Sunday, 15 December 2019

Lima Aktivitas Prioritas, Pijakan Menuju Merdeka Belajar


Mengawali menulis kembali di blog, dengan jurnal Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional. Kelas Bunda Cekatan merupakan kelas lanjutan bagi IPers yang memilih jalur Institut sebagai wadah belajarnya dan telah lulus kelas Matrikulasi dan kelas Bunda Sayang. Sebenarnya, kelas Bunda Cekatan sendiri sudah saya kenal sejak awal bergabung di Komunitas Ibu Profesional, yaitu sekitar tahun 2015. Saat itu kami mengenal dua belas materi yang perlu dipelajari untuk menjadi seorang Bunda Cekatan. Namun, di kelas Bunda Cekatan kali ini ternyata sangat berbeda dengan apa yang saya dapatkan dulu. Pola belajar dua belas materi yang saya dapatkan dulu merupakan menu belajar yang berasal dari kebutuhan belajar bu Septi belasan tahun lalu. Pola belajar tersebut dirasa kurang relevan dengan perkembangan zaman saat ini dan kebutuhan belajar para ibu masa kini. 
Maka kelas Bunda Cekatan kali ini mengusung tagline, 
Merdeka Belajar, Belajar Merdeka. 
Para peserta tak akan disuapi, melainkan akan mencari makanannya sendiri. Mata pun berbinar, siap untuk bermain bersama dengan penuh kesungguhan!

Di pekan pertama ini, kami bermain dengan telur-telur. Peserta perlu menemukan aktivitas suka dan bisa yang akan diasah keterampilannya di tahap berikutnya.  Aktivitas suka bisa ini dianalogikan sebagai telur hijau. Bagaimana menemukan aktivitas suka dan bisa? Tak ada cara yang lebih efektif selain melakukannya dan merasakannya.  Maka langkah pertama yang saya lakukan adalah dengan membuat daftar aktivitas harian ter-update . Setelah daftar aktivitas dibuat, ternyata banyak juga ya variasi kegiatan dalam keseharian seorang perempuan. Yang mana saya artikan, bahwa sebenarnya sudah cukup banyak aktivitas yang telah saya cicipi yang berpotensi menjadi ruang aktualisasi diri saya.
Daftar aktivitas yang saya buat tak akan saya boyong kemari.Saatnya melangkah ke tahap berikutnya, yaitu memilah aktivitas-aktivitas tersebut ke dalam empat kuadran. Dalam proses memilah ini, saya mendapati temuan menarik. Bahwasanya sebelum memasukkannya ke dalam kuadran-kuadran, saya perlu mengelompokkannya sehingga lebih mudah terklasifikasi. Seperti misalnya, aktivitas berkontemplasi, membuat perencanaan dan pencatatan saya satukan dalam kelompok aktivitas menulis. Kemudian, beberapa aktivitas ada yang saya ragu untuk memasukkannya ke kelompok bisa dan suka atau bisa tidak suka, seperti aktivitas domestik. Setelah ditelisik lebih lanjut, saya bukan suka tapi lega karena rumah telah beres, masakan telah matang. Ada kebahagiaan karena berhasil menyelesaikan pekerjaan. Setelah mengelompokkan dan merasakan berulang, berikut kuadran aktivitas saya,




Ada delapan aktivitas yang berada di kuadran suka dan bisa. Dari delapan aktivitas itu, saya mampatkan menjadi lima aktivitas untuk mengisi telur-telur hijau yang akan menjadi pijakan saya dalam melangkah belajar merdeka di kelas Bunda Cekatan ini. Berikut telur hijau saya,



Lima isi telur hijau tersebut adalah :

Menulis
Aktivitas menulis yang saya jalankan saat ini adalah melakukan perencanaan berjangka, pencatatan, berkontemplasi dan pembuatan jurnal belajar serta artikel. Beberapa testimoni menyampaikan bahwa terkait pencatatan, saya melakukan dengan cukup rapi sehingga nyaman untuk dilihat. Saya merasakan kehadiran bakat discipline yang mendorong saya untuk melakukannya. Jika perencanaan tidak tercatat dengan baik, pembelajaran tidak terdokumentasikan dengan runut, saya merasa gelisah dan butuh memperbaikinya.

Membaca
Proses membaca difokuskan pada membaca buku dan koran. Baik untuk pemenuhan kebutuhan diri maupun anak-anak. Buku-buku pilihan yang dibaca adalah seputar Islam, pendidikan keluarga, buku-buku anak dan bahasa Jerman. Saya percaya bahwa teori dan praktik adalah sebuah perpaduan yang sempurna, keduanya saling menguatkan. Riuhnya dunia informasi saat ini, ramainya lalu lalang informasi bisa disikapi dengan benar jika saya memiliki daya literasi yang baik. Bagi saya, cara untuk memiliki daya literasi yang baik adalah dengan terus membaca buku.

Belajar
Saat ini saya mengikuti beberapa kelas belajar untuk memenuhi kebutuhan diri, antara lain Deutschkurs, tahsin, dan kelas Bunda Cekatan. Ketiganya merupakan mata pelajaran yang sedang saya butuhkan dalam kehidupan. Maka saya berkomitmen dan mengalokasikan waktu untuk menjalankan ketiganya dengan penuh kesungguhan.

Berkomunitas
HIMA Ibu Profesional Non Asia dan TPA Masjid As-Salam WAPENA menjadi wadah belajar yang menempa keterampilan saya dalam berkomunitas. Di keduanya, saya memegang peran sentral, yaitu sebagai leader. Maka seni memimpin dengan berbagi dan melayani diasah di sini.

Home Education
Sebuah komitmen yang saya dan suami sepakati sejak kami dikaruniai anak pertama. Sejatinya Home Education merupakan aktivitas utama dari lima aktivitas prioritas diri saya. Sehingga keempat aktivitas lainnya selalu kami tarik benang merahnya dengan Home Education.

Demikian lima telur hijau yang saya pilih secara sadar. Saya sadari lima aktivitas beserta turunan dan konsekuensinya ini akan membutuhkan manajemen waktu yang sangat baik agar bisa berjalan dengan seimbang dan kebahagiaan terus terjaga. Juga disiplin mematuhi jam daring yang sudah dirancang dan melatih kecepatan peralihan fokus antar amanah sehingga tak terbuai. Siap melangkah ke tahap berikutnya, insyaAllah. J

Wina, 15 Desember 2019


0 comments:

Post a Comment