehingga memilih poin-poin 5 W (What, When, Why, Who, Where) dalam timeline. 
Untuk template yang diberikan tim perumus, saya merasa kurang sesuai juga dengan tugas di jurnal kelima yang kami kerjakan. Karena di jurnal kelima kami baru mengerjakan identifikasi aksi berupa penetapan Highlights dan analisa SWOT serta pembuatan website dan media sosial gerakan. Sehingga seharusnya belum saatnya menganalisa efektivitas dari penggunaan Highlights dan Key Updates dalam melakukan kampanye di media sosial (jika ingin menganalisa aksi nyata, bukan rencana aksi). 


Tersebar dalam empat zona waktu yang berbeda, memang bukan perkara mudah. Yang berada dalam satu zona waktu saja sudah sulit, karena memiliki ragam aktivitas dan jam online yang berbeda-beda. Tantangan tersebut juga saya rasakan dalam tim, karena tim saya juga tersebar di lima negara yang berbeda. InsyaAllah kita coba taklukkan bersama ya mba, tantangan zona waktu ini. 
Terkait dengan tantangan minimnya keterampilan desain yang dimiliki anggota tim, mungkin bisa terbantu dengan penggunaan aplikasi desain, yang paling praktis tentu Canva ya. Untuk jangka panjang, mungkin bisa diadakan open recruitment anggota tim dengan jobdesc desainer. 
Semoga mba Yuna dan tim Komunitas Bermain Anak berkenan menerima jurnal Buddy Review dari saya ya. Perjalanan di kelas Bunda Salihah ini masih panjang, konon kabarnya akan semakin padat (meskipun saya berharap tidak, lebih baik tetap begini saja ritmenya, hehe). Dan perjalanan gerakan kita juga jauh lebih panjang. Terus semangat dan saling menguatkan. Semoga juga suatu saat gerakan Komunitas Bermain Anak dan Puan Adaptif bisa berkolaborasi dalam sebuah karya bersama. Aamiin. 

Wina-Austria, 7 Oktober 2023












Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m

Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas

Membuat Skala Prioritas Beberapa pekan lalu, kami sebagai tim Training and Consulting Ibu Profesional Non ASIA mengundang mba Rima Melani (Divisi Research and Development – Resource Center Ibu Profesional, Leader Ibu Profesional Banyumas Raya sekaligus Praktisi Talents Mapping ) di WhatsApp Group Magang Internal. Bahasan yang disampaikan adalah mengenai Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas.  Bahasan ini kami jadwalkan sebagai materi kedua dari rangkaian materi pembekalan untuk pengurus IP Non ASIA karena bermula dari kebutuhan pribadi sebagai pengurus komunitas. Masih berkaitan dengan materi sebelumnya, yang bisa disimak di tulisan sebelumnya . Di materi pertama lalu kami diajak uni Nesri untuk menelusuri peran diri sebagai individu, yang kemudian dipetakan dan dikaitkan dengan peran dalam keluarga sebagai lingkaran pertama, dilanjutkan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan sosial sekitar. Sehingga antara peran diri, peran dalam keluarga serta peran komunal dapat di