Skip to main content

Muffin Coklat Sederhana : Camilan Praktis Kesukaan Anak-Anak

 




Muffin adalah salah satu camilan favorit di rumah. Selain bikinnya simpel, bisa melibatkan anak-anak dari awal hingga akhir proses, rasanya pun enak. Biasanya bikin muffin vanilla. Dulu pernah sekali bikin muffin coklat, tapi kurang oke rasanya. Muffin juga jadi salah satu pilihan camilan yang dibeli di toko, anak-anak suka produk muffin Billa. Tapi tetap lebih enak, sehat dan hemat kalau bikin sendiri ya. Nah, kali ini kami mencoba membuat lagi muffin coklat untuk bekal bermain di luar rumah. Mengadaptasi resep muffin coklat dari akun Cookpad @Sumayyah_Mudzakkir.

Bahan kering :

  • 200 gr tepung terigu/weizenmehl glatt
  • 1 sdt baking powder/backpulver
  • 3 sdm coklat bubuk (saya pakai Nesquik Kakao)

Bahan basah :

  • 150 ml susu cair
  • 100 gr gula pasir
  • 5 sdm minyak goreng
  • 1 butir telur

Cara membuat :

  1. Panaskan oven suhu 200 derajat celcius
  2. Masukkan bahan kering ke dalam satu wadah, aduk merata dan buat lubang di bagian tengah.
  3. Masukkan bahan basah yang sudah diaduk merata, ke bahan kering. Aduk sebentar menggunakan garpu atau whisk. Jangan terlalu lama agar tidak overmix. Jika masih terlihat ada grenjelan tepung, tak masalah.
  4. Tuang adonan dalam cup. Cukup sepertiga dari cup karena adonan nanti akan mengembang.
  5. Panggang selama 25-30 menit sembari perhatikan secara berkala supaya matang merata.
  6. Selamat mencoba.

 

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m

Momen Refleksi Seorang Bunda (menuju) Produktif

Bismillahirrohmanirrohim… Refleksi saya adalah bahwasanya kelas Bunda Produktif ini sangat identik dengan kerja kelompok. Untuk sukses melaluinya, setiap Hexagonia perlu memiliki sikap proaktif, inisiatif, dan project ownership yang tinggi sebagai kunci sukses dalam membangun kota bersama-sama. STOP Proses apa saja yang selama ini tidak bekerja untuk project passion kita? Apa saja yang harus kita “stop” dan tidak dikerjakan lagi, apabila project passion ini akan berlanjut? Alur kerja yang tidak end to end. Analisa pribadi diri : Penyebab bisa tidak terjadi end to end salah satunya adalah karena tsunami informasi yang terjadi di WAG koordinasi Co-Housing . Jika saya amati, dalam satu hari saja bisa beragam bahasan berseliweran. Mulai dari pengumuman jadwal live, umpan bahan diskusi seputar project passion, hingga bahasan tugas jurnal yang perlu dikerjakan berkelompok. Padahal jam daring seorang ibu sangat terbatas dengan jadwal yang berbeda-beda antara satu ibu dengan ibu