Skip to main content

Berbenah ala KonMari : Persiapan Griya Riset Mengawali Tidying Festival



Berjumpa lagi di kelas KonMari Indonesia level Shokyuu. Di tugas ketiga ini, kami sebagai peserta diminta untuk menuliskan persiapan-persiapan apa saja yang kami lakukan untuk menyambut Tidyng Festival di rumah. 

Apakah itu Tidyng Festival ?


Tidying festival merupakan istilah yang Marie Kondo buat untuk membuat acara berbenah adalah acara spesial yang hanya dilakukan sekali seumur hidup. Berbenah secara totalitas hingga dapat mengubah cara berpikir dan hidup kita. Asyik, kan?

Alih-alih menganggap berbenah sebagai sebuah rutinitas yang menjemukan, Marie Kondo mengajak kita untuk mengubah midset  terlebih dahulu sebelum berbenah.  Dari sini, berbenah menjadi sebuah momen spesial yang perlu dipersiapkan dan disambut oleh seluruh anggota keluarga. 

Lalu, apa yang keluarga kami lakukan untuk mengawali Tidying Festival  ini?

Saya mulai dengan berpikir keras, hihihi
Saya bersama kedua anak saya yang masih balita dan balita, sedang tinggal di rumah orangtua saya. Saya juga sedang berjauhan dengan suami. Maka persiapan yang kami lakukan pun menyesuaikan kondisi kami saat ini. Yang bisa jadi beda dibanding keluarga lain yang tidak tinggal berjauhan, tinggal di rumah sendiri bersama keluarga inti saja, maupun keluarga dengan anak-anak yang sudah bukan balita.

Poin utama yang saya siapkan adalah, mengajak anak-anak terlibat langsung di proses berbenah ini sesuai kapasitas mereka. Maka, memberikan imaji positif mengenai proses berbenah pada mereka merupakan hal yang cukup krusial. 

Bagaimana caranya?


Kami mulai dengan cerita. Saya bercerita bahwa kami akan menata tempat tinggal impian. Lalu saya mencari gambar penataan yang menarik dari pinterest dan menunjukkan pada anak-anak. Satu demi satu kami amati. Kemudian kami ambil gambar-gambar yang kami sukai untuk kami kumpulkan sebagai inspirasi. 
Inspirasi Ruang Bermain Anak (Sumber : Pinterest)
Inspirasi Pojok Baca Anak (Sumber : Pinterest)


Inspirasi Kamar Tidur (Sumber : Pinterest)

Inspirasi Meja Berkarya Ummi (Sumber : Pinterest)

Kami juga membuat hiasan dinding bertuliskan tidying festival untuk mengingatkan kami dan menjaga semangat kami mewujudkan tempat tinggal dan penataan impian. Visualisasi beraneka warna akan membuat anak-anak menjalankan proyek ini dengan sukacita layaknya sebuah permainan.


Kemudian, saya menilik kembali timeline yang sudah saya buat. Rasa-rasanya perlu saya ubah dan sesuaikan dengan timeline yang ada di kelas Shokyuu. Maka persiapan yang juga saya lakukan adalah memperbaiki timeline agar lebih sinergi dengan perjalanan belajar di kelas. 

Berikutnya, karena bagian yang pertama kali akan disentuh adalah pakaian, yang mana pakaian akan lebih mudah ditata dengan posisi terlipat dan disusun tegak berdiri, maka saya menyiapkan beberapa kardus yang nantinya akan menjadi wadah pakaian yang sudah tertata. Kardus yang saya gunakan adalah kardus bekas wadah air mineral berbentuk cup yang kemudian saya lapisi dengan kertas kado dan dibersihkan dari debu hingga siap dipakai. 

Bismillah, kami siap berbenah dengan bahagia :)

#shokyuuclass
#task3
#konmariindonesia
#konmarimethod
#intensiveclass


Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan