Skip to main content

Empat Area Seru yang menjadi Wahana Belajar di Taman Bunga Blumengärten Hirschstetten

 Tidak setiap akhir pekan kami mengagendakan kegiatan di luar rumah. Tak jarang agenda akhir pekan berupa aktivitas di rumah saja. Mulai dari beres-beres rumah, masak bareng atau bahkan nonton film saja. Menyempatkan diri untuk tidur siang juga merupakan kemewahan yang kadang kami pilih untuk dijalani di akhir pekan. Kali ini saya akan berbagi cerita salah satu aktivitas akhir pekan beberapa waktu lalu di salah satu taman di kota Wina yang bernama Blumengärten Hirschstetten.

Taman dengan luas 60.000 meter persegi ini terletak di distrik 22. Untuk masuk ke taman ini, pengunjung bisa melewati dua pintu, pintu pertama adalah di pintu selatan yaitu dari Quadenstraße 15, sedangkan pintu utara adalah dari Oberfeldgasse. Perjalanan dari rumah membutuhkan waktu sekitar lima puluh menit, menggunakan U4 lanjut U1 dan Straßenbahn 26 hingga Haltestelle Oberfeldgasse/Spargelfeldstraße dan masuk melalui pintu utara.

Sesampainya di sana, kami disambut oleh kebun binatang kecil yang berisi beberapa hewan ternak seperti kambing. Bagi anak-anak, mengunjungi taman ini sangat menyenangkan karena mereka bisa bertemu dengan beragam hewan, bermain di Spielplatz yang wahananya cukup lengkap, bermain pasir hingga masuk ke dalam labirin. Kami sekeluarga memulai penjelajahan dengan menyusuri area kebun binatang mini. Informasi mengenai hewan yang ada di setiap kandang cukup menjawab rasa penasaran si sulung. Sedangkan adiknya, sangat antusias saat berhasil menjumpai aneka hewan di setiap kandang, terutama saat burung hantu menampakkan diri sekelebat di siang bolong.

Hewan-hewan yang berhasil mereka jumpai antara lain kambing, kucing hutan, sejenis hewan pengerat yang saya lupa namanya, kura-kura, ayam, dan kadal. Kelinci yang kami temui saat kunjungan sebelumnya, ternyata kali ini tak menampakkan diri. Mungkin karena waktu itu cuaca cukup terik.

Saya pribadi, memasang target untuk belajar mengenai aneka tanaman herbal atau Kräuter. Di Ausbildung, baik di kelas maupun di tempat praktikum, saya belajar aneka Kräuter yang masih asing di telinga. Beberapa bulan lalu saat saya baru saja masuk Ausbildung, seorang Trainerin mengajak kami sekelas untuk mengunjungi Blumegarten ini untuk belajar aneka Kräuter bersama seorang Gärtnerin. Nah, sayangnya kala itu saya tidak bisa ikut serta karena saya perlu belajar Buchhaltung untuk mengejar ketertinggalan di Ausbildung ini. Kala itu angkatan saya memang sudah menginjak bulan kelima pembelajaran, saat saya baru saja bergabung. Maka wajar jika pengajar merekomendasikan pada saya untuk belajar Buchhaltung bersama beliau ketimbang mengikuti Ausflug.

Setelah mencari-cari, akhirnya saya menemukan area tanaman herbal atau Kräuter. Tanaman-tanaman tersebut ditanam di lima kotak, dimana masing-masing kotak memiliki kategori tersendiri. Setiap kategori memiliki fungsi masing-masing. Alhamdulillah, akhirnya kesempatan belajar dengan mengamati langsung bisa saya peroleh.

 

Perjalanan kami berlanjut ke area lainnya, kami mendapati aneka taman yang didesain dengan peruntukan yang berbeda-beda. Ada taman untuk balkon, ada taman untuk keluarga, ada taman untuk atap, dan lain-lain. Di setiap bagian, ditulis juga siapa penanggungjawab taman tersebut, sehingga pengunjung bisa mengenal dan merasa dekat. Sangat menarik dan membuka wawasan.

 

Kemudian, ada banyak taman indoor. Salah satu yang sempat kami kunjungi adalah taman burung. Masuk ke taman tersebut, kami disuguhi kicau burung yang merdu bersahut-sahutan. Serasa ada di Indonesia! Sedangkan taman indoor yang lainnya, sebagian ada yang tak bisa dimasuki pengunjung, sebagian lagi ada yang dijadikan tempat semaian aneka tanaman sebelum dipindahkan ke lahan. Di sini kami jadi menyadari keseriusan pihak pengelola dan pemerintah untuk menjaga kecantikan dan kelestarian alam. Kami juga sempat bersantai di rerumputan sembari menemani anak-anak yang bermain bulutangkis.

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan