Skip to main content

Pingu dan Salju

Parade Dongeng Griya Riset

by Mesa Dewi

Hai…Assalamu’alaykum…namaku Pingu. Aku bersama temanku, Beri si beruang akan mengajak kalian berkeliling di tempat tinggal kami, yaitu Kutub Utara.

Bagaimana rasanya? Dingin? Semakin lama semakin dingin? Disini memang amat dingin. Bayangkan saja, suhu udara disini bisa mencapai -45 C. Jangan heran kalau sejauh mata memandang, yang terlihat adalah es batu dan es batu J

Lalu, adakah manusia yang tinggal di Kutub Utara? Yang bisa bertahan di suhu sedingin ini?

Atas izin Allah, ada sebuah suku yang mampu bertahan hidup disini, loh. Mereka menjejakkan diri, mencari bahan makananan dan menjalankan kehidupan sehari-hari disini. Mereka adalah suku Eskimo. Lihatlah, mereka selalu memakai jaket yang amat tebal dan kuat, bernama armor. Selain membantu untuk bertahan di suhu dingin, armor juga melindungi orang Eskimo dari serangan binatang buas.

Apakah mudah bertahan hidup disini?

Tentu tidak, bagi manusia ini tentu hal yang sulit. Coba perhatikan wajah orang Eskimo, pipi mereka kemerahan pertanda mereka masih merasa kedinginan. Namun bagi suku Eskimo, tak ada kata menyerah. Untuk dapat bertahan hidup, mereka harus bersahabat dengan dinginnya Kutub Utara.

Lalu, apa yang mereka lakukan?

Mereka merumuskan strategi.  Strategi yang pertama, adalah dengan menggunakan jaket armor dimanapun mereka berada. Strategi yang kedua, dengan banyak mengonsumsi makanan hewani sehingga membantu menjaga suhu tubuh agar tetap hangat. Sulit memang, namun tidakkah kau melihat bahwa mereka tak memilih untuk menyerah dan pasrah?

Maka, saat kesulitan menghadangmu, berdoalah pada Allah dan hadapilah dengan tangguh layaknya orang Eskimo menaklukkan dinginnya Kutub Utara J

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m

Momen Refleksi Seorang Bunda (menuju) Produktif

Bismillahirrohmanirrohim… Refleksi saya adalah bahwasanya kelas Bunda Produktif ini sangat identik dengan kerja kelompok. Untuk sukses melaluinya, setiap Hexagonia perlu memiliki sikap proaktif, inisiatif, dan project ownership yang tinggi sebagai kunci sukses dalam membangun kota bersama-sama. STOP Proses apa saja yang selama ini tidak bekerja untuk project passion kita? Apa saja yang harus kita “stop” dan tidak dikerjakan lagi, apabila project passion ini akan berlanjut? Alur kerja yang tidak end to end. Analisa pribadi diri : Penyebab bisa tidak terjadi end to end salah satunya adalah karena tsunami informasi yang terjadi di WAG koordinasi Co-Housing . Jika saya amati, dalam satu hari saja bisa beragam bahasan berseliweran. Mulai dari pengumuman jadwal live, umpan bahan diskusi seputar project passion, hingga bahasan tugas jurnal yang perlu dikerjakan berkelompok. Padahal jam daring seorang ibu sangat terbatas dengan jadwal yang berbeda-beda antara satu ibu dengan ibu