Skip to main content

Antusiasme Menyambut Ramadan, Menu Takjil dan Project Keluarga

 


Marhaban ya Ramadan...

Alhamdulillah Allah pertemukan kita kembali dengan bulan penuh rahmat dan ampunan dalam kondisi sehat wal‘afiat. Di Uni Emirat Arab, tempat kami berdomisili saat ini, tanggal 1 Ramadan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Satu hari lebih awal jika dibandingkan dengan keluarga besar kami di Indonesia dan kerabat di Wina, Austria.

Anak-anak menyambut Ramadan dengan suka cita, alhamdulillah. Kami bersama-sama membuat dekorasi Ramadan. Jika dulu ide dan eksekusi sepenuhnya dari saya, sekarang anak-anak sudah memiliki preferensi dan permintaan. Tentu saja hal tersebut kami sambut dengan baik. Ide-ide mas dan mba kami eksekusi bersama. Lucunya saat memulai diskusi persiapan Ramadan, mas dan mba excited membayangkan menu-menu spesial yang hadir di meja makan selama bulan Ramadan, terutama takjil. Meski sebenarnya ngga spesial-spesial banget juga, hahaha. Nampaknya karena es dan camilan yang kami sajikan sebagai takjil tersebut hanya kami buat saat momentum Ramadan, jadi yang biasa-biasa itu pun terlihat spesial. MasyaAllah...

Kami percaya fitrahnya manusia itu baik dan senang dengan kebaikan, apalagi anak-anak. Maka menyambut Ramadan dengan antusias dan penuh kebahagiaan, adalah salah satu upaya membuka jalan menancapkan tauhid di hati anak-anak.

Di bulan Ramadan ini, jam sekolah anak-anak menjadi jauh lebih pendek. Ini juga yang membuat anak-anak bahagia. Jika biasanya mereka keluar rumah jam 6.45 GST untuk berangkat sekolah, selama Ramadan mereka bisa berangkat di jam 7.55 GST. Belum lagi jam pulangnya, yang biasanya jam 16.20 GST baru sampai rumah, sekarang jam 14.45 GST sudah tiba di rumah.

Alhamdulillah, pengurangan waktu belajar di sekolah ini sangat mendukung pelaksanaan project keluarga di bulan Ramadan. Dengan durasi sekolah yang lebih singkat dari biasanya, anak-anak masih punya energi untuk tilawah, bekerjasama dan berbagi tugas menyiapkan buka puasa, juga menceritakan aneka rupa proses adaptasi di sekolah. Menariknya, ada beberapa teman si sulung yang mencoba ikut berpuasa meskipun mereka tidak beragama Islam. Topik ini kemudian menjadi obrolan panjang yang menemani kami berbuka puasa. Bagaimana berupaya menjadi sosok muslim yang bisa mejadi duta Islam bagi rekan-rekan non muslim di sekitarnya.

Di bulan Ramadan kali ini, saya ingin mengoptimalkan momentum Ramadan pada penerapan home based education bagi tiga anak di rumah dengan fase yang berbeda-beda. Si sulung menjelang baligh, pemuda kecil di fase tujuh tahun keduanya, dan toddler yang sedang suka belajar bicara menirukan perkataan orang dewasa di dekatnya. Project keluarga yang kami jalankan kali ini seperti halnya Ramadan-Ramadan sebelumnya. Mulai dari membuat dekorasi Ramadan, daily du‘a and surprise, amalan yaumiyah hingga membuat target Ramadan dan mengisi jurnalnya. Namun Ramadan kali ini, saya mengupayakan untuk lebih engage dalam membersamai anak-anak. Terlebih pasca semester dua perkuliahan kemarin yang cukup hectic dan melibatkan anak-anak sebagai support system untuk memahami kondisi. Sekarang, gantian deh ya. Yuk, saling terlibat project setiap anggota keluarga secara lebih dalam, agar hati satu sama lain semakin saling bertaut. Ya Allah, jaga dan tuntun kami senantiasa.

Abu Dhabi, 19 Februari 2026 - 2 Ramadan 1447 H

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-...

Nomor Sim Card Indonesia Nonaktif Saat Berdomisili di Luar Negeri? Lakukan Langkah Berikut untuk Reaktivasi!

Saat tahun lal u kami berkesempatan mudik ke Indonesia, saya membeli nomor sim card Indonesia dengan provider Telkomsel dan berniat menjaganya agar tetap aktif. Sekalipun tinggal di luar negeri, kami menggunakan beberapa aplikasi dalam negeri yang membutuhkan nomor sim card Indonesia yang aktif untuk verifikasi. Masa aktif kartu yang saya beli memang relatif pendek, sehingga saya merasa perlu mengeceknya secara berkala agar tidak sampai hangus. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, saya larut dengan agenda-agenda keseharian, dan lupa mengeceknya via aplikasi MyTelkomsel. Pagi ini saya baru ingat, kemudian membuka aplikasi MyTelkomsel. Gagal, karena ternyata ter-logout otomatis. Entah sejak kapan, karena memang aplikasi tersebut jarang saya buka selama di Abu Dhabi. Saat saya mencoba login, qodarullah aplikasi meminta untuk melakukan verifikasi via SMS. Dan di sinilah tantangan muncul, SMSnya tidak sampai. Maka verifikasi pun gagal dilakukan. Saya mulai mencari informasi, apakah ada car...

Persiapan Memasuki Perkuliahan Semester Dua di IOU

Bulan ini perkuliahan semester dua dimulai. Sejak awal bulan, saya mulai melakukan registrasi untuk kemudian bisa mengakses materi perkuliahan. Namun baru ditindaklanjuti dua pekan belakangan, saya menelusuri isi setiap mata kuliah di situs IOU. Tepatnya setelah acara 2 nd  Anniversary Puan Adaptif yang bertajuk Tangguh dan Tumbuh : Mengasah Growth Mindset dan Resiliensi sebagai Bentuk Adaptabilitas dalam Menghadapi Ketidakpastian selesai dihelat. Dijalankan bertahap dan satu persatu, alhamdulillah. Jadi semester ini insyaAllah ada tiga mata kuliah, yang mana per mata kuliah terdiri dari 40 modul. Maka total ada 120 modul yang harus dibaca dan dikerjakan kuisnya. Dilengkapi dengan tiga tugas research paper per mata kuliah, sehingga totalnya ada sembilan research paper yang harus dikerjakan. Kemudian, setiap mata kuliah juga dilengkapi dengan referensi yang jumlahnya terbilang banyak . Benar adanya kalau semester satu kemarin terbilang pemanasan. Baru mengunduh materi referensi untu...