Tuesday, 2 February 2016

Ulasan Praktikum Materi Komunikasi Produktif di Januari 2016

Hari terakhir menulis di bulan Januari 2016! Ini artinya, waktu belajar materi komunikasi produktif nyaris berakhir. Siap-siap beranjak ke materi selanjutnya.
Sebelum ganti materi, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas ilmu komunikasi produktif yang sudah saya dapatkan dan saya usahakan untuk mengaplikasikannya sedikit demi sedikit, maka saya mencoba membuat ringkasan proses belajar komunikasi produktif yang keluarga kami jalankan. Berikut beberapa poin yang kami jalankan dalam rangka menerapkan komunikasi produktif dalam keluarga :
a.    Kepercayaan diri
Sebelum dapat menerapkan komunikasi produktif saat berinteraksi dengan orang lain, produktiflah dahulu dalam berkomunikasi dengan diri sendiri. Kata-kata ini yang dalam pikiran saya di awal proses belajar lalu. Awalnya, saya tipikal orang yang perlu dukungan eksternal untuk menguatkan keyakinan diri. Padahal, FOR THINGS TO CHANGE, I MUST CHANGE FIRST. Ya, perlahan saya belajar untuk memupuk kepercayaan diri, yakin bahwa Allah akan menuntun dan menunjukkan jalan untuk hambaNya.

b.   Keterbukaan diri pada pasangan
Masih tentang komunikasi produktif pada diri sendiri. Seperti wanita kebanyakan, saya seringkali menahan diri untuk mengungkapkan maksud hati pada suami. Maju-mundur-maju-mundur, akhirnya sepatah katapun tak ada yang keluar, meski sebenarnya banyak yang ingin disampaikan. Dengan belajar materi ini, saya seperti mendapat tantangan untuk mematahkan kebiasaan ini. Terlebih, ada satu kejadian yang Allah takdirkan sebagai pembelajaran bagi saya untuk membiasakan sikap terbuka ini.
c.    Eksplorasi kekuatan, tak risaukan kelemahan
Mengeksplorasi kekuatan saya dan pasangan, kami gunakan untuk membagi tugas harian di rumah. Ranah pekerjaan kami bagi sesuai dengan kekuatan/kesukaan masing-masing, sisanya kami solusikan bersama. Semisal pagi hari, saya bertugas di dapur sedangkan suami dan anak bekerja sama membereskan rumah. Menyetrika, hal yang berat untuk saya lakukan, kami selesaikan dengan menghilangkannya, cuci-jemur-lipat. :D
d.   Meyakinkan anak bahwa dia BISA
Anak (A)              : Miiii….susaaaaah!
Saya (S)                                : Bisa. Ayo dicoba dulu. (Jalan mendekat pada anak)
A                             : Susah, Miiiiii…
S                              : Bisa, ayo baca basmalah dulu bareng-bareng.
A & S                     : Bismillahhirrohmanirrohim… (lalu mengusahakan bersama)
S                              : Alhamdulillah, bisa kan?!
Beberapa hari kemudian,
A                             : Mi…susaaaah! Bismillahhirrohmanirrohim… Susah, Mi…
S                              : Bilang baik-baik..
A                             : Miiiii…to-long bu-ka-in to-ples-nya…

#ODOPfor99days
#day20
#JurnalKomunikasiProduktif
#KurikulumBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


0 comments:

Post a Comment