Skip to main content

Tak Semuanya Langsung Dihabiskan

Camilan berupa kue kering adalah salah satu hal yang disukai anak-anak. Jika ada dalam jumlah yang banyak, kakak akan tergoda untuk mengambil lagi dan  lagi. Sedangkan ummi membeli dalam jumlah banyak dengan tujuan untuk stok di rumah selama beberapa hari. Dan lagi, camilan jika tidak dibatasi tentu membuat perut menjadi kenyang. Hal ini dapat mengganggu selera dan pola makan utama anak.

Memori masa kecil ummi menyeruak. Pertama kali ummi mencicipi rasa jajanan sekolah, adalah di bangku SMP. Ketika TK dan SD, bekal selalu disiapkan dari rumah. Perbekalan itu pun dibeli dengan sistem stok. Pernah ada rasa kurang, namun ibu mengajarkan untuk bersabar. Tahan keinginan dan menanti jatah esok hari. Semua ada porsinya.


 Pagi tadi kakak menemani ummi berbelanja kebutuhan makanan. Salah satu yang perlu kami beli adalah camilan kakak. Camilan yang dibeli ada beberapa macam. Namun ummi sengaja membeli camilan dengan kemasan kecil-kecil, bukan kemasan besar. Sehari satu kemasan. Lainnya disimpan untuk hari lain atau dibagi dengan teman bermain. Ummi ingin menularkan pada kakak, kebiasaan dan nilai yang dulu ibu ajarkan. Ada rasa kurang nyaman, sedih bahkan ingin menangis. Namun berlebihan dan memperturutkan hawa nafsu adalah hal yang tidak tepat. Mari kita latih diri untuk menaklukkannya. Karena semua ada porsinya J

Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Materi 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Tahapan Belajar di Institut Ibu Profesional Setelah hampir tiga tahun belajar di Institut Ibu Profesional dan belum saja lulus. alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk semakin memperdalam ilmu untuk menjadi seorang ibu profesional dengan mengikuti program matrikulasi. Program matrikulasi Ibu Profesional batch #1 ini masih khusus diperuntukkan bagi para koordinator, fasilitator dan pengurus rumah belajar yang tersebar di setiap wilayah. Jika batch #1 selesai dijalankan, akan diadakan batch-batch selanjutnya untuk para member Institut Ibu Profesional. Tujuan diadakan program matrikulasi Ibu Profesional adalah agar setiap member memiliki kompetensi ilmu-ilmu dasar menjadi seorang "Ibu Profesional" yang menjadi kebanggan keluarga dan komunitas.  Program matrikulasi ini mulai berlangsung tadi malam, 9 Mei 2016 pukul 20.00-21.00 via WhatsApp dengan materi pembuka [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Sebelum materi disampaikan, bu Septi

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan