Skip to main content

Jurnal 7 Kampus Ibu Pembaharu, Membuat SMART Goals dan Memetakan Sumber Daya

Bismillahirrohmanirrohim...

Saatnya kembali membuat jurnal ibu pembaharu, dimana kali ini saya kerjakan dalam perjalanan di kereta menuju ke kota Innsbruck. Sebenarnya saya bukan tipikal orang yang suka dan bisa mengerjakan tugas atau meeting saat berada dalam perjalanan. Lebih suka mengerjakan di rumah, dengan duduk di depan komputer atau laptop sembari menengok catatan belajar di kelas, resume diskusi tim atau sesekali membaca kembali referensi. 

Kenyataannya, tak semua kondisi ideal bisa diikhtiarkan dalam perjalanan perkuliahan Bunda Salihah ini. Ada kalanya sesi live perlu diikuti saat menemani anak bermain di taman atau berbelanja. Ada kalanya waktu untuk mengerjakan jurnal baru ada saat melakukan perjalanan, seperti sekarang ini. Dan bukankah ini juga merupakan salah satu praktik beradaptasi? Menyesuaikan diri dengan perubahan maupun kondisi tak ideal. Maka, mari optimalkan ikhtiar dalam kondisi saat ini. Jadi melatih jempol untuk lebih tangkas menggunakan aplikasi canva dan menulis blog dengan HP juga ya, hehe. 

Dua pekan belakangan kami diminta untuk merumuskan tujuan dengan metode SMART dan memetakan sumber daya yang kami miliki. Lagi-lagi tim kami memiliki timeline yang lebih lambat ketimbang timeline di kelas Bunda Salihah. Pekan pertama kami masih menggunakannya untuk mendiskusikan referensi yang masing-masing anggota tim peroleh. Dari diskusi tersebut, kami memperoleh data bahwa : 
1. Kemampuan adaptasi memiliki cakupan yang luas. Mulai dari culture shock, maternal hingga climate change. 
2. Kemampuan adaptasi memungkinkan untuk ditingkatkan dengan syarat terpenuhinya kondisi dasar seseorang, baik fisik maupun psikis. 
3. Kemampuan adaptasi kerap dikaitkan dengan pengembangan diri, seperti agile, resilience dan grit. 

Dari hasil diskusi ini, kami terpikir untuk mengadakan diskusi lanjutan untuk membahas keterkaitan antara kemampuan adaptasi dengan kesehatan mental. Salah satu anggota tim, mba Dita, yang berprofesi sebagai dokter dan seorang pendamping mental health survivor, menjadi fasilitator diskusi internal kami di pekan kedua. Kami memang perlu melakukan sesi ini untuk menyamakan persepsi semua anggota tim. 

Di hari Jum'at pekan kedua (iya, baru kemarin... 😆) kami bertemu virtual kembali dan membahas mengenai SMART Goals. Berikut hasil diskusi kami mengenai tujuan yang kami tetapkan, milestone untuk tujuan jangka panjang (lima tahun pertama) gerakan kami, sumber daya yang tim kami miliki, dan golden rules juga exit procedure yang mengawal profesionalisme perjalanan belajar tim. 
Kemudian untuk SMART Goals, sebenarnya kami masih agak bingung terkait pengisian template yang diberikan tim perumus. Apakah harus kami isi dengan jawaban dari pertanyaan umpan, atau berupa pernyataan teknis. Jika pertanyaan teknis, maka jawaban yang lebih gampang untuk dituliskan adalah dengan mengacu pada tujuan semester pertama. Jila mengacu pada lima tahun pertama, poin-poin jawabannya terasa abstrak dan masih perlu didetailkan. Maka ini jawaban kami sementara ini, yang terbuka kemungkinannya untuk terus diperbarui. 
Dan untuk media sosial sebagai wadah publikasi gerakan, sebenarnya kami belum membuatnya, karena kami masih merumuskan nama fix untuk gerakan yang kami inisiasi. Concern gerakan kami sebenarnya sudah jelas, yaitu perempuan adaptif terhadap perubahan. Tapi untuk namanya, kami masih mencari nama yang menarik dan mudah diingat. 

Setelah berdiskusi dengan teh Dian selaku dekan Bunda Salihah, saya sebagai inisiator gerakan memutuskan untuk membuat akun Instagram dengan nama sementara terlebih dahulu, sembari menargetkan untuk menemukan nama fix di pekan depan. Jika nama fix sudah ada, baru disusul dengan penggantian nama akun Instagram dan pembuatan akun media sosial lainnya. Berikut akun Instagram gerakan kami :
Dan bisa diakses melalui tautan https://instagram.com/tim.adaptif?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Alhamdulillah, selesai sudah pembuatan jurnal ketujuh ini. Seiring dengan hampir sampainya kami sekeluarga di stasiun tujuan. 
Laa hawla walaa quwwata illa billah. Semoga Allah luruskan niat kami, tuntun langkah kami, juga rangkaian proses yang tim ini jalankan. Sehingga setiap tahap dan tantangan yang dihadapi, merupakan ibadah dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Aamiin. 

Jennbach-Austria, 9 September 2023

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m

Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas

Membuat Skala Prioritas Beberapa pekan lalu, kami sebagai tim Training and Consulting Ibu Profesional Non ASIA mengundang mba Rima Melani (Divisi Research and Development – Resource Center Ibu Profesional, Leader Ibu Profesional Banyumas Raya sekaligus Praktisi Talents Mapping ) di WhatsApp Group Magang Internal. Bahasan yang disampaikan adalah mengenai Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas.  Bahasan ini kami jadwalkan sebagai materi kedua dari rangkaian materi pembekalan untuk pengurus IP Non ASIA karena bermula dari kebutuhan pribadi sebagai pengurus komunitas. Masih berkaitan dengan materi sebelumnya, yang bisa disimak di tulisan sebelumnya . Di materi pertama lalu kami diajak uni Nesri untuk menelusuri peran diri sebagai individu, yang kemudian dipetakan dan dikaitkan dengan peran dalam keluarga sebagai lingkaran pertama, dilanjutkan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan sosial sekitar. Sehingga antara peran diri, peran dalam keluarga serta peran komunal dapat di