Skip to main content

Sebuah Catatan dari Bahan Diskusi : Urgensi Membangkitkan Fitrah Seksualitas

[12/01 15:00] Siti Mashunah: 💝Definisi
Fitrah Seksualitas adalah tentang bagaimana seorang berpikir, merasa dan bersikap  sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau perempuan sejati.

Dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan (Ali Imran [3]:36)

💝Urgensi Membangkitkan Fitrah Seksualitas
- Anak memahami identitas seksualitasnya.
- Anak memahami peran seksualitas dirinya sehingga bisa menempatkan diri sesuai peran seksualitasnya.
-terhindar dari penyimpangan dan kejahatan seksual.
[12/01 15:01] Siti Mashunah: 💝 Tantangan yang kita hadapi saat ini tentang gender

1⃣LGBT, free sex dan penyimpangan seksual lainnya.
2⃣Lemahnya peran keayahbundaan dalam keluarga
[12/01 15:01] Siti Mashunah: 💝Bagaimana cara merawat fitrah seksualitas?
- Fitrah Seksualitas dirawat dengan kehadiran, kedekatan dan kelekatan ayah dan ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai akil baligh.
- Fitrah Seksualitas tidak tumbuh berdiri sendiri harus diiringi fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan
[12/01 15:02] Siti Mashunah: ➡Tahapan dan tips Membangkitkan Fitrah Seksualitas sesuai Usia :

💝 0-2 tahun : Dekat dengan ibunya.

💐Tips & aktivitas :

1⃣Aktifitas menyusui langsung penuh kasih, tanpa gadget.

2⃣Toilet Training : Diajari cara membersihkan diri (thaharah) sesuai jenis kelaminnya.

3⃣Memakaikan baju sesuai jenis kelaminnya sambil diajak bercerita,
"Anak mama, cantik shalihah, ganteng dan shalih"
[12/01 15:02] Siti Mashunah: 💝 3-6 tahun : Didekatkan dengan kedua orang tuanya, kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok laki-laki dan perempuan.

💐Tips dan Aktivifitas :

1⃣ Sering beraktifitas  bersama dengan ayah dan ibu untuk membangun fondasi kelekatan dan komunikasi di tahapan berikutnya.
2⃣ Memperkuat identitas gender sesuai jenis kelamin. Dengan memberikan identitas dan simbol-simbol (nama, pakaian, perlengkapan, permainan) yang sesuai dengan jenis kelamin
3⃣Mengajarkan masalah aurat. Yang boleh dan tidak boleh diperlihatkan dan disentuh.
4⃣Mengajarkan batasan dan adab-adab interaksi dengan orang lain (adab minta izin masuk kamar orang tua, dilatih tidur terpisah, adab memandang, adab berpakaian sesuai jenis kelamin, adab interaksi dengan non mahram secara sederhana)
5⃣Menjaga fitrahnya dari hal-hal yang merusak seperti pornografi dan pornoaksi
6⃣Mengajarkan bahwa tidak boleh bicara pada orang asing tanpa didampingi, siapa yang boleh menyentuh dan tidak, sentuhan sopan dan tidak boleh serta kepada siapa bicara jika ada yang berbuat tidak baik pada dirinya.
7⃣Cara yang sesuai untuk mengajarkan hal-hal di atas antara lain:
Bercerita
Bernyanyi
Bermain/role play/simulasi
[12/01 15:03] Siti Mashunah: 💝7-10 tahun : anak didekatkan dengan orang   yang sama gendernya.
Jika anak laki-laki ajak beraktivitas yang menonjolkan sisi maskulin bersama ayah.
Jika perempuan ajak dalam aktivitas yang menonjolkan sisi feminim bersama ibu.

💐Tips dan Aktivitas :

1⃣Mendekatkan dengan orang tua yang ber-gender sama.
2⃣Menuntun anak memahami peran sosialnya.
3⃣Ayah membangkitkan dan mengajak anak laki-laki menghayati peran kelelakian dan keayahan
4⃣Ibu membangkitkan dan mengajak anak perempuan menghayati peran  keperempuanan dan keibuan.
5⃣Contoh Aktivitas :

Ayah mengajak anak laki-laki shalat berjamaah di mesjid, bermain bongkar pasang mesin dan mencuci mobil, ngobrol tentang persiapan mimpi basah, tata cara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma

Ibu mengajak anak belajar memasak, menjahit menyulam, mulai ngobrol tentang persiapan pubertas, haid dan konsekuensi memiliki rahim dan telur yang siap dibuahi
[12/01 15:03] Siti Mashunah: 💝Usia 10-14 : mendekatkan anak dengan orang tua lintas gender.
Anak laki-laki didekatkan dengan ayah dan anak perempuan didekatkan dengan ibu, agar mengenali, menyukai dan memahami bagaimana lawan jenis seharusnya diperhatikan, dipahami dan diperlakukan.

💐Tips dan Aktivitas :

1⃣Mendekatkan anak dengan orang tua lintas gender, agar mereka mengenal ketertarikan terhadap lawan jenis, memahami bagaimana lawan jenis diperhatikan, dipahami dan diperlakukan.
2⃣Bicara jujur dan benar jika anak bertanya hal-hal terkait seksualitas.
3⃣Ajak anak belajar dan memahami perubahan tubuh saat pubertas, selain dari sisi biologis juga sisi keterampilan yang berkaitan moral dan hukum agama,kebersihan, kesehatan dan perubahan emosi.
4⃣Ajak anak memahami reproduksi, proses kehamilan, persalinan dan penyakit seksual.
5⃣Pastikan anak memiliki kesadaran gender dan orientasi seks yang jelas, tidak hanya jenis kelamin juga perilaku dan tampilan yang sesuai dengan jenis kelamin, penerimaan lingkungan dan value yang dianut.
6⃣Contoh aktivitas :

Ngobrol dan curhat.
Membaca buku terkait seksualitas remaja.
Studi kasus dan menanyakan pendapat anak.
Dad n girl day out.
Mom and boy day out.
[12/01 15:03] Siti Mashunah: 💝15 tahun : Baligh dan bukan anak-anak lagi,  individu yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, tugas orang tua selesai.
[12/01 15:03] Siti Mashunah: 💝Referensi :

Santosa, Harry. _Fitrah Based Education_Version 3.0. Yayasan Cahaya Mutiara Timur, Maret 31, 2017

Ibu Profesional, Institut. Bunda Sayang, 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak, Gazza Media, Desember, 2013

Siaran Radio Pencegahan LGBT dengan pola asuh keluarga, bersama Dr. Aditya Muliakusumah SpOG.MBA dan Dandi Birdy S.Psi, 106.7 Mara FM.

Yeti Widiati, Yang Perlu diketahui Anak Usia 10-13 tahun (Konteks Pendidikan Seksualitas)
http://yws-paradigma.blogspot.co.id/2016/06/yang-perlu-diketahui-anak-usia-10-13.html?m=0

Perwitasari, Psi, Pendidikan Seksualitas Untuk Anak Usia Dini, Fanspage Yayasan kita dan Buah Hati
https://m.facebook.com/yayasankitadanbuahhati/posts/1905750059452170

Diskusi Perkuliahan Bunda Sayang Fasilitator Batch#1, 2018
[12/01 20:27] Rizqie Jurnaliska - IIP Banten: https://youtu.be/vgbUcmyad-4

Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan