Skip to main content

Posts

Ayah Bunda, Ingin Mendukung Gerakan Literasi Sekolah Dasar dari Rumah? Terapkan Jam Produktif Keluarga dan Jadilah Keluarga Literasi

Secara fitrah, anak menyukai belajar karena sudah tertanam fitrah belajar dan bernalar dalam dirinya. Setiap anak adalah pembelajar tangguh, tidak ada anak yang tidak suka belajar kecuali fitrahnya telah terkubur atau tersimpangkan. Tengok saja anak-anak kita, terlebih yang masih berusia balita. Bukankah kita seringkali kewalahan karena mereka merengek minta dibacakan buku terus menerus? Dari buku yang satu beralih ke buku berikutnya, padahal suara kita sudah serak dan mata amat sangat ingin terpejam. Saat melihat kakak atau anak yang lebih besar sedang mengeja bacaan, mereka menirukan seolah-olah tak mau kalah, supaya juga terlihat sudah mahir membaca. Apa yang ada di dalam buku, selalu menarik perhatian mereka. Mengamati halaman demi halaman, dan menanyakan pada ayah bunda temuan-temuan yang mereka belum paham maksudnya. Bukankah ini sebuah indikasi kecintaan mereka pada buku bacaan? Tahapan dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Anak Ada empat tahapan untuk meningkatkan ...

Tak Semuanya Langsung Dihabiskan

Camilan berupa kue kering adalah salah satu hal yang disukai anak-anak. Jika ada dalam jumlah yang banyak, kakak akan tergoda untuk mengambil lagi dan  lagi. Sedangkan ummi membeli dalam jumlah banyak dengan tujuan untuk stok di rumah selama beberapa hari. Dan lagi, camilan jika tidak dibatasi tentu membuat perut menjadi kenyang. Hal ini dapat mengganggu selera dan pola makan utama anak. Memori masa kecil ummi menyeruak. Pertama kali ummi mencicipi rasa jajanan sekolah, adalah di bangku SMP. Ketika TK dan SD, bekal selalu disiapkan dari rumah. Perbekalan itu pun dibeli dengan sistem stok. Pernah ada rasa kurang, namun ibu mengajarkan untuk bersabar. Tahan keinginan dan menanti jatah esok hari. Semua ada porsinya.  Pagi tadi kakak menemani ummi berbelanja kebutuhan makanan. Salah satu yang perlu kami beli adalah camilan kakak. Camilan yang dibeli ada beberapa macam. Namun ummi sengaja membeli camilan dengan kemasan kecil-kecil, bukan kemasan besar. Sehari sa...

Jangan Beli Lagi, Pinjam Saja Dulu

Ini adalah buah kontemplasi ummi hari ini. Tantangan cerdas finansial untuk diri sendiri. Ada banyak buku bertebaran dan seolah melambai-lambai menawarkan diri untuk dibeli. Baiklah, mari merenung sejenak untuk menentukan sikap. Ummi, masih ada beberapa buku baru yang belum ummi baca. Bagaimana kalau ummi habiskan dulu buku yang ada, baru kemudian membeli boleh membeli buku baru? Ummi, apakah ummi sudah mengamalkan ilmu yang ummi dapatkan? Bagaimana jika fokus ummi ke hal tersebut dulu? Ummi, apakah ummi benar-benar butuh buku tersebut? Apa urgensi buku itu untuk dibeli saat ini? Usaha ummi menjawab tiga pertanyaan diatas, alhamdulillah bisa membuat diri mengurungkan niat untuk membeli buku baru. Terlebih saat ummi menanyakan isi sebuah buku pada teman yang sudah memilikinya, dia menjawab “Pinjam aku saja dulu, nanti baru dipertimbangkan perlu punya atau tidak.” Sebenarnya meminjam buku ini adalah langkah yang sudah kami lakukan namun baru untu...