Thursday, 2 March 2017

Memunculkan Inisiatif


Menu kesukaan menyambut hari kelima praktik makan mandiri kakak. Ya, Yangti masak opor ayam. Karena semalam kakak makan opor ayam yang didapat dari acara pengajian dengan lahap. Tapi ternyata, pola “cukup sekali saja” masih berlaku bagi kakak, sekalipun pada menu kesukaannya. Kakak bisa makan dengan lahap untuk menu favoritnya. Tapi tidak akan terulang di sesi makan berikutnya. Jadi, meski menunya sama, kakak sudah datar-datar saja.

Hari ini, Mica belajar untuk memunculkan inisiatif kakak saat makan.

Teringat materi yang disampaikan oleh bu Septi minggu lalu, bahwasanya dalam memandu kemandirian untuk anak seusia kakak, jadilah anak-anak yang menjalankan kesepakatan tersebut, jangan berperan sebagai orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya.

Baiklah, bagaimana cara Mica menjadi teman makan kakak hingga kakak menganggap sedang makan bersama teman sebayanya? Hihihi

Begini, sejak kelahiran adiknya, kami sering bekerjasama dan memainkan peran sebagai “mbak bidan”. Istilah “mbak bidan” ini muncul saat tujuh hari pertama pasca persalinan, bidan dari klinik bersalin tempat Mica bersalin, datang rutin untuk memandikan adik. Kakak memanggil beliau dengan sebutan “mbak bidan”. Seminggu berlalu dan proses memandikan adik sudah bisa kami lakukan sendiri. Mica berbagi tugas dengan kakak. Mica bertugas memandikan, sedangkan kakak membacakan doa akan mandi, surat Al Fatihah selama adik mandi dan doa mengenakan pakaian. Karena tugas memandikan yang semula dilakukan oleh bidan beralih pada kami, maka kakak merasa bangga jika dipanggil “mbak bidan”. Dia akan sangat bersemangat memainkan perannya.

Dari situlah, dalam aktivitas apapun, untuk memposisikan diri sebagai teman sebaya kakak, Mica memanggil kakak dengan sebutan “mbak bidan”, termasuk saat makan bersama ini.

“Mbak bidan, sarapan bersama yuk. Yangti bikin apa ini coba? Yuk, habi sarapan bersama, jadwal kita selanjutnya adalah sekolah. Ummi sama kakak sudah mandi kan? Kakak siap jadi guru Ummi, Ummi siap jadi guru kakak. Yuk, isi energi dulu.”

“Ayo Mi, sama-sama ya. Kakak ambil piring dan nasi sendiri ya. Tolong turunkan magic comnya, Mi.”

Maka kami pun menyiapkan piring dan makan bersama, layaknya teman sebaya :D


#hari5


0 comments:

Post a Comment