Skip to main content

Zona Growth Kedua, Menerapkan Growth Mindset dalam Berkarya dan Berjejaring


Pekan ini tidak ada sesi materi dari Founding Mother. Sebagai gantinya, ada banyak informasi terbaru dari City Leader seputar sirkulasi keuangan. Juga ada banyak kabar terbaru mengenai alur pemasaran produk Project Passion. Yeay, semakin seru, semakin bersemangat!

Team Growth Pekan Pertama


Ini merupakan langkah yang dilakukan Cluster Meraki di pekan pertama kemarin. Alhamdulillah saya berkesempatan menghadiri pertemuan perdana Cluster. Senang rasanya bisa bertemu dengan rekan-rekan belajar dan bermain di dalam satu Cluster Meraki. Di tahap ini, saya memilih untuk bergerak sebagai tim Suporter. 

Team Growth Pekan Kedua


Apa yang saya lakukan terkait project passion kami?

Saya masih mengerjakan editing review buku anak. Saya senang, dengan melakukan proses editing, saya jadi banyak mengetahui ragam buku anak berbahasa Indonesia yang selama ini jarang saya ketahui karena domisili kami yang di luar Indonesia. Selain itu, saya juga membuat review buku anak yang saya buat video Read Aloud­­-nya.

Banyaknya informasi dari kota tentu juga menjadi salah satu faktor distraksi kami dalam berkomunikasi di WAG. Banyaknya informasi yang disampaikan membuat satu bahasan seringkali terputus, tergeser oleh informasi lainnya. Kemudian saat diskusi dibuka kembali, seringkali harus menjelaskan dari awal atau menyertakan kembali tautan bahan diskusi yang sedang diperbincangkan. Tantangan ini bagi diri saya pribadi, mengajarkan untuk membuat alat bantu untuk menjaga fokus, seperti coret-coretan di buku catatan kelas Bunda Produktif. Juga belajar tak sungkan untuk mengajukan pertanyaan sehingga kandang waktu yang saya alokasikan untuk mengerjakan tugas kelas ini bisa berjalan dengan efektif efisien.

Di pekan ini, tim Co-House kami fokus membahas mengenai aktivitas penunjang dalam Read Aloud juga finishing produk Starter Kit LiterAksi Tematik.

Apa yang saya lakukan terkait kontribusi di Cluster?

Saya masih menyesuaikan dengan kondisi. Berupaya mengoptimalkan peran di alokasi waktu daring yang ada. Saat membuka WAG, ada info acara yang diadakan oleh CH tetangga sesama Cluster namun di jam yang sudah terlewat. Maka acara tersebut saya catat dan masukkan di jadwal daring saya berikutnya untuk dapat saya simak. Maka saya pun menyimaknya di Senin dini hari tadi. Alhamdulillah.

Berikut hal-hal yang sudah dilakukan sebagai Team Growth oleh Cluster Meraki :


Saya juga mendaftarkan diri di kelas Fotografi yang diadakan tetangga sesama Cluster. Alhamdulillah sesi workshop bisa saya ikuti namun saya belum bisa mengikuti aksi tantangan yang diberikan. Acaranya sangat bagus, bermanfaat dan profesional. Dan berikut katalog project passion dalam Cluster Meraki https://online.fliphtml5.com/liqwh/cdxs/.

Kontribusi dalam mendukung Cluster


Apa yang saya lakukan terkait kontribusi di Hexagon City?

Menyimak rekaman tayangan City Leader di hari Senin dini hari. Setiap jadwal membuka Facebook, saya juga agendakan untuk membuka Hexagon City, Hexalink  dan Hexamarket untuk mendukung program-program yang akan dilaksanakan oleh teman-teman. Ragam kegiatan yang dipersembahkan oleh Hexagon City benar-benar menjadi alternatif solusi bagi tantangan yang dialami oleh masyarakat. Semua dikemas dengan apik dan optimal.

Kontribusi sebagai warga Hexagon City

Target personal growth  yang saya tetapkan di pekan lalu, yaitu mengurangi jam daring, sudah saya coba jalankan sejak pekan lalu. Alhamdulillah sulit, hehe. Apalagi di tengah perjalanan kelas Bunda Produktif yang sedang menuju puncak-puncak kesibukan ya. Tapi anak-anak memberikan lampu kuning, di mana porsi bermain dengan anak-anak berkurang dan tergantikan oleh duduk lama di depan gawai. 

Dari sini saya belajar bahwasanya sebuah kontribusi memang membutuhkan alokasi waktu. Teringat pesan Bu Septi ddalam salah satu live, bahwa kunci awal adalah mengukur kapasitas diri. Maka saya kembali menakar kapasitas diri saya, bagaimana agar durasi jam daring yang lebih sedikit dari sebelumnya, bisa saya optimalkan untuk mengerjakan tugas-tugas daring. Maka saya mencoba membuat to-do-list sebagai bekal saya saat online yang kemudian saya jadikan prioritas saat jam daring dan mulai tercentang satu persatu dalam satu pekan belakangan. 

Membuat to-do-list untuk mengurangi distraksi

 
Alhamdulillah, pekan ini Allah mudahkan terlewati dengan cukup baik. Berlatih mengoptimalkan jam daring yang sedang diupayakan untuk dikurangi secara kuantitas. Semoga Allah iringi setiap langkah dengan ridaNya. Aamiin.

Salam Ibu Profesional,

Wina, 25 Januari 2021


Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Materi 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Tahapan Belajar di Institut Ibu Profesional Setelah hampir tiga tahun belajar di Institut Ibu Profesional dan belum saja lulus. alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk semakin memperdalam ilmu untuk menjadi seorang ibu profesional dengan mengikuti program matrikulasi. Program matrikulasi Ibu Profesional batch #1 ini masih khusus diperuntukkan bagi para koordinator, fasilitator dan pengurus rumah belajar yang tersebar di setiap wilayah. Jika batch #1 selesai dijalankan, akan diadakan batch-batch selanjutnya untuk para member Institut Ibu Profesional. Tujuan diadakan program matrikulasi Ibu Profesional adalah agar setiap member memiliki kompetensi ilmu-ilmu dasar menjadi seorang "Ibu Profesional" yang menjadi kebanggan keluarga dan komunitas.  Program matrikulasi ini mulai berlangsung tadi malam, 9 Mei 2016 pukul 20.00-21.00 via WhatsApp dengan materi pembuka [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Sebelum materi disampaikan, bu Septi

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan